
Sementara di sisi lain, sekolah Rara.
Mereka juga baru menirima bel istirahat.
Kini Rara dan teman-teman sudah berada di kantin untuk mengisi perut mereka.
"Nanti pulang sekolah langsung kerumah gue aja"
"Lo udah bilang ke bunda buat masakin makanan yang banyak dit, gue rindu banget masakan bunda"
"Udah tenang aja,, gue udah bilang ke bunda" ucap Adit.
"Kalian berdua nanti pergi naik mobil atau taxi ke rumah gue?" Tanya Adit pada Rara dan Lili yang tadi hanya bisa menyimak sambil sesekali meminum minuman.
"Gue udah bilang ke Supir gue buat nggk usah jemput hari ini, jadi kayaknya gue naik taxi aja, kamu gimana Ra?"
"Hmm, sama tadi aku juga udah pesan sama mang Ujang buat nggk usah di jemput, tadi juga aku pergi sekolah sama kak Rendy."
"Gue bawa motor, Haikal juga. Jadi kalian bareng kita aja gimana?" Tanya Adit menatap bergantian kearah Rara dan Lili.
"Trus Fahmi sama Nurul gimana?, Kamu udah ngasih tau Mereka.?" Tanya Rara menghadap Adit.
"Udah,,si Fahmi juga bawa motor. Tadi juga gue kasih tau,, sekalian bareng Nurul" jawabnya.
"Iya deh kalau gitu"
\_\_\_ooOoo\_\_\_
Di kediaman Dani Atmaja.
Andin kini tengah bersiap-siap, ia sudah ada janji dengan sepupunya Alika, anak dari Andika. Ia sudah berencana hari ini akan pergi ke mall dengan sepupunya itu.
Karena hari ini tidak ada kelas full, maka ia akan pergi dengan sepupunya.
Ia berjalan menghampiri bi Ijah yang sedang membersihkan meja makan.
" Bi Ijah" sapanya.
"Iya non, ada yang bisa bibi bantu?"
"Nggak kok Bi, Andin cuman mau bilang. Nanti siang nggak usah masak ya, saya soalnya mau pergi ke rumah Oma sekalian mau ke mall. Nanti saya sekalian makan siang di sana aja" ucapnya lembut.
"Terus non Rara sama den Rendy gimana non?"
"Oh iya,, saya nanti bakalan pulang sore, Rendy sama Rara juga pulang sore, jadi nggak usah masak nanti siang"
"Masaknya buat yang ada di rumah aja" sambung Andin.
"Baik non"
"Ya udah saya pergi dulu ya" pamit Andin.
Bi Ijah hanya mengangguk dengan tangannya masih memegang lap ditangannya.
Andin berjalan keluar menuju garasi dan mengambil mobil merah milik nya.
Ia lalu melajukan mobilnya menuju rumah utama keluarga Atmaja.
Tak lama, akhirnya Andin pun sampai. Kini ia sudah berada di kediaman utama keluarga Atmaja. Rumah yang besar dengan halaman yang luas,.
__ADS_1
Ia memarkirkan mobilnya, lalu segera masuk kedalam rumah.
Ia menekankan bel, tak lama seorang pun datang untuk membuka pintu.
"Eh non,,ayo silakan masuk non" sapa ART itu ramah
Andin hanya tersenyum sebagai jawaban, lalu segera masuk.
Ia berjalan menuju ruang tamu dengan di ikuti art di belakangnya.
Diruang tamu ada Oma, om dan tantenya sedang berbicara ringan.
"Permisi nyonya,, ini ada non Andin" sontak semuanya menoleh kearah diaman Andin berdiri. Mereka lalu menyambut kedatangannya dengan hangat. Ia lalu duduk bergabung bersama Mereka.
"Kenapa datang nggak bilang-bilang Oma,, kalau tau kamu datang Oma udah Masakin masakan kesukaan kamu" ucap Omanya.
Andika dan istrinya hanya tersenyum melihat tingkah nenek dan cucunya ini. Meskipun mereka tinggal di kota yang sama, tapi tidak tinggal di rumah yang sama. Kesibukan masing-masing membuat mereka jarang bertemu, apalagi mereka tidak tinggal di rumah yang sama.
Saat kepergian Hanin 17 tahun yang lalu, Maria sudah meminta anaknya itu untuk tinggal bersama di rumahnya, lebih tepatnya rumah mereka.
Tapi Dani menolak, ia tidak bisa meninggal rumah, dimana kenangan terindah bersama istrinya itu.
Maria saat itu hanya bisa pasrah dengan keputusan Dani, dia juga tidak tega dengan cucu-cucunya yang saat itu masih kecil dan tidak ada yang mengurus mereka. Dia pun tinggal di rumah anaknya itu untuk merawat cucu-cucunya, sikap Dani yang saat itu juga berubah membuat Maria merasa kasihan. Saat cucu-cucunya tumbuh dewasa barulah ia tinggal di rumah nya.
Mereka pun berbicara ringan, sesekali tertawa.
"Kak Alika mana tan? Tanya Andin pada tantenya
"Ada di kamarnya," jawab tantenya lembut.
"Kalau gitu andin naik ke atas dulu, mau ke kamar kak Alika" pamit Andin, lalu ketiga orang tua itu langsung mengangguk.
