
Setelah dua Minggu perjalanan panjang yang seperti sebuah penyiksaan, Ethan dan rombongannya akhirnya dapat melihat Tembok megah Ibukota Kerajaan.
Di bagasi, ada tumpukan Magic Stone yang menggunung. Magic Stone tersebut adalah milik dari para Monster-Monster yang menyerang mereka sepanjang perjalanan. Selain Bloody Ogre di hari ketiga, musuh lainnya hanya Monster Rank rendah seperti Goblin dan Kobolds yang sering terlihat di Hutan dan Padang Rumput sekitar.
Saat mendekati Kota, bau yang sudah lama Ethan lupakan dapat tercium di dalam kereta.
"Ugh," Ethan secara naluri langsung menutupi hidungnya. "Bau ini… Aku pikir kami sudah berpisah selamanya…."
Karena Kota Mallorca yang sudah lebih kondusif belakangan ini, Ethan lupa jika masalah bau ini masih menghantui Kota lain, dan salah satunya adalah Ibukota Kerajaan, Lagoon.
Ethan yang tidak tahan lagi, merapalkan mantra yang dibuat khusus untuk hal ini.
"."
Saat itu, angin bersih muncul dan bau di kereta perlahan-lahan menghilang. Ethan tersenyum lega.
Antrian di depan gerbang sangat panjang, tapi Ethan adalah bangsawan, jadi tidak ada kata antri dalam kamusnya.
Ethan menunjukkan lambang House of Mallorca, dan Ksatria penjaga langsung membungkuk.
"Selamat datang di Ibukota Kerajaan."
Kereta kembali bergerak, dan ketika sudah melewati gerbang, pemandangan Kota fantasi yang hampir sama dengan Kota Mallorca, memasuki penglihatan Ethan.
Ibukota Kerajaan benar-benar luar biasa. Bangunan yang ada di sana mayoritas adalah bangunan batu dan ukurannya juga bukan main-main.
Selain itu, ini sangat ramai. Bahkan jauh lebih ramai dari Kota Adventure, Mallorca. Orang-orang malang melintang saling melewati di jalan-jalan.
Dan yang menarik adalah, banyaknya Ras yang berbeda. Ada Elf, Beastman, tapi tidak ada Dwarf.
Ethan yang pertama kalinya melihat hal ini, memiliki mata yang berbinar.
"Jika aku lihat, memang tidak salah mengatakan bahwa Elf adalah ras yang diberkahi oleh Dunia," gumamnya sambil melihat para Elf.
Ya, Elf memiliki umur panjang, selain itu, mereka juga awet muda dan kecantikan mereka yang membuat ras lain pasti iri.
Tapi, selain keragaman Ras. Ethan juga sama tertariknya dengan pakaian Warga, terutama Adventure.
Rata-rata armor yang para Adventure gunakan memiliki terlalu banyak eksposur yang menampakkan kulit mereka. Hal ini tentu saja sangat tidak bisa Ethan pahami dengan logikanya.
Ethan awalnya berpikir mungkin saja ada sebuah sihir yang melindungi bagian yang terbuka itu. Tapi, ketika dia menggunakan , dia tidak menemukan reaksi mana sama sekali, yang artinya memang seperti itu desainnya.
"Serius, itu memang bagus jika untuk cuci mata kami para pria, tapi nyawa kalian jauh lebih penting," gumam Ethan.
Akhirnya setelah beberapa menit, Kereta sampai di Mansion House of Mallorca di Ibukota Kerajaan.
Kereta berhenti, dan Ethan segera turun dari Kereta dengan sikapnya yang kembali dalam mode bangsawan.
Ketika Ethan turun, sudah ada puluhan Maid dan Butler yang berbaris rapi untuk menyambut kedatangan Ethan.
"""Selamat datang, Tuan Muda Ethan."""
__ADS_1
Ethan hanya membalas dengan sedikit anggukan. Dia kemudian berjalan ke arah dua orang yang menunggu di pintu masuk.
"Salam Ayah, Ibu," ucap Ethan dengan sopan.
Lord dan Claire, yang sudah tahu bahwa Ethan akan datang, menunggu Ethan di pintu masuk.
"Selamat datang, Ethan."
"Selamat datang, Ethan."
Keduanya memberikan salam hangat. Tapi itu hanya sesaat saja, dan ekspresi Lord menjadi serius.
"Masuk dan istirahatlah, setelah itu datang ke ruanganku."
Ethan mengangguk. "Aku mengerti."
Ethan sudah mengirimkan kuda cepat untuk mengantarkan surat kepada Lord. Jadi, Lord sudah tahu kurang lebih situasi yang membuat Ethan datang ke Ibukota Kerajaan.
Lord kemudian menyuruh salah satu dari Maid yang ada.
"Kamu, antarkan Ethan ke kamarnya."
Maid yang ditunjuk langsung maju dengan cepat dan senyuman muncul di wajahnya.
"Saya Mengerti," Maid itu kemudian berbicara dengan Ethan, "Tuan Muda, kesini."
Ethan mengangguk dan menatap Lord dan Claire.
