
Laras mendongakkan kepalanya saat menyadari ada seseorang yang masuk begitu saja keruang kerjanya.
Laras menautkan kedua alisnya saat melihat seorang wanita berpakaian cukup seksi masuk begitu saja bahkan duduk disofa sebelum dipersilahkan oleh pemilik ruangan itu.
"Maaf,anda siapa ya?ada yang bisa saya bantu?"tanya Laras melihat jika wanita itu sudah duduk disofa dengan santainya.
"Aku Flora,calon istri nya Fabian,"jawab nya penuh percaya diri.
"Iya,lalu?apa yang bisa saya bantu?"jawab Laras lagi tidak kalah santai meski saat ini dada nya tengah bergemuruh dengan hebatnya.
"Aku datang untuk mengatakan,tolong jauhi Fabian karena sebentar lagi kami akan menikah,"
"Tapi aku tidak pernah mendekatinya.Bagaimana mungkin aku mejauhi nya sedangkan mendekatinya saja tidak?"
Deg...
Seketika wajah Flora dibuat merah padam oleh penuturan Laras saat ini.Kedua tangan nya bahkan sampai terkepal dengan kuat demi menahan gejolak emosi didalam dada nya.
"Jika hanya itu yang ingin anda sampaikan maka,anda bisa menyampaikan langsung pada Fabian.Karena selama ini dia yang datang padaku,bukan aku yang datang padanya.Maaf saya harus pergi masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan.
Tanpa menunggu jawaban dari tamu nya Laras pun akhirnya meninggalkan ruangan itu padahal pekerjaan nya masih banyak dan butuh diselesaikan dengan segera.
Namun Laras terlalu malas untuk berdebat apalagi itu masalah laki laki dan cinta.Untuk apa?toh selama ini bukan Laras yang terus mengusik,melainkan Fabianlah yang mengusik hidupnya kembali.
__ADS_1
Saat Laras membuka pintu bertepatan dengan Fabian yang datang dan baru saja akan masuk.Fabian dibuat kaget dengan raut wajah Laras yang muram dan juga sedikit kesal saat melihatnya.
"Baru aku mau ketuk pintu,eh sudah dibukain.Tahu aja kalau aku mau datang,"seloroh nya menggoda Laras.
Namun wajah Laras kian ditekuk saja,bahkan tanpa menjawab candaan Fabian,Laras langsung pergi begitu saja tanpa peduli lagi dengan pria itu.
"Sayang,kamu mau kemana?"tanya Fabian menahan tangan Laras.
"Lepas Bi,tolong urus calon istri kamu itu.Dan aku mohon,kalian jangan datang dan mengganggu hidup aku lagi,"jawab Laras menghempaskan tangan Fabian begitu saja.
Fabian tertegun melihat kemarahan di wajah Laras saat ini.Namun perhatian nya kini tertuju pada pintu ruangan kerja Laras,dimana di sana tengah menampilkan seorang wanita tengah tersenyum menggoda pada arah Fabian.
Seketika rahang Fabian mengeras saat melihat Flora baru saja keluar dari ruangan kerja Laras.Kini Fabian pun tahu dari mana sumber kemarahan dari Laras.
"Sayang,kamu nyusulin aku kesini?"tanya Flora dengan begitu percaya dirinya sambil meraih lengan Fabian untuk digandeng.
Melihat Fabian yang langsung pergi mengejar Laras,Flora apu ikut melangkah pergi mengikuti kemana Fabian pergi.
Sialnya,langkah Fabian kurang cepat hingga membuat Laras hilang dari pandangan nya dan entah sudah pergi kemana wanitanya itu.
"Sial,,,"seru Fabian mengumpat kebodohan nya yang terlambat mengejar Laras.
Tidak ingin menunggu lama lagi,Fabian pun langsung masuk kedalam mobil nya dan pergi begitu saja mengabaikan teriakan Flora yang menyerukan namanya.
__ADS_1
"Awas saja,aku tidak akan membiarkan wanita lain memiliki kamu Bian.Kita lihat saja,kamu pasti akan jadi milik aku,"gumam nya menekan amarahnya yang untuk kesekian kali nya diabaikan oleh Fabian.
Sementara Laras sendiri kini tengah berada digudang toko nya.Dan setelah melihat kedua orang yang mengacakau kan hidupnya itu pergi,Laras pun kembali keruangan nya untuk menyelesaikan pekerjaan nya.
Kini Laras mengunci pintu ruangan itu dan berpesan pada setiap karywan nya jika dirinya tidak ada ditempat jika ada yang mencari tidak peduli siapapun itu.
Laras butuh ketenangan saat ini,pekerjaan yang menumpuk sudah membuatnya pusing dan Laras tidak ingin dibuat tambah pusing kedengan kehadiran Fabian atau pun Flora lagi.
Laras pun kembali fokus pada pekerjaan nya dan menjelang malam Laras baru keluar dari ruangan itu setelah menyelesaikan pekerjaan nya.
Laras pulang kerumah dengan menggunakan taksi online yang dipesan lewat aplikasi diponselnya.
Karena tadi pagi dirinya pergi ke tempat kerja dengan di antar Fabian yang kebatulan malam itu menginap dirumah nya.
Sehingga Laras pun tidak membawa kendaraan dan kini harus pulang dengan menggunakan taksi online.
Saat tiba didepan rumah nya,Laras membayar taksi itu terlebih dahulu sebelum dirinya turun dari mobil itu.
Suasana rumah masih terlihat gelap yang menandakan jika rumah itu masih kosong dan belum ada penghuni yang datang.
Laras berjalan gontai memasuki rumah,pintu rumah juga masih terkunci hingg Laras meyakini jika Fabian tidak lagi datang kesana.
Meski ada rasa lega didalam hati Laras saat mendapati jika Fabian tidak lagi datang namun kenapa ada rasa kecewa juga saat masuk kedalam rumah dan rumah itu tampak sepi.
__ADS_1
Laras memekik saat tubuhnya ditarik seseorang lalu didekap dengan begitu eratnya.Seketika tubuh Laras gemetar ketakutan namun saat menyadari bau parfum yang dipakai oleh orang itu Laras pun merasa lega seketika.
***