
Kebahagiaanku tak berlangsung lama, saat aku berumur sekitar 2 tahun nenek pergi meninggalkanku karena malaikat izrail telah melaksanakan tugasnya. Tidak ada lagi yang mampu mengembalikan detak jantung yang telah terputus.
Namun ada apakah denganku? mengapa aku seakan tak pernah mengenalnya? bahkan aku tidak mencari nenek sedikitpun. Padahal sebelum-sebelumnya, sehari tidak bertemu nenek saja aku merasakan rindu yang teramat dalam.
Awal nenek sakit dan pada akhirnya harus masuk rumah sakit, aku sudah tidak pernah mencari nenek lagi.
Aku seakan lupa dengan nenek, bukan. Bukan lupa.
Lebih tepatnya aku tidak lagi merengek meminta bertemu dengan nenek. Entah hal apa yang terjadi padaku sehingga aku menjadi seperti ini.
Aku tidak pernah menangis lagi jika tidak ada nenek disampingku, sampai akhirnya nenek pergi untuk selamanya aku juga tidak pernah mencarinya.
Sikapku yang tiba-tiba berubah seperti ini telah membuat semua keluargaku menjadi heran dengan perubahanku yang sangat drastis. Sebagian ada yang berpikir mungkin ini adalah salah satu cara Allah agar aku tidak terlalu bersedih karena mencari nenek, karena Allah ingin mengambilnya lebih cepat. Mungkin inilah salah satu cara yang terbaik dari Allah untukku agar nantinya aku tidak bersedih dan tidak menyusahkan semua orang hingga aku dibuat seakan lupa dengan nenek.
•••••
Pertumbuhanku begitu cepat, tidak terasa kini aku sudah berumur kurang lebih 5 tahun. Aku sudah bersekolah di TK Z yang kebetulan letaknya tidak jauh dari tempat tinggalku. Tidak jarang pula aku berjalan kaki untuk berangkat ke sekolah seorang diri, tanpa adanya teman.
Rasanya, kesendirian di sertai dengan rasa sepi sudah menjadi temanku bahkan bisa di sebut dengan sahabatku.
__ADS_1
Sejak aku kecil entah pada saat berapa tahun umurku, aku sudah terbiasa hidup sendiri. Semua aku lakukan seorang diri.
Dari kecil aku jauh dari kasih sayang seorang ayah. Bukan karena apa, tapi itu semua di karenakan ayahku harus bekerja ke luar Kota, Nganjuk yang dekat dengan rumah waktu ayah dilahirkan dulu. Sejak saat itulah aku sudah jarang sekali bertemu dengan ayah, satu bulan sekali bertemu saja belum tentu. Bisa dibayangkan bagaimana sepi dan rinduku saat tidak ada seorang ayah di sampingku.
Hari-hari ku lalui tanpa seorang ayah, aku hanya di dampingi seorang Ibu yang telah mengandungku, melahirkanku, merawatku hingga saat ini.
Aku rindu ayah, tapi semuanya tidak berlangsung lama. Bukan karena aku sudah bertemu ayah, tapi karena suatu hal yang membuatku menjauh dari ayah.
Ayah bekerja ke luar Kota, sedangkan Ibuku harus bekerja mulai pagi sampai menjelang sore, kakakku ada yang masih sekolah dan bekerja. Sepulang aku sekolah aku selalu di rumah sendirian tanpa adanya teman, aku hanya di temani oleh TV dan buku yang biasa aku gunakan untuk menulis semua curhatan hatiku setiap harinya.
Ternyata rasa sepi yang terlalu dalam ini membuatku semakin menggila, tapi bukan orang gila ya. Aku masih waras kok, kalau gak percaya bisa di check.
Kadang karena terlalu kesepian membuat hatiku jadi tak menentu, yang awalnya happy banget. Namun, 5 menit setelahnya aku merasakan kesedihan yang mendalam.
••
Ketika pagi setelah melaksanakan dua raka'at bersama, aku sudah mendapati Ibuku yang sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk anak-anaknya. Sedangkan kakak-kakakku ada yang sudah bersiap-siap untuk berangkat sekolah dan bekerja.
Aku segera bergegas menuju kamar mandi, dengan secepat kilat aku sudah menyelesaikan aktivitas mandiku. Saat keluar dari kamar mandi aku mndengar suara Ibu yang sedang berpamitan dengan kakak-kakakku. Lalu Ibuku menghampiriku untuk berpamitan juga.
Setelah berpamitan denganku, Ibuku memberikan uang untuk aku jajan nanti disekolah dan dirumah.
Tidak lama setelah Ibu berangkat bekerja, kakak-kakakku mulai menyusul berpamitan denganku untuk berangkat bekerja dan sekolah sampai akhirnya hanya ada aku yang dirumah.
__ADS_1
Ini sudah biasa bagiku, apa-apa harus aku lakukan seorang diri. Bukan karena kakak maupun Ibuku tidak mau mengurusku, tetapi memang semuanya mempunyai kesibukan masing-masing dan aku tidak pernah mempermasalahkan hal itu.
Diluaran sana anak seumuranku masih di manja oleh orang tuanya, memakai seragam harus dipakaikan oleh orang tuanya, hingga makan pun harus disuapi juga oleh orang tuanya. Kemana-mana didampingi orang tua, minta ini itu selalu keturutan. Tidak kekurangan kasih sayang dari kedua orang tua. Sungguh beruntung anak itu.
Kalau ditanya aku ingin seperti itu juga atau tidak? Jawabannya aku pasti ingin, tapi ini sudah menjadi jalan hidupku. Semua orang mempunyai jalan hidup masing-masing, tidak semua orang mempunyai alur kehidupan yang sama. Aku selalu meminta kepada Allah SWT, semoga aku bisa menjalani kehidupan ini dengan penuh rasa syukur, pahit atau manis kehidupanku, semoga aku selalu bersyukur tidak mengeluh sedikit pun. Mungkin saja ini memang yang terbaik untukku dan mungkin saja ini salah satu cara Allah untuk membuatku mandiri tidak terlalu bergantung secara berlebihan kepada orang lain walaupun itu keluargaku sendiri.
Aku selalu tahu, ini semua bukan karena Allah tidak suka atau membenciku. Justru ini adalah bentuk cintanya Allah kepada setiap hamba-Nya. Walaupun aku tidak mendapat kasih sayang penuh dari kedua orang tuaku. Aku tetap bersyukur, setidaknya aku masih di beri kesempatan untuk bertemu dengan mereka, masih dapat melihat keluargaku yang utuh walaupun kehadiran ayah tidak selalu ada disampingku, disamping kami semua.
flashbacknya sampai sini dulu ya.
Bersambung ...
Untuk yang masih bingung dengan alur ceritanya coba di pahami sedikit demi sedikit ceritanya ya, pasti tahu kalau ini adalah sebagian cerita dari masa lalu Alira, nanti akan ada hal yang nampaknya tidak mudah untuk di maafkan dan akan menjadi masa lalu yang sangat sulit untuk dilupakan, dan akan menjadi penyesalan yang teramat dalam.
Kalau mau kelanjutannya ikuti terus ceritaku readers sayang❤️
Sampai bertemu di Next.
Sehat-sehat kalian, jangan lupa tinggalin jejak like, komen, and rate 5 ya biar author tambah semangat up nya.
Makasih juga untuk siapa pun yang sudah mensupport saya selama ini, semoga Allah selalu menjaga kalian di mana pun kalian berada dan semoga kebaikan kalian di balas oleh Allah SWT.
Aamiin Aamiin Aamiin ya robbal'alamin
__ADS_1
Assalamu'alaikum, see you ❤️