Goodbye Rara

Goodbye Rara
Bab 5.


__ADS_3

2 hari setelah rapat sekolah


Hari ini hari Minggu. hari di mana semua orang bebas beraktivitas.


Hari ini Rara akan berencana untuk pergi ke tokoh kue langganannya. dia juga akan pergi untuk menemui anak-anak di panti asuhan.


Langkah nya kini menuruni anak tangga dengan riang. Rara selalu bahagia dan tersenyum, mungkin kebanyakan orang akan berkata seperti itu. Tapi lain untuk dirinya sendiri. meskipun dia selalu senang dan selalu menampakkan senyum manis di wajahnya, ada perasaan sedih dihatinya. kasih sayang yang ingin ia rasakan seperti anak-anak lain, yang selalu di sayang oleh ayah dan ibunya, selalu dibanggakan, tapi lain halnya dengan dirinya.


" Pagi kak " sapanya pada keduanya kakak Nya.


" Pagi " jawab Andin yang sedang mengolesi selai coklat pada roti dan tersenyum kearah adiknya.


" Pagi " jawab Rendy


" Ayah mana kak" tanyanya yang sedang menarik kursi yang berada di dekat Rendy lalu menduduki nya


" udah berangkat,,, katanya ada urusan penting"jawab Andin yang masih mengolesi selai pada roti untuk adik-adiknya


" Kamu mau kemana Ra ,,, rapih banget, mau ketemu pacar ya" tanya Rendy sambil tersenyum genit melihat Rara dan mengangkat kedua alisnya.


" Iiihh kak Rendy apaan si,, Rara mau ke tokoh kue." Jawabnya sambil menyenggol lengan Rendy.


"Terus kak Rendy juga rapi-rapi gini mau kemana,,?" Tanya Rara yang berhasil membuat Rendy kikuk untuk menjawab pertanyaan nya.


" Eehh,, itu,,,biasa si Aldi sama si Edo ngajak jalan,, hehehe" jawabannya sambil cengengesan


" Beneran??" Tanya Rara yang melihat Rendy sambil menyipitkan matanya seraya menyelidiki raut wajah kakanya itu. Apakah ada kebohongan atau tidak.


" Sudah-sudah,, ayo makan sarapan kalian" lerai Andin seraya meletakkan roti ke piring adik-adiknya.


huuuhh selamat,,, untung ada kak Andin. memang kak Andin peri penyelamat gw hari ini batinnya.


Mereka pun langsung menyantap sarapan mereka masing-masing. Sebenarnya Rendy sedikit berbohong kepada Rara,, memang ia akan menemui kedua sahabatnya itu, akan tetapi ada satu orang lagi, tapi siapa?


Ntahlah hanya Rendy yang tau yang tau


Kini mereka bertiga sudah selesai sarapan. Rendy sudah pergi terlebih dahulu.


" Kak aku pergi dulu ya" pamit nya ke Andin


" Kamu perginya sama mang Udin kan??" Tanya Andin.


" Nggk ,, Rara nanti naik angkutan umum aja" jawabannya


" Kalau gitu kakak yang akan ngantar kamu " kata Andin


" Nggk,,,nggk usah,, gapapa kok Rara naik angkutan umum aja,,"


" Ya sudah,," jawab Andin pasrah.


" Rara pulangnya bakalan siangan,, sekalian mau mampir ke rumah Lili kak" kata Rara yang berbohong, padahal dia hanya akan pergi ke tokoh kue dan ke panti asuhan.


" Ya sudah,,, hati-hati,, jangan pulang terlalu siang" ucap Andin seraya mengelus rambut adiknya.


" Siap boss" jawab Rara sambil memberi hormat pada Andin.


Setelah berpamitan dengan kakaknya Rara langsung pergi. Dia berjalan melewati perumahan yang berada satu kompleks dengan rumahnya. Sesekali ia menyapa para ibu-ibu dan bapak-bapak yang sedang berbelanja di tukang sayur dan berolahraga pagi.


