GIRL BOSS

GIRL BOSS
7. Anak baru


__ADS_3

Suasana kelas pagi ini cukup berisik sebab guru pengajar belum juga memasuki kelas, sejak tadi black angel asik mengobrol meskipun ada yang kurang sebab Keenan belum juga datang sepertinya anak itu kesiangan.


Semenjak kejadian kemarin Keenan hilang bagai di telan bumi, entah apa yang terjadi padanya namun tentu saja hal itu membuat mereka khawatir tapi berbeda dengan Waffa yang malah overthingking.


"Woy ada murid baru!!" teriakan dari arah pintu masuk itu membuat seisi kelas langsung menoleh.


"Kata siapa lo?"


"Tadi gua habis dari toilet gua mampir dulu ke kopsis, heh waktu di jalan gua liat ada murid baru," jawabnya sambil mengatur napas, sepanjang koridor dia berlari demi menyampaikan berita ini.


"Cewe cowo?" tanya sania begitu antusias, padahal awalnya anak itu sibuk memainkan ponselnya.


"Cowo lumayan ganteng putih lagi kulit nya kaya bule, tapi dibandingkan gua ya jelas jauh


dibawah gua sih," jawab lelaki itu, dan tentu semua murid langsung menyorakinya.


"Huekk!!" Waffa yang masih fokus memainkan hpnya langsung melirik sinis, entah mengapa kata kata yang terlontar dari salah satu temannya itu membuatnya mual.


"Anjir pede banget lo," kata Nizan bergidik geli, dia tak terbiasa melihat lelaki yang kepedean seperti ini.


"Ya gua gantenglah kan cowo ih," balas lelaki terus sebut sambil mengangkat bibir bawahnya dengan tak suka.


Nata yang dari pagi muak dengan suasana kelas pun ikut menyahuti, "ganteng tuh di akui bukan mengakui."


Tiba - tiba seorang guru berjalan masuk ke dalam kelas ips 1, sontak murid murid di sana pun berlarian menuju tempat duduknya masing-masing.


"Selamat pagi anak-anak, maaf saya terlambat masuk kelas, tadi ada sedikit urusan," ucapnya sambil tersenyum.


"Gapapa kok lama juga bu," balas Nizan dengan cengengesan.


Guru ekonomi itu hanya tersenyum menanggapi Nizan, lalu berkata. "Berhubung ini masih jam pelajaran saya, saya mau memperkenalkan dulu murid baru yang akan menjadi teman sekelas kalian kedepannya,"


"Silahkan masuk nak," ajaknya sambil melirik kearah pintu.


Lelaki dengan wajah kalem nya itu memasuki kelas, langkahnya begitu santai tak lupa diiringi senyuman tipisnya.


Para siswi langsung heboh berbisik-bisik membicarakan tentang lelaki di depan sana, dan hal itu membuat kelas jadi tak kondusif.


"Minta perhatiannya anak-anak!!" tegur guru muda itu lalu kembali berkata, "silahkan perkenalkan nama kamu."


Lelaki berkulit putih itu tersenyum lalu menatap seisi kelas, "Selamat pagi perkenalkan nama saya Fayyaz Dharmesa, saya pindahan dari bogor salam kenal semua nya," ujarnya begitu semangat.

__ADS_1


"Mungkin ada yang mau di tanyakan pada Fayyaz?" tawar guru itu, dan tentu hal itu membuat para siswi berlomba untuk menanyakan segala macam.


Fayyaz yang bingung dengan pertanyaan yang begitu banyak jadi kesal sendiri dan hal itu di sadari oleh Nata.


"Bisa satu-satu ga sih caper nya? mending tutup aja Bu sesi pertanyaannya, ga penting juga," kata Nata dan hal itu membuat seisi kelas hening, tapi tentu saja tak ada yang tak melirik sinis kearah Nata.


"Baiklah kalau begitu silah-"


"Assalamu'alaikum!!"


Suara berat dari arah luar itu membuat mereka menoleh, disana ada sosok Keenan dengan baju acak-acakan juga keringat yang membasahi wajahnya.


"Keenan kamu kenapa telat?!" tanya guru itu menatap kesal sosok Keenan yang menatapnya datar.


"Kesiangan," jawabnya singkat bahkan anak itu langsung memasuki kelas dan duduk di kursinya.


Guru itu hanya bisa menghela napasnya pasrah dengan kelakuan Keenan, "setelah selesai pelajaran ini kamu ikut keruangan saya!!"


