Goodbye Rara

Goodbye Rara
Bab 13


__ADS_3

Sesampainya di sekolah, Rendy pun menurunkan Rara,,yaa,, lumayan dekat dengan gerbang sekolah. Banyak siswa-siswi yang baru saja datang sekolah.


Rara lalu turun dari motor dan melepaskan helm yang ia pakai lalu menyodorkan nya ke Rendy. "Nih,,,makasih"


Rendi menerima helm yang baru saja Rara berikan kepadanya. Rendy tidak menggubris perkataan Adiknya itu, tatapannya kini melihat siswa-siswi yang memasuki pekarangan sekolah. Ia mencari anak itu dengan tatapannya, tapi tidak ia temukan.


Rara yang melihat kakaknya pun bertanya.


"Kenapa sih kak??,,ada yang aneh?" Tanyanya tapi tidak ada respon dari Rendy. Matanya terus saja mencari anak itu.


Rara pun heran,,apa yang kakaknya lihat sampai-sampai dirinya di abaikan seperti ini. Lalu dia pun ikut berbalik melihat apa yang kakaknya lihat.


Tidak ada yang aneh,,tapi apa yang kak Rendy lihat. Batinnya


Seseorang siswi sedang berjalan dari arah kanan,,ia berjalan menuju gerbang sekolah itu,, tapi ntah kenapa sebelum ia masuk melewati gerbang sekolah itu,,ia sempat melihat motor yang waktu itu tanpa sengaja ia tabrak,, dan orang itu??


astaga orang itu ada di sini,,kenapa dia bisa di sini? apakah dia akan meminta ganti rugi,?


itu dia,,anak yang waktu itu


Rendy pun mendapat Anak itu,,ia melihat anak itu juga berhenti didekat gerbang, lalu menatanya. Pandangan mereka bertemu,, menyadari hal itu ia pun segara membuang mukanya,,lalu segara masuk ke dalam sekolah. Rendy yang melihat anak itu berjalan cepat pun tersenyum.


Haahh,, senyum lagi? nih kak Rendy kenapa si? kesambet lagi kah?


Pertanyaan demi pertanyaan ada di otak Rara. Kakaknya senyum lagi.


Rara lalu menepuk lengan kakaknya, sontak membuat Rendy kaget.


"Duuh Ra,, jangan ngagetin kenapa si"


"Lagian kak Rendy,, tadi Rara tanya-tanya kak Rendy malam nggak jawab,,terus celingak-celinguk tuh mata,, eeh senyum-senyum sendiri pula,, jangan-jangan..." Rara mengakhiri kata-katanya dengan menyipitkan matanya seraya menyelidiki raut wajah kakanya itu.


"Jangan-jangan apa hahh?"


"Jangan-jangan kak Rendy kesambet,, iya?"


"Huusss kamu kalau ngomong jangan ngawur"


"Lagian si kak Rendy,, senyum-senyum, kemaren juga senyum-senyum sekarang juga senyum-senyum sendiri"


"Udah sana masuk ntah keburu bel Bunyi"


Rara lalu memanyunkan bibirnya karena merasa kesal dengan kakaknya. Rendy yang melihat tingkah adiknya itupun merasa gemes, ia lalu mengacak rambut adiknya.


"Udah sana masuk,,ntar keburu bel" kata Rendy lagi.


Rara tidak menjawab, ia lalu masuk ke sekolahnya. Sementara Rendy pun langsung melajukan motornya menunju sekolahnya.


Rara kini sudah berada di dalam kelas. Suasana kelas kini masih ramai dengan suara siswa-siswi yang sedang bermain dan berbicara. Biasalah,, kebiasaan kalau datang sekolah pagi-pagi pasti ghibah duduk. Belum ada guru yang masuk,,karna bel belum berbunyi.


Sementara di sekolahnya Rendy.


Rendy baru saja sampai di sekolahnya, ia memarkirkan motornya di tempat khusus siswa untuk memarkirkan kendaraan yang mereka bawa. Di sana sudah ada kedua sahabatnya yang sedang menunggunya, siapa lagi kalau bukan Aldi dan Edo. Mereka duduk di motor mereka masing-masing seraya berbincang ringan, posisi motor mereka diparkir berdekatan Begitu pula motor Rendy, ia memarkirkan motornya dekat dengan motor sport Aldi.

__ADS_1


"Tumben nih anak baru datang" Aldi membuka suara


"Iya,, untung belum bel,,iya nggak Al" kini Edo yang berbicara lalu mennyikut lengan Aldi yang ada di sampingnya.


"Biasa habis ngantar Rara" ucap Rendy.


Kini Mereka bertiga pun berjalan menuju kelas Mereka.


"Oh astaga, my baby Rara, adik kesayangannya bang Edo" ucap Edo membayangkan Rara.


"Idiih,,sejak kapan lo manggil Rara pake kata 'bang' "


"Emm,,sejak hari ini"


Rendy tidak menghiraukan perdebatan kecil dari sahabatnya ini.


"Gw liat tuh anak tadi " ucap Rendy.


"Eeh busett,,cewek yang nambarak motor lo waktu itu Ren? Tanya Edo


Rendy lalu mengangguk mengiyakan.


"Tadi pas gue nganter Rara,, gue liat tuh anak"


"Hemm,,gue liat-liat tuh cewek cantik juga"


Mendengar perkataan Edo sentok Rendy berhenti lalu menatap Edo tajam.


"Tuh anak milik gue,,lo cari yang lain aja,,awas lo" ancam Rendy.


