Guess The Ghost

Guess The Ghost
Halaman 2


__ADS_3

"Hoamm.."


Saat terbangun, Zaidan menoleh ke pojok ruangan dengan mata yang masih mengerjap.




\*tak. tak. tak...



Mencium aroma yang sangat menggugah seleranya, ia langsung saja bergegas menghampiri sumber aroma tersebut, dan ternyata sumbernya berasal dari ruang makan.


Karena ini hampir jam 9 malam, tentu saja keluarga Kesti akan mengadakan makan malam seperti biasanya.



"Aah, Zaidan sudah bangun rupanya!"



Bunda Vivie dengan centong digenggaman nya menyuruh Zaidan untuk segera duduk dan menunggu makanan siap.


Tetapi daripada menuruti perintah nya, Zaidan malah tiba-tiba berteriak begitu keras hingga Vivie, Kesti .. Bahkan nyonya hantu 'pun menengok bersamaan.



"A-apa???!!"



"Dia ada disini??"



Zaidan terkejut dengan keberadaan sang nyonya hantu. Dan ia lebih terkejut dengan hubungan keluarga nya dan wanita itu yang nampak akrab.



"Apa yang kamu maksud, Zaidan?"


"Mulai saat ini dia adalah salah satu bagian dari keluarga kita, tentu saja dia akan membantu bunda disini", Vivie merasa kesal.



"Sana duduk!"



Tak banyak bicara, akhirnya Zaidan duduk ke salah satu kursi meja-makan lalu menyapa Kesti, Moma tercinta nya. Walau begitu ia tetap tidak menyingkirkan pandangannya dari wanita jadi-jadian yang sedang memerhatikan bunda nya memasak.



"Moma, apa moma tahu sesuatu mengenai nyonya itu?"



"Oh, apa Zidan masih tidak mengerti apa yang Zidan harus lakukan?" "sebenarnya, mau dia ataupun arwah-arwah yang lainnya sama saja tidak memiliki informasi apapun yang bisa mereka berikan, dan oleh sebab itu kebanyakan dari mereka terjebak didunia ini."



"Moma juga sebenarnya tidak sengaja bertemu dengan wanita itu kemarin saat pergi ke rumah bibi Dila."



"Jadi, moma pernah mengalami kejadian seperti ini juga? Kenapa tidak moma sendiri saja yang membantu nyonya itu?", Zaidan kembali memberikan pertanyaan.



\*hehem.


"Bisa dikatakan begitu. Tetapi khusus untuk kali ini.. Moma ingin memberi tanggung jawab ini kepada cucu yang moma cintai!"


"Moma akan dengan senang hati membimbing Zaidan. selalu."



Dengan penuh kegembiraan, wanita yang bahkan berumur lebih dari 40 tahun itu tertawa begitu elegan dihadapan Zaidan.


'Haishh.. Melihat moma yang senang begini... Mau menolak 'pun akan enggan juga. Mungkin aku bertanya dilain hari saja..', benak Zaidan yang mulai kehabisan kata-kata.



"Oh ya, jika Zidan masih begitu bingung, mengapa tidak bertanya kepada wanita itu secara langsung?"



"Umm.. Aku rasa aku tidak ingin begitu dekat dengan nya"



...



"Loh? Kenapa?",

__ADS_1


Makanan yang belum segera siap membuat perbincangan ini semakin panjang dan canggung.. Ya meskipun tidak dengan Kesti, tetapi disisi Zaidan, ini malah menjadi perbincangan yang tak berujung.



"Bukan begitu, moma. hanya saja sepertinya kita berdua sulit untuk berdekatan..., pasti dia akan menganggapku aneh..."



Wajah Zaidan lesu. Ia juga tahu bahwa seseorang yang sekarang ia bicarakan sedang berada di ruangan yang sama. Dan dia 'pun merasa tidak enak hati.


Secara dia bukanlah anak yang mudah bergaul dengan orang baru dan lebih suka menikmati waktu-waktunya bersama keluarga.


Pasti akan lebih sulit jikalau berkomunikasi dengan wanita yang jenisnya belum bisa Zaidan terima.



"Benarkah?, hmm.. Sangat disayangkan, ya".



Diwaktu yang tepat, Vivie yang sudah menyelesaikan masakan nya segera mendatangi meja makan dan menaruh segala makanan diatas sana.


"Hidangan datang~"


"Tidak sopan untuk membincangkan persoalan serius didepan meja makan. Karena kita akan segera makan bersama maka cucilah tangan kalian berdua."



Untuk malam ini, hidangan yang dimasak Vivie adalah Tahu-Roda, Tahu yang telah dipotong dengan cetakan lalu dihiasi sosis bundar dan daun seledri di atas dan dibawah Tahu tersebut. Adapun nasi goreng dan sayur lodeh yang sebagai makanan utama.



Tanpa rasa terbebani, Vivie mengambil beberapa sendok nasi dan menaruhnya ke piring Zaidan.



"Bun, Itu..."



Karena tidak dapat mengelak, alhasil piring Zaidan penuh oleh segunung nasi yang diambilkan oleh Vivie.


"Huftt..."


