Happy Family?¿

Happy Family?¿
bapak - bapak kepo


__ADS_3

dipos ronda para bapak-bapak sudah berkumpul semua.


mereka semua sedang berbincang-bincang dengan diselingi kekehan yang ceria.


"pak putra tadi siang istri saya melihat anda sedang berboncengan dengan seorang wanita?"


tanya pak bayu suami dari bu mawar tiba -tiba.


sedangkan para bapak-bapak yang lain kaget dengan pertanyaan pak bayu.


kini mereka menatap Putra dengan pensaran ,banyak pertanyaan menyelimuti pikiran mereka, kok bisa?


sedangkan Putra ditanya langsung salah tingkah karena ditatap dengan pancaran mata yang akan mengeluarkan sinar laser.


dengan malu-malu putra pun menganggukan kepalanya.


putra berpikir bahwa para bapak-bapak tidak akan bertanya ternyata dia salah.


karena sudah dipastikan kalau ada pak Bayu pasti akan jadi Bapak - bapak kepo.


"beneran pak Putra?"


tanya pak Rhido suami bu Linda dengan antusias


sedangkan yang lain masih memikirkan pertanyaan apa yang akan diajukan agar tidak menyinggung perasaan Putra.


"bener pak! kebetulan saya lewat pas motor dia kehabisan bensin."


jawab Putra setelah memikirka jawaban yang tepat.

__ADS_1


karena Putra tidak ingin memperpanjang kabar burung yang akan menggoyahkan rumah tangganya.


mendapat jawaban Putra para bapak-bapak pun hanya ber oh saja.


"syukurlah kalau hanya orang yang butuh tumpangan."


kata pak Amin suami bu ika sambil tersenyum.


hari sudah mulai pagi para bapak-bapak pun sudah kembali kerumah masing -masing untuk melanjutkan aktifitasnya.


ada yang melanjutkan tidur,ada yang sedang bersiap-siap untuk berangkat keja.


disebuah rumah yang terlihat bersih dan asri terlihat pasangan suami istri yang terlihat sedang menikmati pancaran sinar matahari pagi.


"bu,semalam pak putra mengaku saat ditanya."


suara pak bayu mengawali percakan dengan istinya sambil membaca koran.


"aku kira pak putra bakalan mengelak ternyata mengaku."lanjut bu mawar sambil mengahadap suaminya.


"bapak kira juga begitu bu!"jawab pak bayu sambil melipat koranya dan mengambil secangkir tehnya yang mulai mendingin.


"katanya sih orang yang kehabisan bensin dan kebetulan searah".setelah menyeruput tehnya pak bayu berbicara lagi.


"yah semoga saja begitu,takutnya seperti yang dulu!"jawab bu mawar sambil menerawang kejadian yang lalu.


sedangkan pak bayu hanya mengangguk.


dirumah lain lagi kini ada keributan yang membuat seorang anak kecil dengan tatapan memohonya kepada orangtuanya.

__ADS_1


"gak bisa Bana!"kekeh Luna tetap dengan pendiriannya


sedangkan sang ayah yang sejak subuh pulang dari ronda langsung merebahkan diri ke kasur yang menurutnya sangat nyaman.


"tapi mah,steven udah beli kemarin."rengek sang anak dengan memelas.


"gak Bana ,uang sebanyak itu mendingan ditabung daripada buat beli yang gak bermanfaat"jawab Luna dengan memegang kedua pipi anaknya agar melihat kearahnya.


"kamu tahu Bana,banyak anak-anak lain yang gak seberuntung kamu,jadi jangan lihat yang diatas kamu tapi lihatlah disampingmu dan bawahmu!."lanjut Luna yang kini mendekap sang anak dengan sayang.bukan karena gak punya uang tapi Luna dan Putra sedang mengajari agar senantiasa menjadi orang yang bersyukur dengan apa yang dimiliki.


sedangkan Bana yang usianya masih 5 tahun hanya mengangguk meski belum mengerti secara keseluruhan apa itu konsep bersyukur.karena bagi dia hanya boleh dan tidak boleh saat menginginkan sesuatu.maklum masih kecil jadi yang dia tahu hanya merengek saat tidak diberi apa yang dia mau.


-----


hari mulai sore kini para Bapak-bapak yang dari pagi melanjutkan tidur sudah bangun dengan masih berat untuk membuka mata.


ada yang sedang mencuci motornya kerena besok berangkat kerja,ada yang mencuci burungnya dan ada yang sedang berkumpul didepan rumah sambil berolahraga.


"bapak-bapak semalam sampe jam berapa?maaf gak bisa ikut ronda".kata pak ibnu suami bu jannah.karena kesibukannya yang seorang penceramah yang mengisi di acara desa sebelah.


"gak papa pak ibnu,santai saja lagipula semalam cuma nyampe jam 3"jawab pak Rhido.


"terimakasih pak Rhido"sambung pak Ibnu sambil tersenyum manis.


"pak putra semalam jadi pendiam sih"kata pak burhan sambil meregangkan otot.


sedangkan bapak-bapak yang lain sudah ketar ketir sambil mengedipkan matanya agar pak burhan tidak melanjutkan pembicaraan yang pasti akan kena tegur dari pak Ibnu.


sedangkan pak Burhan yang memalingkan wajahnya untuk melihat reaksi teman-temanya langsung paham bahwa dilarang bergosip didepan pak Ibnu.kalau masih dilanjutkan bisa bisa langsung kena teguran hingga bermenit menit.

__ADS_1


sedangkan disisi lain Putra yang sedang mencuci motornya sambil melihat dan mendengarkan gosip dari teman-temannya langsung tersenyum.


syukin,makanya jangan jadi bapak-bapak kepo.


__ADS_2