
Malam harinya, daripada tidur, Ethan memilih untuk pergi ke luar. Dia mengenakan mantel hitam dengan tudung yang hampir menutupi seluruh wajahnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari identitasnya akan terlihat secara tidak sengaja.
Sebelum keluar, Ethan memeriksa peralatan dan barang bawaannya dulu.
"Core Slime yang sudah Mia beli… jumlahnya sekitar 33… apakah harganya sekitar 3 Copper Coin? Ini terlalu murah."
Copper Coin sama sekali tidak berguna. Untuk satu malam menginap, dibutuhkan setidaknya 70 Copper. Jadi bisa dibayangkan berapa banyak Core Slime yang harus diburu untuk seseorang bisa menginap semalaman.
Selain Core Slime, dia tidak membawa hal-hal yang tidak perlu dan hanya membawa sebuah belati untuk membongkar mayat Monster yang akan dibunuhnya.
Ethan menarik tudungnya sampai batas dan segera melompat dari balkon.
"Ayo pergi."
Dengan gesit, Ethan segera lompat dari balkon kamarnya. Karena efek dari Skill miliknya, dia dapat secara maksimal menghilangkan hawa keberadaannya. Ethan sempat bertemu dengan beberapa penjaga, tapi mereka sama sekali tidak menyadari Ethan keberadaan Ethan.
"Gerbang tertutup… maka ayo kita lewat tembok saja."
Saat sampai di gerbang depan, Ethan melihat gerbang yang tertutup rapat. Karena itu, Ethan memilih untuk melompati tembok Mansion yang tingginya sekitar lima meter.
"."
Memperkuat tubuhnya dengan sihir Pesona. Ethan segera mengambil kuda-kuda melompat.
Step.
Dengan satu dorongan, dia segera melompat tinggi-tinggi. Tapi, ada kesalahan perhitungan dengan kekuatan dari Enchantment miliknya. Itu sangat kuat sampai-sampai di melompat terlalu tinggi.
"! Ini berbahaya."
Ketinggiannya saat ini adalah 10 meter, jika dia jatuh dari ketinggian ini dengan tubuhnya yang sekuat batu sekarang, pasti akan menimbulkan suara yang cukup keras.
Ethan menenangkan dirinya kembali, dan segera merapalkan sihir lainnya.
"."
Dia memutar angin di bawah kakinya untuk memperlambat proses jatuhnya. Dan hasilnya bagus, dia tidak langsung jatuh dan turun perlahan-lahan seperti mengambang.
Dia mendarat dengan sempurna, wajahnya menunjukkan kelegaan yang luar biasa.
"Sekarang, ayo kita segera pindah."
Ethan berlari dengan cepat di kegelapan malam ke tempat yang paling dibencinya itu. Dengan kekuatan yang tidak masuk akal bagi seorang anak-anak, dia akhirnya sampai di saluran pembuangan.
Ketika sampai, dia langsung memeriksa sekitar memastikan tidak ada orang. Ini adalah daerah yang cukup buruk dimana banyak hal-hal tidak terduga yang dapat terjadi.
"Hmm… tidak ada orang dalam radius 500 meter dari sini," gumam Ethan. "Ayo masuk."
Setelah memastikan tidak ada orang, Ethan segera masuk ke dalam saluran pembuangan. Ini cukup besar, karena tidak seperti comberan di Bumi yang kecil dan sempit, ini cukup besar dan lebih tepat disebut tempat pembuangan sampah.
"Nah, sekarang… ."
Ethan menggunakan sihir khususnya. Ini adalah sihir yang memanfaatkan gelombang listrik menyebarkannya ke area sekitar dengan Ethan sebagai pusat dan ketika gelombang itu bersentuhan dengan objek, gelombang akan memantul dan menyebabkan riak sehingga Ethan bisa tahu ada sesuatu di sana.
Sambil secara parallel menggunakan deteksi, Ethan juga mempersiapkan Core Slime yang sudah dibelinya. Tidak hanya itu, dia tiba-tiba saja melukai dirinya sendiri dengan belati.
"Aduh."
