Goodbye Rara

Goodbye Rara
Bab 8


__ADS_3

#malam hari


Bi Ijah dan bi Narti sedang berada di dapur untuk menyiapkan makan malam.


Rara dan kakak-kakaknya gini sedang asik mengobrol di ruang tamu. Sementara ayahnya, sudah pulang dari tadi.


Saat masakan sudah tersedia di atas meja makan, Bi Narti pun memanggil Rara dan kakak-kakaknya untuk makan sekerang. Sementara sang ayah, bi Ijah pergi untuk memanggil tuan besar rumah ini.


Semuanya sudah duduk di meja makan, mereka belum berani menyentuh makanan yang ada di atas meja itu,jika siapa pun yang melihatnya pasti akan langsung ngiler. Mereka harus menunggu ayahnya terlebih dahulu, jika tidak mereka akan di hukum tidak makan semalaman, karna tidak menghormati yang lebih tua. Inilah kebiasaan dan tradisi dari keluarga Atmaja. Tapi jika ayahnya sedang tidak berada di rumah atau berpergian keluar kota untuk urusan kantor, mereka tidak perlu menunggu sang ayah, jadi jika tidak ada sang ayah mereka bisa bebas makan tanpa harus menunggu siapapun.


Sang ayah pun baru keluar, menuruni anak tangga dan menuju meja makan.


Dia pun duduk di kursi panjang khusus untuk di depan meja makan itu.


Ada sekitar 6 kursi yang berada di dekat meja makan itu. Kursi yang begitu mewah, berwarna putih keemasan.


Semuanya pun makan setelah sang ayah sudah berada di sana. Hanya ada suara garpu dan sendok saja disana, mereka juga makan dengan lahap.


Setelah selesai dengan ritual makan malam semuanya pun pergi ke kamarnya masing-masing, terkecuali Rara. Ia pergi ke taman belakang rumahnya. Disana ada taman yang lumayan besar, tepat di belakang rumahnya. Terdapat beberapa lampu-lampu hias disana yang menerangi taman itu, dan ada pondok kecil juga untuk mereka, jika pergi ke sana mereka bisa saja berbaring atau duduk di sana sambil memakan cemilan. Dan juga bunga-bunga yang indah saat terkana cahaya lampu disana.


Rumahnya memang hanya bertingkat dua saja, tetapi rumahnya itu sangat besar dan luas, pekarangannya pun sangat luas.


Ia pun lebih memilih duduk di bangku taman. Ditatapnya langit malam yang indah karna gemerlap bintang-bintang dan bulan yang indah menghiasi langit malam ini.


Ntah apa yang ia pikirkan sekarang.


Setelah beberapa menit akhirnya dia pun merasa kedinginan dan memilih untuk segara masuk ke dalam rumahnya. Dia pun segera naik ke atas dan pergi ke kamarnya. Sesampainya di kamar dia pun merebahkan tubuhnya, perlahan matanya pun mulai sayu, dan ia pun merasa sudah tak bisa menahan kantuknya, ia pun tertidur.


#pagi hari


06:30


Semua orang sudah terbangun dan sibuk dengan aktivitas mereka.


Kini ayahnya dan anak-anak sudah duduk di depan meja makan dan memakan sarapan mereka masing-masing, hening hanya ada suara garpu dan sendok.


Selesai sarapan mereka pun pergi ke tujuan mereka masing-masing. Adit sudah pergi dengan motor sportnya, Andin belum pergi ke kampusnya, karna tidak ada jam pelajaran pagi ini, ayahnya sudah berangkat ke kantor dengan mang Udin salah satu supir keluarga ini. Dan Rara kini sudah berada di dalam mobil dengan mang Ujang supir mereka juga.


Mereka pun pergi ke tujuan mereka masing-masing. Sekolah Rendy dan sekolah Rara tidaklah sama, memang mereka masih menginjak bangku sekolah menengah atas, akan tetapi mereka tidak satu sekolah.


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit akhirnya Rara pun sampai di depan gerbang sekolah, sebelum ia turun ia pun memerintahkan mang Ujang untuk menjemput tepat waktu hari ini.


" Mang,,,nanti jemputanya jam biasa ya" ucap Rara sopan saat membuka pintu mobil dan turun.


" Baik non" jawab mang Ujang.

__ADS_1


Rara pun masuk kedalam pekarangan sekolah melewati gerbang sekolah, sementara mang Ujang pun pergi setalah Rara turun dari mobil.


Dilihatnya ada pak Selamet yang sedang duduk di pos khusus untuk dirinya di sekolah ini yang berdekatan dengan gerbang sekolah. Rara pun menghampiri dirinya dan menyapanya.


" Morning pak Selamet" sapanya dengan riang


" Eeh Ra,, pagi" jawabnya.


" Udah sarapan belum" tanya Rara lagi yang sedang memegang almamater di lengan nya


" Udah,," jawab pak Selamet singkat dengan ramah.


Rara lalu mengangguk mengerti, ia pun pamit pergi ke kelasnya ke pak Selamet.


Disini lain, ada orang yang sedang memperhatikan Rara dari tadi di parkiran. Ia sudah sedari tadi menunggu kedatangan Rara. Laki-laki bertubuh tinggi, dengan tas yang hanya di kenakan sebelah saja di punggungnya dan yang sebelahnya lagi dibiarkan menggantung begitu saja, di pegangannya almamater ditangannya dan berjakan ke arah Rara. Siapapun yang melihatnya pasti akan melongo melihat dirinya. Dengan gayanya yang cool dan dengan santai nya ia berjalan untuk menyusul Rara.


