Glorious Chronicle

Glorious Chronicle
Bab 17 - Akhir Stempede


__ADS_3

Sementara Ethan melawan kedua Mazoku, Joshua dan Olson saling menatap dan saling mengacungkan pedang ke arah satu sama lain.


"Apakah kamu benar-benar berkhianat… kamu benar-benar sudah jatuh, Olson," ucap Joshua pada Olson.


Olson mendengus. "Hah! Apa maksudmu jatuh, justru aku sudah menjadi ras yang lebih tinggi," ucapnya angkuh.


Olson sekarang sudah tidak terlihat lagi seperti Manusia. Satu tanduk kambing kecil di dahinya dan juga sepasang sayap hitam kecil yang ada di punggungnya membuatnya tidak mungkin bisa diklasifikasikan sebagai Manusia lagi. Dan bukan hanya Olson, ada beberapa Adventure dan manusia yang berubah wujudnya menjadi Ras Mazoku.


"Kota ini, sudah berakhir Joshua, bergabunglah dengan kami, dan kita akan mengubah Dunia ini dan mendapatkan kekuatan sejati!" ucap Olson mencoba membujuk Joshua.


Joshua adalah salah satu dari orang yang memiliki kekuatan luar biasa untuk seukuran manusia. Jika memungkinkan, Olson ingin merekrutnya menjadi bagian dari Mazoku dan Iblis.


"Jangan bodoh. Kekuatan yang diberikan oleh orang lain, bukanlah kekuatan, Olson," balas Joshua.


Olson marah mendengar itu. "Hah! Apa yang kamu katakan! Jika ini bukan kekuatan, maka apa yang kamu sebut sebagai kekuatan!" teriak Olson dan Mana yang luar biasa meluap dari tubuhnya.


Ekspresi Joshua menjadi serius, Mana yang dilepaskan oleh Olson setara dengan Monster Rank B atau bahkan lebih tinggi.


"Sekarang, akan aku tunjukkan, kekuatan yang sesungguhnya kepadamu, Joshua!" dengan itu sebagai tanda, Olson mendekati Joshua.


Joshua tidak panik. Kecepatan Olson sangat cepat, tapi Joshua sudah berlatih dengan lawan yang lebih cepat dari ini.


Saat Pedang Olson muncul, Joshua segera mengayunkan pedangnya ke arah Pedang Olson menahan serangannya.


Clank!


Suara besi yang saling beradu terdengar ketika kedua Pedang itu beradu.


"Heh… keberuntunganmu benar-benar luar biasa, kita lihat berapa banyak keberuntungan lagi yang kamu miliki," ujar Olson.


"Datanglah," balas Joshua masih tenang.


Selanjutnya, pertukaran yang sangat cepat antara keduanya terjadi. Olson adalah pihak yang menyerang, dan Joshua dipaksa bertahan dari gempuran serangan Olson.


Joshu terdorong mundur dan perlahan-lahan beberapa luka terkumpul di sekujur tubuhnya.


"Ayo, Joshua! Mana kesombongan yang kamu miliki tadi! Ahahaha! Jika kamu mati di sini, aku benar-benar akan membunuh Tuan Muda yang kamu layani itu!"


Saat itu, Olson melakukan kesalahan yang sangat fatal. Kata-kata yang digunakan untuk membuat Joshua tidak fokus, justru menjadi sebuah blunder fatal baginya.


Saat itu, Aura yang sangat kuat terpancar dari tubuh Joshua. Aura kekuningan menyelimuti tubuhnya.


"Membunuh Tuan Muda? Kamu? Itu adalah lelucon yang benar-benar lucu," ucap Joshua.


Joshua, mengubah kuda-kudanya dan pedang di pegang dengan cara yang berbeda.


"Akan aku beritahu, bahwa kamu benar-benar tidak pantas berbicara tentang Tuan Muda sama sekali, dasar makhluk rendahan," ujar Joshua.


Olson merasakan krisis yang luar biasa ketika dia melihat aura pedang yang melilit Pedang Joshua.


"Aku? Takut? Jangan bercanda! Aku bahkan sudah mengorbankan kemanusiaan milikku!" Teriak Olson marah.

__ADS_1


Aura ungu yang sangat tidak menyenangkan keluar dari tubuhnya. Ini jauh lebih kuat jika dibandingkan dengan Joshua.


Joshua sama sekali tidak terganggu melihat itu dan hanya fokus pada teknik pedangnya. Dan ketika Mana yang dimasukkan sudah cukup, Joshua segera mengambil langkahnya.


Pedang diayunkan dengan ayunan yang sangat besar. Ini adalah ayunan dengan tujuan yang sangat jelas, yaitu penghancuran.


Olson jug tidak mau kalah, dia melawannya dengan teknik terkuat miliknya. Sebuah Aura Pedang ungu melilit pedangnya ketika Olson memasukkan Mana ke dalam pedangnya.


"Joshua! Mati kamu!"


"Olson!"


Pedang keduanya saling beradu satu sama lain dengan dahsyat.


Bang!


Ledakan terjadi di sekitar keduanya. Ksatria dan Monster menjauh dari area pertempuran dua orang Monster itu.


Saat itu Olson terdorong mundur oleh Pedang Joshua.


