GIRL BOSS

GIRL BOSS
8. Si jamet bikin ulah


__ADS_3

Cuaca matahari yang terik tidak membuatĀ  siswa-siswi kelas ips 2 merasa malas untuk melakukan pelajaran olahraga di luar lapangan, malah sebaliknya mereka semangat untuk melakukan itu termasuk Waffa karena olahraga adalah pelajaran favoritnya.


Pak Zaky yang sejak tadi sudah menunggu lama di lapangan langsung menggelengkan kepalanya karena melihat anak didiknya yang lamban, "cepat baris, kalau kalian lambat begitu waktunya terbuang sia sia jadinya!!" seru Pak Zaky.


Karena seruan itu anak-anak langsung berlarian ke lapangan dan sibuk dengan barisannya, tak terkecuali dengan 3 sekawan yang sejak tadi berebut tak ingin berada di barisan paling depan.


"Fa lo didepan gih," pinta Nata sambil menarik tangan Waffa yang terus menolak.


"Iya, di depan cepetan!" kata Zora, ia mendorong tubuh tinggi Waffa agar baris di depannya.


Waffa jelas tak terima dengan permintaan dari keduanya, "napa gua anjir?! udah tau badan gua yang tinggi malah suruh di depan, kaga sudi!!" protes Waffa.


"Udah gapapa kali kali masa gua mulu yang didepan bosen tau," balas Zora sambil cemberut kesal, sungguh Zora sangat bosan karena tiap kali upacara ataupun acara yang di dalamnya terdapat barisan pasti dia paling depan.


"Udah sana cepetan Fa," titah Nata terus mendorong Waffa.


"Kaga mau anjir, napa gua? sana lo aja!" Waffa jelas marah, anak itu tak suka disuruh-suruh oleh orang lain ya meskipun kadang kala ia menurut pada dua sahabatnya meskipun terpaksa.


Sedangkan di depan sana pak Zaky melihat ketiganya dengan jengah, "kalian kenapa? cepet baris, Fa kamu di depan pimpin pemanasan."


Waffa yang cemberut kesal dan hanya bisa pasrah maju kedepan karena perintah pak Zaky, sedangkan Nata dan Zora bersorak ria melihat wajah Waffa.


Nizan yang melihat raut wajah kesal Waffa pun berteriak, "Fa harus ikhlas dong!!"


Teriakan itu membuat Waffa menoleh lalu menatap Nizan tajam dan berkata, "cukup tau!!" lalu mulai melakukan pemanasan.


Nizan pun sontak membalas omongan Waffa, "affah Iyah??" dengan nada bicara andalannya.


Pak Zaky yang kesal melihat anak didiknya sedari tadi rusuh dan banyak bicara hanya bisa bernapas lelah, "sekarang pemanasan dulu, kalau udah nanti ketua kelas sama wakilnya ambil peralatan olahraga bebas mau apa aja yang penting olahraga jangan banyak omong!" tutur pak Zaky, setelahnya beliau pergi meninggalkan lapangan.


Sepeninggal pak Zaky mereka langsung rusuh tak terkendali sedangkan Nizan selaku ketua kelas kerepotan karena teman-temannya menyuruhnya untuk membawa segala macam alat olahraga.


"Duh anjing bisa diem dulu ga sih?!" bentakan keras dari Nizan membuat mereka langsung terdiam karena terkejut.


Karena kondisi mulai kondusif Nizan kembali berbicara, "gak usah banyak mau, kalo ga mau ambil sendiri!"


Setelah itu Nizan pergi dari lapangan bersama Shaka sebagai wakilnya, dan yang lain langsung berbisik-bisik dengan sikap Nizan tadi.


"Dih songong banget padahal kan itu tugas dia sebagai ketua kelas," cibir Sania menatap kepergiannya Nizan dengan sinis.


Manda di sampingnya mengangguk setuju, "lagian orang kayak dia di jadiin ketua kelas, gak pantes banget."


