
Adit dan Rara kini berjalan menuju perpustakaan. Mereka melewati kelas demi kelas dan berpapasan dengan siswa-siswi lain. Banyak siswa-siswa yang meresa mereka berdua serasi, tapi nyatanya mereka hanya sebatas teman saja.
Keduanya pun kini sampai di perpustakaan. Adit mengikuti Rara masuk ke dalam.
"Mau cari apa si Ra, dari tadi muter-muter muluuu," tanya Adit yang hanya mengikuti Rara berjalan mencari buku dari tadi di dalam sana yang tak kunjung ia temui.
"Bisa diem nggak si, tau gini kamu ngapain ikutin aku dari" ucap Rara yang risih dengan tingkah Adit yang mengoceh dari tadi seperti ibu-ibu komplek jika lagi ngerumpi.
"Emng mau cari buku apaan si,, dari tadi gak ketemu-ketemu,," ucap Adit yang ikut sebel
" Nah ini dia dapet juga" ucap Rara yang sudah mendapatkan buku yang ia cari.
Mereka berdua pun langsung pergi ke penjaga khusus di dalam perpus untuk membuat laporan bawah ia meminjam buku di perpustakaan sekolah ini.
Setelah selesai meminjam buku, mereka berdua pun langsung pergi menyusul yang lainnya ke kantin.
Sesampainya di kantin mereka langsung menghampiri Lili, dan Haikal yang sedang duduk di salah satu meja disana. Mereka pun langsung menghampiri kedua sahabatnya itu. Sementara Jihan, ia sudah pergi karna ada urusan tadi.
" Lama bangettt si Ra,,emng cari buku apaan si?" tanya Lili yang sedari menunggu kedatangan Rara
"Nih," Rara memperlihatkan buku yang ia pinjam
"Eeh ngomong-ngomong,, kita berempat satu kelompok nih,, trus kita ngerjain tugas di rumah siapa ni?" Tanya Haikal
"Gw si dirumah siapa-siapa aja,,yang penting tugas selesai", jawab Lili yang sedang mengaduk es teh yang ia pesan
Mendengar perkataan Haikal Barusan Adit pun teringat dengan kata ibunya waktu itu yang ingin melihat Rara yang sempat ia ceritakan pada ibunya, dan ia pun menggunakan kesempatan ini untuk mempertemukan ibunya dengan Rara untuk pertama kalinya. Meskipun dengan tujuan mengerjakan tugas kelompok.
"Di rumah gw aja,, gimana?" Ucap Adit yang bertanya kepada ketiga orang yang sedang duduk bersamanya ini, siapa lagi kalau bukan Rara, Lili dan Haikal
"Gue setuju,,udah lama gue nggk ke rumwh Lo Dit,,nyokap-bokap lo apa kabar" kata Haikal.
"Mereka berdua baik-baik aja,, Lo si udah jarang main kerumah gue" jawab Adit
Sementara Rara dan Lili hanya menyimak percakapan Adit dan Haikal.
"Kalian gimana,, setuju'gak?" Tanya Adit yang langsung menatap Rara dan Lili bergantian seraya menunggu jawaban dari kedua orang ini.
"Hmm,,aku sih setuju-setuju aja" jawab Rara
"Gue juga setuju" jawab Lili
Setelah mereka menentukan dirumah siapa mereka akan mengerjakan tugas, mereka pun mengganti topik pembicaraan dengan hal-hal yang lucu dan hal itu mengundang tawa mereka. Di kantin itu mereka pun berbincang-bincang dan sesekali tertawa Karana tingkah Haikal yang sangat lucu.
Haikal memang anak yang periang, baik dan juga tampan. Terlahir dari keluarga bisasa seperti Adit. Haikal dan Adit sudah berteman lama, semenjak duduk di bangku SMP, mereka mengawali pertemanan mereka Sampai sekarang ini. Lain halnya dengan Rara dan Lili yang terlahir dari keluarga kaya raya. Ayah Lili dengan ayah Rara sama-sama orang pembisnis, mereka juga berteman baik sesama rekan bisnis. Sering sekali Meraka bertemu jika di undang dalam acara-acara tertentu yang melibatkan kerjasama dalam bidang perusahaan Mereka. Dari situlah meraka saling kenal dan lumayan dekat.
__ADS_1
Sementara anak mereka baru saja bertemu semenjak masuk SMA ini.
Setelah mereka selesai dengan urusan Kantin, Meraka pergi ke kelas.
