
Kini Rara sudah dalam perjalanan menuju ke tempat Omah nya berada.
Setelah beberapa menit menempuh perjalanan menuju ke tempat Omah, kini Rara pun sampai.
Rara sekarang berhenti tepat di depan Butik Mariana, kenapa tidak ke rumah omahnya langsung? Karna dia tau kalau jam segini Omanya pasti sedang bekerja menjaga butik nya.
" Udah sampe non" kata Supir taksi.
" Makasih yah pak," jawab Rara sambil memberikan uang kepada supir taksi sebagai ongkosnya.
Dia pun langsung turun, dan segera masuk ke dalam Butik itu.
Sesampainya di dalam, Rara menanyakan kepada resepsionis butik apakah neneknya ada di dalam.
" Selamat siang non Rara" sapa salah satu pegawai butik itu sambil membungkukkan badannya.
" Siang juga kak, mmm,,, kak omah ada gak?" Tanyanya Rara.
" Ada kok non di ruangannya,, mari sya antar" jawab pegawai.
" Nggak usah Rara pergi sendiri aja deh kak,, makasih ya" kata Rara yang langsung pergi keruangan omahnya berada.
Sesampainya di depan pintu ruangan, dia mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk.
Tok...tok... tok
Suara ketukan pintu pertanda ada orang yang ingin masuk.
Maria pun memerintahkan nya untuk masuk. Pasalnya dia tidak tahu kalau cucuknya yang datang.Saat dia Melihat siapa yang masuk dan itu ternyata cucunya.
" masuk" perintah Maria
ceklek
suara pintu terbuka. Maria yang sedang memeriksa daftar pesanan pun menoleh kearah pintu yang terbuka. dan dia Melihat cucu nya itu masuk dengan masih menggunakan seragam sekolah.
"Rara sayang, ayo masuk nak" perintah Maria
Rara pun masuk sesuai perintah Oma nya itu. Dan kini mereka sudah duduk di sofa.
Butik Marina adalah Butik yang terkenal pasalnya hanya orang-orang ternama yang bisa membeli baju di Butik nya ini. Dari kalangan artis dan pembisnis pakaian yang mereka pakai tentu saja dari butik Mariana. Siapa yang tidak kenal dengan butik ini.
Kini kedua nenek dan cucu ini pun memulai perbincangan mereka.
" Rara kesini sama siapa,, sama kak Andin?" Tanya Oma Maria
" Nggk Oma,, tadi Rara pergi kesini naik taksi" jawabannya sambil tersenyum
" Loh kok naik taksi,, emang tadi nggk di jemput sama kak Andin atau mang Udin?"tanya Oma nya lagi
" Nggak hehe," jawabannya sambil tertawa cengengesan.
" Ya sudah,, kamu udh makan,,kalau belum biar Oma bawa kesini?" Tanyanya pada cucunya.
" Nggk usah Oma,, Rara udh kenyang kok'' jawab Rara sambil tersenyum.
" Emmm,, Oma Rara mau ngomong sesuatu ke Oma" kata Rara
" Mau ngomong apa sayang? Hemm?" Tanya Maria.
" Jadi gini,,besok di sekolah ada rapat,, jadi..." Kata Rara yang tidak bisa melanjutkan perkataannya.
" baiklah Oma mengerti,, besok Oma akan datang" jawab Oma nya dengan tersenyum.
Maria tau maksudnya dari perkataan cucunya itu. Pasalnya ini bukan pertama kalinya Rara meminta dirinya untuk datang ke sekolahnya, tapi siapa lagi kalau bukan dia?. Ayahnya?
__ADS_1
Dari Rara lahir sampai sekarang hanya Maria lah yang selalu mengurus urusan Rara.
Semenjak kematian menantu nya dan kelahiran cucu terakhirnya sikap Dani berubah. Dani sangat terpukul saat tau istrinya sudah tiada, perasaanya hancur, bagaimana tidak? istri nya yang selama ini selalu ia sayangi dan ia cintai kini telah pergi meninggalkannya.
