
Keesokan harinya tepat pada hari minggu, 6 juni 2018
Dia mengajakku untuk menghirup udara segar diluar, aku pun menyetujui ajakannya karena aku jenuh berada dirumah.
Moodku baru saja kembali pagi ini setelah semalaman aku uring-uringan tidak jelas.
Jika ku pikir-pikir, kasihan juga dia.
Dia tidak tahu apa-apa tapi menjadi sasaran amukanku, hehe.
Maafkan aku..
Aku bangga kepadanya, dia selalu sabar menghadapi moodku yang terlalu gampang untuk berubah ini.
Sedikitpun ia tak pernah marah apalagi mengeluh dalam menyikapiku.
Dia lelaki baik yang pernah ku temui.
••••••••
Aku segera mandi dan bersiap-siap untuk menunggu kedatangannya.
Ketika aku sibuk memilih warna jilbab yang senada dengan pakaianku, ponselku berdering beberapa kali seperti tidak mempunyai rasa sabar sedikitpun, aku dibuat kesal oleh deringan itu.
Aku mengambil ponselku yang berada disamping tempat tidurku dan aku mengecek ponselku, ternyata dia yang menghubungiku.
Belum sempat aku mengangkat telepon itu, tapi sambungan telepon itu telah terputus.
Lalu, ku biarkan saja dan aku meletakkan ponselku kembali ke tempat semula.
Aku kembali kedepan lemariku, mulailah ku cari lagi jilbab yang ingin aku pakai nanti
Dan aku sudah menemukannya, warna maroon.
Kemudian aku segera memakai jilbab itu dengan rapi tidak lupa pula aku menggunakan ciput agar rambutku tidak kelihatan.
Pasti kalian mengira aku selalu memakainya sebelum memakai jilbab? iya kan?
padahal kenyataannya tidak seperti itu.
Seringkali aku tidak memakainya, itu semua tergantung moodku.
Kadang hatiku bisa berubah-ubah
aku saja lelah menghadapi hatiku, bagaimana dengan orang lain?
Pada saat aku sibuk merapikan jilbabku, ponselku kembali berdering pertanda adanya panggilan masuk. Aku sudah tahu siapa yang menghubungiku, pasti dia, pikirku.
__ADS_1
Dan ternyata dugaanku benar, dia menghubungiku untuk bertanya,
"Sudah selesai siap-siapnya?"
Dan aku menjawab,
"Sudah ini tinggal merapikan jilbab saja"
Diapun berkata,
"Ya sudah aku berangkat kerumah kamu ya, tunggu."
"Iya hati-hati" kataku
Dia menjawab,
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam" jawabku
Setelah salam itu terjawab sambungan telepon itu berakhir.
Dia sudah berangkat menuju kerumah kediamanku.
Aku menunggunya diruang tamu, duduk disamping pintu agar nanti ketika dia sampai aku dapat melihatnya secara langsung.
Tidak butuh waktu lama, mungkin sekitar 10 menit, itu pun tidak sampai. Yang ku tunggu telah tiba dengan selamat.
Dia tersenyum melihatku sibuk memainkan ponselku sampai aku tak menyadari kehadirannya.
Kemudian aku dibuat kaget oleh deringan ponselku, saat ku lihat ternyata dia menelponku dan mengirimkanku sebuah chat yang berisi, "Main hp jangan serius gitu sampai gak tahu kehadiran seseorang."
Lalu menoleh ke arah luar pintu, aku mendapati dia sedang tersenyum kearahku dan aku membalas senyum manisnya
"Sudah lama?" tanyaku
"Lumayan, sekitar 2 jam yang lalu" guraunya
"Hilih bisa aja kalau bohong" kataku
"Ayo keburu siang" ajaknya
"Iya" kataku
Dia kembali bertanya,
"Ibu ada dirumah? kerja tidak?"
__ADS_1
aku menjawab,
"Ada diatas, dikamarnya"
"Ohh boleh minta tolong panggilin mau pamitan ke ibu kamu dulu" kata dia
"Ya kamu masuk dulu lah jangan kaya orang nagih hutang gitu didepan pintu" kataku
"Haha iya-iya. Kan tadi belum ditawarin masuk." Kata dia
"Oh iya lupa" candaku
"Pikun" kata dia
Aku pura-pura kesal kepadanya, lalu berkata,
"Apa katamu? pikun?"
"Iya" jawabnya dengan santai
Lalu aku menendang tulang keringnya, dia meringis kesakitan.
Bukan kasihan malah aku tertawa melihatnya kesakitan karena ulahku
"Hahaha rasain" tawa pecahku
"Awas kamu ya, nanti akan aku balas yang lebih" ancamnya
"Uhhh atut" jawabku meremehkan tapi dengan maksud bercanda
"Ya sudah aku mau naik ke atas untuk memanggil Ibu sebentar." Kataku
"Diatas mana? genteng?" tanyanya.
Aku melihat ada 1 buah buku dan aku melempar buku itu kearah dia, dan buku itu melayang tepat pada sasaran.
Tetapi untungnya saja buku itu tidak mengenai kepalanya, hanya mengenai lengannya saja.
Bersambung...
Inilah dia yang ku maksud. Udah anggap aja gambaran itu adalah dia.
Ya maaf sih kalau jelek. Kan I'm an ordinary human not a painter
Terima kasih,
wassalamu'alaikum☺️🌛
__ADS_1