__ADS_1
Rasa perih bisa dirasakan dari jari tangannya. Ethan sedikit terkejut dengan rasa sakit yang sudah lama tidak dirasakannya.
"Ayo segera kita buat sebelum lukanya dapat beregenerasi."
Menggunakan darahnya, Ethan membuat hal yang sangat rumit di tanah. Itu adalah sebuah Magic Circle, yang digunakan untuk ritual dari Summon Magic.
Summon Magic, berbeda dari sihir biasanya yang hanya membutuhkan Mana dan rapalan. Summon Magic membutuhkan Inti Monster, katalis Mana, dan juga pasokan Mana untuk memanggil.
Core Monster Ethan kali ini adalah Core Slime, dan Katalis Mana miliknya adalah Magic Circle yang dibuat dengan darahnya, dan pasokan Mana tentu saja dari dirinya sendiri.
Setelah selesai membuat Magic Circle, Ethan segera meletakkan 30 Core Slime di atasnya dan melantunkan Mantra.
"Jawablah panggilanku, ."
Sesaat setelah Ethan selesai melantunkan Mantra, Mana miliknya terhisap ke dalam Magic Circle dan sebagainya reaksi, Magic Circle itu bersinar merah sesuai dengan darah Ethan.
Boing. Boing.
Ketika cahaya dari Magic Circle mereda. Gumpalan lendir yang tidak teridentifikasi bisa terlihat. Tubuhnya yang berwarna transparan seperti agar-agar membuatnya terlihat sangat berbahaya dan menjijikan bagi sebagian orang.
Ethan yang melihat itu tersenyum senang. Ini sesuai dengan apa yang diinginkannya, yaitu Slime.
"Sebenarnya, aku ingin mulai dari penelitian dulu, tapi aku rasa tidak masalah jika seperti ini langsung," ucapnya menatap Slime di depannya.
Jumlah Slime yang Ethan panggil, lebih dari 30 atau lebih tepatnya 43 Slime yang terpanggil. Kemungkinan alasannya adalah karena jumlah Mana dan katalis Mana yang digunakan.
"Tunggu disini sebentar. Aku akan menyiapkan tempat tinggal baru kalian terlebih dulu." Ethan berbicara dengan Slime-Slime itu. Dan seolah mengerti apa yang Ethan katakan, tubuh mereka bergetar.
Pyu. Pyu.
Ethan terkejut melihat itu, dan segera tersenyum pahit ke arah para Slime.
Slime adalah Monster, dan sama seperti seekor binatang, Monster tidak memiliki akal. Jadi, dia tidak menyangka bahwa mereka mengerti apa yang diucapkannya.
Ethan kembali fokus pada air yang sangat kotor itu. Dan saat itu, sebuah formasi sihir tercipta di atas air. Bukan hanya satu, tapi 10 lebih formasi sihir yang saling tumpang tindih tercipta saling mendukung satu sama lain.
"<>."
Dengan satu kata dari Ethan tersebut, saluran pembuangan langsung bersinar terang walaupun hanya sesaat. Cahaya yang mereda kemudian memperlihatkan air yang awalnya keruh menjadi sedikit membaik walaupun tidak menjadi jernih.
Ethan yang melihat itu sedikit terkejut dengan hasilnya yang jauh di bawah ekspektasinya.
"Ini… lebih parah dari dugaan. bahkan tidak berpengaruh banyak ya…." gumamnya sambil berpikir keras.
Lamunan Ethan terganggu ketika deteksinya menangkap tanda yang mendekat. Jumlahnya sangat banyak dan tidak ada niatan baik dari tanda yang datang itu.
"Kieeek!"
"Cit! Cit!"
Big Rat, dengan jumlah yang jauh lebih banyak dari sebelumnya, datang lurus ke arah Ethan. Kepada Big Rat yang datang, Ethan tidak bisa menyembunyikan kekesalannya.
"Apakah tikus-tikus itu tidak tahu membaca suasana?" gerutu Ethan.
Dia segera berdiri dan menatap ke arah para Big Rat yang datang. Mata Ethan yang merah, menyala dalam kegelapan seperti seorang Iblis menatap para Big Rat.
