Hamil Oleh Mantan Suami

Hamil Oleh Mantan Suami
46.HOMS (Extra Part.4)


__ADS_3

...~KISAH MELI DAN REZA ~...


*


Meli menelan selivanya saat melihat tubuh Reza yang atletis, dan itu tergambar jelas dari balik kaos putih polos yang dikenakan oleh pria itu.


Meli langsung memalingkan wajah nya saat Reza menoleh ke arah nya. Sumpah demi apa, jantung Meli kini berdetak tak karuan saat Reza berjalan mendekat.


Tubuhnya kini menegang dengan keringat dingin mulai keluar dari tubuhnya saat Reza duduk tepat disamping nya. Meli pun refleks menggeser duduknya hingga membuat tubuhnya memiring dan memunggungi Reza.


Greeppp


Tubuh Meli kian membeku dengan mata yang membulat sempurna saat Reza memeluknya dari arah belakang. Tangan kekar pria itu mengunci sempurna tubuh ramping Meli dalam dekapan nya.


Kini Meli kembali dibuat kaget bahkan sampai berasa tidak punya jantung lagi saat Reza menaruh dagu nya dipundak Meli yang masih tertutup hijab yang selalu dia kenakan akhir akhir ini.


"Jangan tegang, kita sudah resmi menikah. Dan kita sudah diperboleh melakukan ini, bahkan lebih dari ini pun juga boleh. Tidak akan berdosa," bisik Reza saat merasakan tubuh Meli yang menegang dan kaku saat dirinya memberanikan diri memeluk wanita yang sudah beberapa hari ini menjadi istrinya.

__ADS_1


"Ta_tapi Mas,"


"Iya, Mas ngerti kok. Mas tidak akan memaksa, Mas akan menunggu sampai kamu siap menerima pernikahan ini dan menjalaninya secara lahir dan batin. Tapi, ijinkan begini dulu sebentar saja, ya?" ucap Reza semakin mengeratkan pelukkan nya di tubuh Meli.


"Sayang,"


"I_iya Mas,"


"Setelah acara tahlilan 7 hari meninggalnya Bapak, ikut Mas pulang, ya?" tanya Reza setelah beberapa saat terdiam dan memecah keheningan suasan kamar malam itu.


"Pulang?"


"Kemana?"


"Kerumah kedua orang tuaku,"


Deg....

__ADS_1


Sungguh, Meli tidak tahu harus bagaimana lagi menenangkan detak jantung nya yang kini sudah menggila.


Mendengar Reza yang mengajaknya untuk pulang dan bertemu dengan 'Kedua orang tua' Reza. Tentu membuat Meli kian dilanda rasa gugup dan juga takut.


Berbagai pikiran buruk pun tidak bisa Meli kendalikan lagi untuk masuk kedalam pikiran nya. Sungguh, Meli belum siap untuk ini.


Bagaimana kalau mereka tidak menyukai Meli? Dan bagaimana jika mereka langsung meminta Reza untuk meninggalkan Meli? Ya tuhan, Meli jauh lebih tidak siap lagi untuk itu.


Meski belum sepenuhnya saling mengenal, namun saat ini. Meli begitu membutuhkan Reza untuk ada disamping nya. Karena hanya pria itu kini yang menjadi satu satunya keluarga untuknya.


"Tapi, bagaimana kalau kedua orang tua Mas tidak menyukaiku? Aku, aku masih belum siap jika harus kembali sendiri," lirih Meli di tengah rasa ketakutan nya.


Mendengar ucapan dengan nada penuh dengan rasa takut dari Meli. Reza kian mempererat pelukkan nya. Dan kini dia memberanikan diri memberi kecupan di tengkuk Meli yang tertutup kain hijab.


"Kita coba untuk bertemu saja dulu dengan mereka. Jika mereka tidak menyukai pernikahan kita, ya biarkan saja. Toh yang menikah dan menjalani ini semua kita. Bukan mereka, jadi kenapa harus memikirkan penilaian mereka. Dengar kan aku wahai istriku, Meliana Putri. Kamu akan jadi wanita pertama dan terakhir yang akan menjadi istriku, dan kamu juga akan menjadi satu satunya wanita yang akan melahirkan anak anakku kelak. Asal kamu tahu istriku tersayang, kalau aku sudah jatuh cinta padamu dipandangan pertama sejak dua tahun yang lalu,"


Deg...

__ADS_1


Mendengar ungkapan cinta itu, Meli pun langsung menoleh ke arah Reza yang masih menaruh wajah nya di bahu Meli.


Seketika Meli kembali di buat kaget saat tanpa aba aba, Reza menyatukan bibir keduanya untuk pertama kalinya setelah lewat beberapa hari keduanya terikat oleh ikatan suci pernikahan.


__ADS_2