
Ethan mengacungkan pedangnya dengan sikap kuda-kuda yang jauh berbeda dari Gale Sword milik House of Mallorca. Ethan yang belakangan ini sudah ceria, kembali ke wajah tanpa ekspresinya dan bukan hanya itu, suasananya sangat mematikan.
"Aku mulai."
Dengan itu sebagai tanda, Ethan mulai mengayunkan pedangnya.
Sstt.
""!""
Saat Ethan mulai berayun, Lord dan Alvin benar-benar terkejut dan merasa seolah-olah leher mereka sudah terhempas, terpisah dari tubuhnya.
Pedang Ethan, adalah kebalikan dari Gale Sword yang mencolok dengan tujuan untuk mendominasi. Ilmu Pedang dengan gerakan yang sangat tenang, dan hanya fokus untuk membunuh dengan cepat.
Pedang Ethan, tidak memiliki kehadiran sama sekali. Saat dia menebas di satu tempat, tiba-tiba saja itu sudah terlihat di tempat lain.
Tidak dapat menahan rasa kagumnya, Lord dan Alvin hanya tersenyum pahit.
"Hey, bukankah, di House of Mallorca ini, Ethan adalah yang paling Monster?" tanya Lord tanpa mengalihkan matanya.
Alvin mengangguk, dia tidak mengeluarkan suara dan hanya fokus pada gerakan pedang Ethan.
Dan gerakan Ethan ditutup dengan tebasan vertikal yang sangat kuat yang bahkan menghancurkan lantai tempat latihan.
Bang!
Ethan yang sudah selesai, nafasnya segera berantakan.
"Hah… hah…."
Saat Ethan sedang mengatur nafasnya, dua suara tepukan tangan terdengar dari arah penonton.
Prok. Prok.
"Hebat! Itu sangat luar biasa, Ethan!" seru Alvin memujinya.
Lord mengangguk dan tersenyum lebar memperlihatkan gigi putihnya.
"Alvin benar, Ilmu Pedang itu… itu adalah Ilmu Pedang yang luar biasa."
Merasa bahwa usahanya selama 5 tahun untuk memperbaiki Ilmu Pedang yang dibuatnya dulu yang dia berikan nama , terbayarkan, Ethan tersenyum sangat cerah.
"Benarkah? Senang mendengarnya."
Lord, yang biasanya akan senang melihat senyum Ethan, kali ini, wajahnya tetap serius.
"Bisakah kamu memberitahu, dari mana kamu belajar itu?" tanyanya serius.
Sebagai seorang Master Swordsman, Lord sudah sering melihat banyak gaya pedang dari segala penjuru Dunia. Dan ini adalah pertama kalinya, dia melihat gaya pedang itu.
Ethan yang tahu bahwa pertanyaan ini akan muncul, menjelaskannya.
"Ini adalah Ilmu Pedang yang terinspirasi dari Gale Sword, yang aku sebut sebagai ."
Lord dan Alvin memiliki pemikiran yang sama saat mendengar nama pedang itu. Menurut mereka, itu adalah nama yang sangat payah untuk sebuah Ilmu Pedang yang luar biasa itu.
"?" tanya Lord.
Ethan mengangguk. "Ya, ini adalah Ilmu Pedang yang mengambil karakteristik dari setiap elemen dan unsur penyusun alam semesta. Orang-orang, jarang menyadari hal yang sangat alami, karena itu, daripada fokus pada kecepatan, aku pikir lebih baik membuat Pedang ini sealami mungkin dan menjadikannya seperti anggota tubuhku," Jelas Ethan.
Lord dan Alvin ternganga mendengar hal itu. Selama ini, Pedang hanya difokuskan dalam beberapa hal saja seperti kecepatan dan kekuatan….
"Begitu… tentu saja, sepertinya Ayah masih harus banyak belajar."
"Aku juga… aku harus belajar lebih giat saat masuk ke Royal Akademi nanti."
Atas kerendahan diri keduanya, Ethan menggelengkan kepalanya.
"Tidak, mungkin hal yang aku hafal lebih banyak, tapi sebagai orang yang lebih tua, sudah pasti pengalaman Ayah dan Kakak jauh lebih luas dari pada aku."
__ADS_1
Lord dan Alvin merasa terharu, keduanya tidak pernah berpikir bahwa mereka akan dihibur oleh Ethan, lagi.
Kemudian, Ethan yang staminanya sudah pulih, tersenyum galak ke arah Lord.
"Ngomong-ngomong Ayah, ingin melakukan sparing?" tanya Ethan.
Mendengar tantangan dari Ethan kecil, Lord memasang senyum yang tidak kalah garang dari Ethan.
"Tentu. Ayah juga sangat penasaran tentang hal itu."
"Jika begitu, aku akan menjadi wasit," ucap Alvin.
Ethan dan Lord segera pindah ke tempatnya masing-masing menjaga jarak. Sementara itu Alvin berdiri di pinggir lapangan latihan.
"Sekarang… mulai!"
Saat Alvin sudah memberikan tanda mulai, Ethan langsung mengambil langkah pertama sebagai penyerang.
"Aku datang, Ayah."
"Ah! Datang darimana saja kamu mau!"
Step!
Tidak secepat Alvin, tapi itu masih cukup cepat. Ketika jarak mereka sudah dekat, dan sudah sampai pada jangkauan serangan, Ethan memulai penyerangannya.
Sstt.
Sebuah tebasan yang tidak cepat dilancarkan oleh Ethan. Di mata Alvin, itu bisa terlihat jelas, tapi bagi Lord tiba-tiba saja dia kehilangan pandangannya dari Pedang Ethan. Wajahnya menjadi terdistorsi karena keterkejutannya.
