
Dua minggu sudah Laras dirawat dirumah sakit. Dan hari ini, rencananya Laras sudah diperbolehkan untuk pulang karena kondisinya sudah mulai pulih. Meski masih harus rajin menjalankan kontrol kerumah sakit, sesuai petunjuk dokter.
Dengan membawa baby Ghafin didalam gendongan nya, Laras tampak bahagia duduk dikursi roda yang saat ini tengah Bian dorong menuju ke arah lobi. Dimana mobil yang akan membawa mereka pulang sudah menunggu didepan sana.
"Kita pulang kemana Mas?" tanya Laras saat Bian mengangkat tubuhnya dari kursi roda untuk dipindahkan ke dalam mobil bersamaan dengan Ghafin yang masih ada digendongan Laras.
"Kita akan pulang kerumah kita sayang. Mama Sinta dan Mama Asih sudah menunggu disana. Mereka akan tinggal bersama dengan kita selama masa pemulihan yang kamu jalani," jawab Bian yang langsung ikut masuk kedalam mobil dan duduk disamping Laras.
Untuk barang barang Laras sendiri, sudah dimasukan kedalam bagasi mobil oleh sang supir yang saat ini bertugas menjemput majikan nya.
"Apa tidak merepotkan Mas, aku sudah baik baik saja kok,"
"Tidak sayang, kamu masih butuh istirahat total. Serahkan urusan Ghafin pada kedua neneknya, setelah kamu benar benar pulih, kamu baru boleh mengurusinya. Lagi pula, semua ini adalah kemauan Mama Sinta dan Mama Asih sendiri. Jadi lebih baik menurut saja, terlalu ribeut saat kita berurusan dengan kedua nenek itu," ucap Bian membuat Laras tersenyum geli.
__ADS_1
Namun, memang benar apa yang dikatakan oleh suaminya itu. Sangat repot menolak kemauan kedua wanita paruh baya itu.
Mereka akan menjadi keras kepala jika belum mendapatkan apa yang mereka inginkan. Meski ragu dan merasa tidak enak hati, akhirnya Laras pun pasrah menerima semua perlakuan istimewa yang seluruh keluarganya berikan.
Terutama sang suami. Yang bahkan tidak pernah meninggalkan dirinya meski hanya sedetik saja. Bian bahkan rela bekerja dari rumah sakit demi tetap bisa berada disamping sang istri. Untuk menjaga dan merawatnya.
Memastikan jika keadaan Laras semakin membaik di tiap harinya. Bian juga rela makan dengan menu seadanya, jika saja sang mama dan mama mertuanya tidak rajin mengirimi makanan ke rumah sakit untuk dirinya makan.
Mungkin tiap hari Bian hanya akan makan dengan goreng ayam dan gorengan saja. Karena hanya jenis makanan itulah yang ada disekitaran rumah sakit.
Setelah hampir satu jam dalam perjalanan, akhirnya mobil yang membawa keluarga kecil Bian pun tiba di halaman rumah nya.
Didepan teras sudah ada dua nenek yang menunggu dengan tidak sabar kepulangan anak,menatu dan cucunya itu.
__ADS_1
Binar bahagia pun begitu terpancar dari kedua wajah wanita paruh baya yang saat ini untuk sementara waktu, akan tinggal bersama dengan mereka disana.
Untuk membantu mengurusi bayi kecil yang kini hadir sebagai pelengkap kebahagiaan didalam rumah tangga Bian dan Laras.
"Assalamu'alaikum, nenek, Oma. Ghafin pulang," seru Bian mengucap salam dengan mengubah nada bicaranya layaknya seperti anak kecil.
"Wa'alaikumsalam sayang, sini biar Oma yang gendong," jawab mama SInta lebih dulu mengambil alih si kecil Ghafin dari gedongan Bian ke gedongan nya.
"Sini Ras, biar mama bantu kamu sampai kamar," ujar mama Asih menuntun sang anak masuk kedalam rumah.
Kedua besan itu sudah sepakat, jika mereka akan bergilir mengurusi Laras dan Ghafin sampai Laras pulih dengan benar.
Sementara Bian bisa fokus dengan pekerjaan dan juga kantornya. Selama Laras dirawat, tidak sehari pun Bian terlihat pergi bekerja kekantor.
__ADS_1
Dan itu, menimbulkan ke khawatiran tersendiri untuk para orang tua. Hingga akhirnya mama Sinta dan mama Asih pun sepakat untuk membantu merawat Laras dan bayinya sampai Laras benar benar pulih dan bisa beraktifitas kembali.