Ia akhirnya mencuci tangan nya di sebuah bak kecil yang tadi disediakan terlebih dahulu oleh Vivie.



"Kenapa menghela seperti itu??"


"Apa kamu sudah tahu jika gelang yang diberikan moma untuk mu itu telah hilang?"



Zaidan tersentak.



Ia sungguh tidak merasa bahwa sesuatu barang nya menghilang, tetapi ketika mengecek pergelangan tangan nya.. Tenyata memang ada yang hilang.


Zaidan yang terkejut dan cemas langsung bertanya kepada bunda nya.


"Bagaimana bunda bisa tahu??, lalu.. Dimana gelang itu saat ini?"



Vivie 'pun bercerita.


"Bunda tadi menemukannya di halaman luar saat Zidan membeli teh wanggy"


"Dan sekarang bunda menyimpannya di lemari kamar bunda".



"Oww, begitu ya"


'Sesuatu yang melegakan, sih'



Tetapi setelah berpikir begitu lama, ia tiba-tiba teringat peristiwa yang bertepatan dengan hilangnya gelang.


Dimana ada kejadian aneh beberapa saat yang lalu sebelum bertemu dengan nyonya hantu diruang tamu...



\- - - -



\*set!


"Apa-apaan itu...!"



Zaidan yang begitu ketakutan melihat bayangan yang sangat besar berdiri di sekitar pagar rumahnya akhirnya menunduk dibalik pagar gagah tetangganya yang hanya berjarak beberapa meter dari rumahnya.

__ADS_1



Namun sesudah mengamati selama 5 menit, bayangan itu sama sekali tidak bergerak. Karena berpikir bahwa bundanya akan marah besar jika dia tidak segera pulang.. Mau tidak mau ia harus melewati pagar itu dengan cara apapun.



\*puk, puk!


Pipi nya yang berkeringat mulai memerah karena pukulan telapak tangannya sendiri.


"Aku harus segera pulang!".



Begitu sampai di depan pagar, bayangan yang tadi sempat terlihat itu menghilang bagaikan udara, namun sayangnya penderitaan Zaidan tak hanya berhenti disitu,



Beberapa langkah berikutnya Zaidan dikejutkan kembali oleh suatu tangan yang tiba-tiba berada di depan kakinya dan tangan itu sedikit demi sedikit meraih kaki Zaidan.


'.. Tangan?'



Sontak ia langsung melangkahi tangan-tak-berbadan itu kemudian bergegas melepas sandalnya.



Ya seperti yang diduga, ketika Zaidan melewati ruang tamu, secara tak sengaja disitulah ia bertemu dengan nyonya hantu.



\- - - -



Meski Zaidan baru pertama kali mengalami kejadian tak masuk akal seperti itu, ia tidak begitu mau menceritakan hal ini kepada siapapun dan akan menyimpannya sendiri.


Dan bisa jadi, ini ada sangkut paut nya dengan kedatangan nyonya hantu.



\*nyamm... nyammm..



'Ngomong-ngomong kemana perginya nyonya itu?'


Karena melamun begitu lama, wanita itu kini hilang dalam pandangan nya.



"Bunda, foto bersama saat perpisahan kelas kemarin sudah jadi", "ucap guru, itu boleh di bayar besok"



"Ya sudah, bayar lah."



Vivie 'pun menyendok nasi di atas piringnya sendiri dengan tidak sabar.


"... Apa aku akan membayarnya dengan udara?".


"pfff tahu, tahu.. Kau juga tidak perlu ber-sarkas seperti itu kepada bunda"


"Bagaimana jika besok berikan saja roti manis yang biasa Zaidan buat? Lebih mudah, 'kan?"



"Aku tidak yakin gurunya menerima sogokan itu. Lagi pula hanya seharga 20 ribu, bundaaa". akhir-akhir ini Vivie tidak kelihatannya seperti sedang krisis ekonomi, bahkan keuangan mereka lebih dari sehat, lalu kenapa dia berusaha untuk tidak mengeluarkan uang? Padahal dia sendiri yang terlebih dahulu menginginkan foto itu.



"Zaidan sayang~ jika ada cara yang lebih mudah, mengapa tidak? Toh, ketidak enakan hati karena sudah diberikan sesuatu adalah salah satu sifat manusia yang paling umum"



"Bunda sangat yakin jika itu bakal berhasil!"



...


"Bunda selalu saja begitu. Jadi, tidak akan ada yang memberiku uang untuk membayar foto tersebut??"



Zaidan yang terdiam dan pula Kesti, Vivie yang tidak berucap membuat suasana menjadi sunyi. Dengan seringai kecil, Vivie melanjutkan kegiatan makan-memakan nya seakan dia benar-benar tidak mendengar ucapan Zaidan.



"Hah. Moma akan membayarnya."



Mendengar tanggapan Kesti, Zaidan langsung bersorak senang karena ia tahu bahwa moma nya itu tidak akan pernah membiarkan cucunya sengsara. Dan itulah harapan Zaidan sejak awal.

__ADS_1


"Yeeyy"


"Terima kasih moma! Moma yang terbaik!!".


__ADS_2