"Kuh! Kuhak! Ti-tidak mungkin! Argh!" Sebuah teriakan menggema dari mulut Olson.


Joshua menatap Olson, kawan lamanya itu dengan mata sedih. Hanya ada satu hal yang bisa dilakukannya sebagai temannya saat ini.


"Ini berakhir, Olson, !"


"Ti-tidak! Aku tidak ingin mati! Argh!" Olson dengan putus asa berteriak, tapi akhirnya sudah terlihat.


Pedang Joshua dengan mudah memotong tubuh Olson menjadi dua bagian dan tanah juga ikut terbelah.


"Hah… hah… itu benar-benar sangat nyaris," gumam Joshua dengan nafasnya yang berantakan.


Serangan Olson tadi sangat kuat. Jika saja dia tidak memperbaiki Ilmu Pedangnya, hasilnya jelas akan berbeda.


Joshua memperbaiki posisi berdirinya, kembali menatap ke arah Medan Perang.


"Aku belum bisa beristirahat, aku harus-" kata-katanya harus terhenti ketika Joshua melihat Monster yang terpotong satu persatu.


Ethan, yang sudah selesai mengalahkan kedua Mazoku, datang membantu Adventure dan Ksatria. Dengan pedang kembar di tangannya, dia menebas Monster dengan sangat mudah seperti memotong Tahu.


Bahkan dengan itu saja, dia masih bisa melihat ke seluruh Medan Perang untuk memberikan arahan kepada semua orang.


"Jangan melawan Monster sendirian! Lakukan dengan dua atau tiga orang! Saling menjaga punggung satu sama lain!" teriak Ethan menggema di Medan Perang.


Orang-orang yang melihat itu, tidak bisa tidak bersemangat. Seorang anak kecil yang bahkan belum dewasa, melawan Monster dengan begitu hebat, sebagai orang dewasa, mereka akan sangat malu.


Dan Joshua tidak terkecuali. "Hah… seperti yang diharapkan dari Tuan Muda, sangat keren seperti biasanya," gumamnya dengan senyum menyegarkan.


Pihak Manusia yang awalnya terdorong, kali ini tidak lagi terdorong, entah bagaimana, mereka tiba-tiba merasa bahwa tubuh mereka semakin kuat.


Selain itu, karena hanya menggunakan Low Class Magic, Mage masih terus menggunakan sihir untuk mendukung pasukan depan. Archer juga sama, walaupun tidak seefektif Mage, tapi akurasinya jauh lebih baik dalam mendukung.

__ADS_1


Ethan masih terus menerus menebas Monster Rank D - Rank C tapi tentu saja tidak sampai mati, dimana itu hanya menyebabkan luka yang cukup dalam dan membiarkan orang lain membunuhnya.


"."


Seperti aliran angin yang menembus celah sekecil apapun, Ethan juga bergerak melewati semua Monster yang ada, dan setiap dia lewat, Monster akan mati atau terluka.


Mata Ethan juga tidak berhenti melihat sekitar, dia terkadang mendukung Adventure atau Ksatria yang dalam bahaya dengan sihir tanpa rapalan.


Tapi, bahkan dengan hal ini, jumlah Monster masih sangat banyak. Mungkin masih 3000 Monster yang ada dan mereka masih terus maju ke Benteng.


Ethan berhenti bergerak, dan mempersiapkan High Class Magic. Sebuah Lingkaran sihir yang sangat besar tercipta di tengah-tengah medan perang.


"."


Sebuah Pohon perak cantik muncul di tengah Medan Perang. Suhu dingin yang dikeluarkan dari Pohon itu bisa dirasakan oleh semua orang yang ada.


Tapi, ini hanyalah awal, dan serangan yang sebenarnya baru datang.


"."


Seperti musim gugur dingin, daun-daun pohon es itu jatuh dan langsung menyerang ke arah para Monster.


Jleb! Jleb!


"Kieeeek!"


"Ero!"


"Goaaah!"


Pekikan kesakitan dari para Monster memenuhi Medan Perang. Semua orang, terutama Mage berhenti bergerak melihat kejadian seperti ini.


"Gila… siapa yang membuat sihir itu?"


"Tidak, aku tidak tahu… hal itu tiba-tiba saja muncul."


"Aku bahkan tidak sempat merasakan fluktuasi Mana yang ada…."


Saking cepatnya Ethan membuat sihirnya, tidak ada yang sadar jika dia lah penciptanya.


"Apa yang kalian lakukan! Ini kesempatan! Serang Monster-monster itu!" teriak Joshua.


Ksatria dan Adventure kembali tersadar ketika mendengar teriakkan Joshua. Melihat High Class Magic membuat Moral mereka semakin meningkat tajam.


"Benar! Bunuh semua Monster itu!"


"Mati! Mati Monster durjana!"


"Sialan! Mati! Aku belum menikah, sialan!"


Setelah pertarungan yang sangat sengit selama hampir 12 Jam, Ksatria dan Adventure yang dipimpin oleh Ethan, berhasil membunuh semua Monster dan memenangkan Perang pembuka sebelum Great War terjadi.

__ADS_1


Tirai terangkat, dan kisah Ethan von Mallorca, akan dimulai sekarang.


__ADS_2