Hamil Oleh Mantan Suami

Hamil Oleh Mantan Suami
20.Hidup Baru


__ADS_3

"Ini rumah siapa Mas? Kok kita kesini? Kenapa tidak kerumah aku saja?"cecar Laras saat mobil jemputan yang menjemput mereka berdua dibandara tadi memasuki sebuah rumah yang lumayan besar dengan halaman yang luas.


"Ini akan jadi rumah kita dan anak anak kita nanti sayang, ayo turun, Mulai saat ini, kita akan tinggal disini untuk memulai kembali rumah tangga kita jauh dari siapapun. Agar kelah, apapun masalahnya akan kita putuskan sendiri jalan keluarnya tanpa adanya campur tangan dari orang luar meski itu orang tua kita sendiri. Da kejadian kemarin, aku jadi banyak belajar. Tidak selama nya saran dari orang luar itu membawa dampak positif pada hubungan kita, meski itu orang tua kita sekali pun. Maka dari itu, untuk saat ini, kita akan memulai semua nya dari rumah ini."


Penjelasan Fabian membuat Laras cukup terharu dengan apa yang dilakukan oleh pria itu. Laras tidak menyangka jika pria itu akan hadir kembali dalam hidupnya dan akan kembali membawanya kedalam kehidupan baru berumah tangga.


Belum lagi dengan kehadiran sang buah hati yang selama ini mereka nantikan menjadi jalan bersatu nya cinta yang belum usai itu.


Laras berjalan menelusuri setiap sudut ruangan rumah yang akan dia tinggali setelah kembali menyandang status istri dari Fabian Bagaskara Herlambang.


"Ayo, kita lihat kamar kita,"ajak Fabian membawa tangan Laras dalam genggaman nya menuju ke lantai dua dimana kamar utama nya ada disana.


Laras mengangguk setuju dan mengikuti kemana langkah Fabian tertuju. Laras menatap takjub seisi ruangan kamar baru yang akan mereka tempati mulai saat ini.


Dan tanpa terasa cairan bening jatuh ke pipinya begitu saja tanpa disadari oleh Laras saking terharunya dengan apa yang dilakukan oleh Fabian saat ini.

__ADS_1


Sungguh besar cinta pria itu pada dirinya hingga untuk sebuah rumah pun Fabian menyiapkan yang terbaik untuknya dan anaknya kelak.


"Hey, kenapa kamu menangis? Apa aku melakukan kesalahan?"tanya Bian yang panik karena melihat sang istri tengah menangis meski tanpa isakan.


"Tidak Mas, kamu tidak melakukan kesalahan apapun. Aku hanya terharu, bagaimana kamu bisa menyiapkan ini semua. Rumah ini sangat bagus, dan aku sangat menyukainya, terima kasih Mas, terima kasih."lirih nya disela isak tangisnya.


Laras pun langsung berhambur masuk kedalam pelukkan suaminya. Sungguh dia tidak bisa lagi berkata kata akan apa yang dia terima saat ini.


Seorang calon anak yang kini tumbuh dirahim nya, belum lagi rumah impian yang selama ini Laras ingin kan. Kini terlaksana sudah meski harus dengan cara yang salah di awal.


Dulu, saat pernikahan pertama nya dengan Fabian, Laras dan Fabian tinggal bersama dengan kedua orang tua dari Fabian.


Mamah Sinta yang sudah lama ditinggalkan oleh putra sulung nya yang memilih tinggal dirumah sendiri menjadi lebih dominan pada Fabian yang kini tinggal bersama dengan nya.


Tidak jarang segala permasalahan selesai dengan pendapatnya yang tidak bisa diganggu gugat. Berulang kali sang suami pun mencoba mengingatkan agar tidak terlalu ikut campur dengan urusan rumah tangga sang anak, namun Mamah Sinta selalu tampak tak peduli.

__ADS_1


Dann itulah salah satu yang menjadi penyebab karam nya rumah tangga Laras dan Fabian yang berakhir di pengadilan agama.


Dari hal itu jga lah yan membuat Fabian belajar, jika ingin rumah tangga nya tetap dalam kendalinya. Maka jauh dari keluarga adalah kuncinya.


Setidaknya, mereka berdua bisa bersikap dewasa dengan mencari jalan keluar sendiri disetiap ada permasalahan yang datang menerpa rumah tangga nya.


***


***


"Kamu kenapa sih Mah? Kok murung terus?"tanya Papah Sandi saat melihat sang istri yang selalu terlihat murung akhir akhir ini.


"Bian Pah, Mamah merindukan nya tapi anak itu menghilang entah kamana. Ponselnya pun tidak bisa dihubungi, entah apa yang dilakukan nya dan entah dimana dirinya saat ini," keluh Mamah Sinta pada suaminya.


Papah Sandi pun mengambil duduk disamping sang istri lalu merengkuh bahu sang istri untuk menyandarkan kepala Mamah Sinta dibahu nya.

__ADS_1


Berusaha memberikan ketenangan pada sang istri yang saat ini dilanda kegundahan karena merindukan sang anak. Ingin rasanya Papah Sandi berkata jujur tentang Fabian yang saat ini telah kembali menikah dengan Laras, namun hal itu tidak dia lakukan demi menghormati keputusan yang dibuat oleh Bian.


"Biar nanti Bian yang jelaskan semua pada Mamah Pah. Untuk saat ini biarkan Bian menikmati masa masa ini dulu. Bian juga tidak mau membuat Laras stress dengan banyaknya pikiran tentang permasalah dengan Mamah. Bian akan pastikan kandungan Laras aman dulu Pah, baru setelah itu Bian baru akan bicar dengan Mamah. Atau kalau perlu, kita tunggu sampai Laras melahirkan. Bian tidak mau kehilangan mereka berdua lagi Pah, tolong mengerti Bian, kali ini saja. Bian ingin mempertahankan orang orang yang Bian cintai dan melindungi mereka."


__ADS_2