GIRL BOSS

GIRL BOSS
5.Salbut


__ADS_3

Mobil sport yang berwarna hitam sedang melaju cepat dengan didampingi oleh gelapnya malam berselimuti bintang-bintang yang menambah kesan suasana malam itu.


Mereka pun tiba dimana tempat balapan liar sedang berlangsung menghancurkan tenang nya malam oleh suara deru mesin yang merusak suasana malam yang begitu damai.


Sekarang tepat dimana lima sekawan sedang berkumpul dari banyaknya puluhan orang di sana.


"Dah mulai?" tanya Waffa yang memecah keheningan yang sejak tadi hanya terdengar suara sorak dari puluhan orang di sana.


"Udah, dari sebelum jemput kalian," jawab Nizan yang mana masih fokus memandangi jalanan yang kosong karena belum ada dari salah satu pembalap yang datang.


"Heh, tuh kan si Diky sama temen - temennya," kata Nata sambil menepuk bahu Zora yang sedari tadi tangannya berada di pundak Zora.


Zora pun mengikuti arah pandangan yang sedang dituju oleh sahabatnya itu. "Ternyata anak King Cobra juga disini."


"Gua baru tau nama geng nya King Cobra," sahut Waffa dengan wajah polos anak itu bahkan terkekeh karena mendengar nama dari geng Diky.


Nizan melotot kaget karena tidak percaya akan omongan yang Waffa ucapkan, "Anjir, lo kemana aja selama ini?" tanya Nizan.


Shaka yang mendengar itu pun tertawa kecil, ya karna aneh menurutnya padahal Zora temannya itu adalah mantan dari Diky anggota King Cobra.


"Emang kaya gitu sifat anak yang satu ini," sahut Nata dengan nada malasnya, Waffa pun cengengesan mendengar itu.


Bukannya apa-apa tapi Waffa anaknya ga terlalu peduli tentang hidup orang , dia orangnya cuma asik dilingkungan nya sendiri.


BRUMM


Suara motor yang tedengar jelas, sontak membuat puluhan orang yang berada di sana bersorak heboh, tak mau kalah Nizan, Waffa, dan Zora ikutan bersorak heboh, sedangkan shaka dan Nata hanya memandang jalanan tersebut dengan fokus.


Dijalanan yang tadinya sepi sekarang terdapat dua orang yang mengendarai motornya sangat laju, yang tak lain adalah Keenan dari geng Mata Elang dan Dewa dari geng King Cobra. Sekarang terlihat bahwa mereka sedang berlomba menuju garis finish.


"Anjir! Itu si Keenan cowo rese itu kah?" tanya Waffa dengan nada tidak percayanya.


"Ya terus siapa lagi?!" kata Zora dengan ekspresi kesal.


"Bukan," tegas Nata karna kesal,entah kenapa sampai sekarang dia masih sabar menghadapi temannya yang satu ini.


"Nanya gitu aja marah," gerutu Waffa sambil memoyongkan mulutnya.


Sedangkan dijalanan mereka masih melakukan kejar-kejaran, sekarang posisi Dewa ada didepan Keenan, Keenan pun yang merasa dirinya ada dibelakang mencoba untuk mengejarnya kembali, dia pun melajukan motornya lebih cepat.


CEKITT


Suara ban motor yang bersentuhan dengan jalanan. Dan sekarang posisinya Keenan sudah berada di garis finish mendahului Dewa. Semua orang yang ada disana bersorak heboh karena Ketua geng Mata Elang sampai terlebih dahulu. Bahkan sekarang anak-anak Mata Elang pun jalan ketempat Ketua mereka berada dan mengucapkan selamat kepadanya.

__ADS_1


"Selamat bro,"


"Keren banget lo bro!"


"Ketua Mata Elang dilawan!!"


Keenan hanya membalasnya dengan senyuman bangga dia. Sedangkan sekarang Dewa baru saja sampai di garis finish. Dia pun membuka helm nya sambil turun dari motor nya dan berjalan menuju Keenan.


Dewa menyodorkan tangannya dimana sekarang dia sedang berhadapan dengan Keenan . Keenan pun membalas dan menyodorkan tangannya sekarang posisi mereka sedang bersalaman.


"Selamat, emang ga perlu di pungkiri lagi cara lo bermotor sangat hebat," puji Dewa dengan senyuman yang menghiasi setiap kata yang dia lontarkan.


"Thanks bro," balas Keenan dengan wajah datar diiringi suara beratnya.


Dan ditempat lima sekawan berada mereka sedang tidak percaya dengan keadaan yang sekarang mereka lihat.


"Anjir, sejak kapan dia jadi ketua geng?" tanya Waffa dengan wajah polosnya.


"Gua juga baru tau," sahut Nata dengan wajah tak percayanya.


"Gua juga baru tau sekarang," balas Zora sambil mengangkat bahunya karena tadi Waffa melirik otomatis Zora peka bahwa Waffa sedang bertanya kepadanya.


"Udah dari dulu lah!" sahut Nizan.


"Untung gua ga jadi ribut sama tuh anak, kalau jadi bisa habis gua!! " celetuk Waffa membuat empat orang sekawan itu tertawa.


"Makanya jangan hobi nantang anak orang coba," ujar Nata sambil menepuk pundak Waffa.


Tiga orang disana pun tertawa mendengarnya bahkan Waffa cengengesan tak jelas karena dirinya merasa canggung.


