GIRL BOSS

GIRL BOSS
22. Perang


__ADS_3

Ruangan berukuran kecil itu masih mengurung sosok Nata yang masih terdiam di kasurnya, di ruangan ini hanya ada sebuah meja kecil lalu kasur tak ada jendela sama sekali, hanya ada ventilasi kecil di atas sana.


Gadis berambut pendek itu turun dari kasurnya mencoba untuk mengamati setiap inci dari ruangan ini, ia membuka laci meja yang tak terkunci itu di dalamnya terdapat sebuah gelang berwarna hitam dengan inisial A.


Nata mengambil gelang itu lalu mengamatinya lebih dekat, gelang ini tak asing baginya ia seperti pernah melihatnya namun entah dimana. Saat sedang asik mengamati gelang itu tiba-tiba pintu terbuka membuat Nata tersentak kaget dan gelang itu terjatuh.


Pria bertopeng itu mengambil gelangnya dari Nata yang masih terdiam karena kaget, "oh akhirnya lo nemuin ini juga, Nata."


"Maksud lo apa?" tanya Nata menatapnya dengan datar padahal jauh di dalam hatinya ia sangat penasaran.


"Lo ga inget sama sekali sama benda ini?" Pria itu menatap kecewa pada sosok Nata meskipun ia tahu Nata tak bisa melihat raut wajahnya karena terhalang oleh topeng.


Nata menggeleng tanda tak tahu, dan jawab itu membuat pria di depannya tertawa miris. "Secepat itu ya lo lupain gua, Nat."


"Lo sebenernya siapa brengsek!!" Nata mendorong kasar tubuh pria itu hingga menubruk pintu.


Lagi-lagi pria itu tertawa namun kali ini terdengar sedikit kencang dari yang sebelumnya, hal itu semakin membuat Nata kesal.


"Lihat tangan kiri lo, Nata."


Mendengar hal itu Nata langsung menurut, kenapa ia baru sadar sekarang jika ia juga memiliki gelang yang sama hanya inisial nya yang berbeda?


Nata terdiam pikirannya seketika kacau saat teringat kenangan dengan gelang yang ada di tangan kirinya ini. "Lo... Ga mungkin!"


Pria itu mendekat membuat Nata refleks mundur karena masih menyangkal dengan kenyataannya, hingga ia terduduk di kasur membuat pergerakannya terhenti.


"Iya lo benar gua orangnya," ucapnya pelan lalu ia melepas topeng yang sejak tadi dipakainya.


Gadis itu tentu terkejut melihatnya, ia menggeleng tak percaya dengan semuanya lalu Nata kembali mendorong pria itu hingga terjatuh.


"Apa yang lo lakuin sama gua?! Kenapa lo lakuin ini?!" bentaknya, Nata mengepalkan tangannya menahan emosi.


"Karena gua cuma pengen sama lo, tanpa harus terhalang sama Shaka."


Nata menatapnya tajam, "brengsek lo!! lepasin gua bajingan!!"


"Wah gua suka sama panggilan itu, tapi gua lebih suka kalo lo sebut nama gua." Pria itu tersenyum mengejek menatap Nata dengan santai.


"BRENGSEK LO ALVANO!!"


Alvano atau Vano itu tertawa senang, "i love you too, Nata." Lalu dengan cepat ia membekap hidung dan mulut Nata membuat gadis itu memberontak.


Hingga akhirnya kesadarannya perlahan menghilang, setelah tahu korbannya pingsan Vano membaringkan tubuhnya di kasur.


Senyum tipisnya terbit begitu saja, lalu ia meninggalkan ruangan itu tak lupa menguncinya. Vano berjalan menuju ruangan sang boss karena niatnya datang kesini sebenarnya untuk bertemu dengan bosnya.


"Udah puas main sama cewe lo?" Lelaki dengan topi hitamnya itu melirik tajam pada sosok Vano.


"Langsung ke intinya," kata Vano malas untuk berbasa-basi dengan manusia sialan ini.


Lelaki itu berdiri dari duduknya menghampiri Vano yang masih berdiri di ambang pintu, "sesuai rencana setelah kedua geng bodoh itu ribut lo bisa bawa kabur Nata dari sini, dan gua harap setelahnya kita ga ada urusan apapun lagi."


Vano terdiam mencerna ucapan dari lelaki di hadapannya, sesuai dengan rencananya di awal Vano memang sepakat untuk hal ini.


