
Sementara Ethan sedang menunda Stampede yang akan datang, Kota Mallorca sedang dilanda kepanikan ketika Adventure Guild dan juga Lord memberikan peringatan tentang akan terjadinya Stampede.
Ksatria sedang mengarahkan para sipil ke arah bunker bawah tanah yang Ethan ciptakan jika saja terjadi keadaan darurat pada musim dingin lalu dan baru saja rampung tepat seminggu yang lalu.
"Semuanya, kesini! Prioritaskan orang tua dan anak-anak!"
"Jangan berdesak-desakan! Hey! Apakah kamu ingin aku buang!?"
Para Warga yang panik tidak mendengarkan kata-kata para Ksatria.
"Biarkan aku masuk lebih dulu! Hey!"
"Hey! Jangan tinggalkan aku!"
"Ibu! Ibu, kamu dimana!?"
Itu adalah kekacauan total. Situasi benar-benar Chaos sehingga beberapa anak terpisah dari orang tua mereka.
Ketika situasi seperti itu terus berlangsung, sebuah suara terdengar nyaring.
"Hey! Apakah kalian semua tuli! Berbaris yang benar dan dahulkan anak-anak dan orang tua! Selain itu, berikan jalan kepada mereka yang sakit! Bahkan jika kalian berbaris, kalian tidak akan langsung mati karena Monster masuk ke Kota!"
Seketika sekitar menjadi senyap, tidak ada lagi yang berkata-kata dan bergerak dari tempatnya sama sekali di bawah tatapan seorang Pria besar dengan wajah galak.
"Sekarang, jika kalian mengerti maka segera buat barisan. Jangan membuang waktu para Ksatria lebih lama lagi," tegasnya.
Mendengar itu, Warga akhirnya berbaris sesuai dengan arahan para Ksatria. Tidak ada lagi yang akan berani untuk melakukan hal-hal bodoh ketika Pria itu sudah memberi perintah.
Saat itu, seorang Pria tua yang memiliki penampilan yang cukup berantakan datang mendekati Pria galak tadi.
"Joshua, kamu masih sangat tegas seperti biasanya," ucap Pria tua itu tersenyum.
Pria galak itu melirik ke arah Pria tua, dan membalasnya seolah tidak tertarik.
"Tentu saja, dan kamu, berhentilah minum di siang hari, Olson," balasnya ketus.
Pria tua itu, Olson tertawa terbahak-bahak ketika Joshua berbicara seperti itu.
"Hahahaha! Kamu benar-benar seperti Ibuku, kamu tahu?" katanya main-main.
Joshua tidak lagi membalas dan hanya kembali menatap ke arah para Warga. Hal ini, membuat Olson lebih ingin menggodanya lebih jauh.
"Ngomong-ngomong, dimana Tuan Muda? Aku tidak melihatnya sejak tadi? Apakah dia takut dan-"
Saat itu, Joshua menarik pedangnya dengan cepat dan meletakkannya di depan leher dari Olson.
"Jika kamu mengatakan hal bodoh tentang Tuan Muda, aku benar-benar akan memotong lehermu sekarang, Olson," ucapnya mengancam.
Olson bingung dan takut. Joshua adalah salah satu rivalnya, dan dia tahu betul kekuatan dari Joshua. Tapi, saat ini, dia bahkan sama sekali tidak dapat melihat gerakan pedangnya.
__ADS_1
"Ti-tidak, aku tidak mungkin berani melakukan hal kurang ajar seperti itu, aku hanya sedikit penasaran saja," balas Olson mencoba menyangkal.
Joshua masih menatapnya dengan tatapan dengan niat membunuh. Ini adalah pertama kali Olson melihat Joshua dalam keadaan semarah ini.
"Tidak ada lain kali," ucap Joshua dan segera menurunkan Pedangnya.
Olson menghembuskan nafasnya lega. Tadi dia benar-benar merasa akan mati saat itu juga.
Saat itu, sebuah suara kekanakan memasuki telinga keduanya.
"Komandan Joshua, apakah evakuasi sudah selesai?"
Joshua dan Olson yang mendengar itu, segera berbalik dan memberikan salam hormat.
"Tuan Muda, tidak ada masalah, semuanya sudah selesai," jawab Joshua.
Ethan mengangguk dan kemudian dia menatap ke arah Olson.
"Jadi, siapa Pria Tua ini? Kenalan?" tanyanya kepada Joshua.
Sebelum Joshua memperkenalkan, Olson maju dan memperkenalkan dirinya sendiri.
"Senang bertemu dengan Anda, Tuan Muda. Saya Olson, Guild Master dari Adventure Guild, ini adalah pertama kalinya kita bertemu secara langsung," ucapnya dengan senyum sopan.
"Begitu, terima kasih atas laporan Guild yang cepat jadi kita bisa mengambil tindakan dengan cepat," balas Ethan datar.
Ethan sama sekali tidak peduli dengan hal itu dan dia menatap ke arah Joshua kembali.