Saat itu juga Dani membenci anaknya yang baru lahir , yaitu Rara.
Dia menganggap bahwa Rara lah yang menyebabkan istrinya meninggal.
Semenjak itu sikapnya mulai berubah, Dani yang dulu sering tersenyum, selalu ramah, dan juga penyayang kini sudah hilang. Kini sikapnya mulai kasar, dan juga dingin.
Mungkin sikpanya yang kasar dan dingin ini akan ia tunjukkan kepada Rara dan para pegawai kantornya yang tidak becus dalam bekerja.
kedua Nenek dan cucu itupun sudah selesai berbicara, Sudah waktunya Rara pulang sekarang.
" Bair Oma yang antar kamu yah,, kamu nggk usah naik taksi" kata Maria.
Rara pun menjawabnya dengan anggukan kepala.
Mereka pun keluar dari ruangan, dan turun ke lantai bawah.sebelum mereka pergi Maria meminta untuk para pegawai untuk menjaga butik sebentar, karna akan mengantarkan cucunya pulang.
Sudah itu, mereka pun pergi ke parkiran, di sana sudah ada sopir Maria.
" Dino antarkan saya ke rumah Dani sekarang" perintah Maria
" Baik nyonya" jawab Doni
Kini mereka pun jalan menuju rumah Dani.
setelah menempuh jarak sekitar 30 menit lamanya. mereka kini sampai pada tujuan mereka.
kini mobil itu berhenti di depan gerbang rumah mewah berlantai dua itu.
Rara pun turun dari mobil, sebelum ia turun, dia sempat menanyakan ke Oma nya untuk mampir terlebih dahulu. tapi Omanya tidak bisa karna harus pergi sekarang.
" Dino kita ke kantor Dani sekarang" perintah Maria
" baik nyonya" jawab supirnya.
Kini arah tujuannya adalah menuju ke kantor anaknya. Dia tau anaknya pasti masih berada di kantor sekarang. Dia ingin bicara mengenai hal kenapa dia tidak bisa pergi ke acara rapat anaknya besok. Kenapa selalu tidak bisa? Bukan tidak bisa malahan tidak pernah.
Apakah masih ada kaitannya dengan masa lalu?
********
Kini mereka pun sampai di kantor Atmaja Group. Perusahaan yang sangat maju dan berkembang di kota J ini. Siapa yang tidak tau tentang perusahaan ini?
Bagaimana mungkin para pengusaha-pengusaha tidak ingin bekerjasama dengan perusahaan Atmaja Group.
Bukan hanya perusahaanya saja yang besar, akan tetapi keterampilan dan kemampuan dalam melakukan perkejaan lah yang membuat semua pengusaha ingin sekali berkerjasama dengan perusahaan ini.
Semua karyawan Atmaja Group selalu disiplin, jika tidak maka mereka harus siap-siap mendapatkan kemarahan dari bos mereka.
Kini Maria pun masuk ke dalam kantor anaknya. Dia bertemu dengan satpam yang selalu siap menjaga pintu masuk kantor itu. Saat melihat Maria yang hendak masuk ke dalam kantor satpam itu langsung membukukan badannya memberi salam pada Maria. Dia tau siapa Maria, Maria adalah ibu dari direktur utama Atmaja Group ini.
Maria pun masuk, kini dia sudah berada dalam kantor itu. Dia melewati semua karyawan yang sedang melintas itu. Dan para karyawan yang melihat Maria langsung membungkuk memberi hormat pada Maria.
Maria terus berjalan, dia harus menaiki lift terlebih dahulu untuk bertemu dengan anaknya.
Kini dia sudah berada di dalam lift dan segera menekan tombol 45 untuk menuju ke ruangan anaknya itu. lift pun mulai tertutup dan segara naik ke atas menuju lantai 45.
tiingg
Lift berhenti,dan pintunya terbuka. Dia Segera keluar dan pergi menuju ruangan Dani.