"Kalo rencananya gagal dan Nata di temuin lebih dulu, gimana?" tanya Vano, seperti Shaka akan mencari sosok Nata dan Vano yakin akan hal itu.


"Itu tanggung jawab lo, dari awal gua cuma ngasih pendapat doang dan lo sendiri yang jalaninya bukan? jadi itu resiko yang harus lo tanggung, gua ga mau nama gua terbawa."


"ANJING LO J-"


BUGH


BUGH


"Jangan sebut nama gua kalo lo gamau mati sia-sia." Lelaki itu pergi meninggalkan sosok Vano yang meringis sambil memegang sudut bibirnya yang berdarah.


"Bedebah sialan!!"


Sementara itu di basecamp Mata Elang kini sedang mengadakan rapat dadakan, mereka fokus mengikuti arahan dari sang ketua, Keenan.


"Kenapa harus gua yang jadi umpan sih?" protes Zora tak terima dengan posisi yang diberikan oleh Keenan.


Nizan menghela nafasnya lalu menoyor kepala Zora pelan, "ya kan lo mantan ratu anak Kingcob."


Satu basecamp dibuat tertawa karena itu, sedangkan Zora sejak tadi memukuli Nizan membuat lelaki itu mengaduh kesakitan.


"Lo cuma deketin Diki doang, ajak dia buat ke basecamp kingcob dan setelah semua anggotanya kumpul lo kasih tau kita." Keenan bersandar pada kursinya menatap malas Zora yang sejak tadi terus protes.

__ADS_1


"Gua temen-"


"Gak!! lo bareng gua buat lawan mereka."


Waffa mendelik tajam saat ucapannya di potong begitu saja oleh Keenan, ingin kembali protes tapi Nizan sudah memelototinya seakan berbicara "udah sih nurut aja."


Gadis bertubuh kecil itu masih tak terima dengan tugasnya, namun perkataan dari Shaka membuat ia terdiam. "Lo sahabatnya Nata bukan sih? korbanin diri buat sahabat lo ga bakal bikin lo mati di tangan Diki."


Semenjak hilangnya Nata, Shaka sangat sensitif membuat teman-temannya seperti sedang menghadapi macan.


Zora menghela napas lalu mengeluarkan hpnya yang ada didalam sakunya, "iya nih gua telpon, sensi amat sih!!" kesalnya langsung menelpon nomor Diki.


"Ki kita bisa ga ketemu?"


"Bisa, kenapa emang?" jawab Diki semangat di sebrang sana.


"Gapapa pengen ketemu aja."


"Yaudah nanti ketemuan ditempat biasa."


Setelah ngajak Diki, Zora langsung memasukan hpnya lagi kedalam sakunya. "Tuh udah," dan dibalas anggukan oleh Shaka.


"Lo semua yakin cara ini akan berhasil?" celetuk Waffa yang berdiri didekat Zora, sontak semua mata tertuju padanya.


"Kenapa emang, lo ga yakin?" tanya Keenan heran.


Waffa menganggukan kepalanya dan berkata "engga," dengan raut polosnya membuat orang yang membuat rencana menjadi kesal.


Keenan menatap jengah kearah Waffa, "coba dulu aja kali daripada ga sama sekali!!" kesalnya.


"Ouh.. Yaudah," balas Waffa dengan muka malasnya dan terlihat marah dari raut wajah Keenan.


Shaka yang kesal melihat dua orang yang sejak tadi berdebat itu pun membuat dirinya jadi membuka mulutnya. "Lo berdua bisa ga sehari aja ga ribut?! bukan khawatir sama Nata ini malah ribut mulu!!" kesalnya.


Waffa yang sedang melirik ke arah Shaka kesal dibuatnya, "cih, kata siapa gua gak khawatir? bisa ga tuh mulut dijaga, gua tau lu khawatirin Nata tapi pake logika juga kali!!" sinisnya yang sejak tadi gedek dengan kelakuan Shaka yang begitu.


Baru saja Shaka ingin membalas omongan Waffa langsung di cegah oleh Fayyaz, "udah deh jangan ribut dah, mending kita jalani rencana nya sekarang."


Mereka pun bersiap, sedangkan Zora gadis itu sudah daritadi pergi menemui Diki ditempat yang sudah di tentukan.


"Ouh iya Ki udah lama kayanya aku ga ke basecamp kamu, dulu sering banget malah hampir tiap hari ga sih?" tutur Zora yang menceritakan ia dan Diki dulunya dan sekalian untuk basa-basi agar Diki mengajaknya kesana.