" Pagi buk" sapanya pada ibu-ibu yang sedang membeli sayuran.


" Pagi"


" Mau kemana pagi-pagi gini Ra"


" Biasa buk,, mau ke tokoh kue langganan" jawabnya.


" Kok jalan kaki,, nggk di Anter sama supirnya,?"


" Ngk,,, sekalian olahraga hehehe" jawabnnya lagi sambil cengengesan.


" Kalau gitu Rara pergi dulu ya buk,, permisi" pamitnya sambil membungkukkan kepalanya sedikit.


Para ibu-ibu pun serempak mengiyakan perkataan Rara.


Rara memang anak orang kaya, terlahir dari keluarga terpandang dan serba ada, akan tetapi bagi dirinya kita semua ini sama.


Rara terus berjalan dengan riang , kini dia sudah berada halte bus. Sudah ada beberapa orang yang sedang menunggu bus juga di sana. Tak berselang lama bus pun datang , semua orang yang tadi menunggu pun naik termasuk dirinya juga, ada juga beberapa penumpang yang turun.


Kini dia sudah berada didalam bus dan bus itu sudah berjalan kearah tujuan.

__ADS_1


Rara kini sedang duduk sembari mendengarkan musik dengan headset yang ada di telinga. Dilihat keluar jendela ada banyak kendaraan yang lalu lalang.


Kini pandangan tertuju kearah seorang nenek yang berdiri memegang besi yang ada di bus ini.


Dia melihat kearah kursi penumpang sudah penuh, dan tidak ada yang mau memberikan nenek ini tempat duduk.


Dia pun berdiri mempersilahkan nenek itu untuk duduk ditempatnya. Nenek itu pun mengerti maksud dari Rara, dia lalu mengangguk dan mengucapkan terimakasih kepada nya.


Rara hanya menjawabnya dengan senyuman manis nya.


Setelah beberapa menit akhirnya Rara turun di pemberhentian berikutnya.


Kini ia berjalan menuju zebrakros yang sudah berwarna kuning, ditunggunya lampu kuning berganti lampu merah, ada banyak orang juga yang sedang menunggu, baik dari arah nya maupun arah berlawanan.


Lampu pun berubah, semua orang yang sudah menunggu pun berjalan melewati zebrakros, mobil-mobil dan kendaraan lainnya pun berhenti.


Kini Rara sudah sampai di depan tokoh kue langganan nya.tidak menunggu lama dia langsung masuk kedalam. Suasana tokoh sedang ramai, ada pengunjung yang baru datang dan ada juga pengunjung yang keluar. Dia pun memesan kue kesukaan nya tidak lupa dengan minuman juga. Setelah memesan dia pun langsung mencari meja kosong untuk ia duduki skrng.


Tidak lama kue pesanan pun datang, Rara lalu menyantapnya. Saat sedang asik menyantap makanan nya Rara di hampiri seseorang.


" Hai Ra,," sapa orang itu.


Rara yang sedang menyantap kuenya itu pun langsung memandang orang yang sedang berdiri di hadapan dengan tangan yang memegang minuman.


" Haii Dit" sapanya lalu meminum minuman nya.


" Boleh gabung gak??"


" Duduk aja"


" Udah lama Ra?" Kata Adit yang akan duduk di kursi.


" Lumayan" jawab Rara


Kenapa Adit bisa ke tokoh kue? Karna dia juga sama dengan Rara, tokoh kue ini adalah tokoh kue langganan mereka berdua. Ya meskipun sebelumnya mereka belum saling kenal tapi semenjak saat pertama kali melihat Rara di tokoh kue ini ia yakin Rara bakalan datang lagi dan itu ternyata benar. Mulia dari situlah Adit sering mendatangi tokoh kue ini dan menjadi langganannya. Dan terlebih lagi saat pertama masuk sekolah menengah atas dia begitu kaget dan tidak menyangka akan satu sekolah dengan Rara, dan lebih lagi satu kelas. Aneh bukan? Apakah ini yang dinamakan jodoh? Ntahlah.