Klak!
Suara kayu yang saling beradu terdengar di lapangan latihan. Pedang Ethan yang coba diarahkan ke tulang belikat Lord, berhasil ditahan dengan sepersekian detik.
Kemudian, pertarungan dilanjutkan dengan adu kekuatan keduanya. Kecepatannya tidak terlalu cepat, tapi teknik yang digunakan keduanya benar-benar kelas atas.
"Ugh."
Ethan terdorong mundur dan sedikit terhuyung karena hal itu.
"Kena!"
Lord, tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, dia langsung mendorong Ethan dan mencoba untuk menyerang lagi. Serangan vertikal yang mencoba menghancurkan Ethan dilayangkan.
Woosh!
"!"
Ethan berhasil menghindari serangannya dengan melakukan sedikit pergerakan ke samping. Ethan, kembali menjaga jaraknya dari Lord.
"Itu… aku terkejut Ayah berhasil menahannya."
"Hey, aku sudah hampir mati berkali-kali, rasa krisis milikku jauh lebih tajam dari siapapun," ucap Lord tersenyum. "Nah, sekarang, kita sudahi tes kemampuannya, dan mulai serius?"
Atas undangan dari Lord, Ethan tersenyum dan mengangguk.
"Aku mengerti. Maka, silahkan coba tahan ini, Ayah."
Step.
Saat mengatakan itu, Ethan sekali lagi segera menutup jaraknya dengan Lord. Ini jauh lebih cepat dari yang pertama kali.
Dan saat itu, tiba-tiba ujung pedang muncul di depan wajah Lord.
"!"
Klak!
Dengan respon yang cepat, Lord bisa menahan serangan itu. Tapi, serangannya tidak hanya berakhir di sana.
__ADS_1
Ethan menyerang dengan pola yang sangat rumit dan sulit dibaca. Setiap gerakannya tidak dapat diprediksi sama sekali. Ini membuat Lord pusing. Biasanya, makhluk hidup memiliki kebiasaan unik mereka dan hal itu tidak terkecuali untuk Master Swordsman.
Saat pertukaran yang sudah tidak terhitung jumlahnya dalam waktu singkat itu, tiba-tiba saja Ethan menciptakan sebuah celah. Wajah Ethan menjadi kaku karena hal itu, sementara Lord, tidak menyia-nyiakan celah seperti itu.
Melakukan Parry terhadap serangan Ethan, Lord langsung mengarahkan Pedangnya ke dada kanan Ethan yang posisinya sudah rusak setelah terkena Parry.
"!"
Ethan mencoba menghindari serangannya agar tidak terkena fatal, tapi baru saat itu, dia dapat merasakan rasa kram dan sakit pada otot-otot tubuhnya.
Dan hasilnya adalah Pedang Lord berhasil mengenai apa yang diincarnya.
Bug!
"Kuh!?"
Saat Pedang menyentuhnya, Ethan langsung jatuh tersungkur ke tanah.
Lord, mengacungkan Pedangnya ke leher Ethan dengan senyum menyegarkan.
"Aku rasa ini sudah berakhir, kan?"
Ethan yang mendengar itu, tersenyum sangat puas. Tidak ada tanda-tanda bahwa dia sedih atau kecewa.
"Tentu. Ini adalah kekalahan aku, Ayah," ucap Ethan.
Lord kemudian mengulurkan tangannya ke arah Ethan.
"Ayo, bangun."
Ethan hanya menatap tangan Lord dan saat dia mencoba meraihnya, tubuhnya sama sekali tidak bisa bergerak.
Ethan memberitahu Lord hal itu dengan pahit.
"Tidak Ayah, aku tidak bisa menggerakkan tubuhku sama sekali."
"Ayah! Apa yang kamu lakukan pada Ethan!" Alvin, berteriak sambil berlari mendekat.
Lord yang tiba-tiba disalahkan bingung dan kesal. Dia balas berteriak membela dirinya.
"Hey! Apa maksudnya! Aku hanya memukulnya dengan Pedang kayu! Tidak ada hal lainnya!"
Alvin terkejut dengan apa yang Lord katakan dan dia menatap Lord dengan dingin.
"Me-memukul Ethan kami! Kamu, kamu adalah musuh House of Mallorca!"
Lord, yang mendengar itu tersentak. Dia baru sadar apa yang sudah dilakukannya, dan amat panik.
"H-hey, Alvin, tolong rahasiakan ini dari Ibumu, oke?"
Alvin menggelengkan kepalanya dengan ekspresi wajah tegas.
"Tidak! Kejahatan karena memukul Ethan adalah kejahatan yang membutuhkan hukuman yang sangat berat! Dan hanya Ibu yang bisa menghukum Ayah!"
Lord yang mendengar itu, tidak tahan lagi dan mencengkram erat bahu Alvin.
"Hey! Ayah akan belikan apapun, jadi tolong! Jangan beritahu Ibu, baik!?" mintanya dengan sungguh-sungguh.
Tapi, Alvin sama sekali tidak tergoyahkan dengan hal itu. Untuk Alvin, tidak ada yang jauh lebih penting daripada adiknya sendiri.
"Tidak! Sama sekali tidak!"
"Hey! Ayolah!"
Keduanya berdebat seperti anak-anak. Ethan yang jatuh terkapar hanya tersenyum pahit karena sudah dilupakan.
"Seandainya saja, hal damai ini terus berlanjut sampai selamanya," gumamnya pelan.
Ethan menatap keluarganya itu. Ini adalah hal yang harus dilindunginya sekarang. Tidak ada yang namanya kompromi.
__ADS_1