Glorious Chronicle

Glorious Chronicle
Bab 8 - Blusukan


__ADS_3

Para warga kota Mallorca menatap sebuah kereta kuda dengan tatapan penasaran. Kereta kuda itu memiliki lambang keluarga House of Mallorca di gerbongnya. Ini adalah hal yang cukup langka dan membuat khawatir karena image Bangsawan tidak terlalu baik.


"Apa yang Bangsawan lakukan di tempat ini?"


"Tidak mungkin… meminta untuk menaikkan pajak, kan?"


Mendengar kata-kata yang dilontarkan tanpa berpikir oleh salah satu dari mereka, membuat Warga lain menjadi khawatir.


"Tapi, Lord kita yang sekarang tidak akan pernah melakukan hal-hal seperti itu."


Dan suasana kembali berubah ketika mereka mendengar hal itu. Ya, Lord mereka bukanlah orang yang seperti itu. Dia adalah Ksatria dan Bangsawan yang terhormat.


"Benar, Lord kita adalah orang yang terhormat."


"Ya. Aku bodoh karena sempat ragu."


Sementara orang-orang membicarakan ini dan itu. Ethan yang ada di dalam Gerbong memiliki wajah pucat yang tidak bagus.


"Apa-apaan ini… getaran ini dan bau ini adalah combo yang sangat mematikan," gumam Ethan setengah sadar.


Ya, tepat ketika Ethan sampai di Kota, bau yang sangat menyengat hidung membuatnya hampir muntah. Belum lagi, ditambah dengan getaran Kereta, itu adalah combo yang sangat mematikan. Jika saja Ethan tidak memiliki Abnormal state immunity, dia pasti sudah muntah dari tadi.


Mia, yang melihat keadan Tuan Mudanya, menjelaskan.


"Tuan Muda, walaupun Mallorca memiliki tingkat kebersihan yang rendah, tapi Kota lain tidak lebih bagus juga."


Ethan yang mendengar itu tercengang. Ethan berpikir bahwa Mallorca seperti ini karena kebanyakan yang tinggal di sini adalah para Petualang yang kurang peduli dengan hal-hal seperti kebersihan dan kerapian. Tapi, bahkan Kota lainnya juga.


"Apakah Ibukota juga sama?"


Ethan berharap bahwa Ibukota, sebagai pusat Negara dan tempat Raja tinggal memilih tingkat kebersihan yang layak, tapi, jawaban Mia membuat semua harapannya hancur.


"Tentu saja, bahkan Ibukota salah satu yang terparah karena kepadatan penduduknya."


Ethan benar-benar menjadi sangat suram dan rusak ketika mendengar tentang hal itu. Dia sudah tidak ingin berpikir lagi.


"Begitu ya… hahahaha. Begitu."


Mia benar-benar kasihan melihat Tuan Muda yang rusak, ini adalah pertama kalinya Mia melihat Ethan yang begitu putus asa. Tapi, tidak ada yang bisa dilakukannya selain untuk menyampaikan kebenaran sebelum harapan Ethan semakin tinggi.


Setelah beberapa menit diguncang oleh Kereta kuda, akhirnya Ethan sampai di tempat tujuan, yaitu Distrik Kerajinan. Di sisi kiri dan kanan jalan banyak sekali terdapat toko-toko yang menjual barang-barang kerajinan seperti alat sihir, senjata dan alat sehari-hari.


Setelah kereta berhenti, Ethan segera turun. Dia sudah menggunakan sihir untuk dirinya sendiri yaitu yang dimodifikasi dari sihir .


Ethan melihat sekeliling dengan wajah yang sangat berseri-seri, yang bisa dilihat bahkan ketika dia tidak berekspresi sama sekali.


Orang-orang yang melihat Ethan, semuanya segera menundukkan kepalanya kepada Ethan sebagai bentuk penghormatan. Ini merupakan tanda dari keteraturan sosial hierarki Kerajaan ini.


