Goresan Takdir

Goresan Takdir
Eps 4


__ADS_3

"Ayah, apa yang sedang kalian bicarakan, kenapa kalian seperti sedang ada masalah ?" Tanya Tania yang sudah kembali.


"Tidak ada sayang." Jawab Theo sambil tersenyum.


"Oh." Jawab Tania sambil ber-O ria.


"Kalau begitu kami pamit pulang dulu." Ucap Andreas kepada Tania dan Theo.


"Baik om eh daddy, kalian hati-hati dijalan yah." Ucap Tania sambil tersenyum.


"Sayang, jaga diri baik-baik yah, kalau ada yang menyakitimu kamu bisa katakan kepada mommy." Ucap Anita sambil mencium kening Tania.


"Ia mommy." Jawab Tania yang merasa senang karena Anita yang memperlakukannya layaknya ibu dan anak.


"Om, kami pulang dulu." Pamit Alex pada Theo.


"Baik hati-hati dijalan." Ucap Theo pada calon mantunya.


Akhirnya keluarga Anita meninggalkan kediaman Adipati, Tania dan Theo segera masuk ke dalam rumah karena sudah tak bisa melihat mobil dari calon besan.


"Untuk calon mertua mereka sangat baik, tapi kenapa calon suamiku sangat dingin, huft sungguh menyebalkan." Batin Tania.


"Semoga kamu gak beci sama ayah tania, jika semua itu terbongkar tolong jangan pernah membenci ayah, ayah sungguh menyesal sayang." Ucap Theo dalam hati.


"Sebaiknya kamu istrirahat dulu sekarang." Ucap Theo sambil mencium kening Tania.


"Baik, ayah juga sebaiknya beristirahat sekarang." Ucap Tania sambil tersenyum.


Setelah itu Tania langsung berjalan ke arah kamarnya dan Theo juga tampak berjalan ke arah kamar miliknya.


Keesokan harinya.


"Selamat pagi dunia, semoga hari ini kita semua bisa selalu bahagia dan tersenyum." Ucap Tania sebelum membuka mata.


Tania segera membersihkan diri didalam kamar mandi dan bersiap-siap, karena sesuai dengan perjanjian hari ini Tania akan pergi ke butik untuk memilih gaun pengantin yang akan ia pakai.


"Selesai." Ucap Tania sambil menatap pantulan cermin.


"Ini demi kebahagiaan ayah." Ucap Tania sambil memaksakan senyuman.


"Selamat pagi ayah." Ucap Tania menghampiri ayahnya.


"Pagi sayang." Ucap ayah Theo sambil mencium kening Tania.


"Ayah, hari ini aku akan pergi untuk memilih gaun pengantin." Ucap Tania sebelum memasukan potongan roti kedalam mulutnya.


"Ia ayah tahu, kamu hati-hati yah, nanti kamu akan di atar sama sopir." Ucap Theo sambil tersenyum.


"Maaf yah sayang, ayah tak bisa untuk menemanimu." Ucap Theo yang tampak menyesal.


"Tidak perlu minta maaf ayah, Tania tahu pasti ayah sibuk, jadi Tania bisa memakluminya." Ucap Tania yang melihat ayahnya tampak sedih dan meminta maaf.


"Terima kasih, maaf sampai sekarang ayah masih belum bisa membahagiakan kamu." Lirih Theo.

__ADS_1


"Sudahlah ayah, ayah adalah kebahagianku, jadi jangan sedih lagi yah." Ucap Tania sambil tersenyum.


Tania tahu benar Rahasia yang ayahnya simpan, ia juga tahu siapa Anita, tapi ia menunggu sampai ayahnya yang menceritakan semuanya, ia berharap tidak akan mendengar semuanya melalui Anita karena ia ingin kejujuran dari mulut ayahnya.


"Kau tahu, aku bahkan berusaha untuk membuatmu bahagia, tapi kenapa dulu kamu menyakiti bunda ayah." Batin Tania merasa sesak.


"Ayah, tania berangkat dulu yah." Ucap Tania setelah menghabiskan potongan roti miliknya dan segelas susu putih yang di sediakan khusus untuknya.


"Iya sayang, kamu hati-hati yah." Ucap Theo.


Tania akhirnya meninggalkan ayahnya di meja makan, ia segera berangkat menuju butik tepat pilihan Anita, butik ternama atau Acc'Butik.


Dengan sweater yang tampak kebesaran yang dipadukan dengan celana pendek, Tania terlihat cantik dan sangat fresh.



"Hai mom." Sapa Tania kepada Anita.


Alex terpesona dengan gadis kecil yang berada didepannya, cantik itulah yang ada dalam pikirannya saat ini.


"Hai sayang, kamu sangat cantik." Puji Anita yang membuat Tania tampak tersipu malu.