Alika yang tengah duduk di depan cermin sambil memoleskan lipstik ke bibirnya itu terhenti sebentar karena mendengar ketokan pintu.
Ia lalu memerintahkannya untuk masuk "masuk"
Andin yang mendengar perkataan Alika dari dalam kamar pun membuka pintu lalu segera masuk.
"Loh kamu udah datang dek"
"Udah dari tadi kali kak,, kakak sih kelamaan dandan"
"Hehehe,,, iya maaf ini juga udah selesai"
Setelah selesai memoles lipstik di bibirnya, Alika lalu mengambil tas yang ada di atas meja riasnya lalu memakainya.
"Ya udah ayo" ajaknya.
Mereka berdua pun turun ke bawah, di ruang tamu masih ada Oma, Om dan tantenya yang masih berbincang.
Sesampainya mereka di ruang tamu mereka lalu meminta izin untuk pergi ke mall hari ini.
Setelah mendapat izin mereka lalu segera masuk ke dalam mobil yang Andin bawa, dan melajukan mobil mereka ke mall.
\_\_\_ooOoo\_\_\_
Tak terasa hari sudah semakin siang. Hari ini pelajaran pun selesai. Bel pulang berbunyi, seluruh siswa mulai berhamburan keluar dari kelas. Rara tengah berjalan beriringan dengan Lili menuju parkiran. di parkiran sudah ada Adit, Haikal, Fahmi Dan Nurul yang sedang menunggu keduanya.
"Maaf ya telat,, tadi habis dari ruang guru bentar" ucap Rara. Tadi sebelum ia beranjak keluar dari kelas. Guru yang tadi mengajar di kelasnya meminta tolong agar membantunya membawa sebagian buku-buku yang ada di meja. Rara dengan senang hati menolongnya.
__ADS_1
"Ya udah ayo" ajak Adit
"Li, ayo naik,, lo sama gue aja. Ayo cepat buruan" ajak Haikal pada Lili.
"Oke,,gue naik sama lo aja"
Rara yang masih berdiri pun mendengar ajakan Adit untuk naik bersamanya.
" Ra,, ayo naik"
"Aah,, iya-iya"
lalu ia naik ke atas motor milik Adit,
Mereka pun pergi bersama menuju rumah Adit.
Setalah 30 menit, akhirnya mereka pun sampai. Mereka lalu memarkirkan motornya.
"Ayo masuk," ajak Adit pada teman-temannya. Semua teman-temannya pun masuk sesuai perintah dari Adit.
"Bunda Adit pulang"
Bundanya yang sedang berada di dapur mendengar suara anaknya itupun menyusul anaknya yang sudah berada di ruang tamu. ia yang sedang mengaduk adonan pisang goreng pun, meninggalkan adonan itu sebentar dengan tangannya yang masih ada sisa adonan itu.
"Eeh udah pulang" ucap bunda. Ia lalu melihat teman-teman anaknya yang masih berdiri di sana.
"Ayo duduk dulu,, nanti Tante bawakan minum" sambungnya lagi.
Mereka pun mengangguk dan tersenyum.
"Gue mauganti baju dulu bentar ya" pamit Adit.
Minuman kini sudah disediakan untuk mereka, ada juga beberapa cemilan yang disediakan di atas meja, Adit juga sudah mengganti bajunya dan sudah berada di ruang tamu dengan teman-temannya. Mereka memulai mengerjakan tugas kelompok itu.
Di tengah-tengah sedang mengerjakan tugas tiba-tiba perut Haikal merasa lapar."Dit,, gue laper nih, bunda masak nggak?" Tanya Haikal pada Adit.
"Pergi aja ke dapur Sono,, tanya sama bunda."
"Yee,, lo kal makan Mulu, kerja dulu Napa" ucap Fahmi.
"Iya nih si Haikal,, padahal dari tadi dia Mulu yang ngemil di sini" kini Lili yang berkata.
"Ngemil sama makan itu beda,, gue mau susul bunda ke dapur dulu,, bay, selamat mengerjakan tugas"
"Dasar si Haikal,, taunya makannn Mulu" ucap Lili kesal.
Belum jauh ia melangkah dari ruang tamu, ia membalikkan badannya lalu berbicara" kalian harus contoh si Nurul sama Rara, mereka diem-diem aja,, nggak banyak komen,," ucap lalu berlalu pergi ke dapur menuju bunda.
"Udah biarin aja,,dia udah biasa di sini, makanya dia kayak gitu" ucap Adit.
Haikal memang sering sekali datang ke rumah Adit, bahkan ia pernah menginap. Bunda Adit sudah menganggapnya sebagai anak sendiri. Haikal adalah anak baik, ia sangat mengenal Haikal sangat baik. Orang tua mereka juga sesekali bertemu jika pergi ke pasar dan terkadang juga sering mampir ke rumah satu sama lain.
Haikal kini sudah berada di dapur" Bund,, ada makanan nggak?,, Haikal laper nih"
"Ada tuh di atas meja makan,, makan aja, makan yang banyak" ucap bunda lembut dan tersenyum.
Haikal pun ikut tersenyum, lalu ia segera duduk dan makan.
semoga kalian suka🤗
__ADS_1
batu vote dan like ya❤️