Dari situlah awal mula mereka menjadi dekat sampai sekarang.


Setelah berbincang-bincang cukup lama akhirnya mereka pun selesai makan.


" Oh iya Ra,,habis ini kamu mau kemana?"tanya Adit saat melihat Rara yang berdiri menuju kasir untuk membayar makanan yang ia makan tadi. Adit pun berdiri juga mengikuti Rara menuju ke kasir.


" Ngapain ke panti" tanya Adit lagii


" Mau ketemu adik-adik panti " jawabnya


Setelah membayar makanan, mereka pun keluar dari tokoh itu. posisi tokoh kue ini lumayan dekat dengan jalan raya.


" Ya udah,, aku mau ke panti dulu ya Dit bay," ucap Rara yang hendak berbalik tapi tangan di pegang oleh Adit.


" Kenapa??" Tanya Rara yang sudah berbalik dan bingung saat Adit memegang tangannya, lalu Adit melepaskan tangan Rara.


"Boleh ikut gak?" Tanya Adit


" Kepanti?,, Yakin?, tapi aku nggk di antar mang Udin,, aku naik taksi gimana??"


" Iya, aku ikut kmu ke panti,,tenang aku bawa motor kok "


Rara lalu menyetujui perkataan Adit, Adit pun pergi mengambil motornya yang ada di perkirakan khusus untuk parkir kendaraan di area tokoh kue itu. sementara Rara menunggu nya di depan tokoh kue itu.


Adit pun sudah datang dengan motornya.


" Ayok Ra" ajak Adit yang sudah berada di atas motornya. Rara lalu menghampiri Adit.


" Nih pake helm dulu,, biar aman," ucap Adit menyodorkan helm ke Rara.


" Tumben bawa helm lebih, biasanya cuman 1 doang" kata Rara yang menerima helm itu lalu memakainya.


" Tadi habis dari pasar ngantar Bunda " jawab Adit.


" Trus kenapa di tinggal? Nggak nunggu sampai selesai belanja? " Tanya Rara lagi yang sedang memasang tali helmnya.


" Pulang naik angkot aja Katanya, takut naik motor,, hehehe" jawab Adit cengengesan.


" Kamu ngebutt si" kata Rara


" udah ah,,, ayo buruan nanya Mulu dari tadi " suruh Adit


" Iissshh,, iya-iya" jawab Rara sambil naik keatas motor Adit.

__ADS_1


" Eeh tapi nanti berhenti sebentar di tokoh roti di depan sana ya,,"


" Iya-iya"


Mereka pun pergi meninggalkan tokoh kue dan menuju ke panti asuhan.


Sesuai perintah Rara, Adit berhenti di tokoh roti yang Rara bilang tadi. Ada dua kantung plastik besar berisi roti dan juga air. Saat Rara hendak membayar, Adit terlebih dulu mengeluarkan kartu kredit nya, Rara melarangnya tapi Adit bersikeras untuk membayarnya.


Setelah membeli roti mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju panti Asuhan.


Kini mereka Sampai di panti asuhan kasih sayang. Panti ini sering Rara kunjungi, dia sangat senang jika datang ke sini, bermain dengan anak-anak yang ceria membuatnya bahagia.


Tapi Adit, ini pertama kalinya dia datang ke panti asuhan ini.


Di sana sudah ada anak-anak yang bermain di taman panti itu.


Ada yang bermain bola, bermain prosotan, bermain Barbie, dan kejar-kejaran. Rara pun berjalan membawa 1 kantong plastik yang berisi roti itu yang satunya lagi di bawa Adit. Mereka berjalan menuju ke taman Diaman anak-anak itu sedang bermain.


Salah satu dari anak itu melihat Rara.


" Teman-teman, lihat kak Rara datang" kata anak itu yang menunjuk ke arah Rara. Lalu anak pun melihat kearah tunjukan temannya dan mereka melihat Rara.


