Hamil Oleh Mantan Suami

Hamil Oleh Mantan Suami
29.Mengikhlaskan


__ADS_3

Hening tercipta, sudah hampir satu jam mama Sinta menangis lalu terdiam begitu saja. Sama sekali tidak mengeluarkan suaranya.


Merenungi apa yang selama ini dilakukan nya pada anak dan menantunya. Tuntutan untuk mempunyai seorang anak membawa rumah tangga sang anak pada kehancuran.


Padahal, mama Sinta tahu betul bagaimana cinta nya Bian pada sang istri yang tiba tiba menggugat cerai dirinya.


Begitu pun sebaliknya, mama Sinta tahu betul bagaimana cinta nya seorang Laras pada Bian hingga akhirnya dia rela melepaskan pria itu untuk bersama wanita yang mungkin bisa langsung memberikan nya keturunan.


Egois, ya. Seegois itulah sikap mama Sinta hingga tega melihat kehancuran hati dan kehidupan dua insan yang saling mencintai tapi rela berpisah demi memberikan kebahagiaan untuknya.


Meski pada akhirnya, takdir kembali menyatukan Laras dan Bian. Bahkan kini, mereka berdua akan segera memiliki seorang anak.


Sakit dan kecewa tidak bisa lagi terelakkan tatkala Bian lebih memilih merahasiakan pernikahan keduanya dan juga kehamilan sang istri dari dirinya.

__ADS_1


Namun, semua itu tentu ada alasan nya hingga Bian nekad berbuat seperti itu. Bian pasti merasa ke khawatiran yang teramat besar pada kehamilan Laras saat ini.


Tekanan yang dulu diterima oleh Laras dari sang mama menjadi satu ketakutan tersendiri untuk Bian akan keselamatan dan juga kesehatan istri dan calon anak nya saat ini.


"Sudahlah, ikhlaskan dan terima apapun keputusan yang dibuat oleh Bian. Bian sudah dewasa dan dia bisa mengambil keputusan untuk jalan hidupnya sendiri tanpa adanya lagi campur tangan kita. Biarkan dia mengambil keputusan yang menurutnya baik, karena apa yang menurut kita baik, belum tentu itu yang terbaik untuk anak anak kita," ucap papa Sandi setelah sekian lama terdiam melihat keterpurukan sang istri.


Meski begitu, mama Sinta tentu saja dapat mendengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh suaminya. Dan tentu saja hal itu menjadi pemikiran tersendiri untuk mama Sinta dalam menyikapi apa yang terjadi hari ini.


***


***


Untuk menyambut kedatangan sang buah hati yang diperkirakan akan lahir dalam waktu dekat, Bian dan Laras pun mulai menyiapkan kamar bayi beserta isi dan perlengkapan nya.

__ADS_1


"Sayang istirahat dulu, ini minum dulu susu nya," ujar Bian pada Laras yang sedari tadi sibuk melipat baju baju mini milik sang calon bayi untuk dia susun didalam lemari yang ada didalam kamar itu.


"Terima kasih Mas," jawab Laras mengambil gelas susu yang dibawakan oleh Bian untuknya lalu meminum habis isi nya.


Bian ikut duduk lesehan disamping Laras yang duduk lesehan di atas karpen bulu yang halus lembut dan juga hangat.


Perutnya yang sudah membesar sempurna tentu saja membuat ruang geraknya menjadi terbatas. Hingga Bian lah yang mengambil bagian angkat barang barang yang mau dirapihkan.


Sementara dirinya hanya duduk merapihkan barang barang itu. Seperti saat ini, meski Laras yang melipat baju baju calon buah hatinya.


Tapi Bian lah yang bertugas memasukan kedalam lemari. Kegiatan yang sangat teramat sederhana namun entah mengapa begitu membahagiakan.


Mungkin inilah moment dimana para orang tua rindukan mana kala sang anak nanti sudah mulai beranjak besar dan dewasa.

__ADS_1


Dan tentu saja, Bian tidak mau melewatkan hal itu. Dia ingin merasakan bagaimana bahagianya menyiapkan segala kebutuhan sang bayi.


Bayi yang sudah mereka tunggu selama bertahun tahun lamanya, bahkan mereka sempat terpisah lama karena sebuah drama dimana mereka tengah di uji akan sebuah kesabaran.


__ADS_2