*
*
*
*
*
jam 02:00 siang
Semua siswa berhamburan keluar dari dalam kelas karena sudah waktunya pulang. Ada yang berjalan menuju parkiran dan ada juga yang langsung keluar menuju depan gerbang sekolah karna sudah di tunggu jemputan merek.
Rara dan Lili berjalan beriringan untuk menuju gerbang.
"Hari ini kamu pulang sama siapa Ra?,, Mang Ujang nggk jemput lagi?" Tanya Lili
"Tenang hari ini mang Ujang ada kok,, mungkin udah ada di depan" jawab Rara dengan tersenyum
Sesampainya di depan gerbang sekolah, benar saja mang Ujang sudah menunggu di luar pekarangan sekolah. Dan jemputan Lili juga.
Ia pun berhenti dan menanyakan dengan siapa Rara akan pulang." Ra,,pulang sama siapa?,,naik taksi lagi?" Tanya Adit
"Nggk,,tuh udah ada mang Ujang yang jemput,,kalau gitu aku pulang dulu ya" pamit Rara kepada Lili dan Adit.
Setelah Rara dan Lili masuk kedalam mobil jemputan mereka masing-masing, Adit pun langsung mengendarai motor nya untuk menuju rumahnya. Sementara Rara dan Lili juga sudah pergi ke arah tujuan mereka masing-masing.
*
*
*
*
*
Sesampainya di rumah, Adit pun langsung memarkir motornya di tempat parkiran khusus yang ada di rumahnya, setelah itu ia langsung masuk kedalam rumahnya.
"Bunda,,Adit pulang"
__ADS_1
Ia pun langsung berjalan masuk ke dalam rumahnya,, sesampainya di ruangannya tamu,, ia melihatnya bundanya sedang duduk di atas sofa dengan cemilan ditangannya sambil menonton film India kesukaanya. ia yang melihat bundanya itupun menggelengkan kepalanya dan ikut duduk di sofa seberang ibunya.
"Serius amat nonton" Adit membuka bicara yang mengagetkan bundanya. Pasalnya bundanya tidak tau kalau dia sudah pulang, saking asiknya menonton.
" Eeh,, udah pulang kamu Dit,," jawab bundanya yang melihatnya sekilas lalu fokus kembali ke layar televisi.
"Udah dari tadi kali Bun" Jawab nya
"Gimana sekolah kamu?" Tanya bundanya yang tidak mengalihkan pandangan dari layar televisi saking asiknya menonton
"Biasa-biasa aja tuh,,"
"Oh iya Bun,,Adit pun kabar bagus"
"Kabar bagus gimana?" Tanya bundanya bingung dengan masih menatap televisi dan sesekali memasukan cemilan kedalam mulutnya.
"Besok teman-teman adit bakalan datang kerumah buat kerja tugas"
"Terus?"
"Bunda masih ingat kan waktu Adit cerita temen Adit yang namanya Rara?"
" Iya masih" jawab bundanya menganggukkan kepalanya
"Dia satu kelompok sama Adit,,dan besok mereka bakalan datang" sambung Adit.
Bundanya pun langsung kaget mendengar perkataan Adit barusan, ia langsung mengalihkan pandangan dan meletakkan cemilan yang ia pegang ke atas meja.
Ia mengusap-usap tangannya bekas cemilan dengan mulut masih mengunyah dan langsung merubah posisi duduknya yang tadi fokus menghadap tv sekarang berubah mengahadap anaknya yang duduk di sofa sebelahnya.
"Yang bener kamu,," tanya bundanya tidak percaya.
"Di kasih tau juga,, masih aja nggk percaya"
"Terus sama siapa lagi?"
Lalu Adit menceritakan teman-teman kelompok, dan kapan mereka akan datang kerumahnya. Bundanya hanya mendengar apa yang dikatakan anaknya.
"Ya udah,,Adit ke kamar dulu,, capek mau istirahat" pamitnya pada bundanya
" Ya sudah,, istirahat dulu sana"
Adit lalu berdiri dari duduknya, dan langsung melangkah kearah kamarnya, tapi sebelum beranjak dari sana, ia sempat mencium pipi bundanya sekilas
cup
__ADS_1
Setalah mencium bundanya, ia langsung melangkah menuju kamarnya. Sementara bundanya yang mendapat perlakuan dari anak satu-satunya itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat tingkah anaknya itu. Lalu ia langsung fokus pada layar televisi nya yang sempat ia alihkan sebentar.