
"Bisa jelaskan, apa sebenarnya yang terjadi? Dan kapan kalian menikah?"
Seketika suasana hening pun berakhir saat Pak Wijaya membuka suaranya. Meli semakin meremas tangan Reza yang sejak awal masuk kerumah itu, tidak pernah sedetik pun melepaskan genggaman tangan nya ditangan Meli.
"Sebelumnya, aku ingin minta maaf karena tidak sempat memberi tahu Papa dan Mama. Kami menikah sepuluh hari yang lalu Pa, dan karena acara itu dadakan aku jadi tidak sempat memberi kabar, maafkan aku Pa, Ma,"
Helaan nafas panjang terdengar setelah Reza menjawab pertanyaan yang sang ayah berikan padanya. Dan jujur itu semakin membuat Meli merasa tegang bercampur dengan rasa takut.
"Lalu, apa rencana mu sekarang? Masih mau menolak untuk bergabung diperusahan? Ingat dan pikirkan baik baik. Sekarang kamu sudah memiliki istri yang harus kamu nafkahi dengan baik dan benar. Dan dengan kamu masuk ke perusahaan, kamu bisa memberikan yang terbaik untuk istri dan anak anakmu kelak,"
"Aku setuju Pa, aku akan masuk dan bekerja disana setelah aku meresmikan pernikahan kami nanti,"
Deg...
Seketika jantung Meli seakan terhenti berdetak saat mendengar penuturan dari Pak Wijaya. Bahkan Meli langsung mendongakkan kepalanya, menatap penuh dengan tanya pada pria paruh baya yang duduk dengan tenang nya disamping sang istri.
Sementara Mama Anita sendiri hanya tersenyum penuh dengan rasa haru. Dia masih tidak menyangka jika putranya yang sudah bertahun tahun menolak untuk pulang kini kembali bersama dengan menantu yang begitu mereka harapkan selama beberapa tahun ini.
Tidak tahan lagi menahan rasa harunya, mama Anita pun langsung bangkit dari duduknya lalu pindah ke samping Meli. Mama Anita meraih tangan Meli yang terasa dingin dan basah oleh keringat karena begitu gugup dan juga takut.
"Hai sayang, boleh Mama tahu siapa namamu Nak?" tanya nya menatap dengan tatapan penuh kelembutan pada Meli.
"Me_Meli tan_te," jawab Meli tergagap saking gugup nya.
__ADS_1
"Loh, kok tante? Mama dong sayang. Mama boleh peluk?"
Meli semakin terkesiap oleh perlakuan lembut dan hangat dari mama Anita padanya. Dia tidak menyangka jika akan mendapatkan penyambutan yang sehangat ini dari mertuanya.
Saking shocknya, Meli pun hanya bisa menganggukkan kepalanya untuk memberikan ijin pada wanita paruh baya itu untuk memeluk tubuhnya.
Mama Anita langsung saja mendekap erat tubuh Meli penuh dengan kelembutan. Wanita paruh baya itu bahkan menggumamkan kata 'terima kasih' **karena berkat Meli lah, putranya mau kembali kerumah dan bersedia masuk kedalam perusahaan suaminya yang tidak lain adalah ayah dari Reza, mertua Meli.
"Terima kasih sayang, terima kasih. Karena kamu Reza akhirnya kembali pulang**."
.
***
.
Sebuah Ballroom hotel bintang lima yang dihiasi oleh dekorasi pernikahan dengan harga yang pantastis kini menjadi saksi bisu bagaimana kaya nya pria yang menikahinya satu bulan yang lalu itu.
Belum lagi dengan para tamu undangan yang berdatangan bukanlah tamu biasa. Semua tamu yang datang merupakan orang orang penting dan para pengusaha sukses.
Sungguh, hal itu membuat Meli merasa semakin kecil saja. Namun genggaman tangan yang selalu Reza lakukan ditangan mungilnya membuat Meli mulai merasa percaya diri dan mulai menyiapkan mentalnya untuk menerima, jika saat ini dirinya sudah menjadi bagian dari keluarga konglomerat itu.
"Bagaimana sayang, apa kamu suka?"
__ADS_1
Meli langsung bangun dari lamunan nya saat sepasang tangan kekar melingkar indah diperutnya lengkap dengan bisikan mesra yang dilakukan oleh Reza, hingga membuat tubuhnya meremang.
"Suka, suka sekali Mas. Terima kasih, terima kasih karena sudah menjadikan aku bak putri cenderella," lirih Meli menumpukan tangan nya di atas tangan Reza yang melingkar diperutnya.
"Bukan hanya cenderella, kamu akan aku jadikan ratu dalam hidupku. Aku sangat mencintaimu Meliana Putri, CUP,"
"Aku juga, mencintaimu Mas Reza Adinata. Cup,"
Keduanya pun kini mulai saling beradu nafas, membelit rasa manis nya madu pernikahan. Dan setelah sekian lama menunggu, akhirnya Reza bisa measakan bagaimana rasanya sebuah penyatuan dan juga pelepasan dimalam ini.
Satu bulan setelah mereka resmi menikah, karena terhalang oleh kesibukan mempersiapkan pesta pernikahan dan juga siklus bulanan Meli yang waktu itu mendadak jadi dua kali kedatangan tamu bulanan nya karena stress dan juga kecapean pra resepsi pernikahan**.
...🌸 SELESAI 🌸...
.
"Sudah ya, kamar ini kita akhiri sampai disini. Biarkan mereka bahagia dengan pernikahan mereka. Besok kita sambung dikamarnya Ana, ya. Yang insya allah akan terbit besok. Happy Reading semua dan love banyak banyak untuk kalian."
.
^^^Salam Sayang^^^
^^^Triyani^^^
__ADS_1