Hamil Oleh Mantan Suami

Hamil Oleh Mantan Suami
12.Rival


__ADS_3

"Laras?kamu juga makan disini?"saat keduanya sibuk dengan pikiran masing masing dan menciptakan keheningan.


Tiba tiba suara bariton seseorang masuk ke indra pendengar Laras dan juga Fabian.Kedua pasangan iti kompak menoleh ke arah sumber suara demi melihat siapa gerangan yang datang menyapa.


"Pak Arya?"jawab Laras saat melihat Arya berdiri tidak jauh dari mejanya.


Seketika Laras pun refleks menoleh ke arah Fabian yang kini tengah menatap keduanya dengan tatapan tidak bersahabat.


"Iya,Pak.Pak Arya makan disini juga?"jawab Laras balik bertanya dengan sedikit basa basi.


"Iya,inikan tempat favorit saya makan siang.Jadi ya sudah pasti saya akan kedatang kesini setiap kali jam makan siang datang."


"Pak Arya datang sendirian?"


"Iya,kebetulan tadi sudah menghubungi seseorang,eh tidak direspon,Makanya memutuskan datang sendiri demi kenyamanan bersama karena aku tidak suka memaksa.'


Deg...


Seketika jantung Fabian serasa bergemuruh saat medengar kata kata yang membuatnya sedikit tersindir.


Entah sengaja atau tidak,namun pria yang bernama Arya itu kini sudah berhasil membuat perasaan Fabian kesal.


"Baiklah kalau begitu,saya permisi dulu ya Ras.Itu meja saya disebelah sana,selamat menikmati makan siang nya."


"Iya,sama sama Pak."

__ADS_1


Arya pun meninggalkan tempat dimana meja Laras berada.Beruntung meja yang yang digunakan oleh Laras dan Fabian adalah meja dengan dua kursi.


Jika lebih,sudah dipastikan jika Arya akan meminta bergabung dengan keduanya.Sebenarnya Arya bisa saja melakukan itu.


Namun saat melihat tatapan Fabian yang kurang bersahabat membuatnya tahu diri dan memilih untuk undur diri dari sana meski ingin sekali makan siang bersama dengan Laras.


Belum lagi dengan perasaan Laras saat ini.Yang sudah pasti akan merasa tidak nyaman dengan kehadiran dirinya disaat Laras tengah bersama dengan Fabian.


Kenapa seperti terciduk tengah berselingkuh.Namun itulah kenayataan nya.Dimana kini dirinya didekati dua pria yang memiliki kelebihan dan kekurangan mereka masing masing.


Makanan yang Laras dan Fabian pesan pun akhirnya datang dan keduanya pun makan dengan diam.


Namun Fabian tampak tidak berselera dengan makanan yang ada didepan nya saat ini.Dan hal itu mengganggu Laras yang makan dengan lahap tanpa beban pikiran sedikit pun.


"Makanan nya tidak enak ya?"tanya Laras lagi saat Fabian diam saja dan tidak menjawab.


"Tidak,enak kok."


"Lalu,kenapa tidak dimakan?"


Fabian kembali bergeming,selera makan nya tiba tiba hilang saat Fabian akhirnya bisa melihat bagaimana pria yang selama ini dekat dengan Laras.


Pria berbadan tinggi sekitar 180 cm dengan kulit putih mulus dan juga wajag tampan bak opa opa korea membuat Fabian seketika merasa insecure.


Berbagai pikiran negatif pun muncul saat kembali teringat akan penolakan Laras atas ajakan nya untuk kembali.

__ADS_1


Memikirkan itu semua,jangan kan untuk makan.Rasanya untuk bernafas saja Fabian enggan.


Melihat Fabian yang terus saja memainkan makanan nya,Laras pun akhirnya berinisiatif mengambil steak yang ada didepan Fabian lalu memotong nya kecil kecil.


Dengan siga,Laras mulai menyodorkan satu potongan kecil daging sapi itu ke arah mulut Fabian.


Fabian tersentak saat melihat Laras yang akan menyuapi nya.Tubuh Fabian membeku dan menatap tak percaya jika Laras masih melakukan kebiasaan nya.


Laras akan senang hati menyuapi Fabian jik pria itu terdeteksi mogok makan.Dan hal itu lumayan ampuh untuk membujuk pria dewasa itu untuk makan.


"Kebiasaan yang harus dihilangkan Bi.Meski banyak masalah dan pikiran,kamu tetap harus memperhatikan perut kamu.Ayo makan!"ujar nya semakin mencondongkan tubuhnya agar steak yang ada ditangan nya bisa lebih dekat dengan mulut Fabian.


Tentu saja,Fabian menyambut hal itu dengan senang hati.Bahkan wajah muram nya kini berganti dengan wajah yang cerah dan berseri.


Laras sendiri hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan senyum tipis diwajah cantikny saat melihat kelakuan mantan suaminya itu.


Sama sekali tidak ada yang berubah,masih tetap Fabian yang Laras kenal sejak 6 tahun yang lalu.Dimana mereka berkenalan hanya karena insiden sebuah cincin yang Fabian buang dan ditemukan oleh Laras.


Perebutan cincin pun terjadi kala itu dan semakin membuat hubungan keduanya semakin dekat satu sama lain hingga memutuskan untuk melanjutkan hubungan hingga kejenjang pernikahan.


Namun takdir kini tengah menguji hubungan keduanya.Kala kehadiran sang keturunan tidak juga kunjung datang dan membuat hubungan itu kini pecah.


Fabian pun akhirnya bisa menghabiskan isi piring nya lewat tangan Laras tentunya.Dan hal itu tidak luput dari tatapan seseorang yang menatap penuh dengan rasa kecewa dan juga sakit.


Siapa lagi orang itu jika bukan Arya.Pria yang selama ini menaruh hati pada Laras kini harus menyaksikan wanita yang disukainya tengah makan romantis dengan pria lain yang diprediksi akan menjadi Rivalnya.

__ADS_1


__ADS_2