Ethan melirik orang-orang itu sekilas saja, dan segera kehilangan minat. Dia kemudian melirik ke arah senjata-senjata yang ada di setiap toko dan menggunakan . Ethan terus berjalan dan melihat-lihat dengan wajah yang sangat serius.


"Ini… cukup kurang dibandingkan dengan apa yang aku harapkan… tapi tidak terlalu rendah untuk seukuran senjata produksi massal," gumam Ethan.


Ethan sedikit khawatir bahwa senjata-senjata yang dibuat secara massal tidak akan terlalu bagus. Senjata-senjata yang dijual setidaknya cukup bagus untuk melawan monster Rank-E hingga Rank-D dalam jumlah besar. Jika sudah sampai ke tingkat yang lebih tinggi, tentu saja harus menggunakan senjata khusus dengan kualitas yang jauh lebih baik.

__ADS_1


Puas dengan melihat-lihat, Ethan kemudian berencana untuk pergi ke tempat berikutnya.


"Sekarang, ayo kita pergi lagi."


Mia dan para pengawal semuanya bingung. Ini karena Ethan hanya melihat-lihat saja dan belum membeli Pedang seperti tujuan awalnya.


"Apakah Anda tidak jadi pergi membeli Pedang, Tuan Muda?"


Mengelus dagunya dengan wajah serius, Ethan menjawab pertanyaan Mia.


"Hmm… tidak saat ini. Sebenarnya, tujuan asli dari jalan-jalan ini adalah melihat keadaan kota secara langsung."


Sebenarnya Ethan mempertimbangkan untuk setidaknya membeli beberapa Senjata, tapi dia mengurungkan niatnya karena dengan kualitas senjata saat ini, dia hanya akan terus menerus mengganti senjatanya.


Melihat bahwa Mia tidak mempertanyakan lebih jauh, Ethan segera berjalan menuju ke kereta.


"Ayo pergi. Aku tidak memiliki banyak waktu."


Jadi, Ethan dan rombongan segera pergi dari distrik kerajinan. Menuju ke tempat lainnya.


"Kemana Anda ingin menuju selanjutnya, Tuan Muda?" tanya Mia.


"Saluran pembuangan. Ada kan, hal seperti itu?" tanya Ethan sedikit khawatir.


Mia bingung dengan tempat pilihan Tuan Mudanya itu. Di satu sisi, Tuan Mudanya sangat membenci bau, tapi dia justru pergi ke sumber bau itu sendiri. Tapi, Mia tidak memiliki hak untuk mempertanyakan pilihannya, jadi dia mengangguk.


"Saya mengerti. Saya akan memberitahu kusir."


Karena letaknya yang cukup jauh, perjalanan menuju ke sana cukup memakan waktu. Dan sama seperti di distrik kerajinan, banyak mata penasaran dari masyarakat.


Ethan melihat ke luar dari gerbong keretanya. Dia bisa melihat bahwa orang-orang di tempat ini hidupnya sangat berbeda dari orang-orang di distrik lain. Mereka sangat kurus, kotor dan matanya yang jauh lebih kuat dari daerah lain. Dengan kata lain, ini adalah apa yang disebut sebagai pemukiman kumuh Kota Mallorca.


"Tuan Muda, tolong jangan terpisah terlalu jauh dari Ksatria ketika Anda turun nanti." Mia memperingati Ethan dengan nada serius.


Ethan juga tahu hal itu dan mengangguk saja menurut. Pemukiman kumuh adalah gambaran sempurna dari Survival of Fittest dimana hanya yang kuat yang bertahan dan yang lemah akan mati perlahan-lahan di pinggiran jalan.


Akhirnya, Ethan berhasil sampai di saluran pembuangan. Bau yang amat menyengat bisa tercium oleh hidungnya yang sudah dilindungi dengan sihir.


Ethan turun dari keretanya dengan wajah yang tidak terlalu bagus. Dia melihat sekeliling dan hanya tumpukan limbah yang tidak diproses dengan benar yang terlihat. Selain itu, Ethan bisa dengan jelas merasakan miasma yang sangat tebal di tempat ini.


