Goodbye Rara

Goodbye Rara
Bab 19


__ADS_3

Rendy dan kedua sahabatnya itu sedang menikmati makanan mereka yang sudah mereka pesan.


Aldi pun berbicara, tapi sebelum itu iya menyesap minumannya dahulu.


"Lagian lu Ren kasian anak orang."


"Bener banget tuh. Untungnya jantung gue nggak copot, sangking kagetnya"


Ucap Dero.


"Gua nggak bermaksud buat ngerjain dia tadi. Gue sebenernya cuman becanda Doang. Eh tau-taunya bakalan marah kayak tadi."


"Lagian lu bercandanya nggak kenal tempat sama waktu, Iya nggak al"


"Hemm, Bener kata si Dero. Lu bercandanya ga kenal tempat sama waktu"


Ada rasa bersalah di hati Rendy atas sikpanya terhadap Mayra tadi. Dia tidak bermaksud membuat Mayra kesal dan marah seperti tadi.


Dia pun berniat menunggu mayra pulang malam ini dan meminta maaf atas sikapnya tadi.


Mereka langsung menyantap makanan mereka.


Beberapa menit kemudian Rendy dan teman-temannya pun sudah selesai makan. Dan mereka segera keluar dari cafe itu.


"Cabut yuk. Dah malam ini, ntar singa' betina dirumah gue marah" ucap Dero.


" Ya udah yok cabut".


Ketiganya langsung keluar dari cafe itu.


Kini ketiganya sudah berada di mana tempat motor mereka berada. Aldi dan Dero sudah lebih dulu menaiki motor mereka dan sudah menyalakannya.


"Gue cabut dulu ya rend"


"Babang Dero juga pamit dulu ya. Ingat jangan rindu sama gue ya rend, jangan sampai lu mimpi'in gua juga nanti, oke"


"Idiih amit-amit deh kalau gua mimpi'in lu"


Aldi dan Dero langsung ketawa melihat ekspresi rendy dengan ucapan Dero tadi.

__ADS_1


"Ya udah gue cabut dulu"


"Yoo, hati-hati"


Kedua sahabatnya sudah pergi pulang kerumahnya masing-masing, tinggal dirinya sendiri di sini.


Dia berniat menunggu Mayra dan ingin meminta maaf kepada dirinya. Karna sudah membuat Mayra marah seperti tadi. Dia menunggu Sambil menyenderkan dirinya pada motornya dan melihat kearah pintu masuk cafe itu, memastikan kalau Mayra sudah keluar dari cafe itu.


Rendy melihat banyak pengunjung yang berdatangan dan ada juga pengunjung yang sudah keluar dari sana, tapi dia belum melihat Mayra.


Merasa bosan, dirinya pun mengambil HP-nya dan mulai memainkannya.


Sedangkan Mayra kini sedang mengganti pakaian kerja dengan pakaian biasa, karna jam kerja sudah selesai. Kenapa?


Karna pemilik cafe ini tau kalau Mayra adalah seorang pelajar.


Sedikit cerita tentang Mayra.


Ayah dulu bekerja sebagai supir taxi. Tapi karena faktor usia yang sudah tua dan sering sakit-sakitan membuat dirinya berhenti. Sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga biasa. Terkadang jika ada tetangga yang membutuhkan jasanya untuk membersihkan rumah dan menyeterika, dia tidak menolak. Meskipun upahnya tidak seberapa, tapi itu cukup untuk membeli makanan dalam satu Minggu.


Jika dia punya tabungan lebih, biasanya dia akan membuat goreng dan akan menaruhnya di kios-kios tetangga. Hasilnya lumayan.


Saat itu dirinya melewati salah satu cafe, yang dimana membuka lowongan pekerjaan, tapi dengan syarat tamatan SMA dan sudah memiliki ijazah SMA tentunya. Saat itu ia berfikir, bagaimana bisa dia memenuhinya syarat itu, sedangkan dia masih duduk di bangku SMA. Tapi dia tetap berusaha, barang kali dia bisa masuk kerja.


Saat melamar pekerjaan saat itu awalnya Andri selaku pemilik cafe itu menolak lamaran kerja Mayra karena belum memenuhi syarat. Tapi Mayra tidak kalah begitu saja, ia tetap memohon kepada Andri agar bisa menerimanya bekerja.


