
Ketiganya langsung keluar dari Acc'Butik setelah menyelesaikan transaksi.
"Sekarang mommy harus pulang dulu karena ada urusan dadakan, jadi mommy tinggal dulu yah, byee." Ucap Anita berpamitan tanpa menunggu jawaban dari Tania dan Alex.
"Baik mom, hati-hati dijalan." Ucap Tania sambil melambaikan tangan.
Wajah Tania berubah menjadi datar ketika melihat calon mertunya sudah tidak kelihatan lagi, dengan cepat ia melangkahkan kaki untuk masuk kedalam mobil, karena didalam supir sudah menunggu, baru dua kali melangkah tangan Tania sudah ditahan oleh Alex.
"Mau kemana kamu ?" Tanya Alex dingin.
"Pulang." Jawab Tania singkat.
Jika ia bisa berpura-pura bahagia di depan ayah, dan mertuanya, maka ia tak bisa untuk bersikap seolah bahagia ketika hanya berdua dengan Alex.
"Jelas itu urusan saya, saya adalah calon suami kamu, ingat itu." Ucap Alex yang kembali memperingati.
"Oh." Tanpa rasa takut Tania hanya beroh ria.
"Lepas." Ucap Tania ketus ketika menyadari tangannya masih di genggam oleh Alex.
"Saya yang antar kamu pulang." Ucap Alex yang tidak mengindahkan ucapan Tania sebelumnya.
"Tidak perlu, saya di antar supir dan saya bisa pulang sendiri." Ucap Tania yang berusaha melepaskan genggaman tangan Alex, tapi bukan terlepas mala Alex semakin mempererat genggaman tangannya.
"Sekali lagi lepas." Ucap Tania dengan tatapan tajam.
"Saya antar pulang, saya tidak menerima penolakan." Ucap Alex dingin sambil menatap tajam ke arah Tania.
"Menyebalkan." Umpat Tania yang masi bisa didengar oleh Alex.
"Berhenti mengumpat,atau saya cium kamu." Ancam Alex dengan senyum penuh tanda tanya, ancaman Alex sontak berhasil membuat Tania diam tak berkutik, ia tidak mau dicium oleh Alex.
"Masuk." Titah Alex, bukannya masuk Tania mala menatap tajam kearau Alex, seolah sedang menantang Alex.
"Satu." Tiba-tiba saja Alex mulai menghitung.
__ADS_1
"Dua." Tidak ada respon dari Tania, yang tetap melotpt kearahnya.
"Tiga." Mata Tania masih melotot sempurna, Alex yang kehilangan kendali langsung.
Cup, pipi Tania dicium oleh Alex, seketika Tania diam membeku karena Alex yang tiba-tiba saja mengecup pipinya.
"Masuk sekarang, atau bibir kamu selanjutnya." Ancam Alex dengan seringainya.
"Mesum." Teriak Tania sambil cepat-cepat masuk kedalam mobil.
Selama perjalanan pulang Alex dan Tania sama-sama diam, di mobil terasa sangat canggung.
"Antar saya ke mall, saya tidak mau pulang sekarang." Ucap Tania memecah keheningan.
"Baik nona." Jawab Supirnya.
"Tidak, langsung antar kerumahnya." Ucap Alex.
"Baiklah, kalau begitu sekarang sebaiknya turunkan saya disini." Ucap Tania merasa kesal, seharusnya dia sudah duduk tenang di mobil, tapi karena ulah Alex dia terpaksa terjebak dalam suasana canggung.
"Saya tidak ingin pergi bersama kamu, jadi kamu tidak perlu ikut." Jawab Tania dengan ketusnya, ia berasa tidak hidup tenang karena kehadiran Alex.
"Saya tidak perduli, karena saya tidak meminta persetujuan dari kamu." Jawab Alex yang merasa bodo amat.
"Kenapa kamu menyebalkan, dasar cowok aneh." Ketus Tania dengan wajah memerah menahan marah.
Sungguh Alex sangatlah menguji kesabarannya, bagaimana bisa Tania harus memiliki calon suami seperti Alex, yang ada ia bisa merasakan sakit kepala karena berurusan dengan Alex yang keras kepala.