Saat Ethan sedang memikirkan ini dan itu, seorang Kakek Tua datang mendekati Ethan.


"T-Tuan Muda… apa yang Anda lakukan di tempat kotor seperti ini?" tanyanya takut-takut.


Ethan melihat ke arah Kakek Tua yang lusuh itu. Tubuhnya yang sangat kurus dan tidak terawat dengan benar, memasuki pandangan Ethan.


"Apakah kamu penanggung jawab di sini?" tanya Ethan.


Kakek Tua itu sedikit tersentak, martabat yang dirasakannya dari Ethan membuatnya sedikit membungkuk.


"Be-benar. Saya adalah yang bertanggung jawab atas tempat ini, Cederick."


"Jadi, bisakah kamu antarkan aku ke saluran pembuangan?"

__ADS_1


Cederick bingung dengan permintaan Ethan. Dia menatap Mia dan Ksatria yang mengawal Ethan menanyakan apakah ini baik-baik saja, dan mereka semua membuang muka seolah menghindar menatap matanya.


"Ada apa? Jika tidak bisa aku akan segera pergi," ucap Ethan sekali lagi.


Cederick yang mendengar itu menggelengkan kepalanya takut.


"Ti-tidak apa-apa Tuan Muda, silahkan ke sini."


"Bagus. Maka antarkan aku."


Cederick dengan khawatir mengantarkan Ethan ke saluran pembuangan. Ketika semakin dekat dengan saluran pembuangan, baunya semakin kuat.


"Ngomong-ngomong, berapa banyak yang bekerja di sini?" tanya Ethan tiba-tiba.


"Hanya ada 5 orang termasuk saya, Tuan Muda," Cederick langsung memberikan jawaban.


Ethan mengangguk. Dia bisa mengerti kenapa hanya ada 5 orang yang bekerja. Jelas alasan pertama adalah gaji dan alasan kedua adalah lingkungan kerja yang sangat buruk.


Akhirnya mereka sampai. Tempat dimana semua hal berakhir, saluran pembuangan.


"Ini… benar-benar buruk." Kesan pertama Ethan ketika dia melihat saluran pembuangan.


Ada beberapa alasan kenapa menurut Ethan ini benar-benar buruk. Yang pertama adalah warna air yang sudah menjadi hitam pekat dan yang kedua adalah sampah-sampah yang bisa terlihat menyangkut.


Ketika Ethan sedang melihat saluran pembuangan dengan teliti, wajahnya tiba-tiba saja mengkerut.


"Semuanya, ambil senjata kalian. Sepertinya kita tidak disambut dengan baik di sini," perintahnya.


Saat Ethan mengatakan itu, pekikan keras dari arah saluran pembuangan terdengar.


"Ciit!"


"Curut!"


"Cicit!"


Ksatria yang mendengar itu memiliki wajah yang cukup tegang. Jika hanya dengan mendengar suaranya saja, mereka tahu bahwa jumlahnya sangat banyak.


"Mia, dan Cederick mundur sedikit. Ini akan sedikit kasar," ucap Ethan.


Mia yang mendengar itu menggelengkan kepalanya kuat-kuat.


"Tidak! Tuan Muda, Anda-"


Ethan tersenyum dan memotong perkataan Mia.


"Tidak apa-apa, aku ini cukup kuat untuk membuat Ayah bergerak dari tempatnya ketika sparing, kamu tahu?"


Mia masih khawatir, tapi sebagai Maid pribadinya, dia tahu bahwa Ethan adalah orang paling keras kepala.


"A-aku mengerti. Tolong jangan sampai terluka karena kami semua akan dalam masalah jika Tuan Muda terluka."


"Tentu saja," Ethan kembali menatap ke arah saluran pembuangan. "Hanya tikus saja tidak mungkin untuk membuatku terluka."

__ADS_1


__ADS_2