Goresan Takdir

Goresan Takdir
BERPISAH


__ADS_3

"Deandra dengar kakak dulu," Reihan sambil memegang tangan adiknya dan menatapnya dalam.


"Di sini kakak tidak bisa lagi membayar biaya sekolah kamu, kalau disana kita punya om Ardi yang bisa memberikan beasiswa pendidikan ke kamu." sambung Reihan, berusa meyakinkan. Sekedar informasi, Ardi merupakan pemilik sekolah swasta elit yang ada di Jakarta.


"Inget Dea, disini kita tidak ada siapa-siapa, kakak juga tidak bisa kerja disini, tolong pengertiannya."


"Kakak tau ini berat untuk kamu harus meninggalkan teman, sahabat, guru-guru yang kamu sayang, bahkan harus meninggalkan kenangan Ayah dan bunda disini, Tapi ini sudah keputusan bulat kakak, kamu harus bisa mengerti dan menerima keputusan ini untuk kebaikan kita bersama" Jelas Reihan tanpa memberikan jeda untuk adiknya beradu pendapat.


"Besok kakak akan ke sekolah untuk mengurus kepindahan kamu." Penjelasan Reihan membuat Deandra terdiam, tak ada opsi lain yang bisa di pilih dan hanya itu dan satu-satunya pilihan yang harus di jalani demi melanjutkan kehidupan.


Pagi hari di meja makan


"Kamu sudah mengemas barang kamu?." tanya Reihan ketika Deandra turun dengan membawa tas besar.


"Sudah kak." Deandra meletakkan tas besar itu beserta peper bag di ruang tamu.


"Itu yang di peper bag isi nya apa?." Tanya Reihan ketika melihatnya.


"Itu kotak bekal hadiah dari bunda dulu saat Deandra ulang tahun ke 12, kak. Saat itu Dea senang sekali, akhirnya bisa membawa masakan bunda ke sekolah, Waktu Itu adalah masa yang paling bahagia bagi Dea. Kumpul bersama, melakukan piknik diakhir pekan dan tiba-tiba bunda mengeluarkan hadiah yang membuat Dea senangnya bukan main. Andai saja Dea jadi anak yang baik yang bisa melindungi bunda pasti.. " Raut wajah yang tadinya ceria ketika menceritakan masa masa indah berubah menjadi murung mengenang kesalahannya.


"Cukup" tegas Reihan.


Deandra langsung memberhentikan ucapannya. Ia sadar bahwa laki-laki yang sedang duduk di meja makan itu tidak mau lagi mendengar penyesalan dari mulutnya.


"Kak, boleh tidak pagi ini Dea ke sekolah seperti biasa, aku ingin pamit ke teman dan guru-guru sekaligus ingin minta maaf ke mereka karena sikap ku belakangan ini." pinta Dea.


"Baik lah, Sekalian kakak kesekolah mengurus surat pindah kamu"

__ADS_1


---


Pagi itu Deandra bersama Reihan sudah memasuki perkarangan sekolah. Gadis itu tampak tak semangat dan membawa  perasaan sedih yang ia rasakan saat ini, "Kenapa semua ini terjadi?" itu yang


selalu ada di pikiran nya saat ini.


Mengarahkan pandang nya ke penjuru sekolah, menatapi setiap tempat yang menjadi kisah bahagiannya. Gadis itu hendak memasuki ruang kelas, saat diambang pintu dia telah disambut dengan kedua sahabanya. Deandra langsung memeluk mereka dengan sangat erat.


"Maaf ya belakangan ini sikap saya ke kalian terkadang suka menyakiti perasaan kalian." Kata Deandra seraya memeluk dan mengeluarkan air matanya.


"Iya, kita paham kok keadaan kamu sekarang." sambung Ainun.


"Kenapa menangis kita selalu memaafkan kok, jadi tidak usah sedih ya. Kita akan selalu ada buat kamu dan kita jalani semuanya bersama-sama, ya kan Nun." timpal Salwa.


Mendengar perkataan Salwa, air mata Deandra langsung mengalir deras.


"Saya akan pindah ke jakarta." Deandra melepaskan pelukannya.


"Kenapa tiba-tiba disini saja bareng kita, tolong tarik ucapan kamu dan tidak usah pindah" Pinta Salwa dan langsung menagis ketika tahu sahabatnya akan pindah.


"Saya juga tidak mau, tapi keadaan sekarang memaksa saya untuk pindah." jelas Deandra kepada kedua sahabanya.


"Teman-teman Deandra hari ini mau pindah ke jakarta." kata Ainun di depan kelas, memberitahu teman-teman sekelasnya.


Sontak semua nya terkejut dan langsung menghampiri Deandra yang sedang menangis di daun pintu kelas. Deandra memeluk satu persatu teman-teman sekelasnya sembari meminta maaf kepada mereka karena sikapnya belakangan ini, semuanya sedih. Semuanya menumpahkan air mata, tak rela jika harus berpisah dengan Deandra, sang gadis yang ramah dan juga ceria.


Mereka memeluk dan memberikan semangat kepada Deandra, "Kamu orang yang kuat dam pasti bisa menjalani ini

__ADS_1


Dea." kata salah satu teman sekelasnya.


Sunguh kalau ada penobatan hari tersedih hari ini adalah hari paling sedih yang dialami oleh XI IPA 1. Ketukan pintu dari seseorang terdengar memecahkan fokus penduduk kelas itu, terlihat jelas wali kelas dan Reihan yang berdiri di bibir pintu.


Saat Deandra berjalan keluar kelas dan meninggal kan kelas tercinta nya itu, terdengar suara teman-teman nya bernyanyi lagu Sampai Jumpa karya Endank Soekamti.


“Datang akan pergi, Lewat kan berlalu, Ada kan tiada bertemu akan berpisah...”


“Awal kan berakhir, Terbit kan tenggelam, Pasang akan surut bertemu akan


berpisah...”


Deandra menoleh kearah teman-teman nya yang saling merangkul satu sama lain


dengan wajah yang basah karna air mata.


“Hey!...”


“Sampai jumpa di lain hari, Untuk kita bertemu lagi, Ku relakan dirimu pergi”


“Meskipun…”


“Ku tak siap untuk merindu, Ku tak siap tanpa dirimu, Ku harap terbaik untukmu”


Du duu duuduuu…


Sedih, haru itu yang dirasakan nya saat ini, baginya sangat berat meninggalkan kota kelahiranya, teman-teman, sahabat, dan guru-gurunya.

__ADS_1


~bersambung~


"Akan kah tempat baru, lingkungan, dan suasan baru bisa mengantarkan kehidupan baru yang lebih indah?"


__ADS_2