GIRL BOSS

GIRL BOSS
2. Adu bacot!!


__ADS_3

Setelah tahu kelasnya dimana, ke-enam anak itu segera berlari menuju kelas IPS 1 yang berada di ujung.


"Assalamu'alaikum, kumaha daramang?" Seruan dari Nizan itu memecah keributan yang ada didalam kelas.


Sontak semua murid yang ada didalam kelas pun menoleh ke arah sumber suara dan menjawabnya.


"Wihh akhirnya sekelas juga sama ketos," kata gadis yang memakai pakaian yang cukup ketat, ia berjalan mendekati sosok Shaka diikuti satu gadis lainnya yang tak beda jauh darinya.


Shaka hanya membalas dengan senyuman terpaksa nya, tak lupa diiringi oleh tatapan tidak suka oleh para anak-anak yang sejak tadi berada didekatnya.


"Bukannya jawab waalaikumsalam, malah langsung goda anak orang," cibir Nizan


dengan tatapan tidak suka.


"Bilang aja kalau mau disapa juga, " balas gadis itu, Sania namanya.


"Kenapa? Iri ya?" ejek Manda, gadis yang sejak tadi berdiri di samping Shaka.


Waffa yang mendengar itu terkekeh geli, "Anjir iri banget deh."


"Bukan ke lo, geer banget sih!" sewot Manda mendelik tak suka.


"Tadi lo nanya iri kan? ya gua jawab lah, bukannya sok geer 'kan gua punya telinga otomatis gua denger, jadi gua jawab lah emangnya apa yang harus di geerin coba?" cerocos Waffa dengan tampang songong nya, dan hal itu tentu membuat Sania dan Manda mendengus kesal


Disisi lain terlihat Nata dan Zora sedang senyum senang karena merasa puas dengan kata kata yang dilontarkan sahabat nya itu.


"Ga gitu juga konsepnya!" bentak Sania dengan wajah kesalnya, gadis itu bahkan sejak tadi menahan diri untuk tidak menjambak rambut pendek milik Waffa.


Nata menyahut dengan tatapan sinis nya, "terus maksud lo, itu cuma berlaku buat cowo doang gitu?"


"Dasar cewe cewe," cetus Waffa sambil menggelengkan kepalanya dan menghela napas kesal.


"Heh! lo juga cewe bego," kata Keenan kesal dan jangan lupakan suara beratnya.


"Dia pantes jadi laki dari pada jadi cewe," ejek Sania menatap kesal Waffa yang berada di depannya.


Waffa mendelik tajam, "Sialan ,minta di gibeng lo sama gua?!" kata Waffa sambil menunjuk Sania dengan jari tengahnya.


"Emang faktanya kan?" Sania melirik Manda dengan tawa yang terdengar mengejek.


"Fakta lah!" jawab Manda ikut terkekeh melihat wajah kesal Waffa.


Waffa yang tak terima dengan hal itu tentu saja tak tinggal diam. "Dari pada lo berdua hobinya cuma goda anak orang!!" balas Waffa kesal.


"Yang di goda ga suka lagi." Nata menyahut dengan ekspresi yang sejak tadi tak berubah, datar.


"Yang ada ilfil orang nya," kata Zora ikut menyindir kedua orang yang sejak tadi membuatnya kesal.


Sontak orang-orang yang mendengar itu tertawa terbahak-bahak, tentu saja Sania merasa terhina dan tak terima.


"Heh! dari pada lu samsimo sana sini mau, murahan banget tau ga!!" sindir Sania, gadis itu menunjuk Zora dengan wajah kesalnya.

__ADS_1


"Lo tau apa tentang hidup gua? jangan sotoy jadi orang!!" bentak Zora kesal, lagipula siapa yang tidak kesal di tuduh sembarangan?!


Sania tersenyum miring lalu berkata, "bukan gue sih yang bilang, banyak kok orang di luaran sana yang bilang gitu."


"Iya, semua orang tau kali kalo lo murahan." Manda ikut menyahuti, ia bahkan menekankan kata 'murahan' saat berbicara.


