Glorious Chronicle

Glorious Chronicle
Bab 16 - Stempede.


__ADS_3

Ksatria dan Adventure yang memenuhi standar berbaris rapi di depan Benteng Selatan. Wajah mereka benar-benar tegang karena mau bagaimanapun, ini adalah pertama kalinya bagi mereka ikut dalam pertarungan skala besar.


Di depan mereka, Ethan berdiri di atas podium yang disediakan khusus.


"Semuanya, dengarkan!" teriak Ethan bergema sampai ke seluruh Ksatria dan Adventure yang hadir.


"Hari ini, sebuah sejarah akan terukir di sini! Sejarah dimana awal sebuah kisah yang akan tercatat di masa depan! Dan kita, mendapatkan kehormatan untuk menjadi pemeran utamanya! Karena itu, bakar semangat kalian, dan jadilah pemenang dalam tinta sejarah yang tercatat di masa depan! Tunjukkan bahwa Kota Mallorca adalah Kota dengan orang-orang terkuat di Benua! Jika Wyvern datang, maka jadilah seekor Naga! Jika Naga datang, maka jadilah seorang Dewa!" Teriak Ethan dengan tangan terangkat.


Atas kata-kata Ethan yang menggebu-gebu itu, semangat dan moral Ksatria dan Adventure naik, mereka mengangkat tangan mereka sama seperti Ethan.


"Ooooo!"


"Betapa kerennya!"


"Benar! Itulah semangatnya!"


Joshua juga tidak bisa tidak takjub. Dia sudah ikut beberapa peperangan, tapi baru kali ini, dia melihat seorang komandan yang dapat dengan mudah meningkatkan moral prajurit.


"Seperti yang diharapkan dari Tuan Muda…" gumam Joshua dengan senyuman tipis di wajahnya.


Akhirnya, Monster-monster terlihat. Debu naik setiap mereka mengambil langkah, dan suara yang sangat nyaring dari para Monster bisa terdengar.


Semua orang memasang wajah yang sangat fokus dan serius tapi tidak lagi tegang. Entah bagaimana, tidak ada rasa takut dalam hati mereka lagi.


Saat itu, sebuah suara yang sangat sombong terdengar di Medan Perang.


"Oh, sepertinya sambutan yang meriah sudah dihadirkan," kata suara itu.


Semua orang menjadi bingung mendengar itu. Tidak bisa dipungkiri, karena mereka tidak akan menyangka sama sekali, jika ada ras cerdas di antara para Monster.


"Wahai orang-orang lemah, hari ini saksikanlah, pesta yang diadakan untuk memperingati hari kebangkitan Yang Mulia Raja Iblis sekaligus, pernyataan Perang kami terhadap 4 Ras yang ada!" Kata-kata yang sangat konyol didengar semua orang.


"Apa!? Raja Iblis!?"


"Jadi, apakah mereka adalah Iblis!?"


"Ini… bagaimana bisa kami menang?"


Rasa takut dan putus asa memenuhi hati semua orang. Tapi, Ethan dan Ksatrianya sama sekali tidak gentar.


"Semuanya! Jangan takut! Lalu kenapa jika mereka Iblis! Sejarah mencatat mereka adalah pecundang yang kalah perang dan melarikan diri dengan ekor mereka! Jika leluhur kita bisa melakukannya, maka kenapa kita tidak bisa!? Kita buat sejarah yang lebih cerah, dan ayo kita buat Ras Mazoku sekali menjadi ras pecundang yang kalah dalam perang!" teriak Ethan keras dengan sengaja.


Semua orang yang mendengar itu tersadar. Memang benar, dalam sejarah dikatakan bahwa Iblis adalah Ras yang kejam dan beringas, tapi pada akhirnya, mereka adalah ras yang kalah dan menjadi pecundang dalam sejarah.


Mazoku yang mendengar kata-kata Ethan, menjadi sangat kesal.


"Beraninya hanya seorang manusia mengatakan hal itu… kubunuh kalian semua! Semuanya, serang!"


"Awooooo!"


"Kieeek!"


Monster mulai bergerak dengan kecepatan yang sangat luar biasa ke arah Benteng.

__ADS_1


Ethan tidak tinggal diam, dan dia juga sama memberikan perintahnya.


"Mage dan Archer, bersiap… tembak!"


Puluhan sihir tingkat rendah dan ratusan anak panah terbang ke arah para Monster. Alasan kenapa Ethan menggunakan sihir Low Rank, adalah karena dia ingin mendominasi Medan Perang lebih lama.


Joshua, yang bertanggung jawab atas pasukan jarak dekat, juga memberikan perintahnya.


"Pasukan, serang!"


""""Oooooooo!""""


Ksatria dengan formasi Phalanx yang sudah sedikit diubah khusus untuk melawan Monster maju. Dan di tengah, para Adventure bertahan melawan para Monster sampai Ksatria berhasil mendapatkan sayap musuh.


Di antara para Ksatria dan Adventure, Joshua adalah yang paling menonjol. Dengan pedang dua tangan, dia memotong semua Monster layaknya seorang Berserk.


"Oraaaa!"


Satu tebasan biasa saja sudah mampu untuk membunuh 3 Monster E Rank, gelar sebagai Komandan bukan hanya sebuah pajangan yang didapatkan secara kebetulan.