Sampai di kamar, Ethan langsung mandi dan istirahat.
"Itu perjalanan yang sangat melelahkan… jika bisa aku tidak ingin melakukan hal-hal melelahkan mental seperti ini lagi…."
Tidak butuh waktu lama untuk Ethan tidur. Mentalnya sudah benar-benar dilemahkan oleh perjalanan memabukkan itu.
***
Keesokan harinya, Lord, Claire dan Ethan berkumpul di ruangan Lord. Semuanya memiliki wajah yang sangat serius. Dan sebagai tindakan pencegahan, Ethan dan Claire memasang sihir kedap suara sebelum membicarakan masalah inti.
"Jadi, apakah laporan yang kamu kirimkan itu benar?" tanya Lord dengan nada serius tidak seperti biasanya.
"Benar. Bukankah sudah ada beberapa rumor tentang hal itu dari para pedagang?" jawab Ethan.
Memang, beberapa pedagang yang sudah mengungsi dari awal, datang ke Ibukota dan menyebarkan berita tersebut lebih dulu. Adventure Guild juga ramai tentang hal tersebut.
"Berapa banyak kerusakan yang terjadi?" tanya Claire kali ini.
"Kita kehilangan sekitar 700 Ksatria dan Adventure, 800 dari mereka luka-luka," jawab Ethan dengan wajah yang gelap.
Itu adalah kerugian yang sangat besar. Walaupun Ethan mengalahkan Mazoku dan Wyvern, tapi kekuatan Ksatria dan Adventure juga sangat lemah. Jumlah mereka juga hanya sekitar 5000 gabungan antara Ksatria dan Adventure.
Tapi, bagi Lord dan Claire, hal itu sangat mengejutkan.
__ADS_1
"Hanya segitu? Itu… sangat rendah."
"Benar, perbedaan 2000 lebih pasukan adalah hal yang sangat merugikan."
Jumlah Korban benar-benar kurang dari 1000… itu adalah hal yang patut membuat bangga. Biasanya, bahkan tidak akan ada yang selamat dengan perbedaan angka seperti itu.
"Ngomong-ngomong, apakah benar bahwa Mazoku, ras legenda itu sudah mulai bergerak?" tanya Claire ke masalah yang utama.
Ya, kemunculan Mazoku jelas merupakan sebuah masalah. Cerita tentang kekejian dan bagaimana mereka dulunya dengan kejam membantai manusia, kemunculan mereka saat ini dikhawatirkan membawa masalah yang sama.
"Benar. Aku membawa buktinya, apakah Ayah dan Ibu ingin melihat?" tanya Ethan.
"Benarkah?" tanya Lord penuh dengan antisipasi.
"Ya." Jawab Ethan langsung.
Ethan mengambil sebuah batu dari dalam saku miliknya dan juga sebuah item yang memiliki bentuk seperti peluit.
"Lihat ini."
Ketika Ethan menunjukkan dua item tersebut, keduanya memiliki dua ekspresi wajah yang berbeda.
"Apa ini? Kenapa kamu menunjukkan Magi Stone? Dan… sebuah peluit?" tanya Lord bingung. Wajahnya benar-benar merasa terkhianati.
"Ini… Miasma yang sangat padat… dari mana kamu mendapat keduanya?" tanya Claire dengan ekspresi takut dan suaranya yang bergetar.
Ethan mengangguk puas mendengar apa yang Claire katakan, sementara itu, Lord bingung.
"Apa? Kenapa kamu sangat takut seperti itu, Claire?" tanyanya dengan wajah seperti melihat hal yang tidak masuk akal.
Claire tidak menjawabnya dan menatap Ethan.
"Jadi, apakah ini…." Claire benar-benar tidak ingin tebakannya benar. Tapi, Ethan mengangguk.
"Benar Ibu. Ini adalah Magi Stone, Batu ini dapat merubah seseorang menjadi Iblis ketika mereka menggunakannya. Dan peluit ini adalah item yang digunakan oleh para Mazoku untuk mengendalikan para Monster itu."
Lord terkejut. Dia benar-benar tidak pernah berpikir bahwa dua hal ini adalah item penting seperti itu. Di sisi lain, Claire memiliki wajah pucat.
"Jika begitu, maka ini merupakan masalah yang sangat serius…."
Ya, jelas sekali bahwa masalah ini tidak akan berakhir hanya di sini. Masalah yang akan membawa seluruh Benua ke dalam pusaran perang.
Ethan juga tahu ini, karena itu meski enggan, dia tetap datang ke Ibukota hanya untuk memberikan laporan langsung.
"Karena itu, aku ingin Ayah memberitahu hal ini, kepada Yang Mulia Raja secepatnya. Ini adalah masalah yang harus ditangani secepatnya," ucapnya dengan nada paling seriusnya.
Lord yang sudah mengerti dengan seberapa serius situasinya mengangguk.
"Ayah mengerti, serahkan pada Ayah."
Ethan sedikit khawatir mendengar jawaban Lord. tapi dia memutuskan untuk tetap percaya.
__ADS_1
"Um, terima kasih Ayah."