"Kenapa? Iri ya karena gak laku? Bisanya cuma jual omongan orang doang," sindir Zora, bahkan gadis bertubuh kecil itu tak takut sama sekali menatap keduanya.


Sania yang mendengar itu pun marah dan sontak langsung menjambak rambut Zora, Manda pun tak mau kalah dia maju dan ingin menjambak rambut Waffa tapi sayang nya Waffa terlalu tinggi hingga dia kesusahan untuk meraih puncak rambut Waffa.


Disisi lain Nata mengehela napasnya lelah, mau tak mau ia harus ikut serta dalam keributan ini, dia diam-diam berjalan kebelakang Sania dan Manda lalu tanpa ekspresi ia menjambak rambut mereka dengan kuat hingga keduanya berteriak kesakitan dan melepaskan jambakan pada kepala Zora juga Waffa.


Satu kelas menjadi heboh melihat aksi tadi, bahkan Nizan sudah bertepuk tangan dan hal itu membuat Keenan memukul kepalanya.


"Udah jangan ribut-ribut bentar lagi guru masuk." Shaka menarik tangan Nata yang sejak tadi masih menjambak rambut keduanya, sedangkan Waffa dan Zora tertawa melihatnya.


•••••


Kini ketiga gadis itu berada di kantin dengan makanan di depannya, sejak tadi Waffa terus mengomel karena kejadian saat awal masuk kelas.


"Emang sialan kenapa harus sekelas sama manusia titisan setan sih?!" gerutu Waffa dengan mulut yang sibuk mengunyah mie.


"Mungkin gurunya pengen ada keributan," sahut Nata santai, anak itu sibuk memakan siomay kesukaannya.


Sedangkan Zora hanya tertawa saja mendengar Waffa yang terus protes tak terima, sebenarnya ia juga tak terima hanya saja ia sedang malas untuk ikut protes.


BRAKK


"****** lo!!" Nata yang memang kagetan reflek memukul orang yang baru saja menggebrak meja ketiganya, dia Nizan yang kini cengengesan tanpa rasa bersalah.


"Eh btw tadi pagi kalian keren banget deh, seru liatnya," celetuk Nizan ditengah-tengah keheningan ke-enam nya.


Waffa yang mendengar itu langsung menepuk-nepuk dadanya merasa bangga lalu berkata, "ya jelas dong! siapa suruh ngelawan gua!"


"Iya dah si paling jago." Keenan menyahuti dengan suara beratnya, hal itu sontak membuat Waffa mendelik tajam.


"Kalian ada masalah apa deh sama mereka?" tanya Nizan, matanya menatap ketiga gadis itu secara bergantian.


Zora yang duduk di depannya menjawab, "gak tau, orang merekanya yang bikin masalah mulu sama kita."


CTAK!!


Waffa membanting sendok nya pada piring dan hal itu tentu membuat Nata yang duduk di depannya tersentak kaget.


"GUA SETUJU!!" seru Waffa menyetujui jawaban dari Zora.


"Ya biasa aja dong ga perlu sampe banting sendok segala!" sewot Nata, ia bahkan menjitak keras kepala Waffa yang cengengesan.


Heran Nata tuh, padahal kedua sahabatnya tahu jika dia kagetan tapi selalu saja di bikin kaget, siapa yang gak emosi coba? Nata mendengus kesal lalu tanpa sengaja matanya melirik Shaka yang tertawa kecil melihatnya.


"Apa lo ketawa-ketawa?! mau gue colok pakek garpu?!" kata Nata galak, ia bahkan mengangkat garpu nya seakan benar-benar akan mencolok.

__ADS_1


Shaka yang merasa terciduk jadi panik dan hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat Nata di ujung sana terlihat seperti macan yang mengamuk.


"Kalem anjir, kasian anak orang lo bentak-bentak," ujar Waffa bahkan anak itu menyodorkan minumannya siapa tahu hal itu bisa membuat emosi Nata berkurang.


Nata tak menyahut, dia hanya menghela napasnya lalu kembali fokus memakan siomaynya.


"Maaf ya, Sha. Nata anaknya emang gitu," ucap Zora merasa tak enak melihat wajah Shaka yang kaget saat di bentak oleh Nata.


