
Semua siswa yang tidak mengerjakan tugas pun mulai panik.
Sementara siswa-siswi yang mengerjakan tugas pun mulai mengantarkan buku tugas mereka ke atas meja guru yang ada di kelas itu.
Hanya ada 15 orang yang mengumpul dan mengerjakan tugasnya. Adit , Rara, dan Lili pun termasuk siswa yang mengerjakan tugas.
" Yang tidak mengerjakan tugas ikut saya ke luar,, SE-KA-RA-NG" ucap pak Ridho dengan teg Semua siswa yang tidak mengerjakan tugas pun keluar menuju lapangan sekolah untuk siapa menerima hukuman.
Ada 20 siswa yang tidak mengerjakan tugas. Ada yang perempuan dan ada yang laki-laki. Semuanya pun menuju ke lapangan,,terik matahari yang sudah mulai tinggi dan hawanya yang panas membuatnya siswa ini meresa kesal.
Kenapa nggk mendung aja sih? Guman Haikal teman Adit. Ya,,, Haikal adalah salah satu siswa yang jarang sekali mengejar tugas,, baginya tugas ini membuat dirinya tersiksa, pasalnya dia tidak pernah paham dengan apa yang guru nya sampaikan.
"Semuanya buat dua barisan" ucap pak Ridho dengan tegas.
Dan semuanya pun berbaris sesuai dengan perintah pak Ridho.
" Kalian,, sudah berapa kali tidak mengerjakan tugas yang saya berikan" kata pak Ridho yang berjalan kesana-kemari dengan kedua tangannya yang berada tepat di belakang bokong nya.
" Kamu,,sudah berapa kali tidak mengerjakan tugas yang saya berikan" ucap pak Ridho dengan cepat menunjuk kearah Adi salah satu siswa dari kelas itu.
" 3 kali pak" jawab Adi dengan kepala yang menunduk.
Pak Ridho terus berjalan mengelilingi barisan dan mengecek salah satu siswa.
"Kamu,, kenapa tidak mengerjakan tugas yang saya berikan" tunjuk pak Ridho yang sudah berada di depan Haikal.
" Emmm,, anu,,itu pak,," jawab Haikal dengan gugup dan terbata-bata.
" Kalian ini mau jadi apa,, tugas tidak kalian kerjakan. Mau jadi gelandangan kalian? " Ucap pak Ridho dengan nada yang sedikit tinggi.
Dan anak-anak pun hanya menundukkan kepalanya.
" Tetap berdiri di sini sampai jam pelajaran saya selesai," kata pak Ridho yang berjalan meninggalkan mereka.
Semua siswa yang dihukum pun harus mematuhi perintah dari guru mereka. Mau tidak mau mereka harus melakukan nya.
Pak Ridho pun kini sudah berada di dalam kelas dan memulai pelajaran yang sempat ia tinggal.
" Baiklah mari kita bahas materi yang kemarin,," kata pak Ridho
Semua siswa yang berjumlah 15 orang itupun mematuhi perintah dari guru mereka.
Setelah 2 jam menerima pelajaran matematika, bel pun berbunyi pertanda bahwa pelajaran harus berakhir.
Guru-guru pun mulai keluar, dan para siswa-siswi pun mulai berhamburan keluar dari kelas mereka masing-masing, ada yang pergi ke kantin, ada juga yang pergi perpustakaan dan ke lapangan basket.
__ADS_1
*
*
*
*
*
" Duhh,, bisa mati gw kalau dihukum lagi sama pak Ridho,," kata Haikal yang kini sudah duduk di dekat Adit dan di seberangnya ada Rara dan Lili.
"Makanya tugas tuh dikerjakan" ucap Lili sambil mengunyah makanan.
Sementara Adit dan Rara hanya mendengarkan saja sesekali tertawa mendengar percakapan Haikal dan Lili.
Kini mereka sedang berada di kantin, mengisi kekosongan perut mereka setelah menerima hukuman dan pelajar dari guru killer.
Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya mereka selesai makan.
" Cabut yuk,,udah kenyang gw" ajak Haikal yang langsung berdiri dan menepuk-nepuk perutnya akibat kekenyangan.
Setelah membayar makanan,, mereka pun pergi dari kantin. Mereka berjalan kearah kursi-kursi taman yang di sediakan oleh sekolah tepat di bawah pohon yang sejuk. Ada beberapa kursi panjang yang memeng disediakan oleh sekolah untuk melepas penat jika anak-anak kecapean dan juga untuk mereka bersantai setelah bel istirahat berbunyi.
Mereka berjalan dengan posisi Adit disamping Rara dan Haikal di samping Lili. Mereka pun sampai dan duduk di sana. Adit memilih duduk dengan Haikal di bangku lain dan Rara duduk dengan Lili, sudah pasti posisi kursi mereka berhadapan.
Bukan hanya mereka saja yang duduk di. Sana, ada juga anak-anak lain yang melepas penat mereka dengan duduk di disana.
Tak terasa bel berbunyi pertanda bahwa pelajaran kedua akan segera dimulai pun tiba.
Para siswa-siswi yang berada di luar kelas pun mulai masuk ke kelas mereka masing-masing untuk lajut menerima pelajaran kedua.