Semuanya pun berlari kearah Rara yang sedang berjalan kearah mereka dan membawa plastik berisi roti itu.


Semua anak-anak itu bersorak gembira memanggil namanya, Rara yang melihatnya pun tersenyum melihat tingkah anak-anak polos ini.


" Ini kakak bawa'in kalian roti, di bagi ya" ucapnya lembut seraya memberikan roti itu.


Semuanya pun gembira, tapi mereka merasa aneh dengan orang yang ada di samping Rara dan memegang kantong plastik juga.


" Kak itu siapa?" tanya salah satu anak panti


" Oh iya,, ini kak Adit temannya kak Rara kenalan dulu dong" katanya.


" Haii adik-adik semua, kenalin nama kakak Adit" kata Adit yang memperkenalkan dirinya.


Semua anak itu pun menyapa Adit dengan ramah. Setelah mendapat roti dari Rara , anak-anak itu pun memakan roti itu. Dan seseorang wanita berumur 40 tahun menghampiri mereka, siapa lagi kalau bukan Arini pemilik panti asuhan ini. Dia sudah lama mengenal Rara, semenjak Rara datang 1 tahun yang lalu. Dari sinilah Rara mulai sering datang untuk menemui anak-anak panti dan dekat dengan Arini.


" Eeh Ra,, udah lama,?" Tanya ibu Arin yang datang menghampiri mereka dengan menggendong seorang bayi.


" Belum lama kok buk" Jawabnnya


" Terus yang datang sama kamu ini siapa?" Tanya buk Arin sambil terus menggendong bayi itu.


" Oh ini,,, ini Adit teman Rara,, Dit kenalin ini ibu Arini, pemilik panti asuhan ini." Kata Rara yang memperkenalkan Adit


" Halo Bu, saya Adit " sapa Adit sambil membungkukkan kepalanya sedikit


" Saya Arin" jawab Arini dan tersenyum ke arah Adit.


" Anak baru ya Bu,,?" Tanya Rara yang melihat Arini menggendong seorang bayi


" Iya,, dua hari yang lalu," jawab Arini


" Boleh gendong nggak buk?" Tanya Rara lagi.


" Boleh,, nih," jawab Arini sembil memberi bayi itu untuk di gendong oleh Rara. Rara pun menerima bayi itu dengan hati-hati.


" Namanya siapa Bu?" Tanya Rara yang sedang menggendong bayi itu lalu memegang pipi bayi itu halus.


" Annisa,"


" Ibu titip sebentar ya Ra,, ibu mau ke ruangan sebentar." Pinta Arini yang menyuruh Rara untuk menjaga bayi itu.


Rara pun mengangguk pertanda dia setuju.


" Lucu ya Dit" kata Rara yang bertanya ke Adit yang ada di sampingnya sambil menggendong bayi itu dengan tersenyum melihat bayi mungil itu di gendongannya.


" Iya lucu, kayak kamu" jawab Adit yang tersenyum ke arah bayi itu. Rara lalu melempar pandangan ke arah Adit yang berada di sampingnya itu. Dia menatap Adit yang dengan asik memainkan pipi bayi itu.


" Apa?? nggk percaya kalau kamu itu lucu? " Kata Adit yang membalas tatapan Rara yang dari tadi melihatnya seusai ia berkata kalau Rara lucu.


" Emang bener kok,,, kamu cantik dan lucu, sama kayak bayi ini cantik dan lucu" kata Adit lagi.


" Iiisshh, dasar" ketus Rara


" Lah kan emang benar" jawab Adit.


Mereka pun pergi ke arah bangku taman yang ada di panti itu. Posisi nya tidak terlalu jauh dari tempat anak-anak itu bermain. Mereka lalu duduk di sana, tempat nya teduh karna ada banyak pepohonan di sana.

__ADS_1


Mereka pun duduk di sana sembari menjaga bayi itu dan melihat anak-anak panti bermain.


__ADS_2