
Setelah selesai sholat aku kembali menuruni anak tangga yang berada dirumahku.
Ku lihat sosok wajah berseri itu sedang melipat mukenahnya, dia adalah Ibuku.
Seseorang yang selalu menemaniku sepanjang waktu,
Seseorang yang selalu mengkhawatirkan keadaanku,
Seseorang yang rela mempertaruhkan nyawanya demi melahirkanku,
Seseorang yang rela menderita demi membuatku bahagia.
Aku mencintaimu Ibuku..
Saat aku fokus kepada sosoknya, ia pun menoleh ke arahku
"Ada apa sayang?" tanya Ibuku
"Tidak apa-apa, Bu." Jawabku
"Sudah selesai sholatnya?" tanya Ibuku kembali
"Sudah, Bu." Kataku
"Ya sudah makan dulu gih, kamu kan belum makan nanti lambung kamu kambuh lagi" kata Ibuku
"Enggak akan kambuh kok, Bu." Jawabku dengan santai
"Jangan meremehkan nak, sudah cepat makan" kata Ibu
Ah.. Ibu sama saja dengan dia yang selalu berlebihan, padahal kan penyakit lambung dan penyakitku yang lain tidak akan kambuh jika hanya telat makan sehari saja.
"Iya-iya"
Lalu aku berjalan ke arah dapur, aku mulai mengambil peralatan makan mulai dari piring, sendok, dan gelas.
Aku mengambil sedikit nasi beserta lauknya, kemudian aku berjalan menuju ke arah kulkas berdiri kokoh.
Mulai ku tuang setetes demi setetes air kedalam gelas yang ku pegang sedari tadi.
Setelahnya, aku mencari tempat duduk untuk segera menyantap makanan lezat ini hingga tak tersisa. Setelah menemukan tempat itu, aku segera memulainya dengan diawali membaca doa terlebih dahulu dan kemudian ku suapkan makanan itu kedalam mulutku.
Hmm rasanya nikmat sekali...
Masakan Ibuku tidak ada yang dapat menandinginya, sungguh lezat
membuatku ketagihan setiap saat.
__ADS_1
12 menit kemudian
Setelah kegiatan makanku selesai aku kembali memasuki kamar tidurku
dan aku mencari tempat dimana aku meletakkan ponselku tadi.
Aku melihat jam sudah pukul 18.15, sebentar lagi sudah masuk waktu adzan isya'.
Aku meletakkan kembali ponselku ketempat semula.
Niat awal aku ingin memberinya kabar melalui whatsApp, namun ku urungkan niatku karena mengingat sebentar lagi suara adzan akan terdengar.
Dan,
dugaanku pun benar.
Allahuakbar Allahuakbar
pertanda adzan isya' telah tiba.
Aku bergegas menuju tempat dimana aku biasa wudhu.
Ku baca niat dalam hati lalu mulai ku basuh anggota tubuhku dengan air mengalir itu.
Ku bentangkan sajadah untuk tenangkan hatiku yang terus mendamba, ku baca surah-surah yang ku hafal dalam 4 raka'atku dengan fokus.
semoga Allah menerima semua amal ibadahku dan mengampuni segala dosa-dosaku yang sudah berlalu dan yang akan datang
Setelah sholatku selesai aku meraih al-Qur'an disamping buku-bukuku, aku membacanya secara perlahan dengan hati yang begitu tenang.
Masya Allah.. Betapa tenangnya hatiku ketika selesai melaksanakan semua tugasku untuk menjalankan perintah-Nya.
Aku mencurahkan semua isi hatiku kepada Rabb-Ku karena hanya Allah-lah yang bisa menolongku.
Sholat sudah, membaca al-Qur'an pun sudah.
Mulailah ku rebahkan tubuhku ketempat yang paling nyaman, jadilah aku si kaum rebahan.
Aku kembali mencari keberadaan ponselku bersemayam, namun tak kunjung ku temukan keberadaannya.
Dimanakah aku meletakkannya?
Dengan semangat 45 aku mencari benda pipih itu, sekilas aku seperti melihatnya.
"ahh ternyata kau disini" kataku
"Kenapa aku sering lupa begini ya sekarang" gumamku
__ADS_1
"Ah udahlah tidak perlu memikirkan yang tidak penting" kataku berbicara seorang diri layaknya orang gila
mulailah aku membuka kunci ponselku dengan password yang biasa aku menggunakannya
"Untung saja aku tidak lupa lagi password ini" batinku.
Karena memang sudah sering sekali aku lupa dengan password ponselku sendiri padahal setiap hari aku menggunkannya.
Entah pikun atau amnesia sesaat, aku tidak tahu dan tidak mau tahu.
Aku menghidupkan data selulerku dan notifikasi mulai menampakkan diri secara bergantian.
Aku membukanya satu persatu,
ada 1 notifikasi chat yang menarik perhatianku.
Iya chat dari dia, Si Monyet gila.
"Assalamu'alaikum" salamnya melalui chat whatsApp
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Balasku
Dia membalas,
"Udah selesai sholat?" tanyanya
"Udah" kataku
"Kamu sendiri udah?" lanjutku
dia menjawab,
"Udah juga"
"Alhamdulillah kalau gitu" kataku
"Makannya udah belum? kalau belum cepat makan ingat lambung!!" peringatnya
"Iya, udah. Jangan bawel." Balasku
"Ya sudah alhamdulillah." Balasnya
Balasan singkat kembali ku ketik,
"Iya"
Bersambung...
__ADS_1
Assalamualaikum ❤️