
"Ra, kakak panggil dokter aja ya. kamu pucet banget soalnya. mau ya"
Rara menggeleng." Rara udah nggak papa. ini udah mendingan kok."
ketiga laki-laki yang berada di dalam kamar itu hanya bisa menghelah napas.
siapa lagi kalau bukan Rendy, Dero dan Aldi.
ketiganya kini berada di dalam kamar Rara, dengan masih menggunakan seragam sekolah nya.
___ooOoo___
beberapa menit sebelumnya
Rendy dan kedua sahabatnya itu kini meninggalkan sekolah. Mereka pun menembus jalanan dengan kuda besi mereka menuju ke rumah Rendy.
sesampainya mereka di rumah tersebut, ke-tiganya langsung melangkah masuk ke dalam rumah.
perasaan Rendy kini sedang khawatir, mengetahui adiknya sedang tidak sehat.
di ruang tamu ia berpapasan dengan Bi Narti yang saat itu baru saja turun dari lantai atas.
"bi. Rara gimana?"
"alhamdulilah udah mendingan den. tadi non juga udah makan."
Rendy lalu mengangguk. dirinya pun segera pergi ke kamar sang adik di ikuti oleh kedua sahabatnya.
ia pun segara masuk ke dalam kamar Rara.
mendapat Rara yang kini sedang bersender di tempat tidurnya dengan keadaan yang lumayan pucat.
"Ra." panggilnya.
Dero dan Aldi pun ikut masuk ke dalam kamar itu. mereka juga ingin melihat bagaimana kondisi Rara saat ini. meskipun Rara buka adik kandung mereka, tapi Rara sudah seperti adik mereka sendiri.
Rara yang di panggil namanya langsung menoleh ke arah sumber suara.
melihat kakaknya dan kedua sahabatnya yang baru saja masuk ke dalam kamarnya dengan masih menggunakan seragam sekolah.
"loh kak. ngga ganti baju dulu".
Rendy lalu mengambil posisi' duduk. duduk di samping tempat tidur menghadap adiknya. menatap raut wajah Rara yang kini terlihat pucat. matanya yang sayu.
Rendy lalu mengusap kepala adiknya dengan lembut.
"kenapa bisa gini, hmm?"
"Rara cuman kecapean aja. ngga parah banget kok." Rara bohong.
"kakak panggil dokter aja ya."
"ngga usah. Rara udah ngga papa. ini udah mendingan. ngga perlu panggil dokter segala."
kemudian tatapan Rara tertuju kearah dua orang laki-laki yang kini tengah berdiri dengan seragam sekolah lengkap mereka, dan masih memakai tas.
__ADS_1
Rara mengangkat alisnya, menatap Dero dan Aldi.
sementara Rendy ikut menatap kedua sahabatnya seperti apa yang di lakukan oleh Rara.
Dero dan Aldi saling menatap. ntah kenapa adik dan kakak itu melihat mereka seperti itu.
Aldi lalu Tersenyum kikuk kemudian melambaikan tangannya kearah Rara.
"gi-gimana sekarang keadaan Lo Ra." tanya Aldi dengan gagap.
tidak ada jawaban. Aldi kebingungan mau berbicara apa sekarang. ia lalu menyenggol lengan Dero yang hanya berdiri mematung, ntah apa yang dipikirkannya saat itu.
Dero hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"em-eemmm. ce-cepat sembuh ya Ra. hehehe" ucap Dero.
"kalau orang lagi sakit tuh di bawa parsel buah kek. bunga, coklat atau apalah gitu. lah ini kakak ngga bawa apa-apa buat Rara yang sekarang lagi sakit'."
"eehh. hehehe maaf ya Ra. kita ngga sempet beli. tadi buru-buru kesini kerena panik denger kabar kalau kamu sakit'. maaf ya" ucap Dero.
"i-iya Ra. maaf ya. besok deh ya"
"tenang, besok Abang Dero bawa'in bunga', buah sama coklat sekalian buat Rara. ntar Aldi yang beli'in. iya kan Al" Dero meminta persetujuan Aldi dengan menyikut lengan Aldi.
