Glorious Chronicle

Glorious Chronicle
Bab 2 - Reinkarnasi


__ADS_3

Seorang anak laki-laki berusia sekitar 18 tahun sedang berada di sebuah ruangan putih polos. Tidak peduli ke arah mana anak laki-laki itu melihat, hanya warna putih dia hanya bisa melihat warna putih dimana bahkan tidak ada setitik debu sama sekali.


Pria itu memiliki wajah bingung dan penasaran pada saat yang sama.


"Hmm? Dimana ini? Apakah ini rumah sakit? Fasilitas rahasia pemerintah?" gumamnya penasaran.


"Ethan, akhirnya kamu bangun." sebuah suara memanggilnya dari belakang.


"Siapa!?" teriaknya.


Ethan, pria itu terkejut dan melompat dari tempatnya menjadi waspada. Dan ketika Ethan berbalik, seorang Pria tua dengan pakaian kain yang sama dengan pakaian pada masa Yunani Kuno sedang duduk menikmati teh di sana.


Kakek Tua itu yang melihat respon Ethan merasa sedikit terhibur.


"Hahahaha, jangan terlalu tegang. Duduk saja."


Tidak senang karena ditertawakan, Ethan sedikit cemberut dan bertanya.


"Jadi, apa maksudnya ini?"


Dewa itu tersenyum dan menuangkan teh ke gelas lain selain miliknya.


"Duduklah dulu. Ayo kita minum teh bersama," ucapnya.


Ethan yang merasa bahwa tidak akan maju jika dia hanya diam saja, memutuskan untuk duduk seperti yang dikatakan oleh Dewa itu.


"Jadi, apa ini semua?" tanya Ethan sekali lagi.


Dewa itu yang melihat bahwa Ethan sama sekali tidak menurunkan kewaspadaannya, merasa sedikit sedih. Tapi dia memutuskan untuk tetap menjelaskan.


"Pertama biarkan kamu tahu namaku dulu. Aku adalah Dewa Universe ini, Moros."


Ethan yang mendengar itu membelalakkan matanya terkejut. Tapi tidak membuatnya sampai histeris.


"Begitu… maka itu menjelaskan bagaimana kamu bisa lepas dari deteksi milikku," ucap Ethan menerimanya dengan mudah.


Dewa menatap Ethan seolah melihat hal absurd. Itu karena biasanya manusia akan terkejut setidaknya ketika mendengar identitas aslinya dan bukan hanya itu, dia bahkan dapat merasakan kehadirannya yang sudah disembunyikan.


Seolah-olah bisa membaca pikiran Dewa itu, Ethan membuka mulutnya.


"Bukannya aku tidak terkejut. Hanya saja, aku tahu bahwa aku sudah mati, dan yang bisa berurusan dengan Jiwa, mungkin hanya Dewa atau bahkan Iblis. Selain itu, walaupun masih muda, aku ini masih seorang Master Swordsman."


Dewa itu menatap Ethan dengan wajah tidak senang.


"Tolong jangan membaca pikiran seorang Dewa. Aku memiliki harga diri yang harus aku jaga, kamu tahu?"


Ethan yang mendengar itu mengangguk tidak tertarik, dan hanya menatap Dewa itu seolah mendesak untuk lanjut menjelaskan.


"Jadi, kamu masih belum menjelaskan situasi ini, kan?"


"Yah, mungkin kamu sudah bisa tahu. Tapi, kamu sudah mati," ucap Dewa itu.


Ethan mengangguk, dia masih ingat ketika dia ditembak oleh seorang psikopat gila di jalan dengan alasan bahwa dia ditolak oleh seorang gadis, karena gadis itu menyukai Ethan. Itu sangat tidak masuk akal bagi Ethan yang tidak tahu apa-apa.


Ethan masih menatap Dewa itu untuk penjelasan lebih.


Di bawah tatapan mata Ethan yang intens, Dewa itu melanjutkan penjelasannya.


"Biasanya, orang yang mati tidak akan terkirim ke tempat ini. Tapi, kamu berbeda,"


"Apa maksudnya itu?"


"Sebuah Jiwa yang sangat kuat dan berbakat lahir, dan kemudian mati. Untuk memurnikan Jiwa sebesar ini, itu akan membutuhkan waktu yang sangat lama, bahkan mungkin setelah Bumi hancur, proses pemurnian belum akan selesai," jelas Dewa itu serius.


Ethan yang mendengar itu terkejut untuk pertama kalinya. Itu karena dia tidak pernah menyangka bahwa dia akan mendapatkan hasil yang merepotkan dari bakatnya.


"Begitu? Lalu, apa yang akan terjadi padaku?" tanya Ethan berusaha untuk tetap tenang.


Mengetahui kegelisahan Ethan, Dewa segera menjelaskan alasan kenapa Ethan ada di sini.


"Aku menawarkan sebuah Reinkarnasi. Tapi, bukan di Bumi melainkan Dunia Lain. Bagaimana dengan itu?" tanya Dewa itu.


