Glorious Chronicle

Glorious Chronicle
Bab 24 - Tamu Tak Diundang.


__ADS_3

"Nah, sekarang ayo, aku akan melawan kalian semua sekaligus."


Mazoku itu semuanya memiliki pembuluh darah yang menonjol karena marah atas kata-kata Lord.


"Banyak omong… kalian berdua dan kalian juga, bawa sandra ke pasukan utama, cepat," ucap Mazoku yang terlihat seperti pemimpin.


Dua orang yang membawa Putri dan Hero, dan dia orang yang ditunjuk sebagai pengawal, segera mengangguk dengan wajah lega.


""Ka-kami mengerti!""


""Mengerti.""


Segera selesai menjawab, mereka segera pergi meninggalkan 5 Mazoku yang tersisa di sana.


Lord masih diam saja dan mengamati dari tempatnya berdiri. Dia sama sekali tidak mencoba untuk menghalangi Mazoku yang kabur membawa sandra.


"Apakah sudah selesai? Jika begitu, ayo kita mulai," ucap Lord dan seketika dia menghilang dari tempatnya.


5 Mazoku yang tersisa terkejut dengan hal itu. 


"Hati-hati!" teriak yang seperti pemimpin.


Namun, bukan mengincar yang paling lemah, Lord justru langsung mengincar ke arah yang paling kuat.


"."


"!"


Pemimpin Mazoku, yang merasakan krisis kematian, segera memperkuat tubuhnya dan menggunakan magic barrier.


"Kuh!"


Serangan Lord, berhasil mementalkan dan bahkan menghancurkan Magic Barrier yang pemimpin Mazoku itu buat. Hal ini membuat semua orang yang hadir syok.


"Apa? Apa-apaan orang ini."


"Dia tidak normal, kita harus lebih serius."


Para Mazoku sudah menilai bahwa ancaman yang Lord berikan sudah sampai di tingkat maksimum.


Pemimpin Mazoku, tentu saja tidak mati dan bangun lagi. Tubuhnya hanya tergores beberapa luka kecil, tidak ada yang fatal sama sekali.


"Uhuk. Kamu benar-benar sesuatu," puji pemimpin Mazoku, tulus.


Lord masih memasang senyum berani di wajahnya.


"Jadi, haruskah kita mulai pertarungan yang serius?" tanyanya.


Pemimpin Mazoku itu mengangguk. Tidak ada lagi kelonggaran di ekspresi wajahnya seperti sebelumnya.


"Ah. Kalian, seriuslah juga, jika tidak kalian akan langsung mati."


Para Mazoku yang sadar secara naluriah akan hal itu, mengangguk.


"""Ya!"""


Lord juga segera mengambil kuda-kuda dari Gale Sword yang biasanya.


"Sekarang, serang aku dari mana saja."


***


Sementara itu, di hutan, Ethan sedang mengikuti empat Mazoku yang bertugas membawa Putri dan Hero.


Ethan, bisa saja langsung membunuh 4 Mazoku itu. Tapi, ada masalah yang cukup rumit.


"Bagaimana bisa, ada sebuah pasukan dalam jumlah besar di tempat ini, dan tidak ada yang sadar…." gumam Ethan dengan wajah muak.


Dalam persepsi ruang miliki, dia dapat merasakan sekitar puluhan ribu Monster dan Mazoku sedang menunggu dan diam di seberang hutan ini.


"Aku harus menyelesaikan ini, sebelum mereka- !"


Tiba-tiba saja Ethan merasakan krisis yang belum pernah selama ini dialaminya.

__ADS_1


Bang!


Sebuah ledakan besar tercipta di tempat Ethan tadi berlari. Untung saja, dia masih sempat untuk segera menghindari serangan kejutan tersebut.


"Oh, seperti yang diharapkan dari seorang pahlawan, berhasil menghindari serangan mendadak seperti itu," sebuah suara indah terdengar dari langit.


Ethan menatap ke arah sumber suara, dan seorang wanita yang sangat cantik masuk ke bidang pandangannya. Gadis itu memiliki kulit abu-abu pucat, rambutnya yang berwarna abu keperakan selaras dengan kulitnya. Mata merah yang sama dengan Ethan, memberikan kesan yang kuat dan elegan.


