Glorious Chronicle

Glorious Chronicle
Bab 18 - Pesta Kemenangan


__ADS_3

Kota Mallorca mengadakan pesta kemenangan setelah berhasil menahan serangan dari para Monster Stampede. Kota benar-benar sangat ramai dan wajah berseri-seri, tawa bahagia bisa terdengar dari setiap sudut Kota.


Di bar-bar Kota, orang-orang yang berhasil bertahan hidup, membual tentang apa yang mereka lakukan di Medan Perang saat itu.


"Mwehehehe, lalu saat itu, aku ayunkan Pedang milikku, dan sat set sat set, musuh semuanya terpotong!"


"Bah! Jika bukan karena dukungan dari aku, seorang Archer jenius, kalian semua barisan depan sudah akan mati!"


Mendengar itu, Pendekar perang yang membual tadi menjadi marah dan segera mengambil kerah Archer.


"Apa katamu!? Seseorang yang hanya bersembunyi di belakang seperti Archer beraninya mengatakan hal seperti itu!" teriaknya.


"Apa!? Siapa yang bersembunyi! Kami melindungi kalian! Jika bukan karena usaha kami, tidak mungkin kemarin akan menang!"


Keduanya bertengkar, orang-orang di sekitar, yang melihat hal itu merasa muak dan segera memanggil penjaga.


Penjaga yang datang langsung segera menangkap keduanya. Penjaga itu masih mengenali kedua orang itu.


"Kalian! Lagi-lagi Membuat keributan! Dan Tuan Muda sudah membuat aturan bahwa jika minum, maka minumlah di belakang!" omel penjaga itu dan membawanya pergi.


Selain para pembual, topik pembicaraan yang tidak pernah layu setelah Stampede adalah Tuan Muda kedua mereka, Ethan.


Di setiap sudut Kota, selalu membicarakan tentang Ethan, terutama para gadis muda.


Contohnya adalah di bar Adventure Guild. Tiga orang Party yang hanya terdiri dari wanita berbicara tentang Ethan di meja mereka.


"Kyaaa! Kemarin, ketika aku hampir mati, Tuan Muda Ethan datang dan menolongku dengan gagah berani! Itu membuatku sangat senang dan malu!"


Rekan mejanya yang mendengarnya itu memandangnya dengan iri.


"Kamu benar-benar beruntung, aku justru hampir mati karena menolong seseorang yang ceroboh, untung saja tiba-tiba sebuah membunuh musuh," ucap wanita itu dengan mata mati.


Saat itu, ada seseorang yang bergabung dengan percakapan keduanya.


"Oh, aku juga mengalami hal yang sama. Dan saat itu, aku lihat bahwa Tuan Muda Ethan bergerak sambil terus menembak sihir ke segala arah membantu petualang dan Ksatria yang memerlukan pertolongan atau hampir mati," ucapnya dengan nada seperti seorang fanatik.


Tapi, kata-kata itu sangat tidak masuk akal terutama bagi para Mage. Beberapa Mage yang ada di sana masuk ke dalam percakapan.


"Itu tidak mungkin. Bahkan jika kamu bisa, akurasinya seharusnya akan sangat buruk dan bisa mengakibatkan friendly fire,"


"Dia benar, jadi aku rasa kamu hanya halu saja."


Para Mage membantah hal tersebut, tapi orang tersebut sama sekali tidak mundur.


"Tidak! Aku benar-benar melihatnya!" teriaknya kekeh dengan pendapatnya.

__ADS_1


Dan bukan hanya dia, orang lain juga ikut memberikan cerita yang sama yang mereka lihat.


"Ya, aku juga melihatnya. Aku berada di garis depan saat itu, jadi aku benar-benar melihatnya,"


"Um. Aku juga sama. Saat itu aku cedera dan tidak ada yang membantu, jadi Tuan Muda datang membantuku, dan ketika aku sedang digendongnya, dia tetap melawan Monster dengan pedang dan sihir,"


Saat itu, ruangan itu menjadi sunyi dan semua mata mengarah ke arah pembicara terakhir.


"Hey! Ada pengkhianat di sini! Tangkap dia!"


"Jangan biarkan gadis itu kabur!"


Gadis itu, yang berbicara tentang hal yang tidak seharusnya menjadi ketakutan dan lari.


"Maafkan aku! Aku benar-benar tidak tahu apa-apa!"


Hari itu, kejar-kejaran antara gadis itu dengan gadis satu kota di mulai dan membuat kehebohan di seluruh Kota.


Perayaan terus berlanjut, selain itu, hari itu adalah kelahiran Fans Ethan von Mallorca pertama kalinya. Jumlah anggota komunitas itu hampir setengah penduduk Kota. Tentu saja Ethan tidak tahu hal ini.


Eh? Apa yang terjadi dengan gadis itu? Semakin sedikit yang Anda tahu, semakin baik.


***


Sementara itu, tokoh utama kemenangan kemarin, Ethan, memiliki ekspresi wajah yang berbanding terbalik dengan suasana kota yang ceria. Wajahnya yang kunyu dan tidak bersemangat menyatu dengan meja.


Ethan membaca laporan dari Joshua, bahwa Guild Master dari Adventure Guild, Olson, adalah seorang pengkhianat, dan kemungkinan bahwa dialah yang membocorkan bahwa Lord dan Claire tidak ada di tempat. Selain itu, masuk akal laporan baru datang ketika Stampede sudah sangat dekat.


Di masa depan, tidak menutup kemungkinan bahwa Bangsawan atau bahkan sebuah Negara akan berkhianat ke pasukan musuh.


Memikirkan hal-hal itu membuat Ethan benar-benar kesal dan mulas.


"Serius, pahlawan, dimana kamu… ini semua harusnya kamu yang menyelesaikannya!" teriak Ethan frustasi.


Sebuah ketukan pintu terdengar ketika Ethan sedang sibuk mengeluh.


Knock Knock.


"Tuan Muda Ethan, ini saya," itu adalah suara Mia yang terdengar dari balik pintu.


Ethan yang mendengar itu, segera berhenti bertingkah dan segera memperbaiki postur dan ekspresi wajahnya.


"Masuk," jawab Ethan kembali ke nada datar.


Mia, segera masuk. Di tangannya, Mia membawa beberapa amplop yang berisikan dokumen atau surat.

__ADS_1


"Tuan Muda, ini adalah beberapa surat yang baru saja datang," ucap Mia.


Sementara Lord dan Claire pergi, Tian yang biasanya mengurus hal-hal seperti ini, juga ikut bersama dengan Lord dan Claire ke Ibukota Kerajaan. Karena itu, Mia sekarang mencoba menggantikan posisi Tian.


"Benarkah? Coba aku lihat," jawab Ethan.


Ethan membuka surat dengan sedikit rasa antisipasi. Alasannya? Tentu saja karena kejadian yang terakhir kalinya.


Tapi, kekhawatirannya lenyap ketika dia membaca isi surat. Isi surat itu mengatakan bahwa Guild akan memberikan kompensasi sebagai permintaan maaf terhadap apa yang Olson lakukan.


Senyum manis terpampang di wajahnya ketika melihat nominal yang diberikan.


"Jika mereka tidak memberikan setidaknya kompensasi sebanyak ini, aku sendiri yang akan datang meminta hal tersebut kepada mereka," gumamnya.


Mia, yang sempat terpesona sesaat melihat senyum Ethan, kembali tersadar dan menyerahkan hal lainnya.


"Dan Tuan Muda, ini adalah barang yang Anda minta," ucapan menyerahkan sebuah bingkisan.


Wajah Ethan semakin cerah ketika Mia mengatakan hal tersebut.


"Eh? Benarkah!?" tanyanya dengan penuh semangat.


Ethan segera mengambil bingkisan yang Mia bawa dan membuka isinya. Dan apa yang ada di dalamnya adalah Magic Stone dengan kekuatan sihir yang cukup banyak di dalamnya.


"Apa yang Anda akan lakukan dengan Magic Stone dari para Mazoku itu, Tuan Muda?" tanya Mia bingung.


Magic Stone ini adalah penyebab Olson dan yang lainnya berubah menjadi Iblis. Ethan mencoba untuk memeriksa Magic Stone, agar di masa depan dapat lebih mudah membedakan musuh dan kawan.


"Tentu saja untuk penelitian. Jika bukan aku, maka sudah pasti hal ini hanya akan pergi ke tempat yang sia-sia," jawab Ethan sedikit bersemangat lebih dari biasanya.


Mia masih tidak bisa mengerti, tapi Mia tetap memutuskan untuk tidak bertanya lebih jauh.


"Saya mengerti, jika begitu, saya permisi dulu, Tuan Muda," ucap Mia membungkuk hormat.


Ethan hanya balas mengangguk dan tidak mengatakan apa-apa lagi. Ethan fokus kepada Magic Stone tersebut dan bergumam pelan.


"," ketika dia bergumam, info benda muncul.


[Magi Stone.


Sebuah batu dengan Mana gelap yang sangat kuat. Jika ditelan, akan membuat makhluk hidup menjadi jahat.]


Ethan yang membaca itu hanya tersenyum pahit. Itu adalah hal yang sangat dasar dan informasi yang sudah diketahuinya bahkan tanpa harus menggunakan Skill .


"Yah, mungkin memang harus diteliti dengan benar… tapi aku rasa ini pasti akan cukup berguna," ucapnya dan segera menyimpannya di inventaris.

__ADS_1


Wajahnya yang tersenyum segera berubah ketika dia melihat kenyataan yang ada di hadapannya. Tumpukan dokumen yang menggunung, menunggu untuk segera diselesaikan.


"Hah… Aku ingin menjadi anak laki-laki normal…." gerutunya.


__ADS_2