Hamil Oleh Mantan Suami

Hamil Oleh Mantan Suami
35.Menuai Karma


__ADS_3

Flora masih saja menangis dipelukan sang mama saat sudah tiba dikantor polisi selama satu jam yang lalu.


Dia begitu menyesali perbuatan nya yang sudah mencelakai Laras saat tidak sengaja melihat nya tengah berjalan jalan disebuah mall.


Sakit hati dan juga kecewa karena Bian lebih memilih kembali menikahi Laras bukan menikahh dengan nya yang sudah jelas jelas menunggu dan selalu ada disamping nya.


Kebencian itu membuat nya nekad mendorong Laras saat tengah berada di eskalator. Situasi saat itu Laras tengah sendirian dan orang orang disekitar fokus dengan kegiatan mereka masing masing, hingga baru menyadari ada yang terjatuh saat Laras berteriak kesakitan dengan darah yang keluar dari arah pahanya.


Karfrena ketakutan dengan kelakn nya sendiri, akhirnya Flora pun kabur dengan menggunakan lift yang tidak jauh dari eskalator.


Saking takutnya, bahkan gadis itu hingga pulang ke kotanya saat itu juga karena takut aksinya diketahui oleh seseorang.


Namun tetap saja, pada akhirnya kini dia berakhir dikantor polisi. Sang ibu sendiri hanya bisa pasrah dengan apa yang akan diterima ole putrinya itu.

__ADS_1


Apalagi saat sang suami menolak untuk memberi bantuan dan lebih memilih untuk menghukum nya saja karena terlalu lelah dengan putrinya itu yang kerap melakukan hal hal yang mengikis kesabaran nya.


“Aku harus bagaimana Mah? aku takut?” lirih nya saat petugas akan membawanya ke sel tahanan setelah semua terbukti jika Flora memang bersalah.


"Bersabarlah, Mama akan mencoba membujuk Papa untuk membantumu. Kalau perlu, Mama akan menemui Sinta dan meminta agar membantu menjelaskan pada Bian dan meminta maaf pada Bian dan istrinya,"


Meski tidak tega, namun sang mama pun hanya bisa pasrah pada ketentuan hukum yang memang harus dipertanggungjawabkan oleh sang putri karena perbuatan nya yang hampir melayangkan nyawa seseorang.


Mama Flora pun hanya bisa mendekap erat tubuh putrinya yang sedari tadi tidak berhenti menangisi nasib buruknya, yang kini harus mendekam di sel tahanan.


.


.

__ADS_1


Sementara ditempat lain…


“Bagaimana? apa dia sudah ditangkap?” tanya Bian pada Abra yang turun tangan langsung dalam menangani kasus yang dialami oleh adiknya itu.


“Sudah, dia mengakui semuanya dan berharap kalau kita akan memaafkan nya. Bahkan Mama nya meminta agar kita mencabut tuntutan itu,”


"Tidak, aku tidak bisa Kak. Dia sudah membuat anak dan istri dalam bahaya, bahkan Laras hampir kehilangan nyawanya karena perbuatan nya itu. Maka, biarkan proses hukum berjalan seperti semestinya. Toh jika pun dia harus dihukum, itu adalah kesalahan yang harus dia pertanggung jawabkan bukan? Maka biarkan saja hukum yang menjawab semuanya,"


Abra pun mengangguk setuju. Sejujurnya dia juga tidak bisa memaafkan Flora begitu saja. Apalagi Laras hampir meninggal dimeja operasi jika saja sebuah ke ajaiban tidak terjadi padanya.


Karena kuasa tuhan, Laras pun akhirnya kembali meski waktu itu kondisinya sangat kritis. Namun seiring berjalan nya waktu dan tidak putusnya doa dari semua keluarga.


Akhirnya kondisi Laras pun kian hari kian berangsur membaik, hingga kini. Laras sudah mulai bisa menyusui putranya meski air susu miliknya masih belum semaksimal wanita yang melahirkan secara normal.

__ADS_1


Meski begitu, semua orang sangat bersyukur dengan kembalinya Laras. Sehingga baby Ghafin bisa merasakan ASI dari ibu yang selama ini mengandung nya dan melahirkan nya ke dunia ini.


__ADS_2