"Gapapa kok santai aja, lagian lucu liatnya." Shaka terkekeh kecil, ia justru merasa gemas dengan wajah Nata saat emosi.


Nizan yang duduk di sampingnya menoleh dengan tatapan heran, "tumben banget lo muji cewe? biasa kalo ada yang kayak si Nata pasti lo langsung ilfil."


"Goblok gak peka lo mah, Zan." Keenan yang sejak tadi hanya menyimak jadi menyahut, ia melempar tutup botol minumannya tepat mengenai kepala Nizan.


"Kalo mau berisik mending pindah sana!!" usir Nata kesal.


"Jangan gitu dong Nat, kalo salting ya biasa aja jangan ngusir orang juga," celetuk Waffa sembari senyum-senyum tak jelas dan tentu saja hal itu semakin membuat Nata kesal namun dia tetap diam tak membalas Waffa.


Zora hanya bisa tertawa terbahak melihat keduanya, lucu saja melihat kedua sahabatnya bertengkar.


"Btw lo pada kenal si Bella ga sih?" tanya Nizan memulai obrolan baru, ia tak mau jika harus kena semprot amukan Nata jika masih membahas hal yang tadi.


Waffa mengangguk sambil menjawab, "oh si Bella yang anak tari kan? kenal gua, kenapa emang?"


Nizan menyeret kursinya ke depan seakan takut omongannya terdengar oleh orang lain, dan bodohnya hal itu malah diikuti oleh Waffa.


"Kasian temen gue kena ghosting sama tu anak, parah sih padahal dia udah ngasih segala macem buat tu cewe eh malah gitu balasannya," kata Nizan mulai bergosip dan tentu saja hal itu membuat para gadis di depannya menggelengkan kepalanya kecuali Nata tentunya.


"Kok geleng-geleng sih?" tanya Nizan heran saat respon dari mereka hanya gelengan kepala.


Waffa menepuk pundak Nizan dengan keras dan hal itu sontak membuat Keenan yang sejak tadi memperhatikan keduanya jadi tertawa terbahak.


"Si Bella mah gitu orangnya, aneh lagian cowok-cowok kok pada ngedeketin cewe kayak dia ya?" jawab Waffa dengan wajah watados nya padahal ia membuat Nizan kesakitan.


"Ya daripada deketin cewe kayak lo," ucap Keenan santai, namun sedetik kemudian ia meringis kesakitan saat kepalanya terkena sendok yang sengaja Waffa lemparkan.


"Ngajak ribut lo sama gua?!" sewot Waffa menatap garang Keenan tanpa rasa takut, ia bahkan berkacak pinggang.


"Ayo! Lo pikir gua takut?!" tantang Keenan menatap songong Waffa di sebrang sana.


Zora yang berada di tengah-tengah hanya bisa menutup telinganya karena sejak tadi ia mendengar keributan dari kedua sisinya, sedangkan Nizan tertawa melihat keributan.


"Udah ah jangan ribut, ga malu apa diliatin sama yang lain?" kata Shaka melerainya keributan, jika bukan karena Shaka sepertinya Waffa akan benar-benar maju untuk memukul wajah Keenan.


"Iya anjir ribut mulu kuping gue panas nih!" protes Zora sambil cemberut kesal.


"Justru seru tau kalo ada keributan, jiwa gue merasa ikut semangat liatnya," sahut Nizan seakan keributan adalah hal yang menyenangkan baginya.


TUK!


Nizan meringis saat kepalanya dipukul sendok oleh Nata yang menatapnya tajam seakan-akan bisa memakan Nizan kapan saja.

__ADS_1


"Sakit anjir! sumpah dah gue ga bakalan deket-deket si Nata, galak banget anying kayak anjing!" kata Nizan kesal, demi apapun kini kepalanya berdenyut.


Dan hal itu membuat yang lain tertawa terbahak-bahak melihat Nizan yang kesakitan, apalagi saat Nata hendak memukulnya lagi tapi dengan cepat Nizan menghindarinya dengan menjadikan Waffa sebagai tameng.


__ADS_2