Andri saat itu belum bisa menerima mayra untuk bekerja di cafenya. Tapi setelah mendengar sedikit cerita tentang bagaimana keluarga Mayra saat ini, Andri pun luluh. Dia pun mau menerima Mayra kerja cafenya.


Prasaan Mayra sangat senang saat ia bisa di terima bekerja. Ia mengucapkan kata terimakasih kepada Andri.


Ia mengabari ibunya bahwa dirinya mendapatkan pekerjaan. Saat itu ibunya tidak setuju karena Mayra harus bekerja sepulang sekolah. Tapi Mayra meyakinkan ibunya bahwa ini untuk kehidupan mereka, dengan kondisi ayahnya dan ibunya yang seperti ini membuatnya bekerja.


Ibunya pun bisa mengerti, dan terharu dengan Mayra yang mau bekerja demi mereka semua. Lagi pula mau tidak mau Mayra harus bekerja demi kehidupan sehari-hari.


Hari demi hari dirinya bekerja, sepulang sekolah dia mengayuh sepedanya menuju tempat Dimana dirinya bekerja dengan masih memakai seragam sekolahnya. Dia selalu membawa pakaian ganti. Jam 12 malam dirinya baru selesai bekerja, melihat hal itu Andri selaku pemilik cafe merasa kasihan dan khawatir juga dengan Mayra.


Belum lagi dirinya seorang pelajar yang harus bekerja setiap jam dan harus pulang tengah malam.


Andri pun memberi keringanan pada Mayra, yang awalnya pulang jam 12 kini berubah menjadi jam 10 malam.

__ADS_1


Balik lagi ke rendy yang masih setia menunggu Mayra keluar dari pintu cafe itu. Belum ada tanda-tanda Mayra akan keluar.


Sedangkan Mayra di dalam sana sedang mengganti pakaiannya di ruangan ganti. Jam kini menunjukkan jam 10:00 malam dan sudah saatnya dirinya pulang.


Dia pamit terlebih dahulu kepada Andri. Setelah itu baru dirinya pamit pada rekan-rekan kerjanya.


"Kak Mayra pulang dulu ya." Ucap Mayra


Pada Dini salah satu karyawan cafe itu juga.


"Yoo,, hati-hati di jalan"


"Hati-hati may.. mau gue anterin ga?" Kali ini Riki yang berbicara, seorang karyawan laki-laki yang umurnya lebih 2 tahun dari Mayra.


"Yeee Lo, bilang aja mau modus biar bisa berduaan sama mayra iya kan? Halahhh Jamal" ucap beni


"Bener kata Lo Ben,, ni anak cuma modus doang." Ucap Dini.


"Jangan asal ngomong aja lu bedua, enak aja. Gua ngga modus tapi emang bener mau nganterin Mayra pulang. Kan katanya dia ga bawa sepedanya. Bener kan mau?" Ucap Riki


Mayra hanya bisa mengangguk ragu.


"Ngga papa kok kak, Mayra pulangnya sendiri aja, nanti Mayra naik bus aja. kalau gitu Mayra pamit dulu."


meskipun Mayra lebih kecil dar semua para karyawan tapi mereka selalu menerima Mayra dengan senang hati. menurut mereka Mayra anak yang cantik, baik, dan ramah.


tidak butuh waktu lama untuk saling Akrab satu sama lain. karna sikap Mayra yang ramah membuat mereka suka dengan Mayra.


Riki salah satu karyawan cafe itu punya rasa suka terhadap Mayra. ya... meskipun umur mereka hanya selisih 2 tahun. Riki masih terbilang mudah dengan umurnya masih 21 tahun, sedang Mayra sudah memasuki 19 tahu.


keduanya cukup akrab satu sama lain. selama mereka bekerja di sana, mereka selalu bercanda tawa jika waktu istirahat tiba. bukan hanya berdua, tapi bersama karyawan lainnya juga. tapi ntah kapan dan bagaimana rasa sukanya terhadap Mayra ada.


melihat Tutur kata Mayra yang lemah lembut dan hatinya yang baik membuat dirinya jatuh cinta pada Mayra.


tentu Mayra tidak tau akan hal itu karena Riki belum mengungkapkan perasaannya. dirinya masih memendam perasaan itu.


jumat 23 April 2021


maaf atas keterlambatannya up><

__ADS_1


semoga kalian suka sama part ini^_^


__ADS_2