"Kumpulkan para Ksatria, Stampede akan segera datang dalam 2 Jam dari sekarang. Oh, untuk tambahan, beritahu semua Ksatria, jika mereka melihat Humanoid aneh, segera lapor ke kamu atau aku, ini mutlak." Perintah Ethan.
Joshua mengangguk. "Saya mengerti, saya akan memberitahu ini kepada para Ksatria," jawabnya hormat.
Olson bingung, kata-kata Ethan jelas sekali sangat aneh.
"Ma-maaf Tuan Muda, tapi darimana Anda tahu jika Stampede akan terjadi dalam 2 jam lagi?" tanyanya penasaran.
Ya, seharusnya tidak mungkin Ethan untuk tahu kecuali, dia datang sendiri melihatnya.
Bukan Ethan yang menjawab, melainkan Joshua lah yang menjawab pertanyaan Olson Tua.
"Tuan Muda pergi ke Hutan Hitam memeriksa apakah laporan itu benar tadi, jadi wajar saja Tuan Muda tahu," jawab Joshua dengan datar tapi nada bangga bisa dirasakan.
Olson tidak bisa percaya dengan itu, matanya membelalak.
"Eh!? Apakah serius!?" tanyanya tanpa sengaja menaikkan suaranya.
Hutan Hitam adalah wilayah yang berbahaya bahkan bagi Olson yang memiliki kemampuan A Rank Adventure, tapi seorang anak berusia 8 tahun datang dan pergi ke sana? Akal sehatnya menolak untuk percaya.
Tapi, kata-kata Joshua selanjutnya semakin membuatnya terkejut.
__ADS_1
"Apa yang membuatmu begitu terkejut? Tuan Muda adalah yang mengatur ulang-" kata-kata Joshua terhenti ketika Ethan memotongnya.
"Jangan katakan hal-hal yang tidak perlu, Joshua. Kerjakan saja apa yang harus kamu kerjakan, apakah kamu mengerti?" ucap Ethan serius.
Joshua, Olson meluruskan punggung mereka saat itu. Ethan tiba-tiba saja mengeluarkan martabat yang sangat luar biasa, bahkan ada kemungkinan itu jauh lebih kuat daripada Lord yang sekarang.
Olson, tidak butuh kata-kata lanjutan dari Joshua untuk tahu apa yang coba disampaikan oleh Joshua, dia bisa menebaknya sendiri, dan hal itu merubah pandangannya terhadap Etha sekarang.
"Jika begitu, segera lakukan, aku juga harus mempersiapkan beberapa hal," ucap Ethan dan berbalik.
Selesai dengan apa yang ingin dikatakannya, Ethan segera pergi, tapi Olson mencoba untuk menghentikannya.
"Tunggu dulu Tuan Muda, para Adventure juga akan melaporkan jika hal seperti itu terjadi," ujar Olson, mencoba untuk terlihat baik.
Tapi, hal itu langsung di tolak mentah-mentah oleh Ethan.
"Tidak perlu, kalian bisa melakukan apa saja. Jika kamu mengatakannya, mereka hanya akan berpikir bahwa Humanoid ini adalah harta berharga yang memiliki bahan mahal, kan?"
Olson tidak membalas kata-kata Ethan. Karena itu adalah fakta yang sangat terkenal bahwa Adventure adalah orang bodoh yang tidak tahu rasa bahaya ketika melihat keuntungan.
"Saya mengerti, Tuan Muda," balasnya canggung.
Jadi, Ethan segera pergi meninggalkan Joshua dan Olson berdua kembali. Joshua juga segera beranjak dari tempatnya.
"Apakah kamu benar-benar akan langsung pergi?" tanya Olson.
Joshua menyipitkan matanya ke arah Olson kesal.
"Tentu saja, apakah kamu tuli? Mazoku akan datang dalam waktu dua jam lagi," ujarnya.
"Bukan seperti itu, hanya saja, apakah Tuan Muda benar-benar-" kejadian Dejavu terulang, ketika Pedang Joshua kali ini bahkan melukai leher Olson.
"Bukankah aku sudah mengatakan, jangan mengatakan hal-hal bodoh, Olson?" ucapnya dingin.
Olson benar-benar panik dan bingung. Panik karena kemarahan dari Joshua dan bingung kenapa Joshua benar-benar menghormati Tuan Muda itu.
"A-aku mengerti, jadi segera turunkan pedang ini," ucap Olson tergagap.
Joshua masih menatapnya dengan tatapan marah yang intens.
"Ini adalah peringatan terakhir, bahkan jika kita adalah teman lama dan kamu adalah Guild Master, aku tidak akan segan-segan untuk mengeksekusi mati kamu, karena menghina Tuan Muda," ujarnya dan Joshua menurunkan Pedangnya.
"A-aku mengerti," balas Olson.
Setelah itu, Joshua langsung pergi dari tempat tanpa mengatakan apa-apa lagi.
Olson yang ditinggalkan sendirian, menatap ke arah Joshua dengan mata penuh permusuhan dan niat membunuh sambil memegangi lehernya yang meneteskan darah.
"Cih, sangat sombong, sebentar lagi juga Kota ini akan hancur, lihat saja," gumamnya pelan.
__ADS_1