"Mommy bisa saja." Jawab Tania sambil menunduk malu karena wajahnya berubah menjadi merona.


"Hahaha, astaga kamu lucu sekali, kamu tidak usah malu-malu." Ucap Anita yang melihat calon menantunya tersipu malu.


"Iya mom." Jawab Tania kaku.


"Sial, berani sekali gadis kecil itu cuekin gw." Batin Alfa merasa geram karena tak di lirik sama sekali oleh Tania.


Tak memperdulikan Alex, keduannya tampak sudah berada dalam butik untuk memilih gaun.


"Sayang kamu mau yang mana ?" Tanya Anita sambil menatap calon menantunya.


"Aduh, Tania juga bingung semua tampak bagus." Ucap Tania yang merasa bingung dengan berbagai pilihan yang terlihat sangat bagus dan mahal.


"Yaudah kamu coba saja untuk lihat-lihat dulu, nanti kalau ada yang kamu suka kamu tinggal kasih tahu mommy." Ucap Anita.


"Baiklah mom." Setelah mengatakan itu, Anita langsung meninggalkan Tania, ia mencari berbagai macam gaun pesta yang bagus untuk Tania.


Setelah hampir dua jam, Anita sudah membawah hampir dua puluh gaun pesta yang terlihat sangat elegan tapi sexy.


Anita yang melihat calon mantunya hanya berkeliling dan sesekali melihat harga dari gaun lalu di lepas kembali.


"Astaga jangan-jangan dari tadi dia tidak menemukan yang ia mau karena melihat harga dari gaun pengantin tersebut." Ucap Anita sambil menepuk jidat.


Pandangan Anita berahli pada anaknya yang sedang fokus bermain game, bahkan anaknya tak ada niat untuk membantu calon menantunya memilih gaun.


a bermain handphone sedangkan calon istrinya tampak kebingunan mencari gaun." Batin Anita bertambah kesal karena tingkah anaknya.


"Sayang kamu sudah menemukan yang bagus ?" Tanya Anita yang akhirnya memutuskan untuk menghampiri Tania.


"Belum mom, semuanya bagus-bagus, aku sampai bingung mau pilih yang mana, dan lagi harganya sangat malah." Jawab Tania jujur.

__ADS_1


"Kamu tidak usah memikirkan harganya, biar mommy yang bantu pilihkan untuk kamu." Ucap Anita sambil tersenyum.


"Kamu akan ikut acara jamuan makan malam tepat satu hari sebelum kamu menikah dengan Alex, jadi kamu harus pakai ini, kamu bisa coba sekarang." Ucap Anita sambil menunjuk gaun putih yang terlihat sederhana.


"Baik mom, aku akan mencobanya." Jawab Tania.


Lima menit kemudian


"Cantik." Ucap Anita memuji, ia tampak puas dengan pilihannya.


"Tapi apa ini tidak berlebihan ?" Tanya Tania yang terlihat ragu..


"Tidak, ini sangat cocok untukmu." Jawab Anita cepat.


"Sekarang kamu bisa ganti, kita cari gaun untuk acara pemberkatan." Ucap Anita.


"Baik mom." Jawab Tania.


Setelah Tania mengganti baju, ia dan Anita langsung mencari-cari gaun yang akan dipakai untuk pemberkatan dan juga resepsi.


"Apa sudah semua." Tanya Alex setelah lima jam berlalu.


"Sebentar lagi." Jawab Anita.


Tiga jam kemudian.


"Sudah." Ucap Tania.


"Baiklah, sekarang kamu tinggal bayar di meja kasir, bilang saja atas nama Tania Adipati." Ucap Anita dengan santainya.


"Baiklah." Jawab Alex.


Meja kasir.


"Barang atas nama nona Tania Adipati ." Ucap Alex.


"Totalnya 11.000.000.000." Ucap Kasir tersebut.


"Tunggu sebentar." Ucap Alex.


"Mom, kalian beli apa saja kenapa bisa sampai semahal itu ?" Tanya Alex pada mommynya.


"Hanya tiga gaun pengantin, dan beberapa gaun untuk calon istrimu." Jawab Anita sambil menarik Tania ke arah kasir.


"Berapa totalnya ?" Tanya Anita.


"11 Miliyar bu." Jawab mbak kasir.


"Baiklah, saya yang bayar, sepertinya anak lelaki saya tidak punya uang, sangat memalukan." Ucap Anita sambil mencari dompet.


"Saya yang bayar, ini." Ucap Alex sambil menyerahkan blackcard miliknya.


"Wah sungguh beruntung wanita itu bisa menjadi bagian dari keluarga kaya raya." Batin mba kasir.

__ADS_1


__ADS_2