Selain Joshua, ada beberapa Adventure dan Ksatria lain yang menonjol, tapi tidak ada yang sebaik Joshua.


Mazoku, yang memperhatikan Joshua, menjadi sedikit tidak sabar.


"Hey, bukankah orang itu sangat merepotkan? Jika dibiarkan, dia akan membantai semua pion kita, kan?"


Mazoku lainnya, hanya tersenyum amis ketika dia melihat ke arah Medan Perang.


"Begitu… maka ayo kita lihat seberapa berguna dia."


Saat itu, sebuah suara yang kekanakan masuk ke telinga mereka dari balik punggung mereka.


"Apa yang kalian bicarakan dengan sangat asik di Medan Perang?" tanya suara itu.


Kedua Mazoku itu terkejut dan segera menjauh mengambil jarak.


Alangkah terkejutnya mereka, ketika melihat yang ada di sana adalah seorang anak kecil berambut rami keemasan dengan mata merah seperti Ruby. Tapi, fisiknya, yang membuat mereka terkejut adalah kemunculannya yang sangat tiba-tiba tanpa terdeteksi.


"Siapa kamu?" tanya salah satu dari Mazoku dengan suara bergetar.


Anak kecil itu, Ethan, hanya mengangkat bahu atas pertanyaan itu.


"Kamu datang ke wilayah orang lain tanpa tahu siapa yang menjaganya? Apakah orang dalam kalian tidak memberitahu informasi seperti itu kepada kalian?" tanya Ethan meledek.


Pupil kedua Mazoku itu membesar dan bergetar karena terkejut atas kata-kata Ethan itu. Tanpa dijawab, Ethan bisa tahu jika apa yang dikatakannya adalah benar.


Ethan yang melihat hal itu, tersenyum meledek.


"Sepertinya benar ya, sayang sekali, harusnya kalian mencari rekan atau pion yang bisa lebih diandalkan lagi lain kali."


"Bagaimana…."


Mazoku sudah menetapkan jika Ethan adalah orang berbahaya yang harus dibunuh. Niat membunuh yang sangat intens dikeluarkan oleh keduanya.

__ADS_1


"Itu adalah tebakan yang bagus, karena kamu tahu hal itu, kamu harus mati!" Saat mengatakan itu, tiba-tiba Mazoku itu hilang.


Clank!


Dan suara yang menggema terdengar. Mazoku itu sudah di depan Ethan dengan cakar tajam yang sudah siap memenggal Ethan. Sementara Ethan, dengan refleks yang sama anehnya, sudah menarik pedangnya dan menahan cakar yang diarahkan kepadanya dengan mudah.


"Apa!?" Mazoku itu sekali lagi terkejut karena serangannya tiba-tiba dihentikan.


Ethan hanya tersenyum geli melihat wajah terkejut Mazoku itu.


"Apa yang membuatmu terkejut? Mazoku kelas rendah sepertimu hanya sebuah sampah," ucap Ethan dan dia kemudian menyerang ke arah bahu Mazoku itu.


"!"


Rasa krisis yang luar biasa dapat dirasakan dari serangan Ethan. Serangan yang terlihat biasa itu adalah tebasan dengan Mana yang sangat besar melapisi permukaan Pedangnya.


Mazoku itu sudah berusaha menghindar, tapi hasilnya masih terluka dan cukup parah.


"Ugh!"


Melihat rekannya yang terluka, Mazoku lainnya menembakkan sihir yang sudah disiapkannya dari awal.


"Manusia! Beraninya kamu! Mati! !"


Mantra High Rank, terbang menuju Ethan dengan sangat cepat. memiliki suhu yang sangat panas dan memiliki efek cursed ketika terkena.


Ethan sama sekali tidak bergeming dari tempat dia berdiri dan menatap yang mendekat itu. Melihat itu, Mazoku itu mengira jika Ethan pasrah.


"Hahahaha! Hanya melihat sihir High Rank saja kamu sudah ketakutan sampai-" kata-kata Mazoku itu terhenti ketika melihat apa yang Ethan lakukan.


Tepat ketika sudah tinggal beberapa sentimeter dari tubuhnya, tiba-tiba saja dalam sekejap, menghilang ketiadaan.


Kedua Mazoku, yang melihat itu benar-benar takut dan bingung.


"Ap-apa yang kamu sudah lakukan! Bagaimana mungkin…."


"Trik apa yang kamu gunakan! Manusia!"


Keduanya menjadi sangat marah, kulit ungu mereka semakin ungu karena pembuluh darah mereka membengkak akibat marah.


Ethan masih memasang wajah tenangnya dan tersenyum.


"Bukankah lebih baik kalian mengkhawatirkan diri kalian sendiri?"


Keduanya bingung dengan apa yang Ethan katakan.


"Apa yang kamu- eh?"


Saat itu, pemandangan mereka tiba-tiba saja berputar. Dan mereka sama sekali tidak bisa merasakan tubuh mereka lagi.


"Itu cukup mengecewakan, untuk kata-kata kalian yang besar. Bahkan tidak dapat sadar serangan musuh… mengecewakan," Ethan berbicara dengan nada yang merendahkan.


Ethan yang menatap mereka dengan mata yang merendahkan dan menghina itu, adalah pemandangan terakhir mereka sebelum kedua Mazoku itu kehilangan kesadarannya.

__ADS_1


__ADS_2