
Alarm berbunyi dengan keras, menandakan waktunya bangun untuk memulai hari yang mungkin akan lebih baik dari hari kemarin.
setelah berbunyi dengan keras dan sudah 3 kali berdering akhirnya si jam weker pun menyerah untuk membangunkan sepasang suami istri yang masih terlelap dalam mimpi indah.
kalau aku hidup, aku kabur dari rumah ini.
mungkin ini adalah isi hati benda mati yang sudah putus asa dengan keadaan ini.
para pajangan yang menggantung di dinding pun menatap kasihan jam weker yang sudah kelelahan.
bahkan dinding pun memandangnya dengan iba.
angka pun sudah menunjukan pukul 6 lewat 2 menit, waktu yang krusial bagi pasangan yang sudah menikah selama 5 tahun.
setelah hening beberapa saat akhirnya ada pergerakan dari keduanya.
sang suami bangun dalam keadaan kaget dan mata melotot mengagetkan sang istri yang masing merenggangkan ototnya.
"astagfirullah pah.,kamu ngagetin tau gak?"
kesal sang istri dengan memukul pundak sang suami.
sang suami yang dipukul pun memalingkan kepalanya menghadap sang istri dengan ekspresi seperti menahan beban diperut.
sang istri yang masih tiduran pun kaget melihat tatap sang suami yang menurutnya kaya orang lagi buang hajat.
"ada apa sih pah? "
tanya sang istri sambil bangun dari kasur menuju pintu untuk ke kamar mandi.
"mah kamu mau kemana? " tanya sang suami beranjak dari ranjang.
sang istri yang di tanya pun hanya tersenyum licik dan langsung membuka pintu, dengan langkah seribu bayangan sang suami langsung mengejar sang istri yang sudah keluar menuju ke sebuah ruangan yang membuat semua orang nyaman.
"mah berhenti! jangan egois! "
cerca sang suami yang sudah menyusul sang istri.
tangan mereka sudah memegang handle pintu secara bersamaan.
"egois? papah tuh yang egois, suami gak ada akhlak! "
marah sang istri sambil mendorong tubuh sang suami dengan tubuhnya.
__ADS_1
"mama yang gak ada akhlak, bukanya ngalah sama suami malah melawan. "
kesal sang suami dengan mendorong tubuh sang istri dengan tubuhnya.
kejadian itu berlangsung selama 3 menit, lalu dari belakang terdengar teriakan dari ruang tengah.
memang rumah itu tidak terlalu kecil tapi juga tidak terlalu besar, apa sih jadinya😅.
ya yang sedang sedang saja.
rumah dengan gaya minimalis yang hanya menghabiskan lahan seluas 30 meter persegi.
setelah mendengar teriakan dari ruang tengah pasangan itu tidak ada yang mau berhenti mendorong tubuh satu sama lain.
"kamu tuh ya jadi ibu kok gak berperasaan, masa anak nangis diam aja! "
kesal suami yang berharap sang istri mau menenangkan sang anak.
sang istri yang mendengar omelan sang suami pun geram dengan omongan yang menurutnya tidak masuk akal.
"gak berperasaan tuh kamu, masa denger anak nangis malah nyerahinnya ke istri, emang dia bukan anak kamu? "
sang istri yang sudah melepaskan tanganya dari handle pintu pun berkacak pinggang.
setelah sadar dari apa yang dia lakukan sang istri pun langsung menggedor pintu dengan keras.
"pah, buruan dong udah kebelet nih! "
kesal sang istri dengan masih menggedor pintu.
sedangkan sang anak masih saja menangis dengan kencang.
sang suami masih mendengar tangisan sang anak pun mulai berteriak.
"mah anaknya tuh didiemin dulu, lalu buat sarapan, buruan! "
titah sang suami berteriak dengan suara tertahan karna harus mengimbangi kekuatan yang kini sedang digunakan untuk mendorong beban diperut.
sang istri pun langsung berhenti menggedor pintu lalu menoleh kearah jam yang menggantung di dinding yang bercat hijau mint, warna kesukaannya.
angka menunjukan pukul 6 lewat 10 menit, seakan tersadar dari keterkejutanya sang istri langsung terburu buru menuju dapur.
sedangkan sang suami yang masih mendengar tangisan sang anak berteriak lagi kepada istrinya.
__ADS_1
seakan mengabaikan teriakan sang suami, sang istri langsung membuat sarapan dengan terburu buru.
sang anak yang merasa terabaikan pun menghampiri sang ibu sambil berlari.
setelah sampai sang anak masih saja menangis sambil memegang daster sang ibu dengan mengibas ibaskan.
"mama kapan aku mandi? Steven udah berangkat tadi sama mamihnya! "
disela tangisan sang anak masih sempetnya mengoceh.
"sabar sayang, mama lagi bikin sarapan. dan tolong Bana jangan menggoyang goyangkan daster mama sayang, mama lagi kebelet ini. "
jawab sang ibu sambil menahan beban di perut sedangkan kedua tangannya masih membuat sarapan.
"tapi ini udah jam setengah tujuh ma, nanti terlambat kayak kemarin! "
kekeh sang anak manja, karena selama dia bersekolah selalu saja terlambat padahal bana sudah bangun dari subuh.
"sabar sayang bentar lagi yah. "
bujuk sang ibu merasa kerepotan.
hampir 7 menit sang suami akhirnya keluar dari bertapanya.
melihat pemandangan yang mengusik mata membuat hatinya terenyuh, bagaimana tidak terenyuh sarapan yang seharusnya nikmat malah membosankan.
di dapur dia melihat kehampaan dan keheningan yang membuat hatinya bimbang antara mandi, sarapan atau mencari sang istri tercintanya yang menggemaskan dan sang anak yang lucu.
setelah menimbang selama 1 menit akhirnya dia memutuskan untuk mandi.
sedangkan sang ibu dan sang anak sedang keluar untuk membeli kekurangan bahan untuk sarapan yaitu krupuk kesukaan sang suami tercintanya.
diperjalanan ibu dan anak itu kaget melihat Steven dan sang ibu yang bergandengan tangan sambil marah marah.
melihat itu kedua ibu dan anak itupun keheranan.
"bana apa hari ini hari minggu? "
tanya Steven dengan polosnya.
sedangkan bana terkejut sambil memegang hidungnya yang gatal.
sang ibu malah menjatuhkan dompetnya tanpa ia sadari.
__ADS_1
apa ini maksudnya kok sang istri gak paham yah!!!!