Dan Keenan hanya menanggapi dengan tatapan datarnya, ia malas untuk berbicara lagi.


••


"Salam kenal bro! Gua Nizan, semoga betah disini," celetuk Nizan memperkenalkan dirinya.


"Gapapa seru nanti kebawa sesat sama si Nizan." Waffa menyahuti dengan tawa ngakak nya, bagian menistakan Nizan adalah hal favoritnya.


"Lo juga sesat Fa!!" protes Zora kesal karna temannya tidak ngakui bahwa dirinya pembawa sesat itu.


Nata mendengar itu pun ikut protes, "emang gak sadar diri tu anak."


"Apaan orang gua sama si Nizan lebih sesat dia!!" seru Waffa tak terima dipojokkan begitu saja, padahal sebenarnya memang iya sih sesat.


"Berisik anjir, jangan buka aib di depan orang baru!" kata Nizan menasihati tapi ketiga gadis itu malah mencibirnya.


Fayyaz hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah laku teman barunya itu, lalu ia menoleh kearah samping. "Akhirnya sekelas juga sama lo, Ken."


"Loh jadi pindah lo, Yaz?" Keenan yang awalnya sudah tak memiliki mood itu langsung kembali semangat.


"Iya, biar nanti kuliah langsung di Bandung," jawab Fayyaz menyambut tos dari Keenan, tos yang hanya dilakukan oleh anak Mata Elang.


"Kalian saling kenal?" tanya Shaka yang sejak tadi hanya diam saja menyimak.

__ADS_1


Keenan mengangguk mengiyakan, "gua sama dia temenan dari kecil tapi dipisahkan oleh kota."


"Kasian LDR," celetuk Waffa tak sengaja.


"Bacot lo, mending urusin tuh lomba." Keenan membalas dengan sewot tak lupa tatapan tajamnya itu.


Waffa yang tak suka langsung melotot kearahnya, "apaansih anjir?! Kok tiba-tiba bahas lomba?!"


Dan Keenan lagi-lagi tak menjawab dia malah fokus mengobrol dengan Fayyaz, tentu hal itu membuat Waffa kesal sekali.


"Kata gua sih dia cemburu, Fa." Zora berbisik sambil menatap Keenan yang terlihat fokus berbicara.


Nata mengangguk, "kan dari awal juga gua bilang kalo dia tuh cemburu tapi lo nya emang goblok kagak peka."


"Gak mungkin lah anjir, emang dia siapa cemburu sama gua?" tanya Waffa menatap kedua sahabatnya itu.


Nata yang sudah muak tak mau menjawab dan langsung ikut bergabung bersama Nizan yang asik berbacot ria dengan Shaka.


"Emang iya, Ra?"


"IYA ANJING AH KESEL GUA!!" teriak Zora kesal sendiri, dan karena itu sekelas jadi menatapnya merasa terganggu.


"Kalian tuh kenapa sih anjir ribut mulu? heran deh pangeran," kata Nizan menatap Waffa dan Zora yang masih berdebat tentang hal tadi.


Shaka tertawa kecil lalu menyahut, "Pangeran kodok lo mah, Zan."


"Sialan lo masa ganteng kayak gini mirip kodok!!" protes Nizan tak terima, bahkan anak itu berkacak pinggang di depan Shaka.


"Loh yang bilang lo mirip kodok tuh siapa? kan gua ga bilang lo mirip kodok." Jawaban dari Shaka membuat Nizan kesal, lalu memukul Shaka keras dan tentu Shaka pun membalasnya.


Nata pusing melihat keributan tak jelas di depannya, Zora dan Waffa pun masih berdebat tak jelas lalu ia harus pergi kemana? Bergabung dengan Keenan pun ia tak mau sebab pasti akan membuatnya emosi.


"ANJENGGGGG SAKIT KEN!!"


Teriakan dari Nizan membuat semuanya menoleh, terlihat Nizan mengusap-usap bokongnya yang di tendang Keenan karena kesal mendengar keributan.


"Sumpah lo jahat banget anjir sama gua!" sewot Nizan menatap Keenan kesal, lalu ia mendudukkan tubuhnya di samping Shaka yang tertawa terbahak.


"Lagian lo ga bisa diem kayak jamet," celetuk Keenan dan hal itu membuat seisi kelas tertawa karenanya.


Nizan cemberut kesal lalu berlagak seperti mengadu kepada Shaka, tapi sayang sekali Shaka tak mau membelanya.

__ADS_1


Janlup komen dan vote


__ADS_2