"Aku sedang buru-buru kamu tahu?" ucap Ethan, dia mengulurkan tangannya, "."
__ADS_1
Memanipulasi air di saluran pembuangan, Ethan menciptakan Naga air yang sangat besar seukuran mobil bus.
"Kieeeek!"
"Kieeeek!"
Terkejut dengan kemunculan Naga Air yang tiba-tiba, Big Rat mencoba untuk mundur dari jalannya, tapi itu sudah terlambat. Naga Air itu membuka mulutnya dan menerjang ke arah Big Rat.
Seolah belum cukup dengan itu, Ethan juga merapalkan sihir lainnya.
"."
"Kieeek!"
Sengatan listrik itu menambahkan rasa sakit kepada Big Rat. Mereka secara mati-matian mencoba untuk lari. Tapi Ethan tidak berencana untuk menyisakan mereka. Hari ini, dia akan membantai mereka semua.
"."
Tebasan angin menebas leher para Big Rat yang berhasil lolos dari dua sihir awal Ethan. Akurasinya dalam penggunaan sangat luar biasa. Itu setara dengan sihir tipe Missile yang akan menargetkan objek yang ditargetkan sampai terkena atau hancur.
Hanya dalam beberapa menit saja, gerombolan Big Rat itu langsung musnah sepenuhnya. Yang tersisa dari mereka adalah mayat yang mengenaskan.
Ethan tidak peduli dengan itu dan kembali fokus ke saluran pembuangan. Tapi, hal itu kembali terganggu dengan bau yang jauh lebih menyengat hidung. Ethan menjepit hidungnya dan dahinya mengkerut.
"Sial. Seharusnya aku tidak menggunakan air dari saluran pembuangan ini," ucap Ethan sedikit menyesal.
Ethan tidak bisa protes kepada siapapun tentang hal ini. Ini terjadi dikarenakan ulahnya sendiri.
"Ya, ayo kita cepat selesaikan ini dan pergi."
Ethan mengembalikan fokusnya, dia kembali menatap saluran pembuangan. Ethan sekali lagi meletakkannya di atas air. Berbeda dari sebelumnya, kali ini, dua formasi Magic Circle yang berbeda satu sama lain, tercipta. Itu adalah gabungan dari Magic Circle dengan dua jenis sihir saja.
"<> <>."
Cahaya yang jauh lebih terang bersinar kembali malam itu. Kali ini sedikit lebih lama, dan ketika mereda, hasilnya jauh lebih baik, air yang keruh hitam legam itu berubah menjadi berwarna coklat gelap. Tapi, ini sudah cukup, sisanya adalah untuk diserahkan kepada makhluk lucu nan menggemaskan yang Ethan panggil.
Ethan berbalik ke arah Slime dan mencoba untuk memberikan perintah.
"Jadi, Slime-"
Tapi, Ethan berhenti memanggil ketika dia melihat Slime-Slime yang dipanggilnya. Slime-Slime itu mereka memakan mayat-mayat Big Rat yang Ethan bunuh.
"Hey! Apa yang kalian lakukan! Kalian memakan batu sihir milikku!" teriak Ethan marah.
Selain demi keamanan, alasan lain kenapa dia rela keluar malam-malam ke tempat paling dibencinya ini adalah karena dia butuh batu sihir untuk penelitiannya. Tapi, semua itu sudah dimakan oleh Slime.
Ethan jatuh tersungkur. Dia menatap dengan pasrah para Slime itu memakan batu sihirnya yang berharga.
"Tidak mungkin… sialan…."
Ethan menahan tangisannya, matanya yang berkaca-kaca itu benar-benar menggambarkan perasaannya saat ini.
"Slime no baka!"
Tidak tahan lagi, Ethan berteriak ke arah Slime dan segera pergi dari saluran pembuangan sambil menangisi Core Big Rat yang Slime makan.
Pyu?
__ADS_1
Slime memandang Ethan bingung, tapi itu hanya sesaat, mereka segera kehilangan minat dan kembali memakan Big Rat yang sudah Ethan bunuh tadi.