Guess The Ghost

Guess The Ghost
Halaman 1


__ADS_3

***


Setelah pulang dari sekolah, pemuda bernama Zaidan Izra Rowen diperintahkan bunda nya untuk membeli teh di warung terdekat. Meski lelah, pemuda itu tetap menerima nya lalu segera membelikan teh tersebut.


Kemudian dalam perjalanan balik Zaidan merenung, ia berpikir untuk siapakah nantinya teh yang ia bawa ini diberikan?, mengingat harga teh Wanggy yang terbilang mahal dari harga teh lainnya.. Mustahil bunda nya akan menyuruh Zaidan hanya untuk sekedar ingin mencoba nya, atau bisa jadi untuk orang lain?, itu pikirnya.


Tetapi setelah mengetahui untuk siapa teh itu diberikan, semuanya berubah menjadi angin yang berhembus hingga Zaidan tiba-tiba merasa merinding.


---- < ••• > ----


"... Apa bunda bercanda?"


"Bagaimana bisa candaan bunda seburuk itu, nak?"


Secara tidak langsung bunda nya mengatakan bahwa 'WANITA' yang baru saja ia jumpai adalah sesosok yang tak kasat mata. Namun setelah mengalami hari panjang yang melelahkan.. mana mungkin ia akan percaya begitu saja??


"bunn, Zidan hari ini terlalu lelah untuk tertawa dan membalas candaan mama.."


"Zidan. bunda tidak bercanda, loh"


"Kamu 'kan sudah melihatnya, mengapa kau tidak percaya?"


Melirik raut wajah bunda, Zaidan bisa merasakan keseriusan disana. Dan pada akhirnya ia mengalah.


"Lalu kenapa orang itu- maksudnya sosok itu berada disini??"


...


*pat-pat.


Tiba-tiba terasa sebuah tepukan di lengan kiri nya.


"Tenang lah Zidan... bunda tahu kau sedang bingung, tetapi kau bertanya tentang jawaban ke orang yang salah",


"Moma sepertinya sudah pulang. Mari kita dengarkan penjelasan nya mengenai wanita itu".


Bunda 'pun mengambil kantong plastik di genggaman nya Zaidan dan membawa kantong tersebut ke dapur.


Sedangkan Zaidan sendiri masih melamun memikirkan perkataan tadi yang mengganggu pikiran nya.


Dengan tegas ia langsung menolak untuk pergi ke ruang tamu lagi meski bersama bunda sekalipun. Tetapi jauh dari itu ia juga merasa penasaran..., kenapa ada 'makhluk lain' yang datang kerumah nya dan terlebih lagi ia bisa melihatnya secara langsung!


Ternyata cerita hantu-hantu yang pernah ia dengar bisa sungguhan terjadi, ya?


Zaidan tak pernah menduga akan mengalami hal semacam itu seumur hidupnya.


***


*kling.


Cangkir teh diletakkan di atas meja, menciptakan suara kaca dan meja kayu yang saling bersentuhan...


"Silahkan, semoga kau menyukai teh ini. Teh Wanggy ini adalah teh berkualitas tinggi yang memiliki cita rasa yang unik dari pada teh hijau lainnya."


"Dan juga... Rasa nya akan lebih manis karena terdapat perjuangan Zaidan saat membelinya".

__ADS_1


Lagi-lagi wanita beranak satu itu membual dan mempertunjukkan senyumannya ke tamu yang sedari tadi duduk di sofa dan tak berbicara.


-


Zaidan Izra Rowen adalah putra semata wayang dari wanita bernama Vivienne. Dan nama panggilan nya Zidan. Semenjak Vivie bercerai dengan ayah kandung Zaidan, Vivie membawa putra nya untuk tinggal bersama ibunya, 'Moma Kesti' (moma adalah panggilan nenek yang sering digunakan Zaidan, dan panggilan itu membuat hubungan antara cucu dan nenek semakin manis).


Setelah baru saja menyelesaikan kelas 8 di sekolah menengah pertama(SMP), kini Zaidan yang berumur 14 tahun tengah beradaptasi dengan lingkungan baru nya. Yaitu di sekolah Seonarkaya.


-


...


"Bunda, jangan membuat Zidan malu...!"


Bisik Zaidan yang berada dibelakang bunda nya.


Tetapi dari pada menjawab, bunda nya itu malah mengabaikan dirinya dengan sengaja,


Dan memilih mengoceh dengan wanita yang duduk disofa.


*ciklik..


Tiba-tiba setelah sekian lamanya, dia atau tamu tadi, akhirnya menggerakkan tangan nya dan menggapai gagang cangkir.


*slurpp.


...


Seketika moma Kesti dan bunda Vivie tersenyum begitu bahagia saat melihat wanita asing itu meminum teh yang mereka hidangkan.


"Saya berharap teh nya sesuai dengan keinginan kamu"


"Zaidan ya... salam kenal."


Tak disangka, wanita itu menyebut nama Zaidan terlebih dahulu dengan suara yang begitu lembut. "E-eh?...", tiba-tiba pikiran Zaidan kosong.