Diki yang membalas dengan senyumannya, "iya sering banget, aku suka kangen waktu-waktu itu dan kadang nyesel ga bisa bikin kamu nyaman sama aku," curhatnya dengan wajah sedih.


Zora yang sadar akan perubahan dari raut wajah Diki ia langsung mengalihkan pembicaraan. "Mending kalau gitu kita sekarang kesana aja gimana?" ajaknya.


"Boleh ayo," balas Diki, ia pun bangkit dari duduknya lalu menarik tangan Zora untuk keluar dari tempat itu, saat dia menggenggam tangan Zora dan Zora tidak menolaknya terbitlah senyumnya, "apa kita bisa balik lagi ra? Aku janji gak bakalan bikin kamu sakit lagi dan gak akan ngekang kamu." tuturnya di dalam hati.


Setelah sampai di basecamp King Cobra Diki langsung membawa Zora kedalam basecamp, di sisi lain anggota King Cobra heran menatap Diki yang membawa mantan kekasihnya.


Sampai di dalam Diki menyuruh Zora untuk duduk disofa dan dia pergi mengambil minum, saat Diki pergi Zora yang langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk menghubungi Keenan, dia pun mengetik beberapa kata.


Zora: "Ken gua udah ada di basecamp king cobra, gua liat anggotanya ada semua termasuk juga Dewa"


Zora yang sejak tadi melihat kesana kemari untuk mengecek semua anggota King Cobra dan ia juga melihat ada Dewa si ketua King Cobra di sana.


Keenan yang mendapatkan notif dari Zora langsung mengumpulkan semua anggotanya untuk berangkat ke basecamp King Cobra.


"Lo gak usah bawa motor bareng gua aja," ajaknya pada Waffa yang sedang berdiri tak jauh dari nya.


Waffa yang hendak membuka mulut untuk membalas langsung di tatap sinis oleh Keenan, "gak ada tolakan, cepet!!" tegas Keenan sambil melangkahkan kakinya menuju motor.


Terpaksa Waffa mengikuti Keenan dengan memasang wajah masam karna kesal akan perilaku Keenan yang sejak tadi mengaturnya, mungkin kalau bukan demi Nata ia sudah langsung menolak dan memberontak.


°°°°


Terdengar dari kejauhan suara segerombolan motor membuat anak King Cobra heran dan Gerry pun menyuruh salah satu anggotanya pergi untuk memeriksa keadaan di luar.


Sedangkan disatu sisi Shaka, Fayyaz, dan Nizan memisahkan diri, Keenan dan seluruh anggotanya pun memasuki area basecamp King Cobra.


Salah satu anggota King Cobra yang tadi mengecek keadaan kaget melihat segerombolan orang yang memakai jaket berlogo Elang, ia langsung masuk lagi kedalam dan memberi tahukan kepada sang ketua.


"Bos itu anak mata elang bos!!" serunya dengan nafas terengah-engah menunjuk ke arah luar.


"Mata elang? Kenapa? kalian nyinggung anak Mata Elang lagi?" tanya sang ketua yang tidak tau apa-apa.


Gerry yang sejak tadi kaget sontak langsung membalas pertanyaan sang ketua, "kita gak nyinggung mereka sama sekali bos!!" balasnya tak kalah heran dari Dewa.

__ADS_1


Gerry merasa sudah lama sekali semenjak kejadian Waffa yang mereka jebak dan setelah itu mereka tidak pernah berbuat sesuatu hal untuk menyinggung anak Mata Elang kecuali rencana rahasianya dengan Luke.


"KELUAR LO SEMUA KALAU BUKAN PENGECUT!!" teriak Keenan diluar basecamp King Cobra.


Mendengar teriakan itu dengan cepat Dewa, Gerry, beserta anggota lainnya keluar dari dalam basecamp, sementara Diki ia menenangkan Zora yang terlihat panik, padahal Zora panik karena takut ketahuan akan ulahnya.


"Ra aku keluar dulu kamu disini, jangan takut bentar yaa," tutur Diki sambil mengelus puncak kepala Zora dan mendapatkan anggukan dari Zora, setelah ia pun pergi keluar.


Dewa dan anggotanya yang sudah sampai diluar langsung membuka mulut, "ada apa lagi ini?" tanyanya pada sosok Keenan di depannya dan Waffa yang berdiri di belakang tubuh Keenan.


