
Sesampainya di sekolah, seperti biasa ketika bel masuk telah berbunyi maka pelajaran pun akan segera di mulai. Pelajaran berlangsung mulai jam 12.30 sampai jam 17.00 . Pelajaran di jeda pada jam 14.45 karena waktunya istirahat, istirahat di sekolahku tidak begitu lama. Hanya 15 menit saja. Setelah 15 menit telah berlalu semua siswa dan siswi di wajibkan masuk dan mengikuti bidang studi selanjutnya.
Beberapa jam kemudian bel berbunyi lagi sebanyak kurang lebih 4 kali, yang artinya semua penghuni sekolah sudah di perbolehkan pulang ke rumah masing - masing, kecuali penghuni yang tak kasat mata.
Semua siswa dan siswi bergegas merapikan buku - buku dan semua peralatan sekolah lainnya, dan di masukkan kembali ke dalam tasnya masing - masing. Setelah semuanya selesai, berdo'a bersama pun di mulai melalui speaker yang terpasang di masing - masing kelas mulai dari kelas 10 sampai 12, mulai dari Jurusan Akuntasi, Perhotelan, Perfilman, Multimedia, dan Pemasaran. Karena aku sebagai siswi kelas 11 masuknya pada siang hari, suasana sekolah tidak seramai di pagi hari karena penghuni sekolah hanya kelas 11 dan para Bapak / Ibu guru saja.
Setelah kegiatan berdo'a selesai para siswa dan siswi saling berhambur keluar dari kelasnya masing - masing dan berjalan menuju ke tempat parkir yang biasanya. Namun itu semua bertolak belakang denganku dan ke-enam teman - temanku, kami tidak langsung keluar dari kelas. Sambil menunggu semuanya keluar kami ber-tujuh mematikan kipas yang ada dalam kelas Akuntansi 1 yang saat ini kami tempati. Kadang juga kami membersihkan whiteboard dan merapikan meja kursi yang berantakan. Setelah di rasa sudah sepi kami keluar dari kelas secara bersama - sama dan saling melempar candaan satu sama lain.
Saat berada di luar kelas aku menoleh ke kanan dan ke kiri, "Tidak ada dia." Gumamku sambil menerka - nerka seperti Nagita. Ah mungkin saja dia sudah menungguku ditempat parkir yang biasanya.
Karena aku begitu yakin bahwa dia kali ini tidak menunggu aku diluar kelasku melainkan menungguku di parkiran, akhirnya aku melanjutkan langkahku yang sempat tertunda tadi, aku mengikuti langkah kaki ke-enam teman - temanku. Jalannya secepat kilat sehingga aku harus berlarian kecil mengejar mereka.
Perjuanganku mengejar mereka tidak sia - sia, membuahkan hasil. Yeah. Kini aku telah berada sejajar dengan mereka, kami berjalan bersama - sama menuju tempat parkir dengan kebiasaan yang masih sama, yang selalu melempar candaan. Baik itu candaan yang biasa sampai candaan yang mungkin saja membuat orang sakit hati, tapi karena kami berteman cukup dekat jadi kami selalu menganggap hal itu tidak serius, semata - mata hanya candaan tidak terlalu di masukkan ke hati. Jadi jangan baperan ,oke.
Peace love peace, Sayang..
Akhirnya sampai juga di Istana motor, yaitu parkiran tercinta sekolahku. Dan saat itu pula aku berpisah dengan teman - temanku, karena memang rumah kami tidak ada yang tetanggaan. Rumahku lah yang cukup jauh dari mereka semua.
Saat mereka berpamitan, lalu aku berkata kepada mereka agar berhati - hati mengendarai motornya jangan terlalu laju. Karena bahaya.
__ADS_1
"Tadi nyariin aku enggak diluar kelas?" dia bertanya dengan menyunggingkan senyum dan menaik turunkan alis tebalnya.
"Dih GR banget, ngapain juga nyariin kamu." Jawabku bohong
"Halah bohong, pasti nyariin kan. Gak mungkin kalau gak nyariin, kamu itu sehari gak ada aku pasti nyariin." Ucapnya dengan ke GR-an tingkat dewa.
