
Setelah pekenalan singka, mereka akhirnya langsung menyantap makanan yang sudah tersedia dengan lahap.
Makan dengan tenang dan penub wibawa, tapi sayang itu tidak berlaku untuk Tania, Tania makan dengan porsi yang cukup banyak untuk seorang wanita, tapi ia sangat sopan dan tak membuat suara gesekan pada alat makannya.
Alex tersenyum kecil melihat tingkah Tania, karena biasanya wanita akan bersikap sok jaim di depannya, sungguh berbeda dengan Tania yang terlihat polos apa adanya.
Hampir satu jam makan malam berlangsung, akhirnya kedua belah pihak keluarga selesai dan melanjutkan dengan obrolan kecil.
"Tania, sekarang kamu kelas berapa ?" Tanya Anita sambil tersenyum.
Entah wanita paruh baya tersebut tidak pernah menghilangkan senyum manisnya sejak melihat kedatangan Tania, ia sangat senang dengan Tania.
"Saya sekarang baru lulus SMA mom." Jawab Tania sedikit kaku karena belum terbiasa.
"Oh begitu." Jawab Anita sambil mengganguk paham.
"Apa sebelumnya kamu sudah memiliki pacar ?" Tanya Anita tampak penasaran.
"Sudah." Jawab Tania singkat.
Mendengar jawaban Tania, Alex mendadak merasa tidak suka, bahkan tatapannya berubah menjadi tajam.
"Kamu harus segera memutuskan kekasihmu, karena kita akan segera menikah." Ucap Alex terdengar dingin.
"Yah, tanpa anda minta juga saya akan memutuskan kekasih saya." Jawab Tania sedikit sinis.
"Baguslah, jika kamu sudah sadar diri." Jawab Alex denga sedikit pedas.
"Alex." Ucap Anita dengan penuh penekanan.
"Sial, belum menikah saja sifatnya sudah seperti ini, apa lagi sudah berstatus sah menikah." Umpat Tania merasa kesal.
"Huft, kamu harus menjadi milikku Tania, hanya milikku, jadi jangan harap bisa lepas dariku." Batin Alex.
__ADS_1
"Baiklah, kebetulan hari besok hari selasa mommy libur jadi kita akan fitting baju." Ucap Anita sambil menatap Tania dan Alex secara bergantian.
"Baik aku ikut mommy saja " Jawab Alex yang memercayai mommynya.
"Tania juga percayaanin ke mommy." Ucap Tania sambil memaksakan senyum.
"Baiklah kalau begitu, jadi malam ini diputuskan semua akan sesuai dengan pilihanku." Jawab Anita sambil tersenyum penuh arti.
Alex yang melihat senyum penuh arti dari mommynya merasa tidak enak, ia tahu pasti mommynya sedang merencanakan sesuatu, dan salah satunya bisa membuat ia kesal.
"Ohiya dimana anak angkatmu itu Theo ?" Tanya Anita dengan menekan kata anak.
"Dia sedang ada urusan makanya tidak sempat untuk ikut makan malam." Jawab Theo berusaha setenang mungkin, ia sebenarnya sedikit degdegan karena Anita menanyakan keberadaan Tere.
"Sayang, apa saudara angkatmu memperlakukan mu dengan tidak baik ?" Tanya Anita kepada Tania.
Andreas dan Alex serta Tania yang mendengar pertanyaan dari Anita, tampak sedikit bingung apa lagi Tania.
"Tidak." Jawaban singkat dari Tania membuat Theo semakin takut, dan membuat wajah Anita berubah menjadi merah padam.
"Sayang sepertinya kamu harus mengajak nak Alex untuk berkeliling rumah, agar kalian bisa lebih dekat, bagaimanapun kalian akan segera menikah, jadi lebih baik kalain mengenal satu sama lain dalam satu minggu ini." Ucap Theo sambil tersenyum ke arah Tania.
"Baik, ayo." Jawab Tania sambil membalas tatapan ayahnya dan langsung menatap tajam ke arah Alex.
Tania dan Alex segera beranjak pergi meninggalkan Theo, Anita dan Andreas.
"Wah, jika sampai Tania sedikit saja tergores, maka aku tidak akan segan-segan untuk menghancurkanmu Theo." Ucap Anita penuh amarah.