"Ah! Benar... Ha, Ha."


'Ini pertama kalinya seseorang memanggil ku dengan suara selembut itu.. ku rasa otak ku sedang tidak bekerja!'


Secara tidak sadar mereka saling bertatapan, dan ini yang pertama kali nya sejak berjumpa. Membuat Zaidan merasa enggan disaat menatap bola mata berwarna coklat itu, ... Sekaligus tersipu malu.


"Vivie, Zidan. wanita ini adalah suatu arwah dari manusia yang tidak tenang karena masih terikat dengan dunia kehidupan ini"


"Dia tidak mengingat apapun dari kehidupan dia sebelumnya. Jadi moma disini ingin meminta Zidan untuk membantunya.."


"O-ohh.."


'Jadi begitu ya wajah hantu... Berarti bunda tidak berbohong, ya', ia melirik wajah bunda Vivie yang terlihat sangat serius. Awalnya Zidan masih tidak percaya dengan perkataan bunda nya, namun susah untuk mempertahankan keyakinannya itu jika ketiga wanita diruangan tersebut sama sekali tidak tersenyum yang membuat suasana semakin serius dan tak terbantahkan.


"Benar. Zidan ternyata tidak takut seperti apa yang moma bayangkan, tetapi itu pertanda bagus, karena mungkin kedepan nya kalian berdua akan selalu bertemu"


"A-APA??"


Tubuhnya tiba-tiba bergetar hebat.

__ADS_1


"Apa maksud moma barusan...? aku dan nyonya itu akan selalu berjumpa??"


"..."


"Haishh... ", Kesti nampak sedikit muak dengan tingkah laku cucu nya, tetapi bagaimana 'pun kini memang tanggung jawab nya untuk menyudahi perbincangan ini tanpa ada perbincangan ke 2 berikutnya. Itulah pikirnya.


"Moma kira Zidan tidak takut, ternyata otak Zidan saja yang tak bekerja..."


***


*buk!


"Huftt!"


Zaidan membanting tubuh nya ke kasur dan membenamkan wajahnya yang memerah. Disisi lain terlihat seorang wanita berambut panjang yang terduduk diatas lemari sembari memandangi Zaidan dari ketinggian itu.


"Kenapa kau disana?, jika kau menatapku dari posisi itu.. Bukan 'kah akan terasa aneh??"


Masih dengan posisi yang sama, ia melirik wanita itu.


Dilihat dari sudut manapun wanita itu terlihat seperti wanita yang berumur 25 tahun-an. Walaupun tidak ada informasi yang jelas, namun, Zaidan akan tetap memanggilnya 'Nyonya' untuk sementara.


"Umm, Nyonya?"


"Haruskah aku memanggil mu nyonya?"


'Mungkin saja.. Aku 'kan tidak tahu nama asli nya'


Zaidan bangkit lalu menyuruh wanita itu untuk segera turun.


-


Kesti beberapa saat yang lalu berkata, "Rudus adalah nama panggilan bagi arwah-arwah tersesat itu. Mereka memiliki wujud yang bervariasi tergantung bagaimana cara mereka mati."


"Moma rasa moma pernah menceritakan ini saat kamu masih sekecil tunas.. Tetapi sepertinya kau tidak ingat itu sama sekali, ya?".... Itulah yang dikatakan saat Zaidan masih berada di ruang tamu, setelah itu moma 'pun menjelaskan apa yang harus dilakukan Zaidan untuk 'mengusir' tamu itu.


Dan sesudah menjelaskan, moma langsung saja pergi ke kamarnya dengan alasan ia ingin mengganti pakaian nya.


Hal-hal yang perlu dilakukan Zaidan ialah mencari tahu identitas sang korban, mencari penyebab kematian sang korban dan mencari solusi untuk masalah tersebut.


3M.


Tetapi untuk "MENGAPA?" Zaidan yang disuruh untuk melakukan nya, itu tidak begitu dijelaskan.


Karena seperti yang diketahui bahwa Kesti 'lah yang pertama mengundurkan diri, dan patut diketahui pula bahwa itu adalah terakhir kali nya Vivie, Zaidan dan nyonya hantu melihat moma.


***


'Sudahlah, aku ingin tidur saja dan bertanya lagi nanti.'


Sebelum menarik selimut dan memejamkan matanya, pemuda itu samar-samar melihat sosok wanita tadi yang sudah berdiri di pojok ruangan.


'Apa nyonya itu akan berdiri disana sampai aku terbangun?... jika begitu, bukankah aku akan terkejut hingga tidak sadarkan diri?..."


Tidak mau menunda waktu tidurnya, Zaidan yang sudah begitu lelah memutuskan untuk membiarkan lampu menyala dan kemudian memejamkan kedua matanya.

__ADS_1


Karena tidak ada gangguan saat Zaidan tertidur.. 3 jam 'pun terlewatkan dengan tenang.


Tetapi coba bayangkan jika Vivie mengetahui bahwa putranya tidur disaat sore menjelang malam.. Zaidan pasti akan dimarahi habis-habisan.


__ADS_2