Glorious Chronicle

Glorious Chronicle
Bab 19 - Menuju Ibukota Kerajaan


__ADS_3

Ethan sekarang berada di gerbong kereta keluarga Marquess Mallorca. Wajahnya benar-benar terlihat seperti dalam mood yang buruk.


"Padahal aku hanya anak-anak… kenapa aku harus mengurus hal-hal merepotkan seperti ini… Dunia ini terlalu keras untukku yang tidak ingin bekerja terlalu banyak," Ethan mulai menggerutu.


Saat ini, Ethan sedang menuju ke Ibukota Kerajaan untuk memberikan laporannya tentang apa yang terjadi. Ayah dan Ibunya masih belum pulang, karena itu mau tidak mau, Ethan yang harus datang ke Ibukota sendiri untuk memberikan laporan.


Matanya yang mati, tidak seperti mata anak-anak menatap pemandangan di luar. Helaan nafas keluar yang dibarengi dengan keluhan lainnya.


"Huh… aku merindukan Mia…."


Mia, harus mengurus urusan House of Mallorca selama Ethan tidak ada. Karena itu, kali ini Ethan pergi sendirian bersama dengan beberapa pengawal.


Mata Ethan kemudian beralih ke para Ksatria yang mengawalnya, dan ******* lain keluar dari mulutnya.


"Hah… pergi hanya dengan pria berotot… sangat tidak baik untuk mata dan hati," gumam Ethan tanpa semangat sama sekali.


Bagi Ethan, wanita cantik adalah hal yang menyembuhkan. Biasanya di House of Mallorca, ada Ibunya, Mia dan para Maid lainnya. Itu adalah cuci mata yang sangat bagus.


Saat Ethan melamun membayangkan Maid pribadi imutnya itu, tiba-tiba saja sebuah suara keras terdengar.


"Roaaaar!"


Asal suara itu adalah dari Hutan sebelah. Para Ksatria yang mendengar hal tersebut langsung membentuk formasi melindungi Kereta.


"Semuanya, musuh datang! Waspada!"


"""Ya!"""


Berbeda dengan ekspresi serius Ksatria, Ethan memiliki ekspresi bosan dan muak di wajahnya.


"Lagi? Bukankah Monster-monster ini terlalu sering muncul?"


3 hari perjalanan yang sudah dilewatinya, sudah lebih dari 6 kali mereka di serang oleh Monster. Hal ini tentu saja bukanlah hal yang normal.


Ethan ingin mengakhiri pertarungan dengan cepat, tapi dia mengurungkan niat tersebut. Dia harus ingat tujuan awalnya, yaitu meningkatkan kemampuan pihak dari Manusia. Jadi, membiarkan para Ksatria untuk bertarung adalah hal yang benar.


Dan saat itu, makhluk humanoid setinggi 3 meter keluar dari Hutan. Tubuhnya yang merah seperti berlumuran dan taring yang mencuat dari mulutnya memberikan rasa intimidasi yang sangat kuat.


Ethan, dan para Ksatria yang melihat hal itu terkejut.


"Apa!? Kenapa ada Bloody Ogre di sini?"


"Gawat…."


Bloody Ogre. Monster Rank B hampir setara dengan Rank A. Bloody Ogre adalah yang paling banyak membantai para Ksatria dan Adventure pada saat Stampede terjadi.


"Semuanya bersiap! Aku akan mendukung kalian!" teriak Erhan, keluar dari keretanya segera.


Dan saat itu, Bloody Ogre itu langsung maju menerjang ke arah para Ksatria.


"Roaaaar!"


Mengangkat kapak perangnya, dia segera mengayunkannya ke arah para Ksatria di depan.

__ADS_1


Ksatria yang melihat hal itu berusaha sekuat tenaga untuk menghindari kapak perang yang datang.


"Ugh!"


"Bahaya!"


Ksatria berhasil menghindari dengan selembar kertas. Karena ukurannya yang besar, range serangannya sangat luas dan bisa dikatakan sebagai serangan AoE. Ini adalah hal yang sangat berbahaya.


Ethan yang sudah selesai menyiapkan sihirnya segera menyerang.


"!" 5 lembing yang dibaluti kekuatan petir ditembakkan.


Ogre itu mencoba untuk memotongnya dengan War Axe miliknya.


"Buhooo!"


Bang! Bang!


Dan dua dari lima lembing petir berhasil ditahan, tapi tiga lainnya mengenai tubuh Ogre itu. Namun, serangan itu sama sekali tidak fatal.


"Roaaaar!"


Ogre itu sangat marah. Karena serangan itu, Agro berpindah ke Ethan. Ogre segera menerjang ke arah Ethan dengan sangat cepat.


Ethan sama sekali tidak takut, dan hanya tersenyum percaya diri. Melihat itu, Ogre itu merasa ada yang salah… ya, Ksatria sudah tidak melindungi Ethan! Tapi saat dia sadar, sudah terlambat.


"Mati!"


"Woooo!"


Serangan gunting dilancarkan oleh para Ksatria yang menyebar ketika pandangan Ogre itu terganggu karena asap yang disebabkan dari menahan Lightning Javelin di awal.