Andreas yang melihat istrinya sangat marah, hanya bisa diam karena sebelumnya istrinya tak pernah semarah ini, marah seperti biasa saja sudah membuat ia kalang kabut apa lagi kali ini yang tampak sedang marah besar.
"Aku selalu menjaga ia dengan baik, jadi bisa dipastikan Tania tidak pernah lecet sama sekali." Jawab Theo penuh keyakinan, ia tidak tahu apa yang terjadi selama ia tidak ada dirumah.
"Wahh, kau sepertinya tidak tahu apa yang terjadi dirumah ini." Sinis Anita.
__ADS_1
"Apa maksud anda nyonya Anita ?" Tanya Theo penuh penekanan, ia berusaha meredam amarah karena merasa disepelekan.
"Kau harus tahu Theo, aku yang menghancurkan perusahaanmu, kalau kau mau tahu alasannya, itu semua karena anak yang bernama Tere, bagaimana bisa ia melukai anak dari mendiang sahabatku." Jawab Anita dengan emosi yang menggebu-gebu.
"Oh ternyata kamu penyebab dari kehancuranku, dan tolong jaga bicaramu selama berada di rumah saya." Jawab Theo tak kalah sengit.
"Ingatlah Theo, aku bisa saya membongkar semua yang sudah kau simpan, jadi jika sekali lagi putrimu menggangu Tania, aku tidak akan segan-segan untuk membongkar semuanya." Jawab Anita penuh penekanan, bahkan tatapannya berubah menjadi tajam dan tersungging sedikit senyum licik.
"Jangan pernah mengatakan hal yang tidak-tidak kepada Tania, kamu tidak tahu apa-apa jadi sebaiknya kamu diam saja." Jawab Theo dengan tatapan dingin.
"Wah, kamu bilang tidak tahu ?, kamu lupa aku adalah saksi hidup dari semuanya." Tanya Anita dengan sinisnya.
"Cih." Ditanggapi decihan oleh Theo.
"Sebenarnya ada apa ini ?" Tanya Andreas yang sudah sangat bingung melihat perang dingin antara istrinya dan calon besan.
"Kamu akan tahu nanti, tapi tidak sekarang, dan lagi kamu jangan mencoba untuk menjadi pria brengs-k sepertinya." Jawab Anita dengan tatapan tajam ke arah Andreas.
Andreas tampak menelan saliva melihat tatapan tajam dari istrinya, ia merutuki kebodohannya yang berani bertanya disaat singa betina sedang on terbangun.
"Sial, aku bisa jadi tempatnya melampiaskan kekesalan." Umpat Andreas dalam hati, ia mana berani mengumpat didepan istrinya.
"Sebaiknya kamu tidak mencerikan masalalu kepada putriku, aku tidak mau dia salah paham." Ucap Theo sedikit lembut, bagaimanapun ia tak bisa untuk melawan Anita dengan kepala panas.
"Baiklah, aku tidak akan pernah menyinggung masalah itu, tapi kamu harus memastikan jika wanita itu dan anak itu tidak pernah muncul dihadapanku." Jawab Anita dengan tatapan serius.
"Baik akan aku pastikan mereka tidak akan pernah muncul dihadapanmu, kamu tidak perlu khawatir untuk hal itu." Jawab Theo merasa lega dengan syarat yang diberika oleh Anita.
"Tapi, apa mereka bisa hadir di acara pernikahan Tania dan Alex minggu depan, bagaimanapun akan terasa aneh jika adik tania tidak ikut hadir di acara pernikahan Tania." Tanya Alex.
"Boleh saja, tapi ingat yang akan berdiri disampingmu selama acara adalah bi sari, karena ia yang merawat Tania dari kecil." Jawab Anita.
"Pastikan mereka tidak membuat kekacauan selama pesta putra dan putriku, jika sampai mereka melakukan kesalahan, sekecil apapun itu aku akan menghancurkan semua yang kamu punya." Sambung Anita.
__ADS_1
"Ohtidak, aku tidak akan menghancurkanmu, tapi aku pastikan kamu akan dibenci oleh Tania, bahkan kamu akan menjadi lelaki yang paling ia benci." Masih belum puas Anita kembali menyambung dengan menekan setiap kata yang keluar dari mulutnya.
Sampai disini dulu yah, sampai jumpah di episode berikut :)