"Jan percaya sama omongan nih anak,, nih yak,, gue liat dia sering gonta-ganti pacar,,lebih lagi kemaren gue liat dia lagi ngerayu si Erni siswa kelas X" kata Aldi


"Bilang aja lo iri sama gue,,iya kan?,,secara kan bang aldero anggara Wijaya ini tampan bin ganteng"


" Idiih,, amit-amit"


"Udah ah,,ayo ke kelas"


Mendengar perkataan Rendy, kedua sahabatnya itu pun langsung menurut.


Oh iya,, kenapa namanya si Edo itu aldero tapi kok di panggil Edo?


Ntahlah bagaimana Rendy dan Aldi memanggil dirinya dengan nama itu. Mungkin karena mereka nyaman dengan panggilan itu, tapi bisa saja kan mereka memanggilnya Dero? Awalnya Dero merasa risih dengan panggilan barunya itu. Rendy dan Aldi lah yang membuat nama Edo itu untuknya. Di rumahnya ayah dan Mama nya biasa memanggil dirinya dengan nama Dero, tapi ntah kenapa kedua sahabatnya manggil-manggil dirinya dengan nama Edo.


Dero dan Aldi memang anak orang kaya, kedua orang tua mereka adalah pengusaha. Mereka bertiga sudah bersahabat semenjak mereka duduk di bangku SMP dan sampai sekarang.


Bahkan ayah-ayah mereka juga berteman baik, bahkan sangat dekat dengan keluarga Atmaja. Sesama pembisnis, mereka juga sering bekerja sama.


\_\_\_ooOoo\_\_\_


bel berbunyi, tiba saatnya waktu keluar main. seluruh siswa mulai berhamburan keluar dari kelas. suasana yang awalnya teduh dan damai kini mulai ramai dengan suara siswa-siswi yang mulai berhamburan keluar menuju lapangan dan ke ke kantin.


Rendy dan kedua sahabatnya itu baru saja keluar dari kelas mereka. mereka berjalan menuju kantin untuk mengisi kekosongan perut mereka. di tengah-tengah perjalanan menuju kantin, tiba-tiba mereka di hentikan oleh seseorang.

__ADS_1


siapa lagi kalau bukan Aurel si cewek centil yang suka dengan Rendy.


"si ulat bulu dateng" gumam Dero.


"lo minggir kenapa si?,, wajib banget nongol depan kita" ucap Rendy


Aurel menatap jengah Aldi dan Dero, kini ia pun beralih menatap Rendy dengan senyuman centilnya itu.


Rendy hanya menatapnya malas dengan muka datarnya. ia tau apa mau anak ini,,pasti dia akan meminta ikut pergi ke kantin Dengan dirinya.


kenapa harus dengan dirinya? dia bisa saja kan pergi sendiri bahkan pergi dengan teman-teman wanitanya.


Rendy sangat merasa kurang nyaman jika harus berdekatan dengan anak ini,, bukan ia memilih-milih teman,, tapi sikap Aurel yang selalu membuatnya malas.


belum lagi penampilannya yang memakai seragam ketat dan selalu memakai make up ke sekolah. rendy merasa Aurel ini seperti badut sitiap saat ia melihatnya, bagaimana tidak, Aurel selalu memakai make up yang lumayan tebal, belum lagi lipstik berwarna merah yang selalu ia pakai.


"boleh ikut gak?" tanya Aurel kepada Rendy.


dengan cepat Dero menjawab "nggak boleh"


"gue nggk ngomong sama lo ya,,gw lagi ngomong sama Rendy"


belum sempat Rendy menjawabnya, suara Bu Reta guru BK yang di kenal sangat cerewet memanggil nama Aurel. sudah bisa ia tebak, siapa lagi siswi yang berpakaian ketat kalau bukan Aurel. mendengar namanya di panggil Aurel pun menoleh,, duuh kena omel lagi nih gue. batinnya


"bay-bay Aurel,, selamat menikmati Omelan Bu Reta" ejek Dero


"yuk Ren, Al,,,kita ke kantin laper nih gue,,"


"udah biarin nih anak,,ayo" sambung Dero.


Rendy dan Aldi hanya bisa mengikuti perkataan Dero. ia juga nggak mau berlama-lama di sana, bisa-bisa ia akan terkena Omelan Bu Reta juga.


mereka meninggalkan Aurel yang mulai pasrah harus mendengarkan Omelan Bu Reta lagi.


"sudah berapa kali ibu bilang,, jangan pake baju ketat kayak gini"


"apalagi make up,, make up itu di larang pakai di sekolah ini."


"nih buk,,ibu nggk tau tren sih,, jaman sekarang penampilannya memang kayak gini Bu"


"nggak usah ikut-ikut trend,,besok kalau masih ibu liat kamu pakai seragam ketat dan pake make up ke sekolah,, ibu akan kasih hukum untuk kamu,, mengerti"


"iya Bu,"


Aurel hanya bisa menjawab pasrah,,memang sudah beberapa kali ia di tegur oleh Bu Reta selaku guru BK.


\_\_\_ooOoo\_\_\_


**semoga kalian suka sama novel ini🤗


buat kalian yang udah nyempetin waktu buat baca novel ini makasih banyak 😙❤️


aku butuh banget vote and like dari kalian, supaya aku makin semangat untuk buat cerita dari Rara ini:)

__ADS_1


insya Allah akan aku usahain up setiap hari ❤️**


__ADS_2