Rara pun yang sedang berjalan berpapasan dengan anak-anak lain pun keheranan melihat para wanita-wanita ini melongo melihat ke arah belakangnya.


Dan lebih parahnya lagi ada salah satu siswa yang sedang berjalan tidak melihat jalannya itu akhirnya menabrak salah satu siswa lainnya. Saking terpananya mereka melihat Adit yang super tampan dan keren, aawww kebayang nggk


Bruukk


" Aduh,,,kalau jalan liat-liat dong" ucap kesal siswa yang ditabrak oleh siswa lain.


Rara yang sedang berjalan pun berhenti dan berbalik ke arah belakangnya. ia pun melihat Adit yang dengan gaya cool nya berjalan kearahnya. Lalu ia pun menatap sekelilingnya dan melihat para siswi-siswi ini melongo melihat Adit. Ia pun menggelengkan kepalanya.


" Morning" sapa Adit yang sudah berada di depannya.


" Kalau mau pamer ketampanan tuh jangan di sini,, dasarr " ucap Rara ketus lalu berjalan meninggalkan Adit


" Trus yang salah aku nih? Woyyyy,,, Rara" panggil Adit kepada Rara yang kini sudah berjalan jauh meninggalkan yang masih berdiri


Dia pun melihat ke kiri dan ke kanan. Semua siswi-siswi pun mematung menatapnya disana dengan melongo melihat dirinya itu.


Apakah gw setampan ini, Sampai-sampai orang-orang ini tidak berkedip sedikit pun? Hahaha,,gw memang tampan,,anak siapa dulu dong. Batinnya


Dia pun berlali menyusul Rara.


"Rara,,, woyyyy, tungguin" panggil Adit yang kini berlari menyusul Rara.


Rara yang mendengar panggilan Adit tidak menghiraukan nya, dia tetap terus berjalan.


" Ra,, tungguin napa sii,!" Ucap Adit yang hampir sampai di dekat Rara


" Kamu kalau jalan jangan lambat kayak siput makanya" ucap Rara yang masih terus berjalan kearah kelasnya dan memegang almamater ditangannya. Sementara Adit kini sudah berada persis disebelah dan berjalan beriringan dengan napas ngos-ngosan Adit berjalan di sampingnya.

__ADS_1


" Cieee yang cemburu" kata Adit yang mengedek Rara sambil membenarkan tas di punggungnya.


" Iiidih cemburu? Siapa juga yang cemburu" jawab Rara yang langsung menatap Adit dengan terus berjalan.


" Itu buktinya tadi" ledek Adit lagi dengan senyuman jahilnya.


" Mana ada aku cemburu,,yang ada tuh, aku kasihan sama anak-anak yang ngeliat kamu kayak tadi,, kayaknya besok mereka harus kerumah sakit" jawab Rara yang masih terus berjalan beriringan dengan Adit.


" Ngapain kerumah sakit" tanya Adit yang bingung dengan perkataan Rara


" Ya,,mereka harus periksa kesehatan deh,, atau nggk mereka harus periksa mata, jangan-jangan penglihatan mereka itu udah nggk bagus atau kesehatan mereka itu tergantung" jawab Rara.


" Hahaha,, ya, kan aku mememang tampan" kata Adit yang tertawa dan memuji dirinya sendiri.


" Ke pd-an" jawab Rara lagi dengan acuh lalu pergi meninggalkan Adit dab segara masuk ke kelas mereka.


Adit yang melihat Rara seperti itu pun meresa gemas melihat tingkah Rara yang seperti anak kecil. ia pun ikut menyusul Rara masuk ke dalam kelas.


Bel berbunyi pertanda bahwa pelajaran akan segera dimulai. Semua siswa pun sudah masuk ke dalam kelas mereka masing-masing dan guru-guru pun sudah mulai masuk kelas Yang akan mereka ajar. Hari ini pak Ridho lah yang akan masuk ke kelas Rara, guru Matematika yang super-super galak dan tegas, yaa,,mungkin bisa di katakan salah satu guru killer di sekolah ini. Setiap pelajarannya pasti selalu diberikan tugas,, jika siapa saja yang tidak mengerjakan tugas itu maka siap-siap untuk menerima hukuman.


" Pagi semuanya" sapa pak Ridho dengan postur tubuh yang sehat , perut'yang agak buncit, dan dengan kacamata minus nya yang selalu ia kenakan.


" Pagi pak" sapa semua siswa yang Ada di kelas itu.


Semuanya pun mulai mengumpat dalam hati.


kenapa nggak masuk aja sih ni orang. batin siswi.


mati gw,,tugas yang kemaren belum gw kerja. batin siswa lain yang mulai panik karena tidak mengerjakan tugas


siapapun tolong keluarkan orng ini


nih bapak-bapak,,absen kek sekali-sekali


Beginilah kita pak Ridho memasuki kelas, ada siswa yang biasa-biasa saja ketika guru ini masuk, tentu itu bagi anak-anak yang otaknya pintar, tapi bagi anak-anak yang bandel dan anak yang suka bikin onar pasti tidak akan senang dengan kehadiran guru yang satu ini.


" Tugas yang saya berikan kemaren, silahkan di kumpulkan" ucap pak Ridho yang memerintah siswa mengumpulkan tugasnya dengan nada yang lantang.


sekali-sekali pikun kek ni orang


duuhh mati gw, mana lupa kalau ada tugas lagi. batin siswi yang panik karena tidak mengerjakan tugas.


siap-siap kena hukum ini mah


diluar panas gak yah?

__ADS_1


__ADS_2