Ethan secara naluriah bisa tahu. Gadis itu adalah sosok paling kuat yang pernah dia temui. Tidak ada kesempatan untuknya menang.


"Siapa?" tanya Ethan singkat.


Gadis itu memperkenalkan dirinya sendiri dengan senyum menyihir.


"Perkenalkan, salah satu dari 7 Iblis Dosa, Lilith Asmodeus, Ruler of Lust."


Ethan membelalakkan matanya. Ethan tidak pernah berpikir bertemu dengan Iblis yang mewakili 7 Dosa Mematikan sedini ini.


"Apa yang Ruler of Sin, lakukan di sini?" tanya Ethan menekan kecemasannya.


Lilith tersenyum menyihir ke arah Ethan. Itu adalah senyuman dengan banyak arti.


"Aku datang untuk menjemputmu, wahai Pahlawan zaman ini," ungkapnya.


Ethan mengerutkan keningnya, bibirnya mengerucut.


"Sayang sekali, Aku hanya seorang anak kecil biasa, bukan pahlawan," balas Ethan.


Lilith, tertawa mendengar pernyataan Ethan itu.


"Fufu, tidak mungkin kamu-" kata-kata Lilith segera dipotong oleh Ethan.


"Lihat? Aku sama sekali tidak memiliki tanda pahlawan. Dan Pahlawan adalah yang dibawa kabur oleh bawahanmu, kau tahu?" kata Ethan menunjukkan punggung tangannya.


Seorang Pahlawan, memiliki simbol aneh di punggung tangan mereka. Simbol itu adalah tanda bahwa orang itu benar-benar pahlawan.


Lilith yang melihat itu kehilangan senyum di wajahnya.


"Jadi kamu bukan pahlawan, jika begitu kamu sudah tidak berguna. Mati." 


Tanpa panik, Ethan merilis sihir pelindung miliknya.


"."


Api hitam berhasil ditahan. Uap mengepul mengganggu pandangan keduanya. Ethan tanpa ragu-ragu mendekati Lilith, sembari mematikan tandanya agar tidak terdeteksi.


"." Aura berbentuk Blade tercipta di tangan kanan Ethan.


Ethan mengayunkan pedangnya ke arah punggung Lilith yang terbuka.


Sstt.


Tebasannya membelah Lilith menjadi dua bagian… tapi, tidak ada darah atau mayat yang tersisa. Tubuh Lilith yang terpotong, menguap bersama dengan uap yang berubah menjadi kabut.


"Itu adalah kemampuan yang sangat lucu untuk anak manusia. Aku berubah pikiran, bagaimana jika kamu menjadi bawahanku saja, bocah?" suara Lilith terdengar entah dari mana.


"Kenapa Aku harus menjadi bawahan dari wanita yang sudah tidak lagi perawan?" ucap Ethan memprovokasinya.


Sebenarnya, Ethan benar-benar panik saat ini. Dia bisa merasakan krisis akan kematian dari segala arah tubuhnya.


Provokasi Ethan benar-benar membuat Lilith marah.


"Hah? Hanya karena Aku adalah Iblis yang menguasai Dosa Nafsu, bukan berarti Aku tidak lagi perawan dasar bocah!" teriaknya bersamaan dengan hawa membunuh yang memenuhi hutan.


Wajah Ethan menjadi kaku. Tanpa sengaja dia benar-benar sudah menginjak ranjau. Tidak mungkin untuk mundur lagi saat ini. Apalagi, kabutnya ini bukan kabut biasa. dan Ethan benar-benar dibatasi.


Tidak memberikan Ethan berpikir sejenak, Lilith mulai menyerang.


"."


Ratusan duri yang terbuat dari kabut yang dipadatkan tercipta, Ethan yang berada di dalam kabut terkepung oleh kabut itu 360°. Itu adalah mimpi buruk.


"Mati." Satu kata dari Lilith, dan Duri itu mulai menyerang.

__ADS_1


"Cih."


Ethan mencoba untuk bertahan. Dengan Aura Blade dan Dimensional Barrier, dia menangkis semuanya. Tapi, kedua Skill ini memiliki batasan.