Atas perkembangan yang sudah diperkirakan, Ethan tidak terkejut, dan langsung bertanya sesuai dengan perkembangan yang cocok.


"Jika dari perkataan anda, mungkin… ingatanku akan tetap ada ya, setelah reinkarnasi?"


"Seperti itu." Dewa itu menegaskan dengan mudah.


"Jadi, Dunia apa itu? Dan… apa yang kamu ingin aku lakukan?"


Akhirnya masuk ke masalah utama. Dunia seperti apa yang akan Ethan datangi? Dan apa yang harus dilakukannya? Ethan berpikir, tidak mungkin Dewa akan memberikannya hak khusus seperti ini tanpa memiliki tujuan apapun.


Dan seperti dugaannya, Dewa itu mulai menjelaskannya.


"Dewa Iblis dan Raja Iblis yang baru akan lahir di Dunia itu. Yang aku ingin kamu untuk-"


"Maaf, tapi aku tidak tertarik bermain menjadi pahlawan. Silahkan cari orang lain saja." Tolak Ethan sebelum Dewa itu selesai menjelaskan.


Dewa yang mendengar itu tersenyum pahit kepada Ethan.


"Tolong dengarkan sampai selesai. Bukan itu yang aku minta padamu."


Ethan yang salah paham menjadi malu. Dia tidak pernah berpikir bahwa dia akan salah seperti itu.


Dewa itu lanjut menjelaskan. "Jangan salah paham. Yang aku minta kepadamu adalah untuk mendukung para pahlawan yang ada di Dunia itu. Para pahlawan ini memiliki Skill dan kekuatan yang luar biasa, tapi… Manusia lain sama sekali tidak seperti itu. Karena itu, apa yang aku inginkan adalah kamu mendukung mereka dan membantu memperkuat orang di Dunia itu."


Ethan yang mendengar itu hanya diam saja. Dia mencoba untuk memikirkan segala macam hal dari informasi yang ada. Yang akhirnya dia sampai pada kesimpulan.

__ADS_1


"Tentu. Jika hanya itu maka tidak masalah. Apakah ada hal lainnya?" tanya Ethan.


Karena Ethan setuju, Dewa itu cukup senang. Bantuan Ethan adalah yang terbaik untuk saat ini karena mengingat rendahnya Dunia yang akan Ethan datangi.


"Terima kasih. Tidak, tidak ada lagi yang harus aku jelaskan. Sekarang yang tersisa adalah kamu menggunakan Poin Kebaikan yang kamu miliki untuk keuntungan dalam reinkarnasi."


"Poin kebaikan?"


Dewa itu mengangguk dan menjelaskannya kepada Ethan tentang Poin Kebaikan.


"Poin kebaikan adalah poin yang digunakan untuk ditukar menjadi Skill, Item yang akan membantu reincarnator untuk bertahan hidup di Dunia Lain."


Mendengar itu, Ethan sedikit terkejut dan dia merasa antusias lebih dari sebelumnya.


"Begitu… sebagai pecinta RPG, aku jelas sangat tertarik dengan hal ini."


Tapi, ternyata Ethan salah paham kembali. Jadi Dewa itu memperbaiki sebelum Ethan semakin salah paham.


"Walaupun dikatakan seperti game RPG yang kamu mainkan, tapi tidak ada status di Dunia lain itu."


Mendengar itu, wajah Ethan bukannya sedih atau kecewa justru bersinar terang.


"Eh!? Benarkah!? Jika begitu maka sangat luar biasa!


"Sekarang kamu bisa pilih, sesuai dengan poin kebaikan yang kamu sudah kumpulkan."


Ding.


Saat itu, sebuah layar interface muncul di depan Ethan. Ethan pertama mencoba untuk memeriksa jumlah poin yang dimilikinya. Tapi betapa terkejutnya dia, dengan jumlah Poin yang dimilikinya.


"!? 118.000.000!?" teriak Ethan histeris. "Coba kita periksa, apa yang paling mahal…."


Ethan segera Scroll ke bawah dan akhirnya menemukan Skill tersebut. Wajahnya menjadi biru pucat.


"Hanya… 10.000.000? Itu bahkan tidak ada setengahnya…."


Dewa itu juga benar-benar terkejut dengan poin kebaikan Ethan. Itu karena belum ada bahkan seorang pertapa yang memiliki poin sebanyak itu.


"Ya-yah, ayo kita pilih."


Dengan wajah kaku, Ethan segera melihat Skill yang ada. Mulai dari yang tidak berguna seperti Skill memotong apel, atau bahkan mencopet.


Selain Skill sampah seperti itu, ada beberapa yang membuat Ethan sangat tertarik.


[Penciptaan Ruang.


Poin : 10.000.000


Menciptakan Ruang yang terpisah dari Dunia. Dapat mengatur waktu dan lanskap sesuka hati pengguna.]