Aku hanya menanggapi ucapannya yang super GR itu dengan menggeleng - gelengkan kepalaku beberapa kali, aku tidak menyangka lama kelamaan dia bisa se-PD dan se-GR ini. Dasar monyet, hmm.
"Udah ayok, pulang enggak?" Kataku kesal kepadanya.
"Enggak usah mending nginap aja di sini, bawa tenda."
Uh, sungguh menyebalkan sekali. Ingin rasanya ku kubur dia hidup-hidup, canda.
"Ya sudah kamu saja yang menginap di sini sekalin tuh temanin mba - mba kunti, mas poci dan lain - lain ya."
Niatku berbicara seperti itu hanya untuk candaan, tapi ternyata setelah aku berbicara seperti itu. Aku menoleh ke arah belakang dan saat itu juga aku seperti melihat ada sosok yang melintas tepat di belakang dia, namun dia melintas begitu cepat tidak ada jeda sedikit pun. Entah itu apa, mungkin saja orang. Tapi kan diparkiran ini semuanya sudah keluar, tinggal aku, dia, dan teman - temannya saja yang ada disini. Itu pun tidak ada yang berada di belakang dia. Semuanya berada di depanku dan di depan dia.
Udahlah bodo amat aku, kalau memang yang tadi melintas adalah .... (isi sendiri). Biarkan saja, yang penting aku tidak pernah mengusik atau mengganggu mereka.
__ADS_1
Jika dia menggangguku, maka harus memperkenalkan diri dulu sebagai tanda pertemanan. Kan kelihatannya seru juga jika berteman dengan yang beda alam.
Aku segera menaiki dan menduduki motor beat yang biasa dipakainya untuk pergi kemana - kemana. Keluar angkasa juga pakai itu. Seperti biasa dia selalu melihat bagian samping bawah memastikan bahwa rokku menutupi kakiku atau tidak.
•••••
Alhamdulillah sampai rumah dengan selamat
aku melepaskan sepatu dan meletakkannya di tempat biasa, lalu kembali berjalan menuju tangga kemudian menaiki tangga satu persatu dengan tujuan ke kamarku.
Oke Google kita telah sampai dikamarku yang seperti kandang ayam, berantakan kesana kemari. Tapi bohong.
Kemudian aku meletakkan tasku ditempat biasanya dan segera memilih baju di lanjut mandi bebek. Ketika adzan berkumandang di penjuru dunia, aku segera mengambil air wudhu untuk menunaikan sholat maghrib. Karena tidak baik jika menunda - nunda sesuatu.
Dalam do'a aku menangis, aku merindukan Ayah (Almarhum Ayah Fahri), aku merindukan Ibu (Almarhumah Ibu Rastani), dan aku merindukan Almarhum Kakekku, Almarhumah Nenek, aku merindukan semua yang telah mendahuluiku. Rasanya ini masih seperti mimpi, mengapa semua yang ku cintai dan ku sayangi telah pergi meninggalkan aku untuk selama - lamanya. Mengapa tak ada waktu sedikit pun untuk aku bisa membahagiakan mereka dengan semua usahaku.
•••
Belum sembuh betul luka dan pedihnya hatiku dari semalam hingga kini, sejak semalam belum ada hal yang bisa mengembalikan senyum dan tawaku, saat berada disekolah hanya senyum dan tawa palsu yang aku tunjukkan kepada mereka semua.
__ADS_1
Sejenak aku ingin melepaskan rasa sedihku, namun lagi - lagi ada hal yang membuatku semakin sakit. Lebih sakit dari apapun, dan seumur hidup aku tidak akan pernah melupakan perbuatannya. Ini pertama kalinya seseorang mampu membuatku begitu sakit, mampu membuat hatiku tergores oleh jutaan luka. Sampai mati pun aku tidak akan mudah untuk memaafkan hal yang begitu fatal ini, ini menyangkut harga diri seseorang. Semoga segala ucapan dan hinaannya berbalik kepadanya atau kepada keluarganya, dan bisa saja semua ucapan yang dia lontarkan akan berbalik kepada anak - anaknya suatu saat nanti. Ingatlah, Allah tidak pernah tidur dan Allah selalu adil. Allah akan membalas perbuatan manusia sesuai dengan apa yang telah ia perbuat.
Nantikan next...