Ogre itu mencoba untuk menyerang para Ksatria, tapi Ethan tidak mungkin membiarkan hal seperti itu.


"Kemana kamu mencoba menyerang? ."


Rasa krisis yang dia rasakan dari Ethan jauh lebih besar dari serangan gabungan para Ksatria. Hal ini membuat Ogre itu membatalkan serangannya dan hanya fokus untuk menahan serangan Ethan… atau begitu. Tiba-tiba saja, sihir Ethan lenyap ketika hampir mengenai Bloody Ogre itu.


"Sayang sekali, tapi inilah akhirnya," ucap Ethan dengan senyum gelap.


Dan serangan para Ksatria akhirnya sampai. Salah satu pedang Ksatria itu berhasil memenggal kepala Bloody Ogre dan menyebabkan air mancur darah.


Suasana menjadi sunyi. Para Ksatria masih memandangi Bloody Ogre dengan tatapan tidak percaya.


"Kita… berhasil membunuhnya?"


"Aku tidak percaya ini…."


Ya, Bloody Ogre bukan Monster yang bisa kamu kalahkan hanya dengan 5 orang. Butuh 2 Party Rank A untuk mengalahkan satu dari mereka saja.


Tapi, kata-kata Ethan membuat mereka kembali ke kenyataan.


"Apa yang membuat kalian heran? Alasan kenapa Bloody Ogre itu tidak menyerang kalian karena aku menarik perhatiannya. Jadi daripada kalian bingung, jauh lebih baik untuk segera membongkar Bloody Ogre itu segera," ucap Ethan, dan Ethan segera kembali ke keretanya.

__ADS_1


Para Ksatria tertegun dengan fakta pahit yang Ethan katakan itu. Perasaan senang dan bangga langsung menghilang seolah api yang disiram air.


"Tuan Muda terkadang benar-benar tidak bisa membaca suasana."


"Um, kamu benar, setidaknya berikan kami pujian."


Walaupun menggerutu, mereka tetap mengerjakan apa yang Ethan perintahkan.


Mendengar keluhan dan gerutuan dari bawahannya, membuat kapten tidak tahan.


"Kalian tidak tahu Tuan Muda, Tuan Muda mengatakan hal seperti itu agar kalian tidak berpuas diri dan mati nanti," katanya dengan nada memarahi.


Para Ksatria terkejut ketika mendengar hal itu. Memang benar mereka sudah terlalu merasa percaya diri tadi bahkan berpikir bahwa mereka benar-benar sangat kuat. Jika saja nanti ada Monster yang setara atau jauh lebih kuat dari Bloody Ogre, ada kemungkinan mereka akan terlalu percaya diri dan mati konyol.


"Begitu… seperti yang diharapkan dari Tuan Muda."


"Ya, Tuan Muda adalah Bangsawan yang paling peduli dengan bawahannya."


"Um. Aku sama sekali tidak meragukan Tuan Muda dari awal!"


Suasana hati mereka berubah dan mereka menjadi jauh lebih cepat dalam proses dismantling.


Ethan yang menyaksikan pertukaran para Ksatria dari kereta hanya tertawa geli.


"Bodoh, padahal aku benar-benar tidak memiliki maksud lain saat mengatakan hal itu," gumamnya pelan.


Dan ketika proses pembongkaran sudah berakhir, Kapten datang mendekati Ethan.


"Tuan Muda! Proses pembongkaran sudah selesai!" Kapten memberikan laporan.


Ethan hanya mengangguk. "Aku mengerti, maka ayo kita lanjutkan. Sebentar lagi matahari akan turun, cari tempat untuk mendirikan tenda," perintahnya.


Kapten itu memberikan hormat layaknya dalam film.


"Saya mengerti!" jawabnya dan segera pergi.


Perjalanan kembali dilanjutkan. Dengan tangan menopang dagu, Ethan menatap keluar jendela. Wajahnya malasnya yang terkena sinar orange dari sunset, memberikan efek filter pada wajahnya yang tampan itu.


Saat itu, hanya sesaat, Ethan melirik ke arah pohon besar yang ada di Hutan dan tersenyum kecil.


"Kalian benar-benar serangga yang sangat merepotkan, ya," gumamnya dan kembali melihat ke depan.


***


Ketika Ethan sudah menjauh, siluet hitam muncul dari balik pohon yang tadi Ethan lirik.


Dia menatap ke arah kereta Ethan sambil mengatur nafasnya.


"Hah… hah… apa-apaan anak itu…."


Dia benar-benar tidak habis pikir, bahwa seorang anak kecil berhasil menemukan keberadaannya dari jarak yang sangat jauh. Itu adalah sebuah penghinaan yang luar biasa baginya.


"Dia berbahaya… aku harus melaporkan ini kepada Yang Mulia Raja Iblis," matanya masih melihat ke arah kereta Ethan pergi. "Tunggu saja, aku pasti akan membayar penghinaan ini, anak kecil," gumamnya dan siluet itu segera menghilang.

__ADS_1


__ADS_2