Hamil Oleh Mantan Suami

Hamil Oleh Mantan Suami
10.Selalu Bikin Baper


__ADS_3

Kedua tangan Bian terkepal kuat saat mendapati seorang wanita dengan pakaian terbuka tengah menunggunya didalam ruang kerjanya.


Muak rasanya melihat wajah penuh dengan kamuflase itu.Berlaku baik hanya didepan orang tua dan selebihnya tidak ayalnya seekor ular berbisa.


Wanita itu tersenyum senang saat penantian nya selama beberapa hari ini terbayar dengan pertemuannya dengan Fabian.


"Kamu kemana aja sih sayang?kenapa begitu sulit aku temui dan aku hubungi?"tanya nya dengan nada dibuat semanja mungkin dan itu membuat Fabian semakin muak saja.


"Jika tidak ada kepentingan,lebih kamu keluar.Aku sibuk,"jawab Fabian dengan nada dingin nya.


Namun hal itu tidak membuat wanita itu menyerah untuk mendekati dan mendapatkan Fabian.


Terbukti,pasca Fabian berpisah dengan Laras.Flora tidak pernah sehari saja membuat hidup Fabian tenang.


Bahkan saat Fabian memilih mengambil alih pekerjaan nya diluar kota,wanita itu pun ikut serta kesana meski tanpa Bian minta.


Namu hal itu sama sekali tidak membuat Fabian tertarik padanya,sikapnya yang seakan memaksa membuat Fabian muak saja.


"Kamu kenapa sih Bi?kita ini akan bertunangan loh,masa aku nggak boleh ketem sama calon tunangan aku,"


"Baru calon kan?lagi pula aku belum sepenuhnya setuju,jadi jangan terlalu percaya diri."


"Tapi,aku yakin jika saat ini kamu tidak akan bisa menolak Bi.Ingat kesehatan tante Sinta jadi taruhan nya loh,masa iya kamu tega lihat beliau masuk rumah sakit hanya karena anaknya menolak pertunangan ini,"


"Cukup.Jika kamu tidak mau keluar sendiri,maka aku akan memanggilkan security untuk membantumu keluar dari ruangan ini,"


"Ck,iya iya aku keluar,menyebalkan."

__ADS_1


Dengan penuh kekesalahan Flora pun akhirnya keluar dari ruangan kerja Fabian.Sementara Fabian sendiri kembali fokus pada pekerjaan nya.


Fabian menghela nafas sepenuh dada saat teringat kembali pada pembicaraan nya dengan Laras tadi malam dan juga kejadian tadi pagi dimana dirinya sudah tidak menemukan Laras dirumah saat dia terbangun.


Dan menurut orang yang diperintahkan untuk memata matai perempuan itu.Rupanya Laras sudah pergi ketoko bunga pagi pagi sekali karena akan ada supplier bunga yang memang datang dipagi hari.


Biasanya Laras akan menyuruh Meli atau karyawan lain nya untuk menerima bunga bunga yang masuk hari ini.


Namun karena ingin menghindari berinteraksi dengan Fabian yang membuat jantung nya tidak aman,Laras pun akhirnya berinisiatif datang sendiri ke toko dan dia sendiri yang akan menerima barang barang yang masuk hari ini.


Dan sungguh itu membuat Fabian kecewa hingga dia tidak memiliki semangat untuk bekerja.Berbeda dengan Fabian yang menghabiskan waktunya dengan melamun.


Laras kini tengah sibuk mengecek barang barang yang masuk kedalam kedua tokonya.Kesibukan itulah yang selama ini mengalihkan perhatian nya dari keterpurukkan yang disebabkan oleh perceraiannya.


Ting...


Sebuah senyuman terukir indah diwajah cantiknya saat mendapatkan pesan dari pria yang selama ini dekat dengan nya.


["Makan siang bareng yukk?aku jemput kalau mau,"] ~ Pak Arya.


Hening,Laras hanya menatap tidak langsung membalasnya.Dan saat Laras akan mengetik jawaban atas ajakan dari teman nya itu,bertepatan dengan pesan dari nomor baru masuk kedalam ponsel Laras.


["Aku sudah didepan.Cepat keluar,kita makan siang bersama."] ~08xxxx


Laras mengerutkan dahinya saat mendapati pesan dari nomor tidak dikenal itu.Lalu mengetik balasan singkat pada nomor itu.


["Maaf,ini siapa?"] ~My Wife

__ADS_1


["Suamimu,Fabian Bagaskara Herlambang.Cepat keluar,kalau tidak mau aku gendong untuk membawamu keluar dari sana,"] ~08xxxx


Laras membulatkan matanya saat tahu jika si pengirim pesan aneh itu adalah mantan suaminya Fabian.


Dengan langkah cepat Laras segera keluar dari ruangan nya untuk menemui pria yang akhir akhir ini kembali mengusik dirinya.


Bahkan,saking terkejutnya,Laras sampai lupa membalas pesan yang dikirimkan oleh Arya padanya.


Sesampainya didepan toko,Laras sudah bisa melihat Fabian tengah berdiri disamping pintu mobil yang sudah terbuka.


Laras berdiri didepan pintu masuk tokonya dan enggan mendekat lagi.Bahkan Laras berbicara dari sana tanpa mau mendekat me arah Fabian.


"Ayo masuk,kenapa hanya diam disitu?"ucap Fabian setelah melihat Laras keluar namun tidak segera masuk kedalam mobil.


"Tapi aku sudah ada janji Bi,"jawab Laras beralasan demi menolak ajakan Fabian.


"Mau masuk sendiri atau aku gendong?"


"Tapi aku sudah punya janji Bian,"


"Ok,aku turuti kemauan kamu."


Laras membulatkan matanya saat Fabian berjalan menghampiri nya lalu mengangkat tubuh Laras untuk membawanya masuk kedalam mobilnya.


"Bian,turunin.Malu,"pekik Laras menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan nya saat beberapa karyawan nya melihat adegan romantis itu.


Dan hal itu mampu membuat keriuhan disana,semua karyawan yang melihat semua bsrsorak sorai kegirangan dan tersipu karena ikut baper parah oleh adegan live yang dilakukan atasan nya bersama pasangan nya.

__ADS_1


__ADS_2