"!"


Sebuah tornado besar tercipta tiba-tiba. Ethan memutuskan untuk menyingkirkan kabut, yang merupakan masalah utama.


Hasilnya, Ethan memang menghilangkan kabutnya. Tapi, itu adalah hal yang Lilith tunggu. Lilith muncul di belakang Ethan yang menciptakan celah setelah merapal Magic High Rank.


"Sayang sekali, tapi Aku yang menang, ." Ucapnya dan menyentuh punggung Ethan.


"Apa!?"


Ethan terkejut, dan mencoba menghindari serangannya. Tapi, sudah terlambat, Lilith bukan menggunakan serangan fisik, tapi serangan mental, mantra perbudakan.


"Kuh!"


Rasa panas dan sakit menggerogoti tubuh Ethan. Kutukan yang Lilith kenakan, mulai menyebar. Sihir Ilusi Ethan perlahan-lahan menghilang, dan wajah aslinya terlihat.


Melihat wajah Ethan, Lilith terkejut sesaat dan sebuah senyuman manis melengkung di bibir merah mudanya.


"Fufu, kamu menyembunyikan sesuatu yang sangat menarik. Untung saja Aku tidak membunuhmu."


Beberapa menit kemudian, Ethan sudah berhenti berteriak. Matanya yang kosong seperti seorang boneka.


"Budakku, kemarilah." Panggil Lilith pelan.


"Yes master." Jawab Ethan dengan suara monoton.


Menuruti perintah Lilith Ethan berjalan mendekatinya. Langkahnya yang tidak seimbang, dan berantakan semakin menguatkan bahwa kesadarannya telah menghilang.


"Sekarang, ayo kita pergi-"


Sstt.


Sebuah kilatan pedang terlihat di ujung pandangan Lilith. Kilatan itu diikuti dengan rasa sakit di tubuh bagian bawahnya dan dia kehilangan keseimbangan.


"Eh?"


Tidak dapat menapaki tanah, Lilith terjatuh tersungkur di tanah masih kebingungan dengan apa yang terjadi.


"Yah, tidak sia-sia Aku berakting. Kerena bukan, aktingku?"


Ketika Lilith mendengar sebuah suara kekanakan, itu memberikan pemahaman pada Lilith tentang apa yang terjadi.


Wajah Lilith terlihat layaknya seorang Iblis sungguhan sekarang. Darah yang naik menciptakan warna di wajahnya yang pucat.


"Kamu! Beraninya kamu menipuku!" teriaknya penuh amarah.


Ethan mengabaikannya, dan menendang perut Lilith agar berbalik.


"Guha!?"


Lilith terpental ke sebuah yang Ethan buat dan memuntahkan darah.


"Ups. Sepertinya terlalu kencang ya. Maaf, oke?" Ethan minta maaf tanpa rasa bersalah sama sekali.


Lilith batuk darah, tapi dia masih tidak menghilangkan tatapan penuh keinginan untuk membunuh.


"Beraninya kamu melakukan ini padaku, Aku pasti akan membuatmu membayar ini puluhan kali lipat, lihat saja." ucapnya dan sebuah lingkaran sihir terbentuk di bawah tubuhnya.


Ethan hanya tersenyum manis, dia sama sekali tidak bergerak dari tempatnya dan menunggu proses pengaktifan sihir.


Lilith bingung dengan itu, tapi itu tidak penting sekarang. Bagaimanapun yang penting sekarang adalah selamat dari tempat ini.


Lingkaran sihir akhirnya aktif. Lilith berbicara memberikan pesannya.


"Ketika kita bertemu lagi, Aku pasti akan membunuhmu," ucapnya dengan tatapan penuh dendam dan cahaya dari lingkaran sihir menelan tubuhnya.


Cahaya mereda dan Lilith sudah tidak ada di tempatnya.


Menatap ke arah tempat Lilith tadi, Ethan tersenyum layaknya penjahat dan berbicara dengan suara yang sangat pelan sehingga terdengar lebih menyeramkan.

__ADS_1


"Tentu, ketika Aku datang nanti, kita akan bermain bersama."


__ADS_2