Di jam pelajaran kedua ini ibu Ningsih guru sejarah akan masuk mengajar di kelas Rara. Ibu Ningsih ini juga adalah wali kelas mereka.
Mereka pun menerima pelajaran kedua mereka. Guru pun menjelaskan materi di depan papan, dan siswa pun menyimaknya dengan saksama. Saat Rara yang sedang fokus menatap kearah guru yang sedang menjelaskan materi di depan, Adit yang melihatnya terlalu serius pun tersenyum melihat wajah Rara. Mau bagaimana pun wajahnya tetap saja cantik. Rara memang di sukai banyak siswa-siswa di sekolahnya, dan banyak juga siswi-siswi yang mengagumi sosok Rara ini.
Terlahir dari keluarga yang terpandang, kaya raya, dan terlebih lagi pintar membuat dirinya sangat di Kagumi oleh siswa-siswa lain. Para guru pun mengakui bahwa Rara sangatlah berprestasi.
Dari sekian banyak siswa Yang ada di sekolahnya ia adalah salah satu siswa yang berprestasi di sekolah itu. Banyak sudah piala, piagam , dan medali yang ia dapatkan karna kecerdasaan nya. baik dari olimpiade, dan dari juara kelas.
Dia selalu terpilih jika sekolah mengadakan olimpiade antar sekolah dan ia selalu memenangkan nya. Itulah yang membuat kepala sekolah , guru-guru, dan teman-teman sangat bangga dan kagum kepadanya.
Meskipun terlahir dari keluarga terpandang dan kaya raya, ia tetap ramah dan baik kepada semua orang. Dia tidak menjadikan kekayaan yang dimilikinya menjadi alasannya untuk semena-mena dan berkuasa.
Tak terasa waktu pelajaran pun hampir selesai. Bu Ningsih pun melihat jam tangannya yang sudah menandakan jam 12:15, tinggal 15 menit lagi pelajaran nya akan segera selesai.
__ADS_1
" Ibu akan memberikan kalain tugas kelompok,, Minggu depan tugas ini harus sudah selesai,,jika ada kelompok yang tidak mengerjakan nya maka siap-siap untuk menerima hukuman" kata Bu Ningsih.
Semua siswa pun hanya mendengar dan menyimak ucapan Bu Ningsih.
" Baiklah akan ibu tentukan kelompok kalian."
" Kelompok pertama, Elsa, Safira, Gerry, Adel, Rio dan Fery"
" Kelompok kedua, Rara, Lili, Haikal, Nurul, Aditya, dan Fahmi."
Huuftt Untung gw satu kelompok sama mereka,, batin Haikal
Dan Bu Ningsih pun menyebutkan nama-nama kelompok lain. Ada 30 siswa dan itu dibagi menjadi 6 kelompok. Setelah kelompok selesai dibagikan, Bu Ningsih pun pamit Karan pelajarannya sudah selesai.
" Baiklah anak-anak, kelompok sudah ibu bagikan, dan ingat Minggu depan tugas ini harus sudah selesai." Ucap Bu Ningsih seraya mengemasi buku-bukunya.
" Untuk pelajaran hari ini, kita akhiri dulu, Minggu depan akan kita lanjutkan dengan tugas yang saya berikan." Ucapnya lagi yang kini sudah berdiri memegang buku ditangannya.
Ia pun keluar dari kelas, dan si susul oleh siswa-siswa yang sudah tidak sabar menghirup udara kebebasan setelah 2 jam menerima pelajaran.
" Ra,, lo mau ikut ke kantin gak" ajak Lili yang sudah berdiri dekat dengan bangku rara dengan Jihan yang ada di sampingnya.
Jihan memang tidak terlalu dekat dengan mereka, tapi mereka sering sesekali bermain dan ke kanntin bersama-sama.
" Duluan aja, ntar aku nyusul, aku juga mau pergi ke perpustakaan bentar" jawab Rara sambil meletakkan buku kedalam tasnya.
" Ya udh deh,, aku ke kantin dulu ya sama Jihan" pamit lili, lalu Rara Hanya mengangguk mengerti. Lili pun pergi ke kantin bersama Jihan. Sementara Rara ia pun berdiri dan berjalan keluar kelas untuk menuju perpustakaan.
Saat hendak keluar dari kelas, Rara mendengar Adit memanggilnya dan ia pun berhenti tepat di depan pintu kelasnya, ia pun menoleh ke arah belakang. Adit juga saat itu masih ada didalam kelas , ia juga baru saja merapikan buku-buku nya kedalam tasnya.
" Mau kemana?" Tanya Adit yang sudah berada di depan Rara.
" Mau ke planet mars" jawab Rara yang langsung berjalan meninggalkan Adit.
Adit yang melihat Rara berjalan mendahului dirinya pun menyusui nya.
" Yee,, di tanya malah di ajak becanda" ucap Adit yang kini sudah berjalan beriringan dengan Rara.
"Mau ke perpustakaan bentar,, emang kenapa?"
" Gapapa, kirain mau ke kantin hehehe" jawab Adit cengengesan.
" Susul Lili sama Jihan aja, mereka juga ada di kantin, Haikal juga kayaknya" ucap Rara
"Bareng kamu aja deh" jawab Adit
__ADS_1
"terserah" jawab Rara acuh