[Immortal.


Poin : 10.000.000


[Mengajar.


Poin : 1.000


Meningkatkan pemahaman dan kemampuan dari yang diajarkan.]


[Abnormal State Immunity.


Poin : 7.000.000.


Memberikan kekebalan terhadap efek abnormal apapun kepada pemilik Skill.]


[Darah 100 Racun.


Poin : 7.000.000.


Dapat menghasilkan racun yang sangat kuat dari darah pengguna, sekaligus memberikan Poison Immunity.]


[Red Cinder Eyes.


Poin : 7.00.000.


Memberikan [Fire Resistance] dan meningkatkan kemampuan visi dinamis.]


[Summon Magic.


Poin : 200.000.


Pemilik Skill dapat memanggil makhluk hidup dengan menggunakan batu ajaib dari monster yang sudah dikalahkan.]


[Martial Art Body Aptitude.


Poin : 10.000.000.


Tubuh yang cocok untuk semua jenis Martial Art. Dengan tubuh ini, seseorang akan mampu mempelajari Martial Art dengan lebih cepat.]


[Perfect Harmony.


Poin : 10.000.000.


Memberikan Sinkronisasi antara tiga Dantian yang merupakan pusat energi.]


[Tubuh 5 Elemen.

__ADS_1


Poin : 10.000.000.


Sebuah tubuh yang dapat menampung 5 elemen utama (Api, Air, Tanah, Angin dan Petir) serta dapat menggunakannya.]


[Mana Blessing.


Poin : 10.000.000.


Tubuh yang memiliki berkah dari Mana. Dapat memudahkan dalam merasakan dan berlatih sihir.]


[Rune Heart Esylum.


Poin : 3.000.000.


Sebuah Rune dalam hati yang membantu dalam menstabilkan penggunaan Mana, memberikan efisiensi pada aliran sihir, dan mengurangi konsumsi mana.]


[Regenerasi Transcendental.


Poin : 10.000.000.


Mempercepat Regenerasi Stamina dan Luka pada tubuh.]


[Mana Auto Recovery.


Poin : 1.000.000.


Memulihkan Mana dengan cepat secara otomatis.]


[Sacred Lightning.


Poin : 2.000.000.


Pengguna dapat menggunakan Petir Suci secara bebas.]


[Appraisal.


Poin : 1.000.


Skill untuk menilai atau menaksir item atau bahan.]


[Space-Time Magic.


Poin : 6.000.000.


Dapat menggunakan sihir Ruang dan waktu.]


[Parallel Thinking.


Poin : 100.000 .


Memungkinkan pengguna untuk melakukan pemikiran lebih dari satu dalam satu waktu.]


[Accelerated Thinking.


Poin : 100.000.


Mempercepat proses pemikiran pengguna Skill.]


[One Shot One Kill.


Poin : 10.000.000.


Ketika melakukan serangan mendadak dengan menggunakan senjata bertipe menembak, akan meningkatkan kematian instan pada musuh.]


[Reaper.


Poin : 8.000.000


Meningkatkan efek persembunyian. Tidak dapat dideteksi dengan deteksi tingkat rendah.]


Itu semua adalah Skill yang Etha pilih. Mereka semua adalah Skill yang sangat berguna.


"Sebelum itu, Dewa, apakah mungkin untuk mempelajari sebuah keterampilan?" tanya Ethan sebelum mengkonfirmasi Skillnya.


Dewa itu mengangguk, dan dengan wajah pahit dia menjelaskannya.


"Tentu saja mungkin, tapi itu akan sangat sulit dan lama… butuh waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk mempelajari satu keterampilan saja, kamu tahu?"


Ethan yang mendengar itu sedikit terkejut tapi dia tahu hal itu pasti akan terjadi. Tidak ada hal yang bisa didapatkan dengan mudah.


"Begitu…."


Dia menatap layar interface lagi dan memilih beberapa Skill atau item yang akan berguna baginya.


Dan setelah beberapa menit lagi, akhirnya Ethan selesai.


"Selesai." ucap Ethan.


Dewa yang mendengar itu mengangguk dan wajahnya sedikit mengalami keterkejutan.


"Apakah sudah? Itu cukup cepat."


"Yah, jika ada hal yang merepotkan maka bisa diselesaikan nanti." ucap Ethan.


Dewa itu tersenyum pahit. "Hanya kamu yang bisa mengatakan hal seperti itu. Yah, ayo kita segera mulai proses reinkarnasinya."


Saat itu, tiba-tiba cahaya menyinari Jiwa Ethan. Ethan tidak terkejut dengan hal itu, dan hanya diam saja menatap Lingkaran sihir di bawah kakinya.

__ADS_1


"Jika begitu, berkah milikku selalu menyertaimu."


Dan cahaya semakin terang menelan Ethan. Segera, Ethan sudah tidak terlihat lagi di tempat itu.


__ADS_2