Hamil Oleh Mantan Suami

Hamil Oleh Mantan Suami
42.HOMS (Tamat)


__ADS_3

Beberapa Tahun Kemudian...


"Ini, aku buatkan buket bunga yang cantik untuk Kak Revan,"


Seketika kedua pemuda yang baru saja menginjak usia remaja itu menoleh ke sumber suara. Dimana ada seorang gadis yang saat ini sudah berusia 10 tahun berdiri disamping anak remaja bernama Revan yang tengah mengerjakan tugas bersama dengan sang kakak, Ghafin.


Sang Kakak, tampak menghela nafas panjang saat lagi lagi adik perempuan nya itu mengganggu acara belajar bersama antara dirinya dan juga Revan.


"Terima kasih Ghayana, buket bunganya cantik sekali. Kakak terima ya buket bunga nya," jawab remaja yang bernama Revan itu, mengambil buket bunga yang diberikan gadis kecil itu.


Seketika, senyum mengembang pun hadir diwajah cantik gadis kecil bernama Ghayana Lestari Herlambang, putri kedua dari pasangan Laras dan juga Fabian.


Gadis kecil yang saat ini tengah duduk di kelas 4 SD itu sangat menyukai teman dari sang kakak. Namun sayang, usia mereka yang masih terlalu kecil untuk menyebut itu sebagai 'Cinta'.


"Buket bunganya kan sudah diterima, bisa tinggalkan kami? Kami masih harus mengerjakan tugas Ana," ucap remaja yang satu nya lagi yang merupakan sang Kakak, yang bernama Ghafin Alfarizqi Herlambang. Putra sulung Laras dan juga Fabian.


Gadis kecil itu mencebik kesal, Kakaknya selalu saja berlaku seperti itu jika dirinya mencoba dekat dengan sahabat dari sang kakak.


"Ck, Abang selalu saja begitu." gerutunya namun tetap menuruti permintaan sang kakak untuk meninggalkan kamarnya.


"Kamu kenapa sayang? Bukan nya tadi mau kasih buket bunga ya buat Kak Revan, gimana? Diterima nggak?" tanya sang mama saat melihat putrinya keluar dari kamar putra sulung nya, yang saat ini tengah belajar bersama dengan teman nya.


"Abang Ma, kenapa selalu saja tidak suka kalau aku dekat sama Kak Revan?" keluhnya bergelayut manja pada lengan sang ibu.


"Makanya, kalau Abang sedang belajar jangan diganggu. Salah kamu sendirikan, main masuk aja dan ganggu acara belajar Abangmu sama Kak Revan," sambung sang ayah yang kebetulan baru pulang dari kantor.

__ADS_1


"Sudah pulang Mas? Sini biar aku bantu, mau minum apa? Air putih atau kopi?"


"Kopi saja sayang, tolong antar ke ruangan kerja ya. Aku masih ada pekerjaan sedikit lagi,"


"Iya Mas,"


"Siapa yang mengganggu Papa? Aku hanya ingin memberikan buket bunga yang aku buat untuk Kak Revan,"


"Masih saja berusaha mencari perhatian," gumam sang ayah sembari menggelengkan kepalanya.


"Aku dengar ya Papa. Lagi pula, aku tidak cari perhatian kok. Orang Kak Revan nya juga suka kok sama aku," ujar nya lagi terlampau percaya diri.


Sedangkan sang ayah dan sang ibu hanya bisa melongo melihat tingkah putrinya itu. Keduanya sama sama dibuat terkejut dengan tingkah putrinya itu.


Sangat jauh berbeda dengan Ghafin yang terlihat kalem dan cuek. Ghayana sendiri lebih ke ekpresif, gadis kecil itu tidak segan segan menunjukan sikap saat merasa suka atau merasa tidak suka dengan seseorang.


Pernikahan dadakan yang Reza lakukan bersama dengan Meli 15 tahun yang lalu itu, kini sudah menghasilkan 3 orang buah hati. Dimana Revan yang menjadi anak sulung dan memiliki dua adik kembar pengantin, yang saat ini berusia 5 tahun.


"Lihat putrimu itu, percaya diri sekali dia. Ckckckck," cebik Bian saat melihat tingkah putrinya itu.


"Sama persis seperti ayah nya," sambung Laras.


"Mama sama Papa lihat saja. Nanti saat kami dewasa, aku pastikan jika aku akan menjadi istri Kak Revan. Lihat saja nanti," jawab Ana yang langsung beranjak dari sana menuju ke dalam kamarnya.


Sementara Laras dan Bian hanya bisa terkekeh melihat tingkah konyol putrinya itu. Tidak pernah terbayang kan sebelum nya jika putri yang Laras lahirkan 10 tahun yang lalu itu akan tumbuh menjadi gadis yang penuh dengan percaya diri.

__ADS_1


Bahkan tidak ada kata malu sama sekali saat menyatakan suka pada lawan jenisnya. Kadang tingkahnya membuat kedua orang tuanya merasa lucu dan tidak jarang juga membuat keduanya malu.


Namun, Laras dan Bian cukup bersyukur akan kehadiran kedua putra dan putrinya itu. Dengan adanya keduanya, kehidupan rumah tangga Laras dan Bian semakin lengkap sudah.


.


...🌸 TAMAT 🌸...


.


"*Alhamdulillah, akhirnya kisah Laras dan Bian selesai. Berhubung sudah tidak ada konflik lagi, kita biarkan mereka bahagia seperti ini ya.


Dan kita tutup kisah mereka sampai disini. Semoga kisah ini menghibur para reader semua. Dan mohon maaf jika selama ini Othor sering typo dan banyak lagi kesalahan lain nya.


Othor hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan, maka. Othor harap, Reader semua berkenan memberikan maafnya. Jika ada kesalahan berkenan lah membantu Othor untuk memperbaiki bukan memarahi dan menghakimi seperti yang kemarin salah satu reader lakukan.


Bukan marah, hanya kecewa saja. Jika pun ada kesalahan yang Othor lakukan mohon untuk membantu mengoreksi dibagian mana yang kurang berkenan, insya Allah akan Othor perbaiki kok jika itu memang salah dan kurang pantas.


Bukan nya memarahi dan menyudutkan. Sekiranya cerita yang Othor buat kurang berkenan, mohon untuk di skip saja. Dari pada mencaci kami yang hanya menuangkan ide cerita yang ada dikepala menjadi sebuah cerita.


Duh maaf ya, jadi curhat. Sekali lagi, Othor ucapkan banyak banyak terima kasih untuk para reader yang masih dan selalu setia mengikuti dan menyimak karya receh dari Othor ini.


Love banyak banyak untuk kalian 🥰🥰🥰♥️♥️♥️♥️*."


^^^.^^^

__ADS_1


^^^Salam Sayang^^^


^^^Triyani^^^


__ADS_2