
Setelah selesai sholat maghrib, sambil menunggu datangnya adzan isya' aku membaca Al - Qur'an walaupun hanya beberapa ayat saja. Setelah adzan telah terdengar di telingaku aku menjawab adzan tersebut, ketika adzan telah selesai. Aku segera bersiap untuk sholat isya'. Kali ini aku tidak wudhu lagi karena wudhuku yang tadi belum batal. Insya Allah masih suci.
Setelah selesai melaksanakan sholat isya' aku menaiki tangga menuju ke kamar tidurku. Aku mencari keberadaan benda pipih yang biasa ku bawa kesana kemari, iya dia adalah ponsel genggamku.
"Ah ini dia." Kataku setelah menemukan handphone kesayanganku. Walaupun dulu aku membelinya dengan harga yang tidak seberapa tetapi ia sangat berarti, dengan adanya dia semua terasa mudah. Untuk saling bertukar kabar bisa mengirimkan pesan atau telepon, bisa juga video call jika ingin melihat wajah orang yang sedang kita rindukan. Jika ada tugas pun menjadi sangat mudah, Kita tinggal searching di Google saja.
Tetapi gunakanlah handphone dengan bijak ya, banyak diluar sana orang - orang menyalah gunakan ponsel genggamnya. Banyak yang menggunakan handphone hanya untuk kesenangan pribadi tanpa peduli resikonya.
Aku kembali menghidupkan data selulerku, kemudian membuka aplikasi yang bertuliskan WhatsApp. Tujuan utamaku membuka handphone selalu tertuju kepada aplikasi WhatsApp, karena hanya melalui itulah aku bisa bertukar kabar dengan siapa pun yang aku mau.
Saat aplikasi WhatsApp telah ku klik, notifikasi mulai berlomba - lomba menampakkan diri.
Saat aku sibuk membalas chat dari teman-teman, keluarga, dia, dan lain-lain, aku dikejutkan dengan sesuatu yang membuatku begitu sakit.
•••
Belum sembuh betul luka dan pedihnya hatiku dari semalam hingga kini, sejak semalam belum ada hal yang bisa mengembalikan senyum dan tawaku, saat berada disekolah hanya senyum dan tawa palsu yang aku tunjukkan kepada mereka semua.
Sejenak aku ingin melepaskan rasa sedihku, namun lagi - lagi ada hal yang membuatku semakin sakit. Lebih sakit dari apapun, dan seumur hidup aku tidak akan pernah melupakan perbuatannya. Ini pertama kalinya seseorang mampu membuatku begitu sakit, mampu membuat hatiku tergores oleh jutaan luka. Sampai mati pun aku tidak akan mudah untuk memaafkan hal yang begitu fatal ini, ini menyangkut harga diri seseorang. Semoga segala ucapan dan hinaannya berbalik kepadanya atau kepada keluarganya, dan bisa saja semua ucapan yang dia lontarkan akan berbalik kepada anak - anaknya suatu saat nanti. Ingatlah, Allah tidak pernah tidur dan Allah selalu adil. Allah akan membalas perbuatan manusia sesuai dengan apa yang telah ia perbuat.
"Apa selama ini, seperti ini pekerjaanmu? hah!"
"Apa maksudmu?" Kata - kata ini di ucapkan oleh seorang wanita yang tidak asing dalam hidupku.
__ADS_1
"Halah tidak usah mengelak lagi, aku sudah tahu semuanya"
"Mengelak apa maksudmu?"
"Kamu selingkuh kan? Iya kan! Tidak usah kamu tutupi lagi semua kebusukanmu itu! Aku muak mendengarnya."
"Kamu bicara apa, mana buktinya jika aku selingkuh. Jangan asal menuduh jika tidak tahu kebenarannya."
"Orang tidak tahu diri sepertimu tidak pantas untuk di dengarkan."
"Aku tahu semuanya. Kau berselingkuh dengan teman kerjamu kan? Iya kan?Jawab!"
"Kata siapa aku berselingkuh, siapa yang bilang?" teriak murka wanita itu
Dengan mudahnya lelaki gila itu berucap dengan lantang sebuah perkataan yang tidak sepatasnya, "Dasar kau pelac*r, tidak punya rasa malu dan harga diri. Kau begitu hina sekali menjadi wanita."
"Wanita tidak punya harga diri." Lanjut lelaki gila itu
"Apa buktinya? Kamu punya bukti? Tidak kan. Seharusnya jangan menuduh jika tidak ada bukti."