Kembali lagi ke tempat Keenan berada. Sekarang pembalap lain pun datang memasuki garis finish, diantara pembalap yang datang ada yang mengucapkan selamat dan ada yang tidak suka atas kemenangan Keenan.


Disatu sisi Keenan masih fokus pada orang-orang yang sedang ngucap kan selamat kepada dirinya dan disisi lain Dewa sedang berjalan menuju tempat dimana lima sekawan sedang berada.


Lalu diikuti oleh anak King Cobra lainnya menuju tempat dimana lima sekawan berada. Sontak hal itu membuat semua perhatian tertuju pada mereka, Keenan yang sadar hal itu pun mulai menoleh kearah anak-anak King Cobra, dia pun terkejut saat melihat sosok yang dia kenal , dia pun bergegas lari menuju sosok itu.


"Mau ngapain lagi lo pada hah?!" tanya Keenan sewot, ia bahkan menghadang sosok Dewa yang berdiri di depan Waffa.


Waffa yang berada di belakang Keenan tentu saja kaget tiba-tiba ada yang menghadangnya, namun entah mengapa hatinya malah berdebar tak karuan.


"Kalem Ken, gua kesini mau minta maaf karena kejadian waktu itu," kata Dewa santai anak itu bahkan tersenyum manis menatap Keenan yang garang.


Mendengar itu Keenan akhirnya menggeser posisi berada di samping Waffa, setidaknya Keenan bisa jaga-jaga jika anak King Cobra akan berbuat macam-macam.

__ADS_1


"Maaf karena malam itu kalian di hajar sama temen-temen gua, gua juga denger katanya lo sampe babak belur ya gara-gara Gery? sorry banget, setelah ini gua pastiin mereka gak bakalan ganggu lo lagi." Dewa tersenyum manis menatap sosok Waffa yang kini melongo tak percaya dengan perkataan dari lelaki di depannya.


"Udah kan? Mending kalian pergi kalo urusannya udah selesai," kata Keenan dengan tatapan datarnya, entahlah rasanya ia tak suka melihat aksi Dewa saat meminta maaf tadi.


Dewa mengangguk paham lalu ia pun berbalik pergi meninggalkan keenamnya, Meskipun ini bukan salah Dewa tapi ia merasa bersalah sebab tak bisa menjadi ketua yang baik membiarkan anggotanya melakukan kekerasan.


"Ya Allah jantung gua gak aman!!" seru Waffa membuat yang lain jadi menoleh kearahnya.


"Lebay lo anjing!" ucap Keenan sewot, anak itu bahkan menoyor kepala Waffa.


"Halah bilang aja lo cemburu, Ken." Shaka terkekeh kecil melihat wajah Keenan yang terlihat jelas tak menyukai ucapannya.


"Najis!!" setelahnya Keenan pergi lagi berkumpul dengan anggota Mata Elang, meninggalkan Waffa yang masih salting tak jelas sebab ucapan Dewa.


Nizan yang melihat tingkah Waffa langsung bergidik jijik, "sumpah lo kayak orang gila tau."


"Baru tau lo? dari orok juga udah gila," ceplos Nata, dan hal itu membuat dirinya mendapatkan pukulan dari Waffa.


"Emang lo berdua gak salting gitu sama dia? Gila sih hebat banget anjir bisa minta maaf padahal bukan salahnya!!" kata Waffa heboh sendiri, ia bahkan mengguncangkan tubuh Zora yang berada di sampingnya.


Zora yang kesal langsung menepis tangan Waffa ia mendelik tajam, "anjing jangan mentang-mentang badan gua kecil jadi lo seenaknya ya!!"


Waffa yang mendengar itu hanya cengengesan lalu memeluk erat sosok Zora yang lebih kecil darinya.


"Ngapain salting? Bukannya itu tugas ketua ya? kalo pun anggota yang berbuat juga yang tetep di salahin kan ketua, yang jelek di mata orang-orang kan ketua makanya dia minta maaf meski bukan salah dia, gak usah geer dulu deh," kata Nata panjang lebar, dan hal itu membuat keempatnya melongo tak percaya karena baru kali ini mendengar Nata mengomel.


Nizan bertepuk tangan heboh sambil menutup mulutnya tak percaya, "GILA GILAA!! BARU DENGER GUA SI NATA NGOMONG PANJANG!!"


"Gua setuju sama Nata, jadi ketua itu berat pasti apa-apa di salahin meskipun bukan salahnya, harus jadi panutan yang baik juga buat yang lain." Shaka tersenyum menyetujui perkataan Nata, ia paham sebab ia juga menjadi ketua osis di sekolah dan hal itu sangat berat.


"Nah makanya lo jangan kebanyakan geer!!" sewot Zora sambil menjitak kepala Waffa, dan hal itu membuat mereka tertawa terbahak.


Waffa mendengus kesal lalu berkata, "iya iya!! emang apa salahnya sih salting dikit?!"


"Udah ah bacot lo, mending kita pulang udah malem!" ajak Nata, menarik kedua lengan temannya.


Sedangkan Shaka dan Nizan hanya tertawa melihat Waffa yang pasrah di tarik Nata menuju mobil milik Shaka.


Biasanya Waffa akan terus mengomel tak jelas tapi kali ini anak itu menurut pada Nata, dan hal itu jarang sekali terjadi.


Janlup vote dan komen


sorry kalau ada typonya di mohon di maklumin.

__ADS_1


__ADS_2