"Kamu nanya?" celetuk Waffa yang masih berada dibelakang Keenan, semua orang langsung menoleh kearah Waffa termasuk Gerry yang sekarang sudah menampilkan raut muka kesal terhadap Waffa ia ingin sekali menghajar gadis itu kalau saat ini tidak ada keberadaan Dewa dan Keenan.


"Heh anjing bos gua nanya bener-bener loh? Bisa gak sih lo hargai!!" bentaknya pada Waffa sambil mengepalkan tangan kirinya yang berada di bawah sedang tangan kanannya yang menunjuk kearah Waffa.


Keenan tersenyum karna Waffa berhasil memancing emosi Gerry dan memberi waktu untuk Shaka yang mencari Nata dan Fayyaz Nizan yang akan mengeluarkan Zora dari dalam basecamp King Cobra.


Dan dibalas smirk khas Waffa. "Mau dihargai berapa hah?" tanya Waffa sambil melangkah menuju samping Keenan dan tangannya dia lipatkan kedepan dadanya.


"Heh anjing nya lo, SERANG!!" Teriaknya dan langsung di ikuti oleh anggotanya.


BUGH


BUGH


Gerry langsung melawan Keenan dan melayangkan beberapa pukulan, sedang Waffa sedang melawan salah satu anggota anak King Cobra, dan akhirnya terjadi lah sebuah perang antara Mata elang dan King cobra, terkecuali Dewa dan Diki yang masih berada ditempat dengan terheran-heran


SREETT


BUGH


Keenan terus menghindar dari setiap gerakan lawannya yang ingin mengenainya, lalu Gerry yang maju melayangkan kepalanya tangannya kearah Keenan langsung ditahan oleh Keenan dengan tangan kanannya.


Lalu dibalas oleh Keenan dengan memutarkan tubuhnya lalu melayangkan tendangan bertubi-tubi kepada Gerry.


BUGH


BUGH


Disatu sisi Shaka , Fayyaz, dan Nizan yang memasuk kedalam basecamp King Cobra dari pintu belakang lalu menghampiri Zora yang sedang duduk.


"Ayo Ra!!" ajak Fayyaz pada Zora dan langsung di anggukan oleh Zora.


"Ka lo hati-hati kita nunggu lo di depan," ucap Nizan dan dianggukki oleh Shaka, lalu mereka bertiga keluar dari ruang itu melewati pintu belakang.


Sedangkan Shaka yang masih didalam memeriksa semua ruang King Cobra dengan berjalan mengendap-endap, dan berharap menemukan seseorang yang ia cari-cari, setelah ia cari cukup lama tidak kunjung menemukan sosok Nata ia mulai frustasi sampai memukul berkali-kali tembok yang ada di dekatnya.


Sedangkan di luar yang lumayan jauh dari area basecamp King Cobra terdapat Nizan, Fayyaz, dan Zora sedang menunggu kedatangan Shaka dengan wajah gelisah.


TINNG


tiba-tiba notifikasi hp Fayyaz yang berada di saku berbunyi, ia pun langsung memeriksa hpnya saat  memeriksa pesan itu ia kaget akan hal yang ia liat.


Anonymous: "Gua tau dimana keberadaan cewe yang lo cari."


Anonymous: sent a picture


Anonymous: share location


"Anjing!!" umpatnya.


Nizan yang heran kepada Fayyaz langsung bertanya, "napa Yaz?" tanyanya tapi Fayyaz tak nanggapi pertanyaan Nizan dan langsung kembali mengotak-atik hpnya.


DRTTT


suara HP mengalihkan perhatian Shaka ia langsung melihat hpnya terlihat menampilkan nama Fayyaz dan langsung mengangkat nya.


"Napa Yaz?" tanyanya tanpa mau basa-basi.


"Lo cepet keluar dari sana, gua tau Nata sekarang berada dimana."


"APA? gua sekarang kesana!!" Shaka langsung mematikan telponnya dan pergi menuju tempat Fayyaz.


Fayyaz langsung berlari menuju Keenan setelah menghubungi Shaka dan di ikuti Nizan, Zora yang tetap berada di sana karna disuruh oleh Nizan.


Setelah sampai ditempat Keenan Fayyaz langsung berteriak, "BOS GUA TAU SI NATA DIMANA!!" suasana yang sedang perang langsung terhenti ketika Fayyaz berteriak.


Keenan yang mencerna perkataan Fayyaz langsung mendekati Waffa dan menarik tangan Waffa lalu langsung berlari dan berteriak. "MUNDUR!!" teriak Keenan sambil pergi berlari dari tempat itu dan diikuti anggotanya.

__ADS_1


__ADS_2