"Tidak perlu bukti karena aku sudah tahu semuanya."
"Siapa yang kamu maksud?"
__ADS_1
"Lelaki yang biasanya selalu titip kopi kepadamu."
"Hanya titip kopi kamu bilang aku selingkuh dengannya? Sungguh tidak masuk akal."
"Jika tidak mempunyai hubungan tidak mungkin dia titip kopi setiap hari. Sudahlah kau jangan mengelak lagi, sudah banyak buktinya, wanita murahan."
"Astaghfirullah cuma gara - gara kopi kamu tetap menuduhku selingkuh? iya? Cuma lelaki bodoh yang menuduh istrinya sendiri selingkuh hanya karena kopi biasa. Sampai kau mengatakan aku wanita murahan."
"Tidak ada teman lelaki yang tidak menaruh perasaan pada wanita jika setiap hari dia selalu titip kopi dan juga cemilan padamu. Pasti kamu dan dia mempunyai hubungan yang lebih dari teman, aku tahu itu. Jadi jangan berusaha untuk menutupinya lagi."
"Sekarang tempat kerjamu sepi? orderan jahitan hanya sedikit tidak seramai dulu. Iya kan? Haha. Itu pasti karena karyawan di sana selalu menjual dirinya pada lelaki mana pun sama sepertimu yang tidak mempunyai harga diri sedikit pun sebagai wanita. Kau adalah pelac*r, kau wanita murahan!" Teriak murka lelaki brengs*k itu.
"Lihat saja besok, akan aku habisi lelaki itu di hadapanmu dan juga di hadapan bos sekaligus teman - teman kerjamu. Aku tidak akan pernah tinggal diam wanita murahan. Kamu adalah wanita murahan dan akan tetap menjadi wanita murahan selamanya. Harga dirimu sudah sering dibeli oleh lelaki lain. Aku sudah muak melihatmu, kau pelac*r." lelaki tidak punya hati itu berucap dengan penuh penekanan dan ancaman. Dengan murka dan kobaran emosi yang menggebu dia tetap mengucapkan kata-kata "Pelac*r" terhadap wanita itu.
"Terserah kamu mau bilang apa. Yang penting aku sudah berusaha jujur kepadamu, terserah kamu percaya atau tidak itu hakmu. Tetapi ingat, Allah selalu tahu mana yang salah dan mana yang benar. Aku berucap dengan jujur tidak ada kebohongan sedikit pun."
"Mau kau menjelaskan seperti apa saja aku tidak akan pernah percaya lagi ucapan busukmu itu."
"Lihat saja besok akan aku habisi lelaki itu dan juga kau akan aku habisi. Tunggulah ajalmu hahaha." Lelaki itu berucap selayaknya manusia berhati iblis. Tidak punya hati.
"Kau tahu aku tidak suka dipermainkan seperti ini, kau wanita murahan yang pernah ku temui. Kau adalah pelac*r lebih baik kau segera mati, meninggalkan dunia ini bersama dengan kelakuan busukmu." Lanjutnya lagi
"Terserah mau kamu bicara apa pun, aku capek untuk menjelaskan. Percuma saja aku menjelaskan jika tidak ada hasil, yang ada kamu semakin menjadi. Kamu seperti manusia yang tidak mempunyai hati. Aku bersumpah demi nama Allah SWT, jika memang aku berselingkuh di belakangmu maka bagian v ku akan membusuk. Tetapi jika tidak. Maka kamu yang akan menanggung akibat dari fitnahmu yang tidak masuk akal. Ingat itu." Wanita itu berucap di sela-sela isakan tangisnya yang membuat dadanya sesak dan caci maki ini akan tetap ada dalam memori ingatannya, tidak akan pernah ia lupakan kata-kata menyakitkan ini seumur hidupnya.
__ADS_1
"Aku sekarang tahu mengapa akhir-akhir ini kau selalu cuek, acuh kepadaku. Bahkan untuk mengobrol saja engkau selalu berusaha menghindar, ternyata ini alasannya. Kau selingkuh dengan teman kerjamu sendiri, bahkan setiap hari kau selalu mau di mintai tolong untuk membelikan dia kopi. Aku tidak habis pikir denganmu. Kau wanita brengs*k. Percuma saja kau menangis seperti itu, itu tidak akan merubah keadaan. Apa yang kau tangisi? Lelaki itu yang kau tangisi? Iya? Dasar bodoh, wanita tidak punya harga diri. Mending kau mati saja menyusul suamimu itu."