"eh apa-apaan. Lo yang bilang berarti seharusnya Lo yang beli'in. punya gue sama punya Lo beda. enak aja."
Rara hanya bisa tersenyum dan ketawa melihat tingkah laku sahabat kakaknya itu.
sesekali Dero membuat lelucon sampai-sampai mereka yang berada di dalam kamar itu tertawa dibuatnya.
sudah lama mereka saling kenal satu sama lain, bahkan Akrab.
keempatnya memiliki markas yang mereka buat bersama-sama.
markas yang berupakan rumah pohon buang Mereka buat.
markas itu adalah tempat mereka berkumpul bersama. mengobrol dan bercanda ria.
Dero dan Aldi selalu ada untuk Rara. keduanya menyayangi Rara seperti halnya Rendy menyayangi Rara.
Rendy sangat bersyukur memiliki sahabat seperti Dero dan Aldi.
meskipun dalam keadaan suka maupun duka, mereka selalu ada untuknya. maka dari itu ia tidak boleh membiarkan persahabatannya hancur Hanya karna masalah kecil saja.
_______.
sudah satu jam lamanya Rendy dan kedua sahabatnya itu berada di kamar Rara, bercanda, dan menghibur Rara yang kini tangah terbaring lemah di atas tempat tidur.
kehadiran Aldi dan Dero mampu membuat hati Rara senang. Rara rindu dengan mereka, sudah lama mereka tidak kumpul bareng lagi.
terlebih lagi Rendy yang kini sangat senang melihat adiknya bisa tersenyum dan tertawa lepas karna candaan dari Dero.
"kita pamit pulang dulu ya Ra, Ren." pamit aldi
"cepet banget kak. bentar lagi aja ya." pinta Rara
__ADS_1
"hehehe, besok lagi deh kakak mampir lagi ke sini. sekalian bawa buah sama coklat buat Rara ya."
"Rara mau apa dari kak Dero, hmm?
coklat? buah? permen? atau... boneka? Ntar sekalian kakak bawa segudang buat kamu. gimana?"
Rara tidak bisa berkata-kata mendengar ucapan Dero yang mampu membuatnya diam membisu. begitu pun dengan Aldi dan Rendy ikut ternganga melihat Dero yang saat ini mengoceh seperti ibu-ibu komplek.
dero lalu manatap ketiga orang yang tengah menatapnya dengan tatapan aneh.
"kenapa? ada yang salah?"
"udah ah. ngga usah di pikirin kata-kata dia" ucap Aldi menatap Dero dengan aneh.
"kebanyakkan bohongnya"
"enak aja. gue serius."
"alah mulut Lo"
"apaa? Lo ngga percaya kalau gue bisa beli itu semua buat Rara?"
"ngga."
"Lo itu ya-..."
ucapan Dero terhenti karena teguran dari Rara. jika Rara tidak menghentikan perdebatan Meraka ini maka tidak akan selesai jika tidak di akhiri.
"udah-udah!! ngga usah ribut gini deh. udah kayak anak perempuan aja."
"dia duluan" tuduh Dero melihat ke arah Aldi.
"enak aja Lo yang duluan" elak Aldi
"Lo"
"Lo"
"Lo"
"Lo"
keduanya terus saling tuduh tiada henti yang membuat Rara bertambah pusing melihat mereka.
Rendy yang saat itu hanya bisa menonton pertengkaran antara Tom and Jerry yang sudah biasa ia lihat.
______.
Dero dan Aldi kini sudah berada di luar rumah Rara. Meraka berdua jalan dengan menjaga jarak Antara satu sama lain akibat perdebatan tadi. ntahlah, keduanya seperti anak kecil yang habis merebut mainan.
jika Rara tidak mengusir mereka tadi, maka perdebatan tidak akan pernah berhenti.
"apa Lo liat-liat" tegur Dero.
"idihhh amit-amit. ga usah ge-er"
__ADS_1