"Daripada lo yang jadi ketua kelasnya, bakalan hancur." Sahutan dari Waffa itu membuat Sania dan Manda menoleh.

__ADS_1


"Apa sih? jangan ikut campur deh lo." Sania menatap Waffa sinis dan hal itu di balas sinis pula oleh Waffa.


"Mungkin dia gak terima kali cowoknya lo jelekin, San!" sindir Manda dengan keras, dan itu membuat anak-anak yang lain jadi memperhatikan mereka.


Waffa mengepalkan tangannya lalu menatap tajam Manda, "maksud lo apa hah?!" ia memajukan tubuhnya namun di tahan oleh Zora.


"Lo sama Nizan pacaran kan? duhh jangan pura-pura deh," jawab Manda dengan wajah menyebalkan, Sania di sampingnya terkekeh sinis.


"Kemarin aja gua liat Waffa di antar sama Nizan malem-malem lagi, abis nyewa hotel mana nih?" tanya Sania, dan hal itu membuat Waffa tak tahan lagi.


Waffa langsung menarik rambut panjang Sania seperti orang kesetanan, Sania pun tak mau kalah ia juga melakukan hal yang sama.


Manda yang tak mau Sania kalah akhirnya ikut membantu tapi sayang sekali ada Zora yang melawannya, dan terjadilah aksi jambak di tengah lapangan.


Sementara itu Nata hanya diam memperhatikan mereka sambil duduk selonjoran, bahkan tatapannya pun datar seperti tak ada semangat hidup dalam dirinya.


"ANJING LO WAFFA SAKIT!!!" teriak Sania kesakitan sebab rambutnya rontok.


Waffa tak mendengar hal itu ia malah semakin kencang menjambak rambut Sania, "lo gak usah macam-macam sama gua anjing!! Apalagi nyebarin berita hoax!!"


"Itu gak hoax ya!! Gua liat dengan mata kepala sendiri, kalo lo malam itu berduaan sama Nizan!!" sentak Sania tak mau kalah.


"Gua bukan cewe murahan kayak lo yang mau dia ajak sewa hotel ya anjing!!" amuk Waffa masih menjambak erat rambut panjang Sania.


Sementara itu Zora dan Manda dipisahkan oleh murid yang lain namun mereka tak berani memisahkan Sania dan Waffa.


"Itu temen lo kan? kenapa ga lo pisahin?" pertanyaan itu Fayyaz lontarkan pada Nata yang masih selonjoran.


Nata mendongak menatap Fayyaz lalu kembali menatap kedua orang yang masih adu jambak, "males, lagian masalah mereka gak ada sangkut pautnya sama gua."


"Cih gak solid amat lo," cibir Keenan menatap datar sosok Nata.


Nata yang tak suka dengan perkataan itu jadi berdiri lalu menatap Keenan tak kalah datar, "oh ya? emang lo tau apa sih tentang solidaritas? kalo lo anggap Waffa juga temen lo, harusnya lo juga maju kan buat bantu pisahin dia? trus kenapa lo masih disini?"


"Lo temen deketnya," balas Keenan dengan suara beratnya itu.


"Trus di saat Nizan dijelek-jelekkin sama yang lain kenapa lo diam aja? lo temen deketnya bukan?" tanya Nata tersenyum sinis, "kaca spion motor lo ilang apa gimana? coba ngaca dulu sebelum ngomong tentang SOLIDARITAS ya tuan Keenan."


Dan setelah itu Nata pergi dari lapangan, sementara Keenan berdecak kesal karena ucapan Nata.


"Buset keren amat tu cewek!!" puji Fayyaz tak sadar dan hal itu menyebabkan kepalanya dipukul keras oleh Keenan.


"ASTAGHFIRULLAH ADA APAAN INI?!" Nizan berlarian panik dengan beberapa alat olahraga di tangannya.