"Hei, sudah sampai, cepat ganti pakaianmu." Ucap Alex pada Tania yang sejak tadi sibuk memainkan ponsel.
"Hmm, sebaiknya kamu pulang saja, aku tidak jadi pergi ke mall." Jawab Tania menolak secara halus, bersikap keras kepala tidak ada gunanya, yang ada dia semakin stress dengan sifat Alex yang sama keras kepala.
"Tidak, kita tetap akan pergi ke mall, jadi sebaiknya kamu ganti baju." Ucap Alex seolah tak bisa dibantah, tapi bukan Tania jika tidak bisa menjawab ucapan Alex.
"Gak, gw males." Jawab Tania sekenanya, tanpa mempedulikan tatapan tajam dari Alex.
__ADS_1
"Kita akan membeli cincin, jadi kamu jangan keras kepala." Ketus Alex yang pusing dengan calon istrinya yang tak mau mendengarkan ucapannya.
"Kita bisa pergi besok." Jawab Tania yang tetap tidak ingin pergi bersama dengan Alex.
"Tidak, pokoknya kamu harus hari ini juga, besok saya sibuk Tania." Seolah penuh penekanan.
"Baiklah-baiklah." Menjawab ketus.
Setelah itu Tania langsung turun dari mobil dengan wajah cemberut, ia benar-benat kesal dengan calon suaminya Alex, Alex selalu saja seenaknya membuat Tania semakin hari semakin kesal.
Wajah tampan Alex bahkan tidak bisa membuat Tania terpaku dan menerima semua perintah Alex dengan senang hati, sebelum Tania menuruti kemauan Alex maka ia akan mendahului dengan berdebat.
"Bi, dimana ayah ?" Tanya Tania pada salah satu Maid.
"Tuan sedang pergi nona, katanya sedang ada urusan penting, jadi kemungkinan besar tuan akan pulang lusa." Jawab Maid, yang kian menjelaskan dimana tuannya, karena yang menanyakan adalah nona mudanya.
"Baik bi, kalau begitu saya ke kamar dulu." Jawab Tania sopan, dan langsung meninggalkan maid tersebut.
Tania langsung berjalan menuju kamarnya untuk berganti pakaian, semakin cepat maka akan semakin baik.
"Pakai baju apa yah, huft orang itu membuat aku kesal saja." Gerrutu Tania disela-sela melihat baju.
"Ahhh, kenapa calon suami gw harus cowok itu sih, ih gw gak terima huft." Mengomel-ngomel sendiri.
Tania memanglah sangat terpaksa untuk ikut bersama dengan calon suaminya Alex, Alex memanglah memiliki wajah tampan yang bisa memikat hati para wanita yang melihat, Alex bahkan sangat terlihat sempurna jika didepan wanita, Memiliki postur tubuh yang gagah membuat wanita semakin tergila padanya.
Berbeda dengan Tania, Tania adalah satu-satunya wanita yang menolak pesona Alex, bahkan menikah dengan seorang Alex tidak pernah ia impi-impikan.
Setahu Tania Alex terlalu angkuh, sifat Alex yang menyebalkan membuat Tania menjadi sangat malas untuk berhadapan, belum lagi saat ini Tania harus pergi ke mall dengan Alex si wajah dingin dan datar, ia harus banyak-banyak berdoa agar tidak naik darah.
Untuk kebanyakan wanita menikah dengan Alex adalah suatu kebanggan, tapi bagi Tania menikah dengan Alex adalah ajang menguji kesabaran.
Bagaimana jika nanti mereka sudah menikah, setiap hari Tania akan melihat wajah datar dan dingin serta angkuh dari Alex.
Tania dan Alex yang punya sifat keras kepala, apa semua akan berjalan dengan lancar, apa rumah tangga mereka akan baik-baik saja.
__ADS_1
Keduanya memanglah sangat tampan dan cantik, jadi jangan salahkan satu sama lain jika banyak yang mencibir keduanya, baik dari kaum lelaki dan kaum perempuan, pasti akan ada banyak sekali yang mencibir mereka.