Dia harus melewati lorong terlebih dahulu sebelum benar-benar sampai pada ruangan anaknya. Dia melihat ada seorang wanita yang sedang duduk di meja kerjanya, umurnya sekitar 28 tahun'.
__ADS_1
Wanita itu melihat siapa yang berjalan dan segera bangkit dari tempat duduknya untuk menghampiri orang itu.
Dia pun membungkuk memberi hormat kepada Maria wanita yang umurnya sudah 56 thn itu, meski umurnya yang sudah tau tapi penampilan dan kecantikan Maria tidak luntur dari dirinya.
" Apakah dia ada di dalam" tanya Maria pada sekertaris peribadi anaknya itu.
" Ada nyonya, mari sya antar" Maria pun mengikuti langkah wanita itu.
ceklek
Suara pintu terbuka.
" Permisi pak,,, ada nyonya Maria yang ingin bertemu dengan bapak" kata sekertaris itu, Dani pun menganggukkan kepalanya. Elisa sekertaris itupun pergi dari ruangan itu.
Sementara Maria, ia masuk kedalam ruangan Dani.
Dani yang sedang membicarakan tentang berkas-berkas yang harus ia tandatangani dengan salah satu karyawannya pun harus di hentikan sejenak.
" Kamu boleh pergi sekarang" perintahnya pada karyawannya.
Peria itu lalu berdiri dan mengangguk mengerti. Dia pun keluar dari ruangan itu.
Sebelum ia keluar dia sempat memberi hormat kepada Maria seraya membungkuk memberi hormat.
Maria hanya mengangguk pelan menjawab sapaan karyawan itu.
Setelah peria itu pergi, mereka pun langsung berbicara.
" Duduklah dulu mah." kata Dani yang sudah berdiri menghampiri ibunya dan menuntun ibunya ke arah sofa yang berada di dalam ruangan itu.
Kini kedua sudah duduk di sofa sambil berhadapan.
" Mamah kesini ada apa??" Tanya Dani pada ibunya.
Pasalnya Dani tidak tau kalau ibunya akan datang ke kantornya dengan cara tiba-tiba seperti ini.
" Apa kamu tidak punya waktu untuk anakmu sedikit pun?" Bukanya menjawab pertanyaan dari anaknya Maria justru bertanya kepadanya anaknya.
" Maksud mama?" Tanya Dani lagi.
" Besok akan ada rapat penting di sekolah nya Rara,, apa kamu tidak bisa datang?"
Mendengar perkataan ibunya Dani pun langsung berdiri dari sofa dan berjalan kearah jendela kaca yang besar sambil melihat kearah luar jendela.
" Besok aku ada mieting penting dengan klien ku" jawab Dani sambil berdiri meninggalkan ibunya sambil melihat kearah luar jendela.
" Sebegitu pentingnya mieting kmu sampai-sampai anak mu sendiri kamu abaikan?" Tanya Maria yang kini ikut berdiri menghampiri anaknya itu.
Dani tidak menjawab pertanyaan dari ibunya, ia memilih untuk diam.
" Nak ini sudah 17 thn berlalu,,kamu tidak bisa terus-menerus seperti ini" kata Maria sambil memegang bahu anaknya
" Biar bagaimanapun Rara itu tetap anak kandung Mu." Sambung Maria
Tidak ada jawaban dari Dani. dia hanya diam dan terus menatap keluar jendela. ntah apa yang ada di pikirannya sekarang ini.
" Baiklah Mama akan pergi sekarang,, semoga kamu bisa memahami perkataan mama tadi" ucap Maria dan berlalu meninggalkan anaknya.
Setelah kepergian ibunya, selang beberapa menit sekertaris nya pun masuk.
" Permisi pak,,, mieting nya akan dimulai 3 menit lagi" ucap Elisa.
Mendengar ucapan Elisa, Dani yang dari tadi melamun pun langsung sadar, ntah apa yang sedang ia lamunkan.
" Baiklah" jawabannya.
__ADS_1