__ADS_1


Ia langsung memisahkan Sania dan Waffa yang acak-acakan, meskipun sedikitnya susah tapi Nizan terus berusaha memisahkan singa dan macan yang terus bertengkar itu.


Shaka yang baru datang jadi bingung dengan apa yang terjadi tapi ia langsung membantu Nizan untuk memisahkan keduanya, dan syukurnya pertengkaran itu terhenti.


"Ada apaan sih? kenapa kalian bisa ribut-ribut?" tanya Shaka menatap keduanya meminta penjelasan.


"Gak tau tuh si Waffa duluan!!" tuduh Manda sambil menunjuk Waffa.


"ENAK AJA ORANG LO DULUAN YA JAMET!!" teriak Zora tak terima, bahkan anak itu hampir saja menerjang tubuh Manda jika tidak ada Fayyaz di sampingnya.


"Lagian kenapa yang lain gak misahin sih? Bisanya cuma nonton doang, kan kita ini keluarga!!" kata Nizan kesal, napasnya memburu sebab menahan emosi dalam dadanya.


"Ogah banget anjir gua punya keluarga kayak si tiang listrik!!" ucap Sania bergidik ngeri.


Waffa yang merasa sebutan itu untuknya jadi kembali emosi, "bangsat ya lo, lagian gua juga kagak mau punya keluarga jamet perempatan kayak lo!!!"


Dan karena itu Sania hendak kembali menjambak Waffa namun dihalangi oleh tubuh tinggi Keenan, "sentuh Waffa lagi gua pastiin tangan lo patah hari ini," ancaman Keenan membuat semuanya terdiam, bahkan Waffa melongo tak percaya.


"Udah jangan ribut-ribut terus gua cape harus jelasin semuanya sama guru BK kalo ketauan," kata Shaka jadi kesal sebab dia pasti selalu jadi tumbal jika teman-temannya melakukan keributan.


Akhirnya Sania dan Manda memilih memisahkan diri, sementara itu Waffa diobati oleh Zora karena wajahnya tadi sempat terkena cakaran kuku Sania.


"Sialan muka gua jadi ternodai sama kuku kotor dia!!" gurutu Waffa tak terima, sementara itu Zora malah tertawa ngakak.


Nizan hanya menggelengkan kepalanya tak mengerti dengan kelakuan Waffa, dia sebenarnya khawatir dengan keadaan Waffa.


"Nata kemana kok gak ada?" pertanyaan dari Shaka itu membuat mereka tersadar bahwa Nata sejak tadi tak ada di sini.


"Tadi sempet adu mulut sama Keenan trus pergi deh," jawab Fayyaz begitu jujur.


Keenan yang namanya di sebut langsung menatap sinis sosok Fayyaz, masalahnya pasti nanti Shaka akan mengomelinya.


"Keenan, lo bicara apa sama dia?" tanya Shaka menatap tajam Keenan yang kini menghela napasnya.


"Ck, orang gua gak salah dianya aja yang mulai duluan!" jawab Keenan dengan yg tampang watados.


Shaka tentu tak percaya lalu pergi meninggalkan lapangan berniat untuk mencari Nata yang entah sekarang berada dimana.


"Nata sama Shaka tuh ada hubungan apa sih?" Nizan menatap keempatnya meminta jawaban namun mereka menggeleng kompak.


"Kita aja yang temenan sama Nata dari dulu aja kagak tau mereka ada hubungan apaan, Zan." Jawaban dari Zora itu membuat Nizan jadi semakin penasaran, bahkan mungkin bukan hanya Nizan saja yang penasaran tapi yang lainpun.


"Udahlah itu kan privasi mereka berdua, kita jangan ikut campur," kata Fayyaz, sebenarnya ia juga penasaran tapi sepertinya dia tak berhak tahu sebab dia hanya orang baru.

__ADS_1


Janlup komen dan vote


see you next time


__ADS_2