
Rara hanya tersenyum melihat Adit yang sedang berlari kesana-kemari sambil memainkan bola basket.
Setelah beberapa menit kemudian latihan basket pun selesai.
Kini Adit sudah selesai berlatih.
" Waah,, Dit Lo hebat." Kata teman satu timnya.
" Gw yakin kita bakalan menang ngelawan tim dari sekolah-sekolah lain ini mah, iya gak?" Kata salah tau temannya lagi.
" Iya benar tuh,, bentar lagi bakal ada pertandingan basket antar sekolah"
Sementara Adit, dia hanya mendengar perkataan dari temannya sambil mengelap keringatnya dengan handuk kecil.
" Kalau kita semua bekerja sama satu tim , gue yakin kita bakalan menang" jawabannya sambil meletakan tangannya di atas bahu temannya.
" Eh Dit, tuh lihat cewek-cewek pada ngeliatin Lo" kata salah satu teman timnya
" Eeh si Rara juga ada tuh,,"
" Mana,, beneran ada Rara." Kata temannya.
" Iya,, tuh liat" kata teman sambil menunjuk kearah Rara sekarang.
Sementara Adit, dia pun melihat kearah kemana temannya menunjukkan keberadaan Rara sekarang.
Saat pandangannya melihat ke arah Rara dia langsung tersenyum.
Dia pun pamit ke teman-temannya untuk pergi.
" Bro,, gw cabut dulu" katanya sambil menepuk bahu temannya dan berjalan pergi meninggalkan temannya.
Teman-temannya pun mengiyakan saja perkataan, dan sibuk dengan percakapan meraka lagi tentang pertandingan basket yang akan Segera datang.
" Ra,, aku ke toilet bentar yah,, udh kebelet ini" kata Lili yang sudah tidak tahan lagi ingin Buang air kecil.
" Ya udah , tapi Jangan lama-lama ya" jawabannya
" Iya-iya,, bentar doang kok" kita Lili lagi yang kini sudah berlari ke toilet.
Kini Adit sedang berjalan kearah Rara. Rara hanya berdiri diam dengan pandangan tak lapas dari Adit yang berjalan kearahnya, sementara Adit , pandangannya juga tidak lepas dari Rara.
Para ciwi-ciwi yang melihat Adit berjalan berlompat ringan kegirangan. Mereka pikir Adit akan berjalan kearah mereka.
Karena posisi Rara sekarang berdekatan dengan para ciwi-ciwi itu.
Melihat Adit tidak menghampiri mereka, pandangan mereka pun menuju kearah kemana Adit berjalan.
Kini Adit sudah berada tepat di hadapan Rara. Dannnnn?
Ciwi-ciwi pun kaget, karna setahu mereka Rara tidak pernah dekat dengan laki-laki manapun di sekolah.
Mereka tidak tau kalau Adit itu adalah temannya.
" Buat gue?" Tanya Adit
Rara pun bingung dengan maksud Adit yang tiba-tiba bertanya kepadanya.
" Hahh? Apaan?" Tanyanya yang bingung.
__ADS_1
'' itu,,, buat gue?" Tanya Adit seraya menunjuk apa yang dia maksud.
Rara pun melihat kearah tunjukan Adit.
Dan dia melihat minuman yang ia pegang sekarang. Menuman itu sempat mereka beli di kantin tadi.
" Oh ini,,, ini tadi,,," belum sempat Rara melanjutkan perkataannya Adit sudah merampas minuman yang Rara pegang dan langsung meminumnya.
Sementara Rara, dia hanya diam karena kaget dengan tiba-tiba Adit menyambar tangannya dan mengambil minuman itu.
" Makasih" kata adit sambil mengelap mulutnya bekas minumannya.
" Huuuhh,,, dasar udh di minum baru bilang terimakasih" Jawaban Rara.
Sementara ciwi-ciwi tadi hanya melongo melihat mereka berdua yang sedang berbicara. Pasalnya mereka belum melihat Rara seakrab ini dengan laki-laki, apa lagi dengan Adit.
Mereka pun pergi meninggalkan lapangan basket dengan tampang kecewa.
" Ekhemm,, ada apa ini" kata Lili yang baru saja dari toilet dan menghampiri mereka .
" Ra ke kelas yuk,,, bentar lagi masuk" ajak Lili.
" Ya udah ayo" jawab Rara
" Dit kita ke kelas duluan yah" pamit Rara kepada Adit.
"Hmm,,, kalain duluan aja, ntar gue nyusul" jawab Adit.
Rara dan Lili pun pergi ke kelas mereka Karna pelajaran ke dua akan segera dimulai.
Sementara Adit , dia pun pergi ke ruang ganti khusus yang di siapkan untuk anak basket. Dia pun mengganti pakaiannya dengan pakaian sekolah dan segera pergi ke kelasnya.
Semua siswa pun keluar dari gerbang sekolah dan mereka mulai pulang ke arah rumah mereka masing².
Kini Rara berjalan beriringan dengan Lili menuju gerbang sekolah. Sesampainya di depan gerbang jemputan lili sudah ada di sana.
Lili pun pamit ke Rara untuk pulang karena jemputan sudah datang.
" Ra aku pulang dulu yah,,, ayah udh jemput" pamit Lili
" Hmm iya,, hati-hati ya." Jawab Rara dengan tersenyum ke arah Lili.
" Kamu pulang sama siapa,,, mang udin belum datang jemput kamu?" Tanya Lili lagi yang celingak-celinguk mencari jemputan Rara.
" Enggak,,, kamu pulang aja,, gapapa aku naik taksi" jawabannya lagi.
" Loh kok naik taksi,?" Tanya Lili lagi
" Iya,, soalnya aku sekalian mau pergi ke rumah Oma" jawaban Rara sambil tersenyum lagi.
" Oh ya udh deh,, aku pergi dulu yah bayy" pamit Lili sambil melambaikan tangannya.
Rara Hanya membalasnya dengan senyuman dan lambaian tangan.
Sementara Adit, dia baru saja keluar dari gerbang sekolah dengan motor sportnya. Dia berhenti sejenak dan melihat Rara yang sedang menunggu jemputanya.
Dia pun membuka penutup helm nya.
" Loh Ra,, belum pulang juga.? Tanya Adit yang berbeda diatas motornya yang masih menyala.
__ADS_1
" iya lagi nunggu taxi datang nih" jawabannya
" Ya udah bareng aku aja,, ayo" ajak Adit.
"Nggk usah deh Dit,, aku nunggu taksi aja bentar lagi datang kok." Jawab Rara lagi
Adit hanya melihat Rara yang menunggu taksi itu datang. Dia pun mematikan motornya dan memarkir motornya di situ. Dia melepas helm nya dan turun dari motornya. Dia berjalan ke arah Rara yang tidak jauh darinya dan berdiri disampingnya.
Rara yang melihat Adit sedang berdiri di sampingnya itu pun merasa aneh dan bertanya kepadanya.
" Loh kok nggk pulang?" Tanya Rara bingung.
" Aku bakalan pulang kalau kamu udh naik taksi dengan aman" jawab Adit.
" Udah gapapa,, kamu pulang aja, bentar lagi taksi nya datang kok" jawab Rara yang menyuruh Adit pulang.
" Nggk" jawab Adit dengan cuek sambil melihat jalan yang ramai dengan kendaraan berlalu lalang.
Rara yang melihat Adit tidak mau pulang pun merasa jengkel dengannya
" kamu...." Belum sempat Rara melanjutkan perkataannya Adit sudah memotong perkataannya dengan meletakkan jari telunjuk miliknya di mulut Rara yang sedari tadi tak henti-henti menyuruhnya pulang.
Pandangan mereka beradu dan saling menatap. Rara hanya berdiri diam membisu karna refleks. sementara Adit, laki-laki itu memandang lekat wajah Rara dengan jari telunjuknya yang masih menempel di bibir Rara.
" Udah diem,, oke" perintah Adit kepadanya dan menarik jari telunjuknya yang menempel di bibir Rara dan kembali menatap jalanan.
Rara hanya diam tidak bergeming. Dia baru saja mendapatkan perlakukan yang belum pernah iya bayangkan dan rasakan sebelumnya. Dan ini pertama kalinya ada seorang laki-laki yang berani memegang bibirnya meskipun Hanya dengan jari telunjuk, hal itu membuat Rara kaget. Meskipun dia memiliki kakak laki-laki tapi dia tidak pernah mendapatkan perlakukan seperti ini dari laki-laki lain.
Dia pun hanya bisa menurut dengan perkataan Adit. Dan tak berselang lama taksi yang iya pesan pun datang.
Supir taksi itu keluar dari kendaraannya dan melihat ada seorang anak perempuan dengan anak laki-laki yang memakai seragam sekolah itu, dia pun menghampiri mereka berdua.
" Maaf dengan nona Rara Aprilia?" Tanya supir taksi yang usianya itu sekitar 50 tahun itu tapi masih terlihat sehat.
" Iya saya" jawabannya
" Aduh maaf yah non,, tadi jalanan macwt, saya agak sedikit terlambat" jawabannya sambil tertawa cengengesan dan menggaruk tengkuknya.
" iya gapapa pak,," jawab Rara
" Taksi nya udah nyampe, sekarang kamu pulang gih" suruh Rara pada Adit
" Iya-iya,, pak hati-hati yah jangan sampe pacar saya kenapa-kenapa " kata Adit yang berbicara dengan supir taksi itu
Rara yang mendengar perkataan Adit itu pun langsung kaget dan melototi Adit dengan matanya.
" Oke siap" jawab supir taksi itu dengan tersenyum
" Udah ah pak,, enggak usah didengerin, kita berangkat sekarang" perintah Rara yang kini sudah berjalan ke arah mobil taksi yang ia pesan tadi.
Dan supir taksi itupun mengikuti langkah Rara. Kini Rara sudah berada di dalam taksi, dan taksi itu pun segera pergi kearah tujuannya.
" Kejalan mana non" tanya taksi itu yang belum menjalankan kendaraan.
" Ke jalan xxx pak" jawabannya
Dan supir taksi itu hanya mengangguk
Adit yang melihat Rara yang kesal dengan sikapnya itu pun hanya tersenyum melihat tingkahnya. Setelah memastikan Rara sudah pergi, dia pun juga kembali ke motornya yang sempat terparkir di depan gerbang sekolah dan segera pulang.
__ADS_1