Goodbye Rara

Goodbye Rara
Bab 1


__ADS_3

malam ini hujan sangat deras disertai petir dan langit yang gelap


" Sabar sayang kita akan segera sampai,, bersabarlah." Kata laki-laki itu kepada istrinya.


" Aku udh nggak tahan lagi mas,,, sakittt." Jawab wanita itu dengan suara sedih sambil menahannya sakit.


" Sabar ya,,, ini sebentar lagi kita sampai"


" Mang Udin, lebih cepat mang"


"Iya pak,,ini sebentar lagi sampai"


15 menit kemudian,, akhirnya mereka sampai di rumah sakit. Dengan cepat Dani membuka pintu mobil dan menggendong istrinya untuk masuk kedalam rumah sakit.


" Dokter,,, dokter,," panggil Dani panik sembil menggendong istrinya di dalam rumah sakit


dokter dan suster pun datang menghampiri mereka dan dengan segera Mambawa istrinya itu masuk kedalam ruangan bersalin.


Kini Dani hanya bisa menunggu sambil mondar-mandir di depan pintu ruangan itu. Sesekali sambil menggigit kukunya karena merasa cemas dengan keadaan istrinya di dalam.


Langkah seseorang menghampirinya dengan berlari kecil ke arahnya. Orng itu adalah ibunya.


"Bagaimana dengan keadaan istrimu nak?" Tanya ibunya


" Dia masih di ditangani dokter buk,,dan sampai skrng hanin masih di dalam sana" kata Dani sambil menunjuk ruangan dimana istrinya berada.


" Semoga dia tidak kenapa-kenapa"


Setalah menunggu selama 40 menit lamanya akhirnya dokter pun keluar dari ruangan itu.


Dan saat melihat dokter keluar dari ruangan, dengan cepat Dani menghampiri dokter itu dan langsung menanyakan bagaimana keadaan istrinya.


" Bagaimana dokter," tanyanya pada dokter


" Selamat pak anak anda perempuan,, tapi,,," kata dokter yg belum melanjutkan perkataannya.


" Tapi kenapa dok,, bagaimana dengan Hanin,, apakah dia baik-baik saja." Tanya Dani


" Bagaimana dengan keadaan menantu sya dok,?" Tanya buk Maria ibu dari Dani


" Maaf kami sudah berusaha sebisa mungkin"


" Apaa dok?? Bagaimana dengan kondisi Hanin sekarang,, dia baik-baik aja kan" tanya Dani lagi kepada dokter


" Maaf pak,, anda harus sabar , istrinya anda sudah tidak ada, kami sudah berusaha sebisa mungkin, tapi takdir berkata lain," jawab dokter itu


Seketika tubuhnya terasa lemas saat mendengarkan perkataan dari dokter itu.


Matanya sudah berkaca-kaca.


gak, gak mungkin Hanin meninggal, enggak mungkin. batinnya


" Dokter pasti' bohong kan, Hanin pasti baik² aja, dokter pasti' bohong"


" Bapak yang sabar, ini semuanya sudah kehendak Tuhan pak" jawab dokter itu kepada Dani


" Yang sabar nak,, ini semau sudah takdir, kuatkanlah hatimu" kata ibu Maria sambil memegang bahu anaknya itu.


Dan dengan cepat dia berlari masuk kedalam ruangan dimana istrinya berada.


Terlihat tubuh seorang wanita yg sudah di tutupi kain putih.


Dani pun berjalan mendekati istrinya itu dengan langkah yg lemas. Dia tak menyangka istrinya akan meninggalkannya secepatnya ini. Tapi siapa yang tau kapan ajal akan menjemput kita bukan?


" Hanin" lirihnya


Dan saat sudah berada di samping istrinya, Dani pun membuka kain yang menutupi seluruh tubuh istrinya yang sudah tidak bernyawa lagi.


Perlahan tapi pasti, kini Dani sudah tidak bisa membendung tangisannya.


Dia langsung memeluk tubuh istrinya.


" Hanin bangun Hanin,,jangan tinggalkan aku begitu saja ,, ayo Hanin bangun" tangis Dani sambil memeluk tubuh istrinya


Sementara ibunya hanya bisa melihat dengan sedih kepada anaknya sambil mengusap punggung anaknya itu.


"Kamu harus sabar nak, ini sudah kehendak Tuhan" kata ibu Maria

__ADS_1


"Nggk bisa Bu,, Hanin nggk bisa ninggalin aku"


"Hanin ayo sayang buka mata kamu,, bagaimana bisa kamu ninggalin aku,, siapa yang akan merawat anak-anak kita,, aku juga butuh kamu dan anak-anak juga,, ayo sayang buka mata kamu"


Kata nya sambil memegang kedua pipi istrinya


"HAAANIN"


*


*


*


17 tahun kemudian


" Selamat pagi ayah" sapa Andin salah satu anak dari Dani


" Pagi juga sayang" jawabannya sambil mencium kening anak pertamanya itu


" Dimana Rendy, kenapa belum turun juga?" tanyanya pada Andin


Belum sempat Andin menjawab pertanyaan ayahnya, yang di cari pun sudah dulu menjawab pertanyaan dari ayahnya itu sambil menuruni anak tangga.


" Pagi ayah, " sapa Rendy yang baru saja datang dan bergabung di meja makan dengan ayah dan kakaknya itu.


" Sudah ayo cepat kalian sarapan, nanti kalian telat." Suruh ayahnya


Langkah kaki seseorang menuruni anak tangga. langkahnya Kini menuju ke meja makan. dan kini orang itu sudah berada di meja makan.


" Pagi semuanya" sapa gadis itu dengan riang


" Pagi ayah" sapa gadis cantik itu kepada ayahnya


Tapi yang di sapa hanya diam sambil memotong roti yang ada di dalam piring makanya.


Tidak ada jawaban darinya.


" Pagi sayang, sudah ayo duduk dan makana lah sarapanmu." jawab Andin pada adiknya itu


" Ayah berangkat ke kantor dulu" kata Dani sambil beranjak dari tempat duduknya


Rara yang hendak sarapan melihat ayahnya akan segera pergi ke kantor, dia segera berlari menyusul ayahnya sambil memanggil ayahnya. dia terus memanggil ayahnya tapi dihiraukan olehnya.


" Ayah tunggu"


Kini ayahnya sudah berada di depan pintu mobil, yang hendak masuk ke dalam mobil, tapi karena ada yang memegang tangannya dia pun berhenti.


" Ayah Rara mau bicara sama ayah" katanya yang masih memegang tangan ayahnya.


" Ayah sudah terlambat, dan hari ini ayah ada meeting dengan klien." Katanya sambil menghempaskan tangannya yang di pegang oleh Rara


" Tapi Rara cuman mau bilang, kalau Rara besok ada rapat di sekolah, dan..." Belum sempat Rara melanjutkan perkataannya, tapi sudah dipotong oleh perkataan ayahnya.


" Ayah tidak bisa pergi" jawabannya yang kini sudah masuk kedalam mobil.


Rara hanya bisa menatap mobil ayahnya keluar dari pekarangan rumahnya.


Hatinya sedih saat mendengar kalimat itu dari mulut ayah. Kini matanya sudah berkaca-kaca, tak terasa buliran air keluar dari matanya. Sadar akan hal itu dengan cepat Rara menyeka air matanya.


Ini bukan pertama kali ayahnya menolak untuk menghadiri acara rapat maupun acar penting yang jika siswa disuruh membawa orang tua mereka.


Rara pun kembali masuk kedalam rumah dan melanjutkan sarapan paginya.


" Kakak berangkat dulu yah,, hari ini kakak ada kelas pagi. Rara bareng kak Rendy ya, soalnya kak Andin harus berangkat skrng"


" Iya kak" jawab Rara


Andin pun berdiri dari duduknya dan mendekati adik perempuannya itu, andin mendaratkan ciuman dipuncuk kepala adiknya itu.


Lalu mengusap kepala Rara dengan halus.


" Belajar yang rajin." Katanya


" Hmm" jawabannya sambil tersenyum kearah kakaknya itu.


" Rendy nggk dicium juga nih" kata Rendy yang ingin di cium juga oleh kakaknya itu.

__ADS_1


" Enggak ah malesss, weeeekk" ledek Andin kepada Rendy sambil mengeluarkan lidahnya. Dan dia pun pergi meninggalkan Meraka.


*


*


*


" Kamu udh selesai Ra?" Tanya Rendy pada Rara


" Udah kok kak"


" Ya udh ayo jalan, ntar telat masuk sekolahnya."


" Oke udh siap,, ayo" katanya sambil memakai ranselnya.


Kini Rara sudah sampai didepan gerbang sekolahnya. Rara pun segera turun dari motor kakaknya itu, kemudian melepaskan helm yang iya pakai.


" Nanti Rara pulang jam berapa, biar kakak jemput" tanya Rendy pada Rara


" Hemm nggk usah dek kak,,, nanti Rara pulangnya naik taksi aja, sekalian Rara mau mampir ke rumah Oma" jawabannya sambil menyodorkan helm yang baru saja ia lepas.


" Hmm, ya sudah kakak berangkat sekolah dulu, kamu yang rajin sekolahnya biar dapat nilai bagus lagi." Katanya pada Rara sambil tersenyum dan mengusap kepala adiknya itu.


" Siap bos" kata Rara sambil memberi hormat pada Rendy.


Rande hanya bisa tersenyum dengan tingkah laku adiknya itu.


Rendy pun pergi, kini Rara berjalan masuk kedalam sekolahnya. Dia melihat pak Selamet sedang berdiri didekat gerbang sekolah. Rara pun menghampiri pak Selamet dan menyapa dirinya.


" Pagi pak Selamet" sapanya pada pak Selamet


" Eh nak Rara, pagi" jawabannya


" Pak Selamet udh sarapan belum?" Tanyanya


" Belum sempat Ra, tadi bapak buru-buru, jadi nggk sempat sarapan deh" jawaban sambil tertawa kecil kepada Rara


Rara pun membuka tasnya dan mengeluarkan bekal untuk diberikan pada pak Selamet.


" Nih Rara bawa sarapan buat pak Selamet" katanya sambil menyodorkan bekal yang ada di tangannya kepada pak Selamet


" Aduh Ra, gk usah. Nanti bapak beli aja di kantin sekolah." Tolak pak Selamet


" Udh ambil aja, kan bapak belum sarapan. Udah yah Rara masuk kelas dulu, jangan lupa itu makanya" katanya sambil menunjuk bekal yang ia kasih ke pak Selamet.


" Terimakasih yah Ra. Nanti bapak makan" ucap pak Selamet


" Iya sama-sama, Rara masuk kelas dulu yah "


Pak Selamet pun hanya menjawab dengan anggukan kepala. Ini bukan pertama kalinya Rara memberikan bekal sarapan pagi untuk pak Selamet. Rara sudah terbiasa memberik bekal kepadanya.


" Kamu baik Ra, bapak salut sama kamu" kata pak Selamet sambil melihat Rara yang sedah berjalan menuju kelasnya.


Dan tiba-tiba datang seorang siswa yang mengagetkan pak Selamet


" Hayoo,,, lagi liat apaa" katanya sambil Mengagetkan pak Selamet


" Astaghfirullah,,, kamu Dit bikin saya kaget aja,? Katanya sambil mengelus dadanya.


" Lagian bapak pagi-pagi udh ngelamun aja,, awas loh nanti kesambet"


" Huss,, kamu ini, bapak nggk lagi ngelamun, bapak lagi liat Rara" katanya


" Emang kenapa sama Rara?" Tanya pada pak selamat.


" Ini bapak habis dikasih bekal sama Rara" kata pak Selamet sambil memperlihatkan bekal yang diberikan oleh Rara tadi.


" Ya udh deh,, Adit nyusul Rara dulu,, bay-bay pak Selamet." Katanya sambil meninggalkan pak Selamet.


Adit pun Langsung menyusul Rara.


Adit adalah teman sekelas Rara. Adit juga sahabat baik Rara, tapi lain halnya dengan Adit, Adit menyukai Rara semenjak dia pertama kali Melihat Rara di tokoh kue.


Saat itu Rara sedang membeli kue ulang tahun disalah satu tokoh kue. Dan bersamaan dengan Adit yang ingin membeli kue juga.saat memasuki tokoh itu ,langkah Adit terhenti ketika dia melihat wanita berambut panjang tengah tersenyum ramah kepada kasir tokoh itu seraya membayar kue yang telah ia beli. Mata Adit terpana melihat senyum itu terpancar dari wajah. Mata Adit tidak berhenti memandang wanita itu sampai-sampai wanita itu melewatinya yang hendak keluar dari tokoh.


Dan saat berpapasan dengan dirinya, perempuan itu pun melempar senyum ramah kepada dirinya sambil membungkukkan kepalanya sedikit. Dan dengan cepat Adit membalas nya dengan